MARILAH KITA BELAJAR DARI SANTO PAULUS

(Bacaan Pertama Misa Kudus, Peringatan Santo Yustinus, Martir [+ 165], Rabu 1-6-11) 

Orang-orang yang mengiringi Paulus mengantarnya sampai di Atena, lalu kembali dengan pesan kepada Silas dan Timotius, supaya mereka selekas mungkin datang kepadanya.

Paulus berdiri di hadapan sidang Aeropagus dan berkata, “Hai orang-orang Atena, aku lihat bahwa dalam segala hal kamu sangat beribadah kepada dewa-dewa. Sebab ketika aku berjalan-jalan di kotamu dan melihat-lihat barang-barang pujaanmu, aku menjumpai sebuah mezbah dengan tulisan: Kepada Allah yang tidak dikenal. Apa yang kamu sembah tanpa mengenalnya, itulah yang kuberitakan kepada kamu. Allah yang telah menjadikan bumi dan segala isinya, Ia, yang adalah Tuhan atas langit dan bumi, tidak tinggal dalam kuil-kuil buatan tangan manusia, dan juga tidak dilayani oleh tangan manusia, seolah-olah ia kekurangan apa-apa, karena Dialah yang memberikan hidup dan napas dan segala sesuatu kepada semua orang. Dari satu orang saja Ia telah menjadikan semua bangsa dan umat manusia untuk mendiami seluruh muka bumi dan Ia telah menentukan musim-musim bagi mereka dan batas-batas kediaman mereka, supaya mereka mencari Allah dan mudah-mudahan mencari-cari dan menemukan Dia, walaupun Ia tidak jauh dari kita masing-masing. Sebab di dalam Dia kita hidup, kita bergerak, kita ada, seperti yang telah juga dikatakan oleh pujangga-pujanggamu: Sebab kita ini keturunan-Nya juga. Karena kita berasal dari keturunan Allah, kita tidak boleh berpikir dalam keadaan ilahi serupa dengan emas atau perak atau batu, ciptaan kesenian dan keahlian manusia. Tanpa memandang lagi zaman kebodohan, sekarang Allah memerintahkan semua orang di mana saja untuk bertobat. Karena Ia telah menetapkan suatu hari ketika Ia dengan adil akan menghakimi dunia oleh seorang yang telah ditentukan-Nya, sesudah Ia memberikan kepada semua orang suatu jaminan tentang hal itu dengan membangkitkan Dia dari antara orang mati.” Ketika mereka mendengar tentang kebangkitan orang mati, maka ada yang mengejek, dan yang lain berkata, “Lain kali saja kami mendengar engkau berbicara tentang hal itu.” Lalu Paulus meninggalkan mereka. Tetapi beberapa orang menggabungkan diri dengan dia dan menjadi percaya, di antaranya juga Dionidius, anggota majelis Areopagus, dan seorang perempuan bernama Damaris, dan juga orang-orang lain bersama-sama dengan mereka.

Kemudian Paulus meninggalkan Atena, lalu pergi ke Korintus. (Kis 17:15,22-18:1)

Mazmur Tanggapan: Mzm 148:1-2,11-14; Bacaan Injil: Yoh 16:12-15 

Dalam perjalanan misionernya yang kedua, Paulus pertama-tama sampai di Atena, setelah menghadapi berbagai tantangan dan mengalami berbagai kesulitan, termasuk penganiayaan, pemukulan dan bahkan sampai dipenjarakan. Walaupun begitu, pekerjaan evangelisasi Paulus menghasilkan buah yang banyak.

Sebagaimana biasanya, Paulus bekerja di dua front: di rumah-rumah ibadat (sinagoga) dengan orang-orang Yahudi, dan di tengah-tengah tempat ramai dengan siapa saja yang lewat dan mau mendengarkan – “evangelisasi jalanan”. Di Atena, Paulus juga melakukan evangelisasi kepada orang-orang Yunani di tempat pertemuan akademis terbuka yang dinamakan Aeropagus. 

Di Aeropagus, Paulus memuji orang-orang Atena untuk kesalehan mereka dalam melaksanakan praktek keagamaan, hal mana kelihatan dalam begitu banyak patung dewa-dewi yang ada. Secara khusus Paulus memperhatikan sebuah mezbah dengan catatan: “Kepada Allah yang tidak dikenal”. Ia menjelaskan kepada mereka, bahwa “Allah yang tidak dikenal” inilah yang diwartakan olehnya. Karena orang-orang non-Yahudi (baca: kafir) itu tidak familiar dengan Kitab Suci Ibrani, maka pendekatan Paulus adalah dengan menggunakan “teologi alamiah”, dengan menggunakan bukti-bukti dari alam ciptaan bahwa Allah itu ada. Paulus menyatakan bahwa pujangga-pujangga mereka sendiri mengatakan bahwa ada ‘seorang’  di atas dewa-dewi lain, di dalam Dia “kita hidup, kita bergerak, kita ada” (Kis 17:28). 

Kata-kata Paulus kepada para filsuf Atena masih relevan sampai hari ini. Alam dan hati nurani kita menggerakkan kita untuk mencari Allah. Dalam kasih-Nya, Allah mengutus seorang Manusia untuk menghakimi dunia dalam kebenaran, dan sekarang Ia memanggil setiap orang untuk melakukan pertobatan. Dengan membangkitkan Yesus dari dunia orang mati, Allah telah memberikan kepada kita jaminan penebusan yang tidak usah diragukan lagi. Mendengar soal “kebangkitan orang mati” dari bibir Paulus sendiri, para filsuf Yunani menginterupsi, ada yang mengejeknya, namun ada juga yang mau mendengar lebih banyak lagi dan menjadi percaya. 

Ini adalah tantangan kita pada hari ini. Cara kita menghayati kehidupan kita sungguh akan mempunyai konsekuensi-konsekuensi yang bersifat kekal-abadi. Kita dapat bertanya kepada diri-sendiri: “Apakah pemikiran tentang pengadilan terakhir menakutkan anda? Apakah anda merasa worry bahwa anda akan kedapatan ‘masih kurang’ pada saat kedatangan Yesus untuk kedua kalinya?” Ada dua alasan yang mungkin untuk hal ini: Bisa saja kita masih mempunyai dosa yang belum kita sesali dan mohon pengampunan-Nya atau bisa juga karena visi kita tentang Allah terlalu sempit. Oleh karena itu marilah kita menghadap Allah dan mengakui dosa-dosa kita. Marilah kita mohon pengampunan-Nya, percaya kepada janji-Nya untuk memulihkan kita. Allah tidak pernah berbohong dan Ia tidak akan menolak siapa saja yang datang kepada-Nya dengan hati yang remuk redam mohon pengampunan-Nya. 

DOA: Tuhan, aku percaya bahwa Engkau ingin agar aku mengetahui betapa mendalam Engkau mengasihiku. Engkau menghendaki yang terbaik dari diriku. Aku menyerahkan diriku kepada kuat-kuasa-Mu agar aku dapat tetap melakukan hal-hal yang benar di mata-Mu. Penuhilah diriku dengan jaminan akan kasih-Mu dan gerakkanlah aku agar dapat dengan efektif membagikan kasih-Mu kepada orang-orang lain. Amin.  

Catatan: Untuk mendalami Bacaan  Injil hari ini (Yoh 16:12-15), bacalah tulisan yang berjudul “IA AKAN MEMIMPIN KAMU KE DALAM SELURUH KEBENARAN”, tanggal 12 Mei 2010 dalam blog  SANG SABDA ini; kategori: 10-05 BACAAN HARIAN MEI 2010. 

Cilandak, 25 Mei 2011

Sdr. F.X. Indrapradja, OFS

About these ads