AKULAH JALAN DAN KEBENARAN DAN HIDUP
(Bacaan Injil Misa Kudus, Hari Biasa Pekan IV Paskah, Jumat 30-4-10)
Peringatan Santo Paus Pius V; Beato Benediktus dari Urbino, Kapusin [+1625]
“Janganlah gelisah hatimu; percayalah kepada Allah, percayalah juga kepada-Ku. Di rumah Bapa-Ku banyak tempat tinggal. Jika tidak demikian, tentu Aku mengatakannya kepadamu. Sebab Aku pergi ke situ untuk menyediakan tempat bagimu. Apabila aku telah pergi ke situ dan telah menyediakan tempat bagimu, Aku akan datang kembali dan membawa kamu ke tempat-Ku, supaya di tempat di mana Aku berada, kamu pun berada.
Kemana Aku pergi, kamu tahu jalan ke situ.” Kata Tomas kepada-Nya, “Tuhan, kami tidak tahu ke mana Engkau pergi; jadi bagaimana kami tahu jalan ke situ?” Kata Yesus kepadanya, “Akulah jalan dan kebenaran dan hidup. Tidak ada seorang pun yang datang kepada Bapa, kalau tidak melalui Aku” (Yoh 14:1-6).
“Akulah jalan dan kebenaran dan hidup. Tidak ada seorang pun yang datang kepada Bapa, kalau tidak melalui aku” (Yoh 14:6). Oh, betapa sering kita mendengar sabda Yesus Kristus ‘yang ini’, dan fokus dalam pikiran kita adalah bahwa Yesus ialah Pribadi satu-satunya yang dapat membawa kita masing-masing ke dalam surga. Namun demikian, pernahkah kita mendengar sabda ini dan kemudian berpikir tentang doa?
Dalam doa-lah kita mengalami Yesus sebagai jalan yang harus kita ikuti, kita tempuh. Dalam doa-lah kita mengalami Dia sebagai sang Kebenaran yang menyejukkan jiwa kita, dan juga sebagai kehidupan yang memuaskan setiap hasrat kita. Justru dalam doa-lah kita dapat masuk ke dalam ‘percakapan’ dengan Yesus dan melihat dalam diri-Nya gambar Allah yang tak berwujud, seperti tertulis dalam ‘Surat kepada Orang Ibrani’ berikut ini: “Dialah cahaya kemuliaan Allah dan gambar keberadaan Allah yang sesungguhnya dan menopang segala yang ada dengan firman-Nya yang penuh kekuasaan” (Ibr 1:3). Dengan demikian agama pun tidak sekadar menjadi pencaharian Allah secara membabi-buta, melainkan suatu tanggapan iman dan cintakasih terhadap Allah yang telah mewahyukan diri-Nya.
Masih ingatkah anda cerita tentang perempuan Samaria yang bertemu dan bercakap-cakap dengan Yesus di dekat sumur Yakub? (lihat Yoh 4:1-39). Nah, rahasia doa itu diungkapkan di dekat sumur di mana kita mencari air. Selagi kita datang ke sumur mencari air, maka kita akan melihat bahwa Yesus sudah ada di sana. Dia sudah menunggu kita, bahkan lebih haus akan kita daripada kita haus akan Dia! Jadi, kita harus selalu mengingat bahwa Yesus-lah yang pertama mencari kita dengan menjadi manusia seperti kita.
Sebagai jalan, kebenaran dan hidup, Yesus tidak pernah kehabisan rahmat bagi kita. Membuka hati kita kepada-Nya dalam doa dapat diibaratkan dengan seseorang yang menemukan tambang berlian yang berkelimpahan – damai sejahtera, sukacita, kepercayaaan dan penyembuhan. Seperti menemukan diri kita sendiri dalam sebuah pesta perjamuan yang dipenuhi dengan berbagai macam hidangan, baik makanan maupun minuman yang superb [kata ini bukan monopoli Pak Mario Teguh!].
Sesungguhnya Allah tidak memerlukan pertemanan atau persahabatan dari kita manusia. Doa-doa kita tidak menambah sedikit pun kemuliaan-Nya. Namun dalam doa-lah kita dapat mengalami berulang-kali cara-Nya mengosongkan diri – menghampakan diri-Nya. Secara terus menerus Tuhan menyerahkan diri-Nya bagi kita, terus-menerus mempersembahkan hidup dan kasih-Nya kepada dan demi kita.
Dalam doa kita diundang untuk membawa pemahaman kita – yang serba terbatas itu – kepada Allah dan mohon kepada-Nya agar meningkatkan pemahaman kita itu dan memenuhinya dengan hikmat surgawi yang tidak mengenal batas. Kita diundang untuk membawa dosa-dosa kita kepada Allah dan mohon kepada-Nya agar kita dipenuhi dengan belas kasih dan kekuatan-Nya. Kita diundang untuk membawa-serta rasa takut dan segala kecemasan kita kepada Allah dan memperkenankan Dia mengisi diri kita dengan keberanian dan damai sejahtera. Bapa surgawi sangat berhasrat untuk mengajak kita menjadi warga kerajaan-Nya.
DOA: Tuhan Yesus, Engkau adalah satu-satunya andalanku. Dalam Engkau ada kepenuhan sukacita, dan dalam kehadiran-Mu aku menemukan kesenangan sejati. Aku memberikan diriku kepada-Mu, ya Tuhan dan Juruselamatku. Engkau selalu merupakan jalan, kebenaran dan hidup bagiku, ya Tuhan Yesus. Terpujilah nama-Mu selalu! Amin.
Cilandak, 28 April 2010
Sdr. F.X. Indrapradja, OFS
4 responses to “AKULAH JALAN DAN KEBENARAN DAN HIDUP”
rudy
April 29th, 2010 at 04:31
“AKULAH JALAN DAN KEBENARAN DAN HIDUP”
Perhatikan kata JALAN,KEBENARAN ,HIDUP , lalu kata penghubungnya yaitu DAN bukan kata penghubung atau.
Ini berarti kata itu adalah satu keasatuan dan tak terpisahkan. Dengan kata itu adalah jelas Yesus apa yang dimaksudNya.
Jalan selalu berhubungan dengan proses menjadi .Bergerak kearah sesuatu yang ingin dicapainya.Jalan tak lepas dengan gerakan, karena bergerak maka terjadilah perubahan.
Kebenaran lawan kata daripada salah.Kebenaran dapat merupakan hasil sesuatu proses atau jalan. Dan yang terakhir dari semuanya itu adalah Kata “HIDUP”.
Tanpa kata terakhir ini, maka akan menimbulkan banyak arti. Tetapi dengan kata hidup. Segalanya selesai.
Hidup adalah intinya.Allah Bapa adalah Hidup itu sendiri, sehingga Yesus mengatakan juga diperikop lain Aku dan Bapa adalah satu, siapa melihat Aku sama saja dengan melihat Bapa.Yesus itu adalah Hidup itu sendiri. Berarti menempuh jalan hidup Yesus dalam bahasa lain mengikuti JejakNya, berarti kita telah beproses secara benar untuk hidup abadi.Janganlah ragu2-Percayalah.
Salam Persaudaraan
sangsabda
April 29th, 2010 at 09:30
Sdr. Rudy yang baik,
Terima kasih untuk komentar-komentar anda! Maju terus dalam jalan Tuhan.
Salam persaudaraan,
Sdr. Frans OFS
lolipop
January 9th, 2012 at 10:17
Di Islam belum ada masa depan…!!saya awal dari Islam tetapi saya pindah ke kristen dan menerima Yesus
Mengapa saya berkata di islam gak ada masa depan…??Gimana mau bicara masa depan…..??? —– >Setiap orang habis ngaji, wajib hukumnya baca solawat. Allohumma solli ala sayyidina muhammadin wa ala sayyidina muhammad ku anfusakum wa ahlikum naron. Ya Alloh, selamatkanlah junjunganku Muhammad wa ala alihi dan selamatkanlah juga sanak kadang keluarganya. Wa sohbihi, selamatkan juga keluarganya. Ku anfusakum wa ahlikum naron, dari ancaman Alloh yang berupa neraka”…..Benarkah Muhammad masuk surga ??
Kalo Muhammad yakin masuk surga kenapa minta didoakan oleh pengikutnya supaya ga msk neraka ?? dan kenapa harus berulang2 kali di doakan..?? menurut saya kelihatan belum ada masa depan yang pasti di sini,,,, beda halnya dengan KRISTUS.. “Akulah jalan dan kebenaran dan hidup. Tidak ada seorang pun yang datang kepada Bapa, kalau tidak melalui Aku” (Yoh 14:1-6).
di Islam tidak ada namanya kasih,melaikan Jihad lihat ayaat di bawah ini,
At Taubah 39.
QS 9:123
Hai orang-orang beriman, perangilah orang-orang kafir yang di sekitar kamu itu, dan hendaklah mereka menemui kekerasan daripadamu, dan ketahuilah, bahwasanya Allah beserta orang-orang yang bertaqwa.
QS 9:29
Perangilah orang-orang yang tidak beriman kepada Allah dan tidak (pula) pada hari kemudian dan mereka tidak mengharamkan apa yang diharamkan oleh Allah Dan Rasul-Nya dan tidak beragama dengan agama yang benar (agama Allah), (yaitu orang-orang) yang diberikan Al-Kitab kepada mereka, sampai mereka membayar jizyah dengan patuh sedang mereka … Lihat Selengkapnyadalam keadaan tunduk.
QS 66:9
Hai Nabi, perangilah orang-orang kafir dan orang-orang munafik dan bersikap keraslah terhadap mereka. Tempat mereka adalah neraka Jahannam dan itu adalah seburuk-buruk tempat kembali.
Menurut saya ini bertentangan,dengan kristen,yang mengajarkan cinta KASIH,
saya sadar bahwa jalan terang selama ini kristen,semua yang di alkitabpun terbukti setelah saya baca semua,bahwasanya Yohanes 16:2 Kamu akan dikucilkan, bahkan akan datang saatnya bahwa setiap orang yang membunuh kamu akan menyangka bahwa ia berbuat bakti bagi Allah….
dan sama seperti saya yang di kucilkan keluarga,akibat lari dari islam…
lebih baik saya di benci keluarga,dari pada di benci TUHAN….
doakan saya,yang belum mendapat pekerjaan,saya percaya Rencana Indah sudah di siapkan oleh TUHAN,…..GBU,amen
sangsabda
January 10th, 2012 at 05:01
Terima kasih Saudaraku,
Kami (saya dan keluarga saya)akan mendoakan anda! Akan tetapi, janganlah pernah lupa Saudaraku, bahwa umat Islam, Buddha, Hindu dll. adalah saudari dan saudara kita juga!
Salah satu “SABDA BAHAGIA” Yesus: “Berbahagialah kamu, jika karena Aku kamu dicela dan dianiaya dan kepadamu difitnahkan segala yang jahat. Bersukacita dan bergembiralah, karena upahmu besar di surga, sebab demikian juga telah dianiaya nabi-nabi yang sebelum kamu” (Mat 5:11-12). Dalam doa Bapa Kami, Yesus juga mengajar kita: “Ampunilah kami dari kesalahan kami, seperti kami juga mengampuni yang bersalah kepada kami” (Mat 6:12).
Dalam “Khotbah di Bukit”, Yesus juga mengajar: “Kamu telah mendengar yang difirmankan, Kasihilah sesamamu manusia dan bencilah musuhmu. tetapi Aku berkata kepadamu: Kasihilah musuhmu dan berdoalah bagi mereka yang menganiaya kamu. Karena dengan demikianlah kamu menjadi anak-anak Bapamu yang di surga, yang menerbitkan matahari bagi orang yang jahat dan orang yang baik dan menurunkan hujan bagi orang yang benar dan orang yang tidak benar. Apabila kamu mengasihi orang yang mengasihi kamu, apakah upahmu? Bukankah pemungut cukai juga berbuat demikian? Apabila kamu hanya memberi salam kepada saudara-saudaramu saja, apakah lebihnya daripada perbuatan orang lain? Bukankah bangsa-bangsa yang tidak mengenal Allah pun berbuat demikian? Karena itu, haruslah kamu sempurna, sama seperti Bapamu yang di surga sempurna” (Mat 5:43-48).
Selamat berjuang di Jalan Salib Kristus, Saudaraku. Berkat Allah Tritunggal Mahakudus senantiasa menyertai anda.
Salam persaudaraan,
Sdr. Frans OFS