ARTI SALIB KRISTUS

Kalau kita tidak begitu yakin akan pentingnya kehidupan kita; apabila kita ragu-ragu atas nilai dari jiwa kita, maka kita harus memandang Salib Kristus. Di sini kita lihat Allah yang berkarya: Allah yang mengubah sejarah manusia. Dan, …… yang mengubah juga setiap orang yang memiliki keberanian untuk mendekati dan memeluk Sang Tersalib itu. Kita ditandai dengan air pada waktu baptis dan kita ditandai dengan salib pada saat kita memandang Salib Kristus dengan penuh iman pada masa Prapaskah ini. Kita akan lihat bahwa salib Kristus mempunyai kuasa untuk mengubah kehidupan manusia. 

SALIB KRISTUS ADALAH TANDA DARI ALLAH YANG CARING 

Ada cerita yang sungguh terjadi dengan seorang rohaniwan. Pada suatu malam dia sedang dalam perjalanan pulang. Jalan itu agak gelap tetapi banyak juga orang berlalu-lalang. Rohaniwan ini hampir terjatuh karena kakinya tersandung kaki dari seseorang yang sedang tergeletak. Kelihatannya orang itu baru saja terjatuh dan kelihatanlah oleh rohaniwan itu darah segar mengucur dari jidat (bagian muka) orang itu. Rupanya dia mabuk habis minum-minum dan kelihatannya juga seperti seorang yang kecanduan obat-obatan (narkoba). Ternyata kepalanya terbentur dengan pinggir trotoir. Dia kelihatan tidak berdaya dan selagi sang rohaniwan masih belum tahu harus berbuat apa, orang-orang yang tadinya datang mendekat karena rasa ingin tahu, satu-persatu mulai menghilang … tidak mau terlibat … jalan itu pun menjadi sepi sekali (Ingat cerita Orang Samaria yang baik hati; Luk 10:25-37). Cerita tidak dilanjutkan. 

Nah, dalam Injil juga diceritakan mengenai seseorang yang jidatnya/dahinya berlumuran darah … bukan karena kebentur ujung trotoir, tetapi karena ‘mahkota duri’ yang dikenakan di kepala-Nya. Dia terjatuh juga, bukan karena ‘fly’ atau mabuk, tetapi karena memanggul salib – salib kayu yang kasar, keras dan berat – dan di salib yang dipanggul-Nya itu juga ada kesalahan-kesalahan – ada dosa-dosa yang di buat oleh orang yang terjatuh di pinggir jalan tadi. Untuk mengatakan bahwa ada suatu hubungan yang erat antara orang yang terjatuh tadi dengan ‘Manusia Tersalib’ mengharuskan kita untuk bergerak dari tingkat logika dan akal budi yang biasa ke ketinggian dan kedalaman Allah sendiri. 

KALAU KITA BERANI MENGATAKAN DIRI KITA SEBAGAI ORANG KRISTIANI, ARTINYA MURID-MURID KRISTUS, MAKA KITA HARUS PERCAYA BAHWA ORANG YANG TERGELETAK DI PINGGIR JALAN ITU ADALAH ALASAN DARI MANUSIA TERSALIB ITU. IKATAN ANTARA KEDUA ORANG ITU ADALAH BEGITU ERATNYA, BEGITU HANGATNYA DAN BERSIFAT KEKAL ABADI. Jangan tanya saya apakah itu masuk akal atau tidak. Saya cuma percaya! Saya percaya bahwa Allah kita adalah Allah yang caring penuh perhatian. Dia mencintai kita semua, Dia mau merendahkan diri-Nya (Flp 2:5-11), Dia mau solider dengan manusia – terutama yang kecil, yang miskin, yang tersisihkan. Malah Dia mengidentifikasikan diri-Nya dengan orang-orang kecil ini (Mat 25:31-46). 

SALIB KRISTUS ITU MERUPAKAN KENANGAN PENUH ARTI BAGI KITA 

Salah satu ciri dari iman dan teologi Kristiani adalah melihat ke belakang, melihat ke masa lalu. Salah satu kata penting dalam Alkitab adalah kata ‘mengingat’. Ini adalah kata yang dinamis. Ingatan membuat kenangan menjadi keharusan untuk bertindak,  untuk ‘action’. Keseluruhan iman-kepercayaan kita dapat diringkas ke dalam tiga keharusan: “percaya, mengingat dan mengasihi.”  Salah satu perintah yang paling suci dalam Kitab Suci adalah: “….. perbuatlah ini menjadi peringatan akan aku” (Luk 22:19). Penggaris-bawahan ini penting karena kebenaran Kristiani sebagian besar adalah kebenaran historis, bukan suatu kebenaran yang tidak jelas dari sebuah filsafat yang bersifat idealistis. Kebenaran Kristiani selalu secara langsung berkaitan dengan sejarah dan dengan kehidupan. Kebenaran Kristiani mengatakan bahwa pada satu titik dalam sejarah manusia, Sang Abadi (Anak Allah yang tunggal) datang masuk ke dalam kehidupan manusia: Dia adalah Allah yang menyejarah … masuk ke dalam sejarah manusia. Dengan demikian kita dapat membuka Kitab Suci, lalu mengingat  sabda-sabda-Nya dan perbuatan-perbuatan-Nya pada waktu di bumi ini. Semua yang di sekeliling-Nya, sebelum dan sesudah-Nya, adalah wajah-wajah di mana sinar Keabadian bercahaya dan suara-suara di mana hikmat surgawi berbicara. Kristus di belakang kita dalam sejarah menjadi Kristus dengan kita dan Kristus di depan kita. Dia menjadi orang sezaman kita dan sezaman bagi segala generasi. “Yesus Kristus tetap sama, baik kemarin maupun hari ini dan sampai selama-lamanya” (Ibr 13:8). 

SEMUA ORANG KUDUS DIBENTUK DI KAKI KAYU SALIB KRISTUS 

Para kudus berasal dari pelbagai lapisan masyarakat: kaya-miskin, biarawan-awam, laki-laki – perempuan dll. Mereka adalah ‘garam bumi’ dan ‘terang dunia’. Mereka adalah ‘lonceng Allah’; kalau lonceng berhenti bekerja dalam dunia ini, maka selesailah sudah semua. Semua orang kudus ini –tanpa kecuali- dibentuk di kaki salib Kristus. Di sinilah mereka belajar pelajaran iman mereka yang sangat hakiki untuk kekudusan mereka; mereka menjadi putera-puteri yang ditebus dari  Allah yang hidup. Ini adalah orang-orang yang ditandai oleh Salib Kristus. 

Jangan salah! Allah sungguh mengasihi para kudus dengan cintakasih yang luar biasa. Mereka sungguh-sungguh adalah anak-anak-Nya ….. seperti anak-anak mereka percaya sepenuhnya kepada-Nya, membawa Kristus ke segala penjuru dunia. Di dalam dunia yang semrawut dan hiruk-pikuk dengan materialisme, konsumerisme, hedonisme dll. sungguh hal itu tidak mudah untuk dilakukan. Begitu mudahnya bagi orang untuk bangga, sombong dan angkuh – begitu gampangnya bagi orang untuk menjadi iri hati dan penuh cemburu – begitu mudahnya untuk lupa bahwa hal-hal yang kelihatan kecil sebenarnya adalah hal-hal yang besar. Dengan demikian sungguh perlu bagi santo atau santa kecil itu untuk mencari dan mencari lagi Yesus untuk menjadi teman seperjalanan, Yesus yang lemah lembut dan rendah hati itu ….. yang begitu mengasihi semua orang. 

Dibawakan di Gereja Santo Matias, Cinere, 2 April 2000 

Sdr. F.X. Indrapradja, OFS

About these ads