AKU AKAN MEMBERIKAN KELEGAAN KEPADAMU

(Bacaan Injil Misa Kudus, HARI RAYA HATI YESUS YANG MAHAKUDUS, Jumat 1-7-11)

Kongregasi Suster Fransiskanes dari St. Georgius Martir [FSGM]:  Pelindung Utama Tarekat; Fransiskan Putri-putri Hati Kudus Yesus dan Maria [FCJM]: Pesta Nama Tarekat  

Pada waktu itu berkatalah Yesus, “Aku bersyukur kepada-Mu, Bapa, Tuhan langit dan bumi, karena semuanya itu Engkau sembunyikan bagi orang bijak dan orang pandai, tetapi Engkau nyatakan kepada orang kecil. Ya Bapa, itulah yang berkenan kepada-Mu. Semua telah diserahkan kepada-Ku oleh Bapa-Ku dan tidak seorang pun mengenal Anak selain Bapa, dan tidak seorang pun mengenal Bapa selain Anak dan orang yang kepadanya Anak itu berkenan menyatakannya.

Marilah kepada-Ku, semua yang letih lesu dan berbeban berat, Aku akan memberi kelegaan kepadamu. Pikullah gandar yang Kupasang dan belajarlah kepada-Ku, karena Aku lemah lembut dan rendah hati dan jiwamu akan mendapat ketenangan. Sebab gandar yang Kupasang itu menyenangkan dan beban-Ku pun ringan. (Mat 11:25-30)

Bacaan Pertama: Ul 7:6-11; Mazmur Tanggapan: Mzm 103:1-4,6-8,10; Bacaan Kedua: 1Yoh 4:7-16 

“Marilah kepada-Ku, semua yang letih lesu dan berbeban berat, Aku akan memberi kelegaan kepadamu” (Mat 11:28). 

Sungguh luarbiasa! Yesus – Allah yang Mahakuasa – mau bersikap begitu lemah lembut terhadap kita. Bukankah begitu menakjubkan bahwa Dia ingin membebaskan kita dari segalanya yang membuat kita letih lesu atau memisahkan kita dari diri-Nya? Ingat masa kecil anda? Anda pulang sekolah dan baru saja sampai di rumah. Tas anda yang penuh dengan buku-buku diambil oleh ibumu, dia memelukmu, mengambil sepotong kue dari lemari dan memberikannya kepada anda. Dia duduk di depan meja bersama anda dan dengan penuh perhatian mendengarkan cerita pengalaman anda sepanjang hari di sekolah tadi. Ah, sungguh membuat dirimu rileks dapat berbicara tentang segala sesuatu yang ada dalam hatimu dan di sana ada seorang pribadi yang mencintai dan mau mendengarkan anda. 

Hati Yesus itu sungguh sangat lemah lembut terhadap kita. Dia sangat berhasrat untuk merangkul kita erat-erat agar supaya kita merasa aman untuk mengungkapkan kepada-Nya segala sesuatu yang ada dalam hati kita. Yesus sungguh berhasrat untuk mencabut setiap beban yang selama ini menindih diri kita. Yesus ingin agar kita mengetahui bahwa Dia senantiasa  menyertai kita, siap untuk mendengarkan segala keluhan dll. yang keluar dari hati kita dan Dia juga siap untuk memberikan respons-Nya kepada kita. 

Akan tetapi, mengapa gandar (kuk) yang dipasang Yesus itu menyenangkan dan beban-Nya pun ringan? Pada titik ini kita harus menyadari bahwa kita sebenarnya suka “membebani” diri kita sendiri dengan pemikiran-pemikiran bahwa kita harus melakukan segalanya dengan benar agar supaya Yesus mengasihi kita. Bukankah gandar yang dipasang-Nya itu mudah-menyenangkan, karena Dia telah menanggung semuanya itu di atas kayu salib? Bukankah beban-Nya ringan, karena Yesus membuat ringan segala beban kita ketika Dia menyerahkan hidup-Nya bagi kita semua? Sekarang Yesus mengundang kita untuk datang menghadap-Nya sambil membawa beban apa pun yang sedang menindih dan sungguh menyesakkan diri kita, lalu menyerahkan semua itu ke dalam tangan-tangan-Nya yang penuh kasih. 

Sebenarnya setiap hari kita dapat mengalami Yesus meringankan beban-beban kita – hanya apabila kita berhenti sejenak saja dari kehidupan kita yang penuh hiruk-pikuk ini, lalu bersimpuh di bawah kaki-kaki-Nya. Kita harus memiliki “nyali” untuk sebentar meninggalkan tugas/kegiatan kita sehari-hari. Segala tugas/kegiatan itu harus kita tunda untuk sejenak saja, sehingga setelah itu kita dapat melaksanakannya dengan damai-sejahtera yang lebih afdhol.  

Allah begitu mengasihi kita, sehingga meskipun kita hanya menyediakan waktu bagi-Nya untuk lima menit saja, Dia akan memberkati kita beribu-ribu kali lipat banyaknya. Tidak ada yang memberikan kesenangan kepada-Nya selain mengucapkan sabda kasih dan rahmat kepada kita selagi Dia meringankan beban-beban yang menindih diri kita. Bersama sang pemazmur kita pun dapat memuji-muji Dia: “Pujilah TUHAN (YHWH), hai jiwaku! Pujilah nama-Nya yang kudus, hai segenap batinku! Pujilah YHWH, hai jiwaku, dan janganlah lupakan segala kebaikan-Nya! Dia yang mengampuni segala kesalahanmu, yang menyembuhkan segala penyakitmu, Dia yang menebus hidupmu dari lobang kubur, yang memahkotai engkau dengan kasih setia dan rahmat” (Mzm 103:1-4). 

DOA: Tuhan Yesus, terima kasih penuh syukur kami haturkan kepada-Mu karena Engkau begitu mengasihi kami, sehingga Engkau ingin menyenangkan kami dan meringankan beban- beban kami. Perkenankanlah kami memberikan hati kami kepada-Mu sehingga dengan demikian Engkau dapat memenuhi diri kami dengan sukacita-Mu. Tuhan Yesus, jadikanlah hati kami seperti hati-Mu. Amin.  

Catatan: Bagi anda yang berniat untuk mendalami bacaan Injil pada hari ini (Mat 11:25-30), saya anjurkan untuk membaca tulisan yang berjudul “AKU LEMAH LEMBUT DAN RENDAH HATI” tanggal yang sama dalam situs/blog PAX ET BONUM  http://catatanseorangofs.wordpress.com; kategori: PERMENUNGAN ALKITABIAH. 

Cilandak, 16 Juni 2011 

Sdr. F.X. Indrapradja, OFS

About these ads