ORANG LUMPUH DISEMBUHKAN

(Bacaan Injil Misa Kudus, Hari Biasa Pekan Biasa XIII, Kamis 1-7-10)

Sesudah itu naiklah Yesus ke dalam perahu lalu menyeberang. Kemudian sampailah Ia ke kota-Nya sendiri. Lalu dibawalah kepada-Nya seorang lumpuh yang terbaring di tempat tidurnya. Ketika Yesus melihat iman mereka, berkatalah Ia kepada orang lumpuh itu, “Teguhkanlah hatimu, hai anak-Ku, dosa-dosamu sudah diampuni.” Mendengar itu, berkatalah beberapa orang ahli Taurat dalam hatinya, “Orang ini menghujat Allah.” Tetapi Yesus mengetahui pikiran mereka, lalu berkata, “Mengapa kamu memikirkan hal-hal yang jahat di dalam hatimu? Manakah yang lebih mudah, mengatakan: Dosa-dosamu sudah diampuni, atau mengatakan: Bangunlah dan berjalanlah? Tetapi supaya kamu tahu bahwa di dunia ini Anak Manusia berkuasa mengampuni dosa” – lalu berkatalah Ia kepada orang lumpuh itu – , “Bangunlah, angkat tempat tidurmu dan pulanglah ke rumahmu!” Orang itu pun bangun lalu pulang. Melihat hal itu, orang banyak itu takut lalu memuliakan Allah yang telah memberikan kuasa seperti itu kepada manusia (Mat 9:1-8).

Bacaan Pertama: Am 7:10-17; Mazmur Tanggapan: Mzm 19:8-11.

Selalu ada saja orang-orang yang memberi kesaksian tentang kehadiran Tuhan Allah dan hasrat-Nya untuk menjadi bagian dari kehidupan kita. Amos ditransformasikan (diubah) pada waktu Tuhan Allah (YHWH) berbicara dengan dirinya. Amos bukanlah seorang anggota terkemuka dan berpengaruh di Israel. Ia tidak memegang posisi dalam masyarakat. Ia hanyalah seorang anak manusia yang tidak diperhitungkan dalam masyarakat: seorang peternak domba dari Tekoa dan seorang pemungut buah ara hutan (Am 1:1; 7:14-15). Namun demikian, Amos menghayati suatu kehidupan sederhana yang diabdikan sepenuhnya bagi Allah, dan Allah mengubah dia menjadi seorang nabi yang tidak mengenal takut dan berapi-api dalam berbicara.

Menaruh kepercayaan sepenuhnya pada firman Allah dan melaksanakan rencana-rencana-Nya merupakan sesuatu yang penting dalam setiap zaman. Dalam Injil hari ini, orang lumpuh itu mungkin tidak akan pernah mendengar kata-kata Yesus yang mempunyai daya transformasi: “Dosa-dosamu sudah diampuni” (Mat 9:2), kalau bukan karena iman-kepercayaan teman-temannya yang membawa dia kepada Yesus. Namun dengan kata-kata ini Yesus membawa kebebasan kepada jiwa si lumpuh dan juga kesehatan bagi tubuhnya. Iman  ternyata mampu untuk mendatangkan keselamatan dan kesembuhan bagi orang itu.

Pada zaman Yesus, banyak dari pemuka umat telah menolak kasih Allah. Mereka telah berhenti berbicara kepada Allah dan mendengarkan Dia, dengan demikian mereka tak mampu menangani hal-hal baru yang dilakukan Allah lewat diri Yesus. Demikian pula Amazia, imam di Betel; dia tidak dapat menerima kenyataan bahwa Allah akan berbicara melalui seseorang yang sederhana dan ‘kelihatan tidak ada apa-apanya’ seperti Amos (khususnya baca Am 7:12-13). Baik dalam kasus Amos maupun dalam kasus Yesus, pihak-pihak yang terpojokkan seakan-akan berkata: “Allah tidak sepantasnya bekerja seperti itu.”

Nah, sekarang bagaimana dengan anda sendiri? Apakah anda percaya bahwa Yesus dapat berkata-kata dengan penuh kuasa dalam kehidupanmu dan di tengah dunia? Atau, apakah sudah cukup bagi anda untuk sekali-kali disentuh oleh Tuhan atau diingatkan akan kenangan-kenangan penuh berkat di masa lampau dan pengharapan-pengharapan besar untuk masa depan? Baik Amos maupun Yesus menunjukkan kepada kita, bahwa dalam setiap zaman Allah sangat berhasrat untuk bekerja dalam kehidupan orang-orang. Ingat apa yang ditulis oleh sang pemazmur: “Titah TUHAN (YHWH) itu tepat, menyukakan hati” (Mzm 19:9).

Allah dapat membawa banyak berkat-Nya ke dalam kehidupan kita dan sesama kita, hanya apabila kita memberikan kesempatan kepada-Nya untuk berbicara dan kita mempunyai kemauan untuk mendengarkan suara-Nya. Oleh karena marilah kita menjaga agar hati kita masing-masing tetap terbuka dan siap untuk menerima Dia, bagaimana pun cara-Nya bekerja. Allah juga ingin menggunakan kita semua untuk ikut bekerja memajukan kerajaan-Nya. Dengan semakin dekat kita berjalan bersama Tuhan Allah, kita semua pun dapat mengakibatkan kerusakan besar atas kekuatan si Jahat dalam dunia ini!

DOA: Roh Kudus Allah, penuhilah hatiku dengan pernyataan yang lebih dalam dari kasih-Mu. Perkenankanlah aku untuk mengenal-Mu lebih mendalam lagi agar dunia di sekelilingku dapat melihat kemuliaan-Mu. Amin.

 Cilandak, 30 Juni 2010 [Peringatan Beato Raymundus Lullus, Martir (OFS)] 

Sdr. F.X. Indrapradja, OFS

About these ads