ORANG SAMARIA YANG MURAH HATI

(Bacaan Injil Misa Kudus, Senin 5-10-09) 

Kemudian berdirilah seorang ahli Taurat untuk mencobai Yesus, katanya, “Guru, apa yang harus kuperbuat untuk memperoleh hidup yang kekal?” Jawab Yesus kepadanya, “Apa yang tertulis dalam hukum Taurat? Apa yang kaubaca di dalamnya?” Jawab orang itu, “Kasihilah Tuhan, Allahmu, dengan segenap hatimu dan dengan segenap kekuatanmu dan dengan segenap akal budimu, dan kasihilah sesamamu manusia seperti dirimu sendiri.” Kata Yesus kepadanya, “Jawabmu itu benar; perbuatlah demikian, maka engkau akan hidup.” Tetapi untuk membenarkan dirinya orang itu berkata kepada Yesus, “Dan siapakah sesamaku manusia?” Jawab Yesus, “Adalah seorang yang turun dari Yerusalem ke Yerikho; ia jatuh ke tangan penyamun-penyamun yang bukan saja merampoknya habis-habisan, tetapi juga memukulnya dan sesudah itu pergi meninggalkannya setengah mati. Kebetulan ada seorang imam turun melalui jalan itu; ia melihat orang itu, tetapi ia melewatinya dari seberang jalan. Demikian juga seorang Lewi datang ke tempat itu; ketika ia melihat orang itu, ia melewatinya dari seberang jalan. Lalu datang seorang Samaria, yang sedang dalam perjalanan, ke tempat itu; dan ketika ia melihat orang itu, tergeraklah hatinya oleh belas kasihan. Ia pergi kepadanya lalu membalut luka-lukanya, sesudah ia menyiraminya dengan minyak dan anggur. Kemudian ia menaikkan orang itu ke atas keledai tunggangannya sendiri lalu membawanya ke tempat penginapan dan merawatnya. Keesokan harinya ia mengeluarkan dua dinar dan memberikannya kepada pemilik penginapan itu, katanya: Rawatlah dia dan jika kaubelanjakan lebih dari ini, aku akan menggantinya, waktu aku kembali. Siapakah di antara ketiga orang ini, menurut pendapatmu, adalah sesama manusia dari orang yang jatuh ke tangan penyamun?” Jawab orang itu, “Orang yang telah menunjukkan belas kasihan kepadanya.” Kata Yesus kepadanya, “Pergilah, dan perbuatlah demikian!” (Luk 10:25-37). 

Tuhan Yesus, aku berterima kasih kepada-Mu untuk kerahiman dan rahmat-Mu. Seperti orang yang jatuh ke tangan jahat penyamun-penyamun, aku pun telah ditelanjangi dan dipukul sampai setengah mati oleh dosa, Iblis dan dunia. Martabatku sebagai seorang anak Allah telah dirampas dari diriku  dan aku pun ditinggalkan sendirian menghadapi maut. Tak ada seorang pun yang dapat menyelamatkanku, bahkan ketetapan hatiku untuk berbuat segala sesuatu yang baik. Aku telah kehilangan kekuatanku. 

Terima kasih, ya Tuhan, “hati-Mu tergerak oleh belas kasihan” dan Engkau-pun datang menyelamatkanku. Yesus, Engkau adalah “Orang Samaria yang murah hati”, “Sang Penyembuh” yang tiada bandingannya. Karena ketidak-taatanku, aku tidak pantas untuk hidup, tetapi Engkau memberikan hidup kepadaku. Sesungguhnya aku pantas Kauhukum karena segala dosaku, tetapi Engkau mengambil alih hukuman yang diperuntukkan bagiku dan menanggungnya, sampai mati di kayu salib. Ya Tuhan, betapa rahim Engkau! 

Yesus, berikanlah kepadaku rahmat untuk melihat salib-Mu setiap kali aku digoda untuk tidak mau mengampuni orang lain yang bersalah kepadaku, atau pada waktu aku ‘melarikan diri’ dari sesamaku yang membutuhkan pertolongan. Biarlah salib-Mu tidak hanya mengingatkanku akan segala dosaku, tetapi juga kerahiman-Mu. Berikanlah aku hikmat agar dapat memahami dan mengenal kekuatan salib-Mu, untuk mengalahkan segala godaan. Oleh darah-Mu, bersihkanlah aku dan buatlah aku kudus, seperti Engkau adalah kudus. Tanamkanlah dalam hatiku suatu ketergantungan yang lebih besar terhadap rahmat-Mu yang sungguh indah. 

Allah yang Mahakuasa, Bapa yang penuh kasih, Engkau telah memanggilku menjadi seseorang yang membawa Kristus, sesuatu yang hanya dapat kulakukan karena Putera-Mu sendiri menjadi pembawa dan pemikul dosaku di kayu salib. Engkau menciptakanku menurut gambar dan rupa-Mu sendiri, dan memanggilku untuk mencerminkan kekudusan Putera-Mu. Oleh Roh Kudus-Mu, tolonglah aku untuk menjunjung tinggi nama-Nya dengan jalan mengasihi-Mu dengan keseluruhan diriku. Ubahlah hatiku, agar aku dapat mengasihi dan memperhatikan sesamaku, seperti Engkau telah mengasihi dan memperhatikanku. Berdayakanlah aku, teristimewa untuk hadir bagi mereka yang menderita dan mereka yang perlu mendengar Kabar Baik penyelamatan-Mu. 

DOA: Bapa surgawi, Putera-Mu begitu penuh kasih dan penuh keagungan, begitu kudus. Hanya Dialah yang patut disembah dan dipuji. Terima kasih ya Allahku, Engkau telah memberikan Dia kepadaku. Aku akan senantiasa bersyukur untuk kerahiman dan rahmat indah yang sedemikian. Amin. 

Cilandak, 30 September 2009 (Peringatan Santo Hieronimus, Imam dan Pujangga Gereja)

Sdr. F.X. Indrapradja, OFS

About these ads