KEBANGKITAN YESUS KRISTUS DAN KEBANGKITAN KITA

(Bacaan Pertama Misa Kudus, Hari Biasa Pekan Biasa XXIV, Jumat 17-9-10)

Keluarga Fransiskan: PESTA STIGMATA BAPAK KITA FRANSISKUS

Peringatan S. Robertus Bellarminus [1542-1621], Imam-teolog & Pujangga Gereja, Yesuit

Jadi, bilamana diberitakan bahwa Kristus dibangkitkan dari antara orang mati, bagaimana mungkin ada di antara kamu yang mengatakan bahwa tidak ada kebangkitan orang mati? Seandainya tidak ada kebangkitan orang mati, maka Kristus juga tidak dibangkitkan. Andaikata Kristus tidak dibangkitkan, maka sia-sialah pemberitaan kami dan sia-sialah juga kepercayaan kamu. Lebih daripada itu, kami ternyata berdusta terhadap Allah, karena tentang Dia kami katakan bahwa Ia telah membangkitkan Kristus – padahal Ia tidak membangkitkan-Nya, andaikata benar bahwa orang mati tidak dibangkitkan. Sebab jika benar orang mati tidak dibangkitkan, maka Kristus juga tidak dibangkitkan. Jika Kristus tidak dibangkitkan, maka sia-sialah kepercayaan kamu dan kamu masih hidup dalam dosamu. Demikianlah binasa juga orang-orang yang mati dalam Kristus. Jikalau kita hanya dalam hidup ini saja menaruh pengharapan pada Kristus, maka kita adalah orang-orang yang paling malang dari segala manusia.

Tetapi yang benar ialah bahwa Kristus telah dibangkitkan dari antara orang mati, sebagai yang sulung dari orang-orang yang telah meninggal (1Kor 15:12-20).

Bacaan Injil: Luk 8:1-3 

Sebelumnya, dalam suratnya yang sama kepada jemaat di Korintus ini, Paulus menulis: “Jadi, berusahalah memperoleh karunia-karunia yang lebih penting. Namun, aku menunjukkan kepadamu jalan yang lebih utama lagi” (1Kor 12:31). Setelah itu Paulus melanjutkan dengan mensyeringkan pengalamannya akan kasih Allah, yang “menahan segala sesuatu, percaya segala sesuatu, mengharapkan segala sesuatu, sabar menanggung segala sesuatu. Kasih yang tidak berkesudahan” (lihat 1Kor 13:7-8). Kebangkitan Yesus telah memampukan Paulus untuk mengalami kelimpahan kasih Allah. Adalah memang hasrat dan niat Allah agar supaya kita semua akan mengalami kuasa kasih-Nya yang dicurahkan melalui kemenangan Kristus atas dosa dan maut. 

“Inilah kasih itu: Bukan kita yang telah mengasihi Allah, tetapi Allah yang telah mengasihi kita dan mengutus Anak-Nya sebagai pendamaian bagi dosa-dosa kita” (1Yoh 4:10). Kematian Yesus pada kayu salib untuk dosa-dosa  kita, dan kebangkitan-Nya dari antara orang mati adalah pernyataan utama Allah tentang kasih-Nya dan kuasa-Nya. Sebagaimana Yesus yang percaya kepada sabda Allah dan memperoleh kemenangan atas maut, kita pun dapat mengalami kuasa kebangkitan Allah yang aktif dalam diri kita. 

Kadang-kadang memang susahlah bagi kita untuk menerima realitas kebangkitan Yesus dan penerapannya dalam kehidupan kita karena sehari-harinya kita berdosa (lihat Rm 3:23). Seringkali dengan berjalannya waktu, kita dapat dibuat letih-lesu oleh keadaan/situasi yang kita hadapi dan kita dapat menjadi lupa akan warisan kita sebagai anak-anak Allah. Kita luput melihat keselamatan kita, kita tidak lagi merasakan ada yang mempribadi pada kasih Allah. Apabila hal ini terjadi, pandangan kita dapat dengan mudah bergeser dari hal-hal surgawi kepada hal-hal duniawi. 

Paulus menyadari bahwa pertanyaan-pertanyaan umat di Korintus tentang kebenaran kebangkitan telah menghalangi mereka mengalami kuasa penuh dari kasih Allah. Paulus mengingatkan mereka dengan keras, bahwa baptisan mereka tidak hanya ke dalam kematian Yesus Kristus, melainkan juga ke dalam kebangkitan-Nya. Paulus mengetahui bahwa apabila umat di Korintus meneguhkan kembali kebenaran dari keikutsertaan mereka dalam kebangkitan-Nya, mereka kemudian dapat memfokuskan kembali perhatian mereka pada Tuhan yang bangkit. Keprihatinan utama Paulus adalah bahwa mereka dari hari ke hari tetap menopang kehidupan ilahi Allah melalui kepercayaan mereka dan pengalaman pribadi akan kemenangan Yesus atas kematian. 

DOA: Bapa surgawi, melalui kematian Yesus dan kebangkitan-Nya yang penuh kemuliaan, kami ingin mengalami kasih-Mu dalam kehidupan kami sehari-hari. Oleh kuasa Roh Kudus-Mu, bentuklah kami terus agar kami dapat mengalami kebenaran kebangkitan Yesus dan memusatkan pandangan kami pada warisan surgawi kami sebagai anak-anak-Mu yang dipilih dan ditebus. Amin. 

Cilandak, 15 September 2010 [Peringatan S.P. Maria Berdukacita]

Sdr. F.X. Indrapradja, OFS

 

About these ads