SEKITAR KEDATANGAN YESUS UNTUK KEDUA KALINYA

(Bacaan Injil Misa Kudus, HARI MINGGU BIASA XXXIII, 14-11-10 

Ketika beberapa orang berbicara tentang Bait Allah, betapa bangunan itu dihiasi dengan batu yang indah-indah dan dengan berbagai-bagai barang persembahan, berkatalah Yesus, “Apa yang kamu lihat di situ – akan datang harinya ketika tidak ada satu batu pun akan dibiarkan terletak di atas batu yang lain; semuanya akan diruntuhkan.”

Lalu mereka bertanya kepada Yesus, “Guru, kapan itu akan terjadi? Apa tandanya, kalau itu akan terjadi?” Jawab-Nya, “Waspadalah, supaya kamu jangan disesatkan. Sebab banyak orang akan datang dengan memakai nama-Ku dan berkata: ‘Akulah Dia,’ dan: ‘Saatnya sudah dekat.’ Janganlah kamu mengikuti mereka. Apabila kamu mendengar tentang peperangan dan pemberontakan, janganlah kamu takut. Sebab semuanya itu harus terjadi dahulu, tetapi itu tidak berarti kesudahannya akan datang segera.”

Ia berkata kepada mereka, “Bangsa akan bangkit melawan bangsa dan kerajaan melawan kerajaan, dan akan terjadi gempa bumi yang dahyat dan di berbagai tempat akan ada penyakit sampar dan kelaparan dan akan terjadi juga hal-hal yang menakutkan dan tanda-tanda yang dahsyat dari langit. Tetapi sebelum semuanya itu kamu akan ditangkap dan dianiaya; kamu akan diserahkan ke rumah-rumah ibadat dan penjara-penjara, dan kamu akan dihadapkan kepada raja-raja dan penguasa-penguasa oleh karena nama-Ku. Hal itu akan menjadi kesempatan bagimu untuk bersaksi. Sebab itu tetapkanlah di dalam hatimu, supaya kamu jangan memikirkan lebih dahulu pembelaanmu. Sebab Aku sendiri akan memberikan kepadamu kata-kata hikmat, sehingga kamu tidak dapat ditentang atau dibantah lawan-lawanmu. Kamu akan diserahkan juga oleh orang tuamu, saudara-saudaramu, kaum keluargamu dan sahabat-sahabatmu dan beberapa orang di antara kamu akan dibunuh dan kamu akan dibenci semua orang oleh karena nama-Ku. Tetapi tidak sehelai pun dari rambut kepalamu akan hilang. Kalau tetap bertahan, kamu akan memperoleh hidupmu”  (Luk 21:5-19).

Bacaan Pertama: Mal 4:1-2a; Mazmur Tanggapan: Mzm 98:5-9; Bacaan Kedua: 2Tes 3:7-12. 

Kedatangan Yesus untuk kedua kalinya tidak akan terjadi dalam satu hari, lalu selesai. Konflik antara kerajaan terang dan kerajaan gelap akan terus berlangsung sampai pertempuran terakhir. Kuasa terang dan gelap begitu berlawanan/bertentangan satu sama lain, sehingga pertempuran akan berlangsung terus sampai semuanya yang kita ketahui dibalikkan. 

Semuanya, kecuali Allah kita yang mengasihi. Dia tetap sama, Dia yang menciptakan kita karena kasih dan Dia yng senantiasa mengasihi kita. Kesabaran-Nya tidak akan berakhir. Dalam Kristus, Allah menyatakan kesabaran-Nya. Dia selalu baik hati, berbela rasa dan lembah lembut. Allah juga tidak pernah mangkir dalam memelihara dan merawat dunia, apalagi membiarkan dunia ini – cepat atau lambat – untuk mengalami kehancuran sendiri. Dengan sabar Ia menunggu, “karena Ia menghendaki supaya jangan ada yang binasa, melainkan supaya semua orang berbalik dan bertobat” (2Ptr 3:9). 

Setiap kali kita merenungkan kedatangan Yesus untuk kedua kalinya, maka kita mempunyai dua pilihan. Pertama, kita dapat menjadi takut dan diliputi rasa cemas. Kedua, kita akan mengingat satu kebenaran, bahwa Allah adalah pengendali segalanya. Dalam Kristus kita aman dan terjamin. Yesus bersabda: “Tidak sehelai pun dari rambut kepalamu akan hilang. Kalau kamu tetap bertahan, kamu akan memperoleh hidupmu” (Luk 21:18-19). Kita mengenal Dia – Yesus yang karena kasih-Nya sampai mati di kayu salib untuk kita. Dia adalah Tuhan dan Juruselamat kita. Dia mampu menjaga kita sampai Dia datang kembali untuk kedua kalinya (lihat Mat 28:20). Dengan demikian kita menaruh kepercayaan dan harapan kita dalam diri-Nya. Kita bahkan tidak perlu merasa khawatir bagaimana membela diri kita, karena Yesus akan memberikan  kepada kita hikmat  guna menanggapi “serangan-serangan” dari para lawan kita. Dalam Kristus, melalui iman dan ketaatan, kita tidak akan ditinggalkan sendirian. Oleh karena itu marilah kita mengangkat hati kita kepada Tuhan dan mempercayakan segalanya – selalu dan sepanjang masa – ke dalam pemeliharaan-Nya yang penuh kasih. 

DOA: Tuhan Yesus, aku percaya bahwa kasih-Mu dan pemeliharaan-Mu atas diriku sepanjang masa. Kuatkanlah iman-kepercayaanku dan ketetapan hatiku untuk selalu taat kepada-Mu, sehingga dengan demikian aku dapat dengan sabar menanti-nanti dalam pengharapan sampai hari Engkau datang untuk kedua kalinya. Amin. 

Cilandak, 11 November 2010 [Peringatan S. Martinus dari Tours, Uskup] 

Sdr. F.X. Indrapradja, OFS

About these ads