IMAN YANG BEKERJA OLEH KASIH

(Bacaan Pertama Misa Kudus, Hari Biasa Pekan Biasa XXVIII, Selasa 12-10-10)

[Peringatan Santo Serafinus dari Montegranaro, Biarawan Kapusin] 

Bukankah ada tertulis bahwa Abraham mempunyai dua orang anak, seorang dari perempuan yang menjadi hambanya dan seorang dari perempuan yang merdeka? Tetapi anak dari perempuan yang menjadi hambanya itu dilahirkan seperti biasanya, sedangkan anak dari perempuan yang merdeka itu dilahirkan karena janji. Ini adalah suatu kiasan. Sebab kedua perempuan itu adalah dua ketentuan Allah: Yang satu berasal dari Gunung Sinai dan melahirkan anak-anak perhambaan, itulah Hagar. Tetapi Yerusalem surgawi adalah perempuan yang merdeka dan dialah ibu kita. Karena ada tertulis: “Bersukacitalah, hai si mandul yang tidak pernah melahirkan! Bergembira dan bersorak-sorailah,  hai engkau yang tidak pernah menderita sakit bersalin! Sebab yang ditinggalkan suaminya akan mempunyai lebih banyak anak daripada yang bersuami.” Karena itu, Saudara-saudara, kita bukanlah anak-anak hamba perempuan, melainkan anak-anak perempuan merdeka.

Supaya kita sungguh-sungguh merdeka, Kristus telah memerdekakan kita. Karena itu, berdirilah teguhj dan jangan mau lagi dikenakan kuk perhambaan (Gal 4:31-5:6).

Bacaan Injil: Luk 11:37-41 

“Sebab bagi orang-orang yang ada di dalam Kristus Yesus hal bersunat atau tidak bersunat tidak mempunyai arti, hanya iman yang  bekerja oleh kasih” (Gal 5:6). “Iman yang bekerja oleh kasih” adalah jantung dari Injil. Iman-kepercayaan kita kepada Allah membuat cintakasih kita mengalir keluar – cintakasih kepada Allah, kepada orang-orang lain dan kepada diri kita sendiri. Cintakasih ini menunjukkan cara kita hidup. 

Apa sih iman itu? Iman adalah tanggapan kita terhadap pewahyuan Yesus Kristus; melalui iman itu Dia datang dan berdiam di dalam diri kita. Pada waktu kita dibaptis, kita dibawa ke dalam iman Gereja. Setiap saat kita menghadiri Misa Kudus, setelah homili kita mengucapkan Syahadat (Pengakuan Iman atau Credo). Setiap hari kita diberikan kesempatan untuk memperbaharui iman-kepercayaan kita kepada Yesus. Akan tetapi, apa urusan iman dengan kasih? Iman memimpin kita untuk berdoa, “Aku mengasihi Engkau, ya Yesus, dan aku tahu bahwa Engkau mengasihiku.” Dalam Ekaristi, Yesus datang masuk ke dalam diri kita melalui Komuni Kudus. Oleh iman, kita dapat mengenal dan mengalami kasih Allah selagi kita menyambut tubuh-Nya (dan darah-Nya). 

Dalam satu khotbahnya, Santo Bernardus dari Clairvaux [1090-1153] menyatakan: “Akan tetapi, apabila engkau ‘mengasihi Tuhan Allahmu dengan segenap hatimu dan dengan segenap jiwamu dan dengan segenap akal budimu dan dengan segenap jiwamu dan dengan segenap akal budimu dan dengan segenap kekuatanmu’ (Mrk 12:30), dan, melompat dalam hasrat yang melampaui kasih-dari-kasih dengan mana kasih-dalam-tindakan dipuaskan kepada kasih ilahi yang menjadi sebuah batu loncatan, maka engkau akan sepenuhnya dibakar dengan kepenuhan yang. telah kau terima oleh Roh Kudus dan engkau akan mencicipi Allah” (Tentang Kidung Agung, 50). 

Semakin banyak iman yang kita taruh dalam Yesus, semakin banyak pula kita akan mengalami rahmat dan kasih Allah. Apabila Yesus ada dalam diri kita, maka kasih akan mengalir keluar dari diri kita yang diwujudkan dalam tindakan-tindakan kita. Masalahnya bukanlah karena kita ‘harus’ menganalisis orang-orang lain, atau kita ‘harus’ mengasihi musuh-musuh kita. Sebaliknya, melalui Yesus yang berdiam dalam diri kita, kita akan/mau mengasihi. Memang terkadang hal ini sulit untuk dipraktekkan, namun marilah kita memberitakan iman kita kepada Yesus ini dan memperkenankan kasih-Nya yang agung mengalir  melalui diri kita kepada orang-orang lain. 

DOA: Tuhan Yesus, kami sangat bersyukur bahwa Engkau begitu mengasihi kami. Kami memproklamasikan iman kami kepada-Mu dan percaya bahwa Engkau berdiam dalam diri kami masing-masing. Tunjukkanlah kepada kami kasih-Mu. Biarlah kasih-Mu itu bertumbuh dalam diri kami masing-masing dan memberikan kepada kami kesempatan-kesempatan untuk mengasihi orang-orang lain melalui kasih yang Engkau taruh serta pelihara dalam diri kami. Amin. 

Catatan: Bagi anda yang berminat mengenal lebih dekat lagi Santo Seraphino dari Montegranaro, seorang bruder Kapusin yang suci, yang kita peringati hari ini, saya persilahkan mengunjungi situs/blog PAX ET BONUM http://catatanseorangofs.wordpress.com ; Kategori: ORANG-ORANG KUDUS FRANSISKAN.

Cilandak, 6 Oktober 2010 [Peringatan Diego de San Vitores, Imam-Martir (Yesuit)] 

Sdr. F.X. Indrapradja, OFS

About these ads