JANJI TENTANG TUNAS DAUD YANG ADIL

(Bacaan Pertama Misa Kudus, Hari Biasa Khusus Adven, Sabtu 18-12-10) 

Sesungguhnya, waktunya akan datang, demikianlah firman TUHAN (YHWH), bahwa Aku akan menumbuhkan Tunas adil bagi Daud. Ia akan memerintah sebagai raja yang bijaksana dan akan melakukan keadilan dan kebenaran di negeri. Dalam zamannya Yehuda akan dibebaskan, dan Israel akan hidup dengan tenteram; dan inilah namanya yang diberikan orang kepadanya: YHWH – keadilan kita.

Sebab itu, demikianlah firman YHWH, sesungguhnya, waktunya akan datang, bahwa orang tidak lagi mengatakan: Demi YHWH yang hidup yang menuntun orang Israel keluar dari tanah Mesir!, melainkan; Demi YHWH yang hidup yang menuntun dan membawa pulang keturunan kaum Israel keluar dari tanah utara dan dari segala negeri ke mana Ia telah menceraiberraikan mereka!, maka mereka akan tinggal di tanahnya sendiri (Yer 23:5-8). 

Mazmur Tanggapan: Mzm 72:2,12-13,18-19; Bacaan Injil: Mat 1:18-24 

Injil Lukas mengungkapkan kepada kita, bahwa ketika Yesus dilahirkan, para malaikat bersukacita dan bernyanyi memuji-muji Allah: “Kemuliaan bagi Allah di tempat yang mahatinggi dan damai sejahtera di bumi di antara manusia yang berkenan kepada-Nya” (Luk 2:14). Apa sebabnya? Karena bala tentara surga yang banyak itu melihat bahwa rencana penyelamatan Allah berbuah menjadi sebuah kenyataan. Dalam misteri inkarnasi Yesus (Sabda menjadi daging atau Firman telah menjadi manusia [Yoh 1:14]), kerajaan Allah turun ke bumi membawa bagi kita pengampunan dan menarik kita ke dalam persatuan dengan Bapa surgawi. 

Dengan cara yang serupa, bacaan pertama hari ini yang diambil dari Kitab Yeremia mengarahkan perhatian kita pada hal-hal indah yang dicapai Yesus dengan kedatangan-Nya ke tengah-tengah dunia. Melalui mulut nabi Yeremia, Allah menjanjikan kedatangan satu hari di mana umat-Nya akan mendeklarasikan, “TUHAN (YHWH) – keadilan kita” (Yer 23:6). Yesus rela tidak hanya untuk dilahirkan di sebuah gua atau kandang hewan yang hina bagi kita manusia, melainkan juga untuk menyerahkan hidup-Nya di atas kayu salib bagi kita. Dengan  mengambil kodrat insani, Dia mengalami kematian seorang manusia demi kita agar dengan demikian mematahkan cengkeraman kejahatan (tepatnya: si Jahat) yang selama ini menguasai kita. Dia yang adalah “keadilan kita”, menderita kematian sebagai seorang pendosa, agar dapat membuat kita – para pendosa – menjadi orang-orang benar. Ia telah menjadi kebenaran dan keadilan kita. Jalan-Nya adalah jalan perendahan atau jalan kedinaan! 

Kita seringkali berpikir, bahwa tergantung pada diri kita sendirilah untuk membuat diri kita benar dan dapat diterima oleh Allah. Namun Allah telah menempatkan diri kita dekat pada-Nya. Dia telah memberikan kepada kita kebenaran-Nya melalui kematian Putera-Nya yang tunggal, Yesus Kristus. Oleh karena salib Kristus, kita tidak lagi terikat kepada kodrat kita yang cenderung untuk jatuh ke dalam dosa. Yesus, sang Adam baru telah membuat suatu kodrat yang baru bagi kita. Kematian-Nya dan kebangkitan-Nya mentransformasikan kita. Yesus adalah sang “TUNAS ADIL”  (Yer 23:5), “Yang Mahakudus, Allah Israel” (Yes 48:17). Dia adalah kepenuhan dari setiap janji Allah yang telah dibuat-Nya dengan umat-Nya. 

Allah tidak ingin kita memperoleh keselamatan kita sekali lagi lewat upaya kita sendiri. Dia ingin agar kita menerima keselamatan baru yang telah diberikan-Nya kepada kita. Dia mengundang kita agar menjadikan-Nya kebenaran serta keadilan kita, untuk memperkenankan rahmat mengatur hidup kita. Selagi kita menyerahkan diri kepada-Nya, maka berbagai upaya kita untuk melakukan hal-hal yang baik – misalnya, menjaga lidah kita, mengasihi sesama kita – akan menjadi suatu bagian yang alami dari diri kita, karena Yesus bertindak di dalam diri kita. Dan, setiap kali kita jatuh, kita dapat bertobat dan berdiri tegak lagi, karena Juruselamat kita sungguh mengasihi kita dan telah menebus kita. 

DOA: Terima kasih Tuhan Yesus karena Engkau sudi hidup di tengah-tengah kami – manusia. Engkau bahkan rela mati bagi kami. Kami terima pengampunan-Mu dan kebenaran serta keadilan-Mu, ya Tuhan Yesus. Tolonglah kami agar dapat hidup bagi-Mu dan bersama-Mu pada hari ini. Engkau adalah sukacita dan hidupku, ya Tuhan. Terpujilah nama-Mu yang terkudus! Amin. 

Catatan: Bagi anda yang ingin mendalami bacaan Injil hari ini, saya persilah membaca tulisan tanggal 18 Desember 2009 dengan judul JANGANLAH ENGKAU TAKUT MENGAMBIL MARIA SEBAGAI ISTRIMU, dalam blog SANG SABDA ini; kategori: 09-12 BACAAN HARIAN DESEMBER 2009. 

Cilandak, 8 Desember 2010 [HARI RAYA SP MARIA DIKANDUNG TANPA DOSA ] 

Sdr. F.X. Indrapradja, OFS

About these ads