JIKA ENGKAU MENGAKU DENGAN MULUTMU ……

(Bacaan Pertama Misa Kudus, Pesta Santo Andreas, Rasul – Jumat, 30 November 2012)

Jika engkau mengaku dengan mulutmu bahwa Yesus adalah Tuhan, dan percaya dalam hatimu bahwa Allah telah membangkitkan Dia dari antara orang mati, maka engkau akan diselamatkan. Karena dengan hati orang percaya dan dibenarkan, dan dengan mulut orang mengaku dan diselamatkan. Karena Kitab Suci berkata, “Siapa saja yang percaya kepada Dia, tidak akan dipermalukan.” Sebab tidak ada perbedaan antara orang Yahudi dan orang Yunani. Karena, Tuhan yang satu itu adalah Tuhan dari semua orang dan murah hati kepada semua orang yang berseru kepada-Nya. Sebab, “siapa saja yang berseru kepada nama Tuhan, akan diselamatkan.”

Tetapi bagaimana mereka dapat berseru kepada-Nya, jika mereka tidak percaya kepada Dia? Bagaimana mereka dapat percaya kepada Dia, jika mereka tidak mendengar tentang Dia? Bagaimana mereka mendengar tentang Dia, jika tidak ada yang memberitakan-Nya? Dan bagaimana mereka dapat memberitakan-Nya, jika mereka tidak diutus? Seperti ada tertulis: “Betapa indahnya kedatangan mereka yang membawa kabar baik!”

Tetapi tidak semua orang telah menerima kabar baik itu. Yesaya sendiri berkata, “Tuhan, siapakah yang percaya kepada pemberitaan kami?” Jadi, iman timbul dari pendengaran, dan pendengaran oleh firman Kristus. Tetapi aku bertanya: Apakah mereka tidak mendengarnya? Justru mereka telah mendengarnya, “Suara mereka sampai ke seluruh dunia dan perkataan mereka sampai ke ujung bumi.” (Rm 10:9-18)

Mazmur Tanggapan: Mzm 19:2-5; Bacaan Injil: Mat 4:18-22

“Jika engkau mengaku dengan mulutmu bahwa Yesus adalah Tuhan, dan percaya dalam hatimu bahwa Allah telah membangkitkan Dia antara orang mati, maka engkau akan diselamatkan” (Rm 10:9).

Kematian dan kebangkitan Yesus Kristus adalah peristiwa paling penting dalam sejarah umat manusia. Secara langsung Allah melakukan intervensi ke dalam “waktu dan ruang” (yang membatasi kehidupan manusia) agar dapat mencapai keselamatan bagi seluruh umat manusia. Ia “menyejarah”, kata para teolog; masuk ke dalam sejarah umat manusia! Namun kita tidak pernah boleh memandang peristiwa itu sebagai sekadar peristiwa sejarah yang menarik. Sebagai umat Kristiani, kita dipanggil untuk membuat pengakuan iman dengan kata-kata yang kita ucapkan dan kepercayaan dalam hati kita, bahwa Allah membangkitkan Yesus dari alam maut. Ini adalah kebenaran yang akan menyelamatkan kita!

Membuat pengakuan iman bahwa Yesus adalah Tuhan dan percaya dalam hati kita bahwa Allah membangkitkan Dia dari kematian haruslah dilakukan dengan dan dalam iman-kepercayaan dan menghasilkan pertumbuhan dan perubahan dalam hidup kita. Hal ini perlu memimpin kita kepada keyakinan-keyakinan yang sungguh mempengaruhi cara kita berhubungan dengan orang-orang lain, cara kita melakukan bisnis, cara kita mengambil keputusan-keputusan. Singkatnya, hal tersebut harus harus menyentuh setiap aspek cara yang kita menjalani kehidupan ini. Selagi kita mulai mencocokkan kehidupan kita dengan rencana Allah, maka kita pun dapat menjadi seperti para rasul Kristus yang pertama, …… mampu untuk memproklamasikan kebenaran Injil dan memimpin orang-orang lain kepada keselamatan dalam Kristus Yesus, Tuhan dan Juruselamat kita.

Pada hari ini, tanggal 30 November, Gereja merayakan Pesta Santo Andreas yang kadang-kadang disebut sebagai “rasul pertama”. Andreas adalah seorang murid dari Santo Yohanes Pembaptis ketika Yesus – sang Rabi dari Nazaret – memanggilnya untuk menjadi murid-Nya. Pada gilirannya, Andreas mengajak Petrus untuk bertemu dengan Yesus (Yoh 1:40-42). Andreas mengikuti Yesus dan menjadi salah seorang rasul-Nya. Setelah menanggapi panggilan-Nya, nama Andreas hanya disebutkan sebanyak dua kali lagi dalam Injil (Yoh 6:8; 12:12). Menurut tradisi Andreas mewartakan Injil Yesus Kristus di tempat-tempat yang cukup jauh dari tanah Palestina, yaitu di tempat-tempat yang sekarang dikenal sebagai Turki dan Yunani, di mana dia dibunuh sebagai martir Kristus.

Sebagaimana banyak rasul yang lain, Andreas adalah seorang nelayan tanpa latar belakang pendidikan yang hebat. Ia bukanlah pemegang lisentiat dari pesantren ini atau madrasah itu. Namun oleh karya Roh Kudus, dia menjadi percaya dalam hatinya bahwa Yesus adalah Tuhan dan memproklamasikan dengan kata-katanya dan hidupnya bahwa Allah membangkitkan Yesus dari alam maut. Roh Kudus telah membimbing Andreas kepada iman yang hidup; dan Roh Kudus yang sama juga ingin menuntun kita kepada iman yang sama. Roh Kudus ingin mengajar dan memberdayakan kita! Selagi hal ini terjadi, maka kita akan percaya dengan kedalaman yang sedemikian sehingga hidup kita berubah dan kita pun akan mampu mewartakan pesan keselamatan dari Injil Yesus Kristus kepada orang-orang di sekeliling kita: para anggota keluarga kita sendiri, sahabat-sahabat kita, rekan-rekan sekerja kita dlsb. Allah sungguh ingin bekerja agar terjadi mukjizat iman dalam diri kita, teristimewa dalam masa Adven yang akan mulai kita jalani beberapa hari lagi.

DOA: Tuhan Yesus, kami berterima kasih penuh syukur kepada-Mu karena Engkau telah memberikan kepada kami Santo Andreas, rasul dan martir-Mu. Di bawah bimbingan Roh Kudus-Mu, Santo Andreas memproklamasikan Kabar Baik-Mu lewat kata-katanya dan hidupnya, jauh dari tanah kelahirannya. Perkenankan kami dibentuk oleh Roh Kudus agar dapat menjadi murid-Mu yang setia seperti Santo Andreas. Terima kasih Tuhan Yesus. Amin.

Catatan: Untuk mendalami Bacaan Injil hari ini (Mat 4:18-22), bacalah tulisan yang berjudul “ANDREAS DIPANGGIL MENJADI MURID YESUS” (bacaan tanggal 30-11-12) dalam situs/blogs PAX ET BONUM http://catatanseorangofs.wordpress.com; kategori: 12-11 PERMENUNGAN ALKITABIAH NOVEMBER 2012.

Cilandak, 26 November 2012 [Peringatan S. Leonardus dr Porto Mauritio]

Sdr. F.X. Indrapradja, OFS

About these ads