SANTO FILIPUS DAN YAKOBUS, RASUL [3]

(Bacaan Injil Misa Kudus, Pesta S. Filipus dan Yakobus, Kamis 3-5-12)

Kata Yesus kepadanya, “Akulah jalan dan kebenaran dan hidup. Tidak ada seorang pun yang datang kepada Bapa, kalau tidak melalui Aku. Sekiranya kamu mengenal aku, pasti kamu juga mengenal Bapa-Ku. Sekarang ini kamu mengenal Dia dan kamu telah melihat dia.”
Kata Filipus kepada-Nya, “Tuhan, tunjukkanlah Bapa itu kepada kami, itu sudah cukup bagi kami.” Kata Yesus kepadanya, “Telah sekian lama Aku bersama-sama kamu, Filipus, namun engkau tidak mengenal Aku? Siapa saja yang telah melihat Aku, ia telah melihat Bapa; bagaimana engkau berkata: Tunjukkanlah Bapa itu kepada kami. Tidak percayakah engkau bahwa aku di dalam Bapa dan Bapa di dalam Aku? Apa yang Aku katakan kepadamu, tidak Aku katakan dari diri-Ku sendiri, tetapi Bapa, yang tinggal di dalam Aku, Dialah yang melakukan pekerjaan-pekerjaan-Nya.

Percayalah kepada-Ku bahwa Aku di dalam Bapa dan Bapa di dalam Aku; atau setidak-tidaknya, percayalah karena pekerjaan-pekerjaan itu sendiri. Sesungguhnya Aku berkata kepadamu: Siapa saja yang percaya kepada-Ku, ia akan melakukan juga pekerjaan-pekerjaan yang lebih besar daripada itu. Sebab Aku pergi kepada Bapa; dan apa pun yang kamu minta dalam nama-Ku, aku akan melakukannya, supaya Bapa dimuliakan di dalam anak. Jika kamu meminta sesuatu kepada-Ku dalam nama-Ku, Aku akan melakukannya.” (Yoh 14:6-14)

Bacaan Pertama: 1Kor 15:1-8; Mazmur Tanggapan: Mzm 19:2-5

Pada hari ini Gereja merayakan pesta Santo Filipus dan Yakobus, dua dari 12 orang rasul Kristus. Tidak banyak yang kita ketahui tentang Filipus dan Yakobus (yang bukan saudara Yohanes, anak-anak Pak/Bu Zebedeus) ini. Menurut Injil Yohanes, Filipus berasal dari Betsaida, kota asal Andreas dan Simon Petrus, dan tidak tertutup kemungkinan bahwa dia adalah mitra-usaha kedua kakak-beradik itu (Yoh 1:44). Sebelum Yesus membuat mukjizat pergandaan roti dan ikan untuk kepentingan orang banyak, Ia bertanya kepada Filipus di mana mereka dapat membeli roti, supaya orang banyak dapat makan. Filipus – “sang usahawan” – langsung saja menunjukkan kepiawaiannya dalam hal “kalkulasi biaya” sekalipun pada waktu itu belum ada kalkulator ataupun komputer: “Roti seharga dua ratus dinar tidak akan cukup untuk mereka, sekalipun masing-masing mendapat sepotong kecil saja.” (lihat Yoh 6:5-7).

Berkata-kata tanpa tedeng aling-aling rupanya sudah merupakan sifat yang melekat pada diri Filipus. Ingatkah anda ketika dia membujuk Natanael agar menemui Yesus? Ketika temannya itu meragukan credentials yang dimiliki Yesus dengan sebuah ungkapan klasik, “Mungkinkah sesuatu yang baik datang dari Nazaret?”, Filipus hanya mengatakan begini kepada Natanael: “Mari dan lihatlah!” (lihat Yoh 1:43-47). Injil Yohanes juga bercerita mengenai Filipus yang membawa beberapa orang Yunani kepada Yesus dengan bantuan Andreas (Yoh 12:20-22). Di samping beberapa catatan di atas, nama Filipus hanya muncul beberapa kali saja dalam kitab-kitab Injil sinoptik (Mat 10:3; Mrk 3:18; Luk 6:14). Patut diingat bahwa Rasul Filipus tidak sama dengan Filipus yang melayani sebagai seorang diakon di dalam Gereja Perdana (Kis 6:5;8:6).

Tentang Rasul Yakobus yang bukan anak Zebedeus lebih sedikit lagi yang kita ketahui. Rasul ini disebut juga Yakobus anak Alfeus. Ada beberapa catatan singkat dalam kitab-kitab Injil sinoptik tentang perutusannya sebagai rasul Kristus (Mat 10:3; Mrk 3:18; Luk 6:15). Untuk membedakannya dengan Yakobus anak Zebedus (yang mati dibunuh oleh Herodus; Kis 12:1-2), Yakobus kita hari ini juga suka dinamakan “Yakobus kecil” atau “Yakobus muda”. Ada tradisi-tradisi gerejawi yang melihat dia sebagai Yakobus sama yang mempimpin komunitas awal di Yerusalem (Kis 15; Gal 1:19; 2:9), namun identitasnya yang sejati tetap saja tidak/belum jelas.

Kita tidak perlu merasa heran, bahwa kendati begitu sedikit informasi yang miliki tentang kedua orang kudus yang kita rayakan pada hari ini, Gereja tetap menilai mereka sebagai rasul-rasul Kristus yang sejati. Biar bagaimana pun juga Yesus tidak memilih mereka karena kemampuan kepemimpinan mereka atau banyaknya pengetahuan teologis yang mereka miliki. Yesus memanggil orang-orang biasa yang sedang bekerja, mempunyai rumah kediaman dan keluarga. Dan ketika mereka menanggapi panggilan Yesus, hidup mereka pun “dijungkir-balikkan” karena mereka telah berjumpa dengan sang Putera Allah sendiri. Sejak saat itu, kehidupan mereka pun samasekali berbeda karena secara berkesinambungan Roh Kudus membuat mereka semakin serupa dengan gambaran Yesus yang mereka layani.

Sebagai umat yang sudah dibaptis, kita pun ikut ambil bagian dalam panggilan untuk menjadi rasul-rasul masa kini. Kata Yunani apostolos berarti “orang yang diutus pergi” (untuk suatu misi tentunya), dan dalam Kristus kita semua diberi amanat untuk membawa terang Injil ke tengah dunia. Ketika kita berjumpa dengan Kristus yang sudah bangkit dalam doa, pembacaan serta permenungan sabda-Nya dalam Kitab Suci, dan sakramen-sakramen, maka kita pun kemudian diutus sebagai saksi-saksi Kristus, seperti halnya dengan Filipus dan Yakobus, ke dunia di sekeliling kita, lewat kata-kata dan pola kehidupan kita sehari-hari.

DOA: Tuhan Yesus, Filipus minta kepada-Mu, “Tuhan, tunjukkanlah Bapa itu kepada kami, itu sudah cukup bagi kami” (Yoh 14:8), dan Engkau pun menyatakan siapa Diri-Mu kepadanya. Selagi kami bersembah-sujud di hadapan-Mu, tunjukkanlah kebaikan-Mu yang penuh kasih, dan berdayakanlah kami agar mau dan mampu menjadi saksi-saksi-Mu di tengah-tengah para saudari dan saudara kami lainnya yang belum mengenal Engkau. Amin.

Catatan: Untuk mendalami Bacaan Pertama hari ini (1Kor 15:1-8), bacalah tulisan yang berjudul “SANTO FILIPUS DAN YAKOBUS, RASUL [2]” (bacaan tanggal 3-5-12), dalam situs/blog PAX ET BONUM http://catatanseorangofs.wordpress.com; kategori: 12-05 PERMENUNGAN ALKITABIAH MEI 2012. Bacalah juga tulisan yang berjudul “SANTO FILIPUS DAN YAKOBUS, RASUL” (bacaan Injil [Yoh 14:6-14] tanggal 3-5-11) dalam situs/blog PAX ET BONUM; kategori 11-05 PERMENUNGAN ALKITABIAH MEI 2011.

(Tulisan ini adalah revisi dari tulisan berjudul sama untuk bacaan tanggal 3-5-11)

Cilandak, 17 April 2011

Sdr. F.X. Indrapradja, OFS

About these ads