YESUS MEMBERKATI ANAK-ANAK

(Bacaan Injil Misa, Peringatan S. Maximilianus Maria Kolbe, Imam/Martir, Sabtu 14-8-10)

Lalu orang membawa anak-anak kecil kepada Yesus, supaya Ia meletakkan tangan-Nya di atas mereka dan mendoakan mereka; akan tetapi murid-murid-Nya memarahi orang-orang itu. Tetapi Yesus berkata, “Biarkanlah anak-anak itu, janganlah menghalang-halangi mereka datang kepada-Ku; sebab orang-orang yang seperti itulah yang punya Kerajaan Surga.” Lalu Ia meletakkan tangan-Nya di atas mereka dan kemudian Ia berangkat dari situ (Mat 19:13-15).

Secara universal anak-anak kecil senang dirangkul, diangkat-angkat, dibopong-bopong dan/atau digendong. Mereka senang disentuh oleh tangan-tangan dari orang-orang yang menyayangi. Menarik juga pandangan para ahli yang mengatakan, bahwa sangatlah penting bagi perkembangan kognitif dan emosional seorang anak apabila dia mampu bersentuhan/menyentuh dan membuat kontak-mata dengan orang lain – untuk menerima afirmasi keberadaan orang-orang lain dalam kehidupannya. Bayangkan bagaimana pandangan sederhana seorang ayah kepada anaknya yang masih kecil itu dapat menyampaikan pesan yang begitu banyak kepada anaknya yang sedang memandanginya. Teristimewa bagi seorang anak yang masih kecil, memang tidak ada orang yang lebih penting daripada orangtuanya. Hal sedemikian dirasakan oleh si anak bukan karena ‘surat tanda lahir’ atau suatu kecocokan DNA. Semua ini adalah masalah cintakasih, afeksi dan perlindungan serta rasa aman yang diberikan orang tua kepadanya.

Hubungan orang tua dan anak yang terjalin dengan sehat dapat banyak mengajar kita tentang hubungan seorang pribadi dengan Allah. Allah adalah Bapa surgawi kita. Dia adalah Bapa semua orang, karena (1) Dia menciptakan semua orang menurut gambar dan rupaNya (Kej 1:26.27); (2) Dia menyediakan semua kebutuhan anak-anak-Nya, sehingga tidak perlu khawatir (lihat Mat 6:25-34); (3) Dia begitu mengasihi manusia dan seisi dunia sehingga mengutus Putera-Nya yang tunggal untuk menyelamatkan semua (lihat Yoh 3:16-17); (4) Dia telah mensyeringkan hidup-nya dengan manusia. (lihat 1Yoh 3:1-3). Dia adalah Bapa surgawi yang sangat senang memandang kita dalam kasih. Ini adalah salah satu alasan mengapa Yesus mendorong kita untuk datang kepada Bapa-Nya seperti anak-anak kecil. Ia menginginkan agar kita mengalami martabat, kasih dan janji Allah Bapa yang memperhatikan kita penuh afeksi dari hari ke hari.

Seperti juga Yesus yang meletakkan tangan-Nya di atas anak-anak, Bapa surgawi juga ingin menyentuh kita di bagian terdalam dari hati kita. Oleh karena itu, dalam doa-doa anda hari ini, baiklah anda mohon kepada Allah bagaimana Dia bergerak dalam hati anda, menghangatkan anda dan meyakinkan anda akan segalanya yang baik, yang diberikan-Nya kepada anda. Bayangkanlah Dia sedang memandangi mata anda dan mengatakan kepadamu bahwa Dia sangat mengasihimu dan anda adalah milik-Nya. Bayangkanlah Bapa surgawi memeluki diri anda dan memberkatimu, mendorongmu agar melayani mereka yang ada di sekeliling anda dengan penuh cintakasih. Maka hari ini bukalah tangan dan hati anda bagi Bapamu yang di surga. Biarlah Dia melayani anda dengan kasih dan afeksi yang sungguh ilahi.

Perikop Injil ini juga menunjukkan tanggung jawab utama para orangtua Kristiani. Mereka dipanggil untuk membantu proses tumbuh-kembangnya benih iman yang ada dalam diri anak-anak mereka, sehingga sungguh dapat bertumbuh menjadi suatu relasi yang hidup dengan Yesus Kristus. Allah memerintahkan bangsa Israel untuk mengajar anak-anak mereka perihal hukum-Nya dan menceritakan kepada mereka tentang segala keajaiban yang telah dilakukan oleh-Nya bagi mereka (Ul 4:9). Santo Paulus juga mendorong para orangtua untuk mendidik anak-anak mereka dalam ajaran dan nasihat Tuhan (Ef 6:4). Kita semua ingin agar anak-anak kita berhasil. Kita semua mau memberikan apa saja yang baik. Memperkenalkan mereka kepada Allah Tritunggal Mahakudus lewat perkenalan kepada Yesus, dan memberikan teladan yang baik sebagai orang Kristiani kepada mereka adalah pemberian terbaik yang dapat kita berikan kepada anak-anak kita. Ini adalah cintakasih orangtua yang sejati.

DOA: Tuhan Yesus, saya berdoa untuk anak-anak di mana saja mereka berada. Semoga mereka dapat mengenal Engkau secara pribadi. Berikanlah kepada para orangtua mereka dan/atau para pengasuh mereka hikmat ilahi dan kekuatan. Pada saat ini aku berdoa khusus untuk semua anak  yang tidak mempunyai tempat tinggal dan/atau yatim-piatu, misalnya karena korban perang dan berbagai bentuk kekerasan lainnya. Biarlah mereka datang berkumpul kepada-Mu dan Engkau meletakkan tangan-Mu di atas  mereka juga. Amin.

Cilandak, 13 Agustus 2010

Sdr. F.X. Indrapradja, OFS

About these ads