Posts from the ‘MASA ADVEN, NATAL & TAHUN BARU’ Category

APAKAH YANG HARUS KAMI PERBUAT?

APAKAH YANG HARUS KAMI PERBUAT?

(Bacaan Injil Misa Kudus, HARI MINGGU ADVEN III [Tahun C] – 16 Desember 2012)

BAPTISAN YESUS - SEBELUM YESUS DIBAPTISOrang banyak bertanya kepadanya, “Jika demikian, apakah yang harus kami perbuat?” Jawabnya kepada mereka, “Siapa saja yang mempunyai dua helai baju, hendaklah ia membaginya dengan yang tidak punya, dan siapa saja yang mempunyai makanan, hendaklah ia berbuat juga demikian.” Pemungut-pemungut cukai juga datang untuk dibaptis dan mereka bertanya kepadanya, “Guru, apakah yang harus kami perbuat?” Jawabnya, “Jangan menagih lebih banyak daripada yang telah ditentukan bagimu.” Prajurit-prajurit juga bertanya kepadanya, “Dan kami, apakah yang harus kami perbuat?” Jawab Yohanes kepada mereka, “Jangan merampas dan jangan memeras dan cukupkanlah dirimu dengan gajimu.” Tetapi karena orang banyak sedang menanti dan berharap, dan semuanya bertanya dalam hatinya tentang Yohanes, kalau-kalau ia adalah Mesias, Yohanes menjawab dan berkata kepada semua orang itu, “Aku membaptis kamu dengan air, tetapi Ia yang lebih berkuasa daripada aku akan datang dan membuka tali kasut-Nya pun aku tidak layak. Ia akan membaptis kamu dengan Roh Kudus dan dengan api. Alat penampi sudah di tangan-Nya untuk membersihkan tempat pengirikan-Nya dan untuk mengumpulkan gandum-Nya ke dalam lumbung-Nya, tetapi sekam akan dibakar-Nya dalam api yang tidak terpadamkan.” Dengan banyak nasihat lain Yohanes memberitakan Injil kepada orang banyak. (Luk 3:10-18)

Bacaan Pertama: Zef 3:14-18; Mazmur Tanggapan: Yes 12:2-6; Bacaan Kedua: Flp 4:4-7

Ketika Yohanes Pembaptis mulai melakukan pewartaannya dalam rangka menyiapkan orang-orang untuk menyambut kedatangan Mesias yang dijanjikan itu, dia menyebabkan “ramai-ramai” dalam masyarakat. Banyak orang mulai berkumpul di sekeliling diri Yohanes Pembaptis, meminta kepadanya nasihat-nasihat dan menerima baptisan pertobatan dari dirinya. Yohanes Pembaptis telah menyebabkan suatu sensasi sedemikian rupa sehingga banyak orang mulai bertanya-tanya apakah dia sendirilah sang Mesias yang dinanti-nantikan itu.

Akan tetapi, Yohanes Pembaptis tetap jelas tentang misi yang diembannya: Dia hanya diutus untuk membaptis dengan air, bukan dengan Roh Kudus. Baptisannya adalah suatu baptisan untuk menyiapkan baptisan penuh yang akan diberikan oleh Yesus.

Kata-kata Yohanes Pembaptis dalam bacaan Injil hari ini memberi pencerahan penting tentang misi Yesus, sesuatu yang berada pada jantung Natal itu sendiri, namun yang dapat luput terlihat dari waktu ke waktu. Yohanes memahami bahwa Yesus telah datang tidak hanya untuki mengusir dosa, melainkan juga membaptis umat-Nya dengan Roh Kudus. Kedatangan Mesias bukanlah untuk sekadar mengusir dosa dari hati manusia, melainkan juga teristimewa untuk mengisi diri kita dengan hidup dan kuasa Allah sendiri.

ROH KUDUS MELAYANG-LAYANG - 2Menurut Yohanes Pembaptis, Yesus datang untuk memisahkan “gandum” dari “lalang” dalam hidup kita sehingga akan ada ruangan dalam hati kita bagi Roh Kudus-Nya. Dengan semakin mendekatnya Hari Raya Natal, maka sekarang adalah saat yang baik untuk membuat inventarisasi dari relasi kita sendiri dengan Roh Kudus. Apakah kita telah mengalami Roh Kudus menyatakan kepada kita tentang masing-masing area dosa (lalang) yang selama ini telah menghalangi aliran kasih Allah dalam hati kita? Apakah kita mengenal serta mengalami karya Roh Kudus dalam menuntun kita ke dalam pertobatan dan kebebasan? Apakah kita mengalami damai-sejahtera dalam batin kita, bahkan dalam situasi-situasi yang berat sekali pun? Apakah kebenaran-kebenaran Kristus menjadi hidup bagi kita manakala kita berdoa? Semua ini adalah tanda-tanda karya Roh Kudus, dan semua itu dijanjikan kepada siapa saja yang merangkul Yesus dalam hati mereka.

Semakin dalam kita hidup dalam persekutuan dengan Roh Kudus, semakin lebar pula kiranya pintu gerbang surga terbuka bagi kita. Roh Kudus inilah jalan kita kepada kedalaman hati Allah. Oleh karena itu, selagi kita mempersiapkan perayaan kedatangan Yesus pada hari Natal, dan selagi kita menyiapkan diri untuk kedatangan-Nya dalam kemuliaan pada akhir zaman, marilah kita menyambut Roh Kudus masuk ke dalam hati kita lebih dalam lagi.

DOA: Roh Kudus Allah, terima kasih penuh syukur kusampaikan kepada-Mu, karena Engkau telah menyatakan Yesus Kristus kepadaku. Dalam Engkau aku dapat menemukan kasih Allah yang kekal, dalam Engkau aku dapat menghindari dosa, dan dalam Engkau pula aku dapat secara mendalam menarik pelajaran sangat berharga dari kehidupan Yesus sebagai seorang manusia. Datanglah, ya Roh Kudus, dan lanjutkanlah karya-Mu dalam diriku. Amin.

Catatan: Untuk mendalami Bacaan Injil hari ini (Luk 3:10-18), bacalah tulisan yang berjudul “MEMBUKA TALI KASUT-NYA PUN AKU TIDAK LAYAK” (bacaan tanggal 16-12-12) dalam situs/blog PAX ET BONUM http://catatanseorangofs.wordpress.com; kategori: 12-12 PERMENUNGAN ALKITABIAH DESEMBER 2012.

Cilandak, 9 Desember 2012 [HARI MINGGU ADVEN II]

Sdr. F.X. Indrapradja, OFS

MESIAS DAN BENTARA-NYA

SANG MESIAS DAN BENTARA-NYA

(Bacaan Injil Misa Kudus, Hari Biasa Pekan II Adven – Sabtu, 15 Desember 2012)

BAPTISAN YESUS - DIBAPTIS DI S. YORDAN - 2Lalu murid-murid-Nya bertanya kepada-Nya, “Kalau demikian, mengapa ahli-ahli Taurat berkata bahwa Elia harus datang dahulu?” Jawab Yesus, “Memang Elia akan datang dan memulihkan segala sesuatu dan Aku berkata kepadamu: Elia sudah datang, tetapi orang tidak mengenal dia, dan memperlakukannya menurut kehendak mereka. Demikian juga Anak Manusia akan menderita oleh mereka.” Pada waktu itu mengertilah murid-murid Yesus bahwa Ia berbicara tentang Yohanes Pembaptis. (Mat 17:10-13)

Bacaan pertama: Sir 48:1-4.9-11; Mazmur Tanggapan: Mzm 80:2-3,15-16,18-19

Setelah mereka menyaksikan peristiwa transfigurasi Yesus (Mat 17:1-8), Petrus, Yakobus dan Yohanes menjadi lebih yakin dari sebelum-sebelumnya bahwa Yesus adalah sang Mesias yang dinanti-nantikan bangsa Israel. Tentu sekarang Ia akan menyatakan diri-Nya kepada Israel dengan penuh kuasa! Selagi mereka turun dari gunung itu, Yesus berpesan kepada mereka, “Jangan kamu ceritakan penglihatan itu kepada siapa pun sebelum Anak Manusia dibangkitkan dari antara orang mati” (Mat 17:9). Lalu para murid-Nya bertanya kepada Yesus, mengapa sebagai Mesias Ia telah muncul di tengah-tengah masyarakat tanpa didahului oleh kedatangan Elia sebagaimana telah dinubuatkan oleh para nabi (lihat Mat 17:10).

Yesus menjawab bahwa Elia telah datang dalam diri Yohanes Pembaptis, namun para penguasa tidak mengenalinya dan memperlakukan dia dengan buruk dan malah membunuhnya (lihat Mat 17:11). Yesus juga menjelaskan bahwa diri-Nya akan diperlakukan sama buruknya seperti yang telah dialami sang bentara: “Demikian juga Anak Manusia akan menderita oleh mereka” (Mat 17:12). Penjelasan Yesus ini kelihatan absurd di mata para murid-Nya yang baru saja menyaksikan Yesus dalam kemuliaan surgawi. Mengapa para penguasa ingin menghancurkan-Nya?

BAPTISAN YESUS OLEH YOHANESSelagi kita membaca Injil, kita pun dapat merasa heran atas kebutaan orang-orang yang ingin menyingkirkan Yesus. Bagaimana mungkin mereka sampai tidak memahami siapa Yesus itu sebenarnya? Itulah pertanyaan reflektif kita, namun adalah kenyataan bahwa Yesus terus saja menderita karena penolakan banyak pihak, bahkan sampai hari ini. Dalam dunia ini terdapat kekuatan-kekuatan yang ingin menyingkirkan Yesus dan kemurnian pesan Injil-Nya. Yang kita harus lakukan hanyalah mengikuti perkembangan pemberitaan dalam berbagai media, opini publik yang beredar, dan tingkat kekerasan yang berlangsung dalam masyarakat, untuk melihat betapa besar hasrat banyak pihak untuk “melenyapkan” Yesus.

Yang barangkali lebih sulit bagi kita untuk mempersepsikannya adalah fakta bahwa niat-niat serupa terpendam juga dalam diri kita masing-masing. Misalnya, sampai berapa seringkah kita berpikir bahwa sebenarnya Yesus tidak mengasihi diri kita, bahwa kita tidak dapat sungguh-sungguh mengharapkan Dia akan mengampuni dosa kita, bahwa mematuhi perintah-perintah Allah sungguh sulit? Kita masing-masing harus jujur dengan Yesus pada saat-saat pemikiran-pemikiran seperti ini mulai menggiring kita ke arah yang salah. Kita tidak usah merasa malu untuk mengungkapkan sisi gelap diri kita di hadapan Allah dalam doa dan pengakuan dosa. Biar bagaimana pun juga, Dia tahu bahwa dosa-dosa itu ada di sana. Dia bahkan melihat dosa-dosa kita dengan lebih jelas daripada kita sendiri melihat semua itu, …… dan hasrat-Nya untuk untuk menyembuhkan diri kita jauh lebih besar daripada hasrat kita sendiri. Apa lagi yang lebih menggembirakan dan menyemangati kita?

DOA: Roh Kudus Allah, selidikilah hatiku dan yakinkanlah diriku tentang kasih Yesus. Tolonglah aku untuk tidak menjadi takut terhadap penyelidikan-Mu selagi Engkau memanggil aku kepada kekudusan. Engkau tetap setia walaupun aku tidak setia! Datanglah, ya Roh Kudus, dan lakukanlah karya pembebasan-Mu yang penuh kuat-kuasa dalam diriku. Amin.

Catatan: Untuk mendalami Bacaan Injil hari ini (Mat 17:10-13), bacalah tulisan yang berjudul “ELIA SUDAH DATANG DAN DIA ADALAH YOHANES PEMBAPTIS” (bacaan tanggal 15-12-12) dalam situs/blog PAX ET BONUM http://catatanseorangofs.wordpress.com; kategori: 12-12 PERMENUNGAN ALKITABIAH DESEMBER 2012.
Bacalah juga tulisan yang berjudul “ELIA SUDAH DATANG, TETAPI ORANG TIDAK MENGENAL DIA” (bacaan tanggal 10-12-11) dalam situs/blog PAX ET BONUM; kategori 11-12 PERMENUNGAN ALKITABIAH DESEMBER 2011.

Cilandak, 9 Desember 2012 [HARI MINGGU ADVEN II]

Sdr. F.X. Indrapradja, OFS

KERAJAAN SURGA DISERBU

KERAJAAN SURGA DISERBU

(Bacaan Injil Misa Kudus, Peringatan S. Lusia, Perawan & Martir – Kamis, 13 Desember 2012)

jesus christ super star

Sesungguhnya Aku berkata kepadamu: Di antara mereka yang dilahirkan oleh perempuan tidak pernah tampil seorang yang lebih besar daripada Yohanes Pembaptis, namun yang terkecil dalam Kerajaan Surga lebih besar daripada dia. Sejak tampilnya Yohanes Pembaptis hingga sekarang, Kerajaan Surga diserbu dan orang yang menyerbunya mencoba merebutnya. Sebab semua nabi dan kitab Taurat bernubuat hingga tampilnya Yohanes dan – jika kamu mau menerimanya – dialah Elia yang akan datang itu, Siapa bertelinga, hendaklah ia mendengar! (Mat 11:11-15)

Bacaan Pertama: Yes 41:13-20; Mazmur Tanggapan: Mzm 145:9-13

“Kerajaan Surga diserbu dan orang yang menyerbunya mencoba merebutnya” (Mat 11:12). Kalimat ini terasa bertentangan dengan kata-kata Yesus yang lain, misalnya “Berbahagialah orang yang lemah lembut” (Mat 5:5)? Di sini memang Yesus tidak berbicara mengenai serbuan atau kekerasan fisik, melainkan tentang keberanian dan determinasi.

Yesus ingin agar kita memahami bahwa kita sedang berada di tengah sebuah pertempuran, sebuah peperangan di dalam pikiran kita antara aspirasi-aspirasi akan kebaikan dan kecenderungan-kecenderungan kita akan hal-hal yang jahat. Sebagian dari diri kita – Kitab Suci menyebutnya sebagai “daging” – tidak mau berurusan sama sekali dengan Yesus atau Adven atau sisi spiritual/rohani dari perayaan Natal. “Daging” hanya berminat melakukan apa yang ingin dilakukannya, dan dengan cara memaksa “daging” berupaya mencapai tujuannya. Karena keselamatan kekal manusia dalam konflik ini bagaikan berada di ujung tanduk, maka adalah sesuatu yang crucial bagi kita untuk tetap bertahan, bahkan dengan biaya melakukan “kekerasan” terhadap bagian dari kita yang bertentangan dengan jalan-jalan Allah.

Kita harus berhati-hati ketika merenungkan tentang bacaan Injil hari ini. Kekerasan yang disebutkan oleh Yesus itu tidak ada sangkut-pautnya dengan rasa sakit yang kita lakukan sendiri atas diri kita (Inggris: self inflicted pain). Yang dimaksudkan-Nya adalah dengan sekuat tenaga berpegang pada rahmat yang Allah ingin berikan kepada kita. Bagi banyak dari kita, ini adalah sebuah pertempuran untuk mendapat “waktu” lebih daripada hal lainnya. Misalnya:

Berdoa. Adven dan Natal membawa serta semua jenis kegiatan: berbagai macam pesta, berbelanja, kunjungan-kunjungan kepada anggota keluarga dan sahabat. Kegiatan membuat kue-kue dan membungkus kado-kado, semuanya membutuhkan waktu Padahal kegiatan yang paling penting yang dapat kita lakukan 12 hari ke depan adalah menyediakan waktu bersama Yesus dalam doa dan permenungan sabda-Nya dalam Kitab Suci. Marilah kita membaca berbagai nubuat tentang kedatangan-Nya ke dunia dalam Kitab Suci Perjanjian Lama. Marilah kita baca dan renungkan narasi tentang Elisabet dan Maria dalam Injil Lukas. Marilah kita mohon kepada Yesus untuk menunjukkan kepada kita mengapa begitu penting bagi-Nya untuk datang menyelamatkan kita.

Menolong orang lain. Area lain di mana kita perlu menyediakan waktu adalah melayani orang-orang yang menghadapi berbagai kesulitan dalam kehidupan ini. Apakah seorang anggota lingkungan kita atau RT kita yang sudah tua akan memperoleh manfaat dari kunjungan kita atau dari kata-kata penghiburan yang keluar dari mulut kita? Apakah kita dapat membantu tetangga kita yang sedang sakit dengan ikut ambil bagian mendekorasi rumahnya? Atau dapatkah kita membantu membelikan hadiah-hadiah Natal kepada keluarga-keluarga yang tidak mampu? Selagi kita ke luar menemui dan menolong orang-orang lain berbagai kesempatan, maka kita pun menekan kodrat kedosaan kita dan berpegang teguh pada rahmat Allah yang indah, yang mampu mentransformasi hidup manusia.

DOA: Tuhan Yesus, terima kasih penuh syukur kusampaikan kepada-Mu karena Engkau telah datang ke dunia dan membuka pintu gerbang surga. Tolonglah aku agar dapat memegang erat-erat rahmat yang Engkau berikan kepada-Ku. Tunjukkanlah kepadaku pada hari ini kesempatan bagiku untuk dapat menolong seseorang yang membutuhkan kasih-Mu. Amin.

Catatan: Untuk mendalami Bacaan Pertama hari ini (Yes 41:13-20), bacalah tulisan yang berjudul “TANGAN TUHANLAH YANG MEMBUAT SEMUANYA INI” (bacaan tanggal 13-12-12) dalam situs/blog PAX ET BONUM http://catatanseorangofs.wordpress.com; kategori: 12-12 PERMENUNGAN ALKITABIAH DESEMBER 2012.
Bacalah juga tulisan yang berjudul “YANG TERKECIL DALAM KERAJAAN SURGA LEBIH BESAR DARI DIA” (bacaan tanggal 10-12-09) dalam situs/blog SANG SABDA.

Cilandak, 7 Desember 2012 [Peringatan S. Ambrosius, Uskup & Pujangga Gereja]

Sdr. F.X. Indrapradja, OFS

REHAT KOPI ROHANI

REHAT KOPI ROHANI

(Bacaan Injil Misa Kudus, Hari Biasa Pekan II Adven – Rabu, 12 Desember 2012)

MARILAH DATANG KEPADAKU“Marilah kepada-Ku, semua yang letih lesu dan berbeban berat, Aku akan memberi kelegaan kepadamu. Pikullah gandar yang Kupasang dan belajarlah kepada-Ku, karena Aku lemah lembut dan rendah hati dan jiwamu akan mendapat ketenangan. Sebab gandar yang Kupasang itu menyenangkan dan beban-Ku pun ringan.” (Mat 11:28-30)

Bacaan Pertama: Yes 40:25-31; Mazmur Tanggapan: Mzm 103:1-4,8,10

Bacaan-bacaan hari ini terdengar seakan-akan sebuah panggilan untuk “Rehat Kopi” pada pertengahan masa Adven. Nabi Yesaya melihat bahwa TUHAN “memberikan kekuatan kepada yang lelah dan menambah semangat kepada yang tiada berdaya” (Yes 40:29). Yesaya juga mengatakan, bahwa “orang-orang yang menanti-nantikan TUHAN mendapat kekuatan baru” (Yes 40:31). Yesus dalam bacaan Injil mengundang kita untuk datang kepada-Nya jika kita sedang letih lesu dan berbeban berat, dan Ia pun akan menyegarkan kita kembali (lihat Mat 11:28).

Apabila kita mengikuti sebuah seminar tentunya ada rehat kopi (kata-kata kerennya adalah coffee break). Saya masih ingat ketika bekerja di Citibank Manila di awal tahun 1970-an, setiap hari menjelang jam 10 pagi semua karyawan berhenti bekerja dan mulai membeli makanan kecil dan secangkir kopi/teh dari penjaja yang berkeliling. Ini juga saat yang digunakan untuk mengobrol sejenak. Hal yang sama diulang lagi di siang hari sekitar jam 3 siang. Nama “acara” seperti itu adalah mirienda, mungkin sebuah warisan dari zaman penjajahan Spanyol. Rehat Kopi: tentu kita semua mengharapkannya, kita menghargainya, kita membutuhkannya. Kita berkembang atas istirahat dari kerja walaupun sejenak, penyegaran yang memulihkan diri kita dan membuat pekerjaan kita menjadi lebih baik. Apakah kita begitu sibuk bekerja sehingga tidak dapat berhenti sebentar untuk memperoleh penyegaran kembali dalam bidang rohani? Yesus kiranya bersabda, “Slow down sedikit dan dengarkanlah sebentar,” dan jiwa kita juga akan dapat beristirahat.

Kita memberi terlalu banyak tekanan hanya pada “melakukan pekerjaan-pekerjaan”, menyibukkan diri dari pekerjaan yang satu ke pekerjaan yang lain, dari promosi jabatan yang satu ke promosi jabatan yang lain. Atau, apabila kita suka bersedekah, maka kita disibukkan dalam hal masalah-masalah sosial saja. Hal ini dapat saja baik, namun tidak boleh menjadi kegiatan yang berlebihan …… tidak boleh sampai “overkill.” Pekerjaan yang paling baik sekali pun, apabila tidak menyediakan waktu untuk penyegaran spiritual, untuk doa dan refleksi/renungan dalam keheningan, pada akhirnya akan menjadi steril.

Dedikasi membutuhkan suatu sense of direction. Karya karitatif yang paling baik, terbaik dalam tindakan Kristiani tidak dapat survive tanpa adanya “rehat kopi” rohani. Kita senantiasa membutuhkan pengarahan dari Yang Ilahi (Inggris: divine direction) di atas bumi ini. Begitu mudah kita kehilangan arah tanpa “pengarahan ilahi” termaksud. Begitu banyak peristiwa menyedihkan telah dialami oleh banyak pribadi karena mereka mengabaikan “pengarahan ilahi” yang diperlukan.

Sikap yang paling bijak adalah untuk berhenti dari kesibukan kerja secara teratur, untuk memanfaatkan menit-menit yang menyegarkan bersama Kristus, yang telah berjanji bahwa kita akan belajar dari diri-Nya dan hal tersebut akan membawa damai sejahtera kepada jiwa kita.

DOA: Bapa surgawi, lewat nabi Yeremia Engkau telah bersabda: “Ambillah tempatmu di jalan-jalan dan lihatlah, tanyakanlah jalan-jalan yang dahulu kala, di manakah jalan yang baik, tempuhlah itu, dengan demikian jiwamu mendapat ketenangan” (Yer 6:16). Kami akan mentaati petunjuk-Mu, ya Allah. Kami akan secara teratur mengikuti “pengarahan ilahi” dari-Mu untuk saat-saat penyegaran spiritual, untuk doa dan melakukan refleksi dalam keheningan. Oleh kuasa Roh Kudus-Mu perkenankanlah kami dibentuk menjadi murid-murid Yesus yang sejati. Amin.

Catatan: Untuk mendalami Bacaan Pertama hari ini (Yes 40:25-31), bacalah tulisan yang berjudul “DIA MEMBERI KEKUATAN KEPADA YANG LELAH DAN MENAMBAH SEMANGAT KEPADA YANG TIADA BERDAYA” (bacaan tanggal 12-12-12) dalam situs/blog PAX ET BONUM http://catatanseorangofs.wordpress.com; kategori: 12-12 PERMENUNGAN ALKITABIAH DESEMBER 2012.
Bacalah juga tulisan yang berjudul “AKU LEMAH LEMBUT DAN RENDAH HATI” (bacaan tanggal 7-12-11) dalam situs/blog SANG SABDA; kategori 11-12 BACAAN HARIAN DESEMBER 2011.

Cilandak, 4 Desember 2012

Sdr. F.X. Indrapradja, OFS

KITA ADALAH DOMBA-DOMBA HILANG YANG DISELAMATKAN OLEH YESUS

KITA ADALAH DOMBA-DOMBA HILANG YANG DISELAMATKAN OLEH YESUS

(Bacaan Injil Misa Kudus, Hari biasa Pekan II Adven – Selasa, 11 Desember 2012)

MENCARI ANAK DOMBA YANG HILANG“Bagaimana pendapatmu? Jika seorang mempunyai seratus ekor domba, dan seekor di antaranya sesat, tidakkah ia akan meninggalkan yang sembilan puluh sembilan ekor di pegunungan dan pergi mencari yang sesat itu? Sesungguhnya Aku berkata kepadamu: Jika ia berhasil menemukannya, lebih besar kegembiraannya atas yang seekor itu daripada atas yang kesembilan puluh sembilan ekor yang tidak sesat. Demikian juga Bapamu yang di surga tidak menghendaki salah seorang dari anak-anak yang hilang.” (Mat 18:12-14)

Bacaan Pertama: Yes 40:1-11; Mazmur Tanggapan: Mzm 96:1-3,10-13

Masa Adven sesungguhnya adalah suatu masa yang indah – suatu perayaan berkaitan dengan kesetiaan Allah Bapa atas janji-Nya yang sudah berabad-abad lamanya, janji-janji yang sekarang digenapi dalam diri Putera-Nya, Yesus Kristus. Sepanjang masa penuh rahmat ini, kita merayakan kasih Allah yang begitu besar yang ditunjukkan-Nya kepada kita – umat manusia – dengan mengutus Putera-Nya ke tengah-tengah dunia, untuk mencari kita dan menuntun kita ke dalam suatu relasi yang intim dengan Allah Bapa.

Kita adalah domba-domba hilang yang diselamatkan oleh Yesus, dan semua ini dilakukan oleh Yesus dengan “biaya” sangat besar, yaitu nyawa-Nya sendiri. Demi ketaatan pada kehendak Bapa, Dia meninggalkan takhta-Nya di surga dan merendahkan diri-Nya dengan menjadi bayi manusia dalam sebuah keluarga miskin. Yesus dilahirkan di tempat yang hanya layak untuk tempat pemeliharaan hewan. Ia mewartakan Kerajaan Allah dan menyerukan pertobatan, namun mayoritas penduduk – termasuk sebagian besar pemuka agama Yahudi di kala itu – mencemoohkan diri-Nya, menghina diri-Nya …… Mereka mengadili diri-Nya secara tidak adil dan pada akhirnya Dia pun wafat di kayu salib. Semua ini penderitaan ini dialami-Nya dan ditanggung-Nya agar dengan demikian kita dapat menerima pemenuhan janji-janji Allah.

ST. AUGUSTINUS - IKONBerbicara mengenai segalanya yang telah dimenangkan bagi kita oleh Yesus, Santo Augustinus dari Hippo [354-430] menulis: “Ia menjanjikan keselamatan abadi, kebahagiaan yang kekal dengan para malaikat, suatu warisan abadi, kemuliaan tanpa akhir, penglihatan penuh sukacita dari wajah-Nya, tempat kediaman-Nya yang kudus dalam surga, dan setelah kebangkitan-Nya dari alam maut tidak ada lagi rasa takut akan kematian. Ini adalah kiranya janji final-Nya, tujuan dari segala upaya kita. Apabila kita mencapainya, maka kita tidak akan minta apa-apa lagi (Komentar atas Mazmur 109). Karena kita tahu bahwa kita tidak mampu mencapai semua ini dengan menggunakan kekuatan kita sendiri, maka Allah memberikan kepada kita Putera-Nya yang tunggal. Santo Augustinus melanjutkan: “Tidak cukuplah bagi Allah untuk membuat Putera-Nya sekadar sebagai penunjuk jalan; Ia membuat-Nya menjadi ‘jalan’ itu sendiri, agar kita dapat berjalan bersama-Nya sebagai pemimpin dan dengan dia sebagai ‘jalan’.

Pada masa Adven ini, marilah kita tetap berada dekat dengan sang Gembala dan memperkenankan Dia menemukan diri kita dalam cara yang baru dan lebih mendalam. Ia ingin memimpin kita ke dalam suatu keakraban yang lebih dalam dengan diri-Nya, sehingga di atas bumi ini kita dapat mencicipi apa yang kita akan peroleh dalam perjamuan surgawi kekal.

Baiklah juga kita tidak menghasrati rahmat hanya bagi diri kita sendiri. Oleh karena itu marilah kita melakukan doa-doa syafaat untuk para sahabat kita, rekan kerja kita, mereka yang kita kasihi yang belum mengenal sang Gembala Baik. Kiranya belum terlambast bagi sang Gembala Baik untuk menemukan mereka yang kita doakan itu. Kita harus mempercayakan mereka ke dalam tangan-tangan kasih-Nya agar dengan demikian Ia dapat membalut segala luka yang ada dan dengan aman-selamat membawa mereka kembali pulang kepada Bapa surgawi.

DOA: Tuhan Yesus, terima kasih penuh syukur kami sampaikan kepada-Mu karena dengan tidak mengenal lelah Engkau senantiasa mencari kami dan memimpin kami kembali kepada Bapa surgawi. Teristimewa dalam masa Adven ini, jagalah kami agar berada di dekat-Mu dan membuat hati kami dibakar dengan hasrat akan kedatangan-Mu dalam kemuliaan pada akhir zaman. Bawalah semua umat-Mu kepada diri-Mu sehingga dengan satu suara kami akan berseru, “Datanglah, Tuhan Yesus!”. Amin.

Catatan: Untuk mendalami Bacaan Injil hari ini (Mat 18:12-14), bacalah tulisan yang berjudul “PERUMPAMAAN TENTANG DOMBA YANG HILANG” (bacaan tanggal 11-12-12) dalam situs/blog PAX ET BONUM http://catatanseorangofs.wordpress.com; kategori: 12-12 PERMENUNGAN ALKITABIAH DESEMBER 2012.
Berkaitan dengan Bacaan Pertama hari ini (Yes 40:1-11), bacalah tulisan yang berjudul “SEPERTI SEORANG GEMBALA” (bacaan tanggal 6-12-11) dalam situs/blog PAX ET BONUM; kategori: 111-12 PERMENUNGAN ALKITABIAH DESEMBER 2011.

Cilandak, 4 Desember 2012

Sdr. F.X. Indrapradja, OFS

KEDATANGAN SANG ANAK MANUSIA

KEDATANGAN SANG ANAK MANUSIA

(Bacaan Injil Misa Kudus, HARI MINGGU ADVEN I [Tahun C] – 2 Desember 2012)

“Akan ada tanda-tanda pada matahari dan bulan dan bintang-bintang, dan di bumi bangsa-bangsa akan takut dan bingung menghadapi deru dan gelora laut. Orang akan mati ketakutan karena kecemasan berhubung dengan segala apa yang menimpa bumi ini, sebab kuasa-kuasa langit akan guncang. Pada waktu itu orang akan melihat Anak Manusia datang dalam awan dengan segala kekuasaan dan kemuliaan-Nya. Apabila semuanya itu mulai terjadi, bangkitlah dan angkatlah kepalamu, sebab pembebasanmu sudah dekat.”

“Jagalah dirimu, supaya hatimu jangan dibebani oleh pesta pora dan kemabukan serta kekhawatiran hidup sehari-hari dan supaya hari Tuhan jangan dengan tiba-tiba jatuh ke atas dirimu seperti suatu jerat. Sebab hari itu akan menimpa semua penduduk bumi ini. Berjaga-jagalah senantiasa sambil berdoa, supaya kamu beroleh kekuatan untuk luput dari semua yang akan terjadi itu, dan supaya kamu tahan berdiri di hadapan Anak Manusia.” (Luk 21:25-28.34-36)

Bacaan Pertama: Yer 33:14-16; Mazmur Tanggapan: Mzm 25:4-5,8-10,14; Bacaan Kedua: 1Tes 3:12-4:2

“Kiranya Tuhan menjadikan kamu bertambah-tambah dan berkelimpahan dalam kasih seorang terhadap yang lain dan terhadap semua orang sama seperti kami juga mengasihi kamu.” (1Tes 3:12).

Santo Lukas memberikan sebuah gambaran yang hidup tentang kedatangan sang Anak Manusia dalam kemuliaan-Nya. Walaupun ia menyinggung juga teror yang akan berkemacuk di hati orang-orang pada saat itu, Lukas lebih memfokuskan perhatiannya pada kemuliaan kedatangan sang Anak Manusia (Luk 21:25-27). Sekarang pertanyaannya adalah: dalam konteks apa kiranya kita harus memahami refleksi Lukas atas kedatangan Yesus untuk kedua kalinya selagi kita memulai masa Adven ini?

Walaupun masa Adven menyiapkan kita untuk merayakan kedatangan Kristus yang pertama, perhatian kita juga diarahkan kepada kedatangan-Nya untuk kedua kalinya. Hal ini memang layak karena kita perlu untuk senantiasa sadar akan “nasib” yang menantikan kita pada saat kedatangan Kristus untuk kedua kalinya, apabila kita merayakan dengan layak dan pantas kedatangan-Nya yang pertama kali.

Apakah kita menerimanya atau tidak, kedatangan Kristus dalam kemuliaan mengkonfrontasikan hidup kita. Dengan mempertimbangkan kedatangan-Nya kembali kelak, maka kita dapat menghindari membuat masa Adven dan Natal menjadi peringatan yang dipenuhi sentimentalitas belaka. Semoga, kita dapat memperkenankan sabda Allah dalam Kitab Suci memberi tantangan kepada kita dan mereformasi kehidupan kita. Selama masa Adven ini kita akan berjumpa dengan banyak orang yang kata-kata serta hidup mereka seharusnya membuat kita melakukan refleksi atas diri kita sendiri dan tentunya cara kita menjalani kehidupan ini.

Pada hari Minggu Adven Pertama ini, misalnya, kita dibantu oleh sabda Tuhan yang kita dengar untuk menempatkan bacaan dari Bacaan Injil Lukas dalam perspektif yang layak. Nabi Yeremia bernubuat bahwa pada masa Mesias, “Yehuda akan dibebaskan, dan Yerusalem akan hidup dengan tenteram. Dan dengan nama inilah mereka akan dipanggil: TUHAN keadilan kita” (Yer 33:16). Kita akan siap berjumpa dengan Tuhan pada hari kedatangan-Nya kelak selagi kita berdoa bersama sang pemazmur, yang menyatakan bahwa TUHAN adalah penyelamat kita dan segala jalan-Nya adalah kasih setia dan kebenaran bagi orang yang berpegang pada perjanjian-Nya dan peringatan-peringatan-Nya” (Mzm 25:25:4-5,8-9). Lagipula, kita pun dapat berdoa bersama Santo Paulus bahwa kiranya Tuhan menjadikan kita semua bertambah-tambah dan berkelimpahan dalam kasih seorang terhadap yang lain dan terhadap semua orang, …… dan menguatkan hati kita, supaya tak bercacat dan kudus di hadapan Allah Bapa pada saat kedatangan Yesus kelak (1Tes 3:12-13).

Dengan cara-cara ini, hati kita dapat diubah dan kita akan dimampukan untuk hidup dalam kasih dan berkeadilan satu sama lain sebagaimana sangat dihasrati oleh Allah sendiri. Hanya dengan begitulah kita akan siap menyambut Yesus pada kedatangan-Nya untuk kedua kalinya. Kita pun akan mampu merayakan kedatangan-Nya untuk pertama kali sekitar 2000 tahun lalu dengan cara yang terbuka bagi kehidupan baru yang akan diberikan-Nya dengan kedatangan-Nya ke tengah dunia.

DOA: Bapa surgawi, karuniakanlah kepada kami anak-anak-Mu kehendak yang ikhlas dalam menyambut kedatangan Kristus untuk kedua kalinya kelak. Semoga kami dapat bersama Kristus mewarisi Kerajaan Surga. Amin.

Catatan: Untuk mendalami Bacaan Injil hari ini (Luk 21:25-28,34-36), bacalah tulisan yang berjudul “KEDATANGAN KRISTUS DAN NASIHAT UNTUK BERJAGA-JAGA” (bacaan tanggal 2-12-12) dalam situs/blog PAX ET BONUM http://catatanseorangofs.wordpress.com; kategori: 12-12 PERMENUNGAN ALKITABIAH DESEMBER 2012.

Cilandak, 27 November 2012 [Peringatan S. Fransiskus-Antonius Pasani, Imam]

Sdr. F.X. Indrapradja, OFS

KEMULIAAN SION YANG AKAN DATANG

KEMULIAAN SION YANG AKAN DATANG

(Bacaan Pertama Misa Kudus, HARI RAYA PENAMPAKAN TUHAN, Minggu 8-1-12)

Hari Anak Misioner Sedunia 

Bangkitlah, menjadi teranglah, sebab terangmu datang dan kemuliaan TUHAN (YHWH) terbit atasmu. Sebab sesungguhnya, kegelapan menutupi bumi, dan kekelaman menutupi bangsa-bangsa; tetapi terang YHWH terbit atasmu, dan kemuliaan-Nya menjadi nyata atasmu. Bangsa-bangsa berduyun-duyun datang kepada terangmu, dan raja-raja kepada cahaya yang terbit bagimu. Angkatlah mukamu dan lihatlah ke sekeliling, mereka semua datang berhimpun kepadamu; anak-anakmu laki-laki datang dari jauh, dan anak-anakmu perempuan digendong. Pada waktu itu engkau akan heran melihat dan berseri-seri, engkau akan tercengang dan akan berbesar hati, sebab kelimpahan dari seberang laut akan beralih kepadamu, dan kekayaan bangsa-bangsa akan datang kepadamu. Sejumlah besar unta akan menutupi daerahmu, unta-unta muda dari Midian dan Efa. Mereka semua akan datang dari Syeba, akan membawa emas dan kemenyan, serta memberitakan perbuatan masyhur YHWH.  (Yes 60:1-6)

Mazmur Tanggapan: Mzm 72:1-2,7-8,10-13; Bacaan Kedua: Ef 3:2-3a,5-6; Bacaan Injil: Mat 12:1-12 

Pada waktu nubuatan di atas dikumandangkan oleh sang nabi, kota suci Yerusalem telah diporakporandakan oleh pasukan tentara Nebukadnezar, raja Babel (tahun 586 SM). Bait Allah praktis dimusnahkan dan sebagian penduduknya di singkirkan ke tempat pembuangan di Babel. Dan kondisi Yerusalem tetap begitu selama berjalannya tahun-tahun pembuangan. Walaupun begitu, di tengah kegelapan ini YHWH berbicara lewat nabi-Nya dalam suatu nubuatan tentang tindakan yang akan dilakukan-Nya, yaitu membuat Yerusalem sebagai suatu terang yang akan menarik orang-orang non-Yahudi kepada Allah.

Dengan cara yang sama, kelahiran Yesus merupakan saat terbit suatu terang yang penuh kemuliaan, namun sebagai seorang bayi lemah Yesus sama sekali tidak kelihatan memiliki kuasa atau gilang-gemilang. Ia dilahirkan di tengah kegelapan sebuah kandang hewan. Hanya sejumlah kecil orang yang mengenali-Nya. Di antara sedikit orang ini ada orang-orang majus yang dipimpin kepada Yesus oleh perwahyuan Allah sendiri. Para bijak dari Timur ini dalam Kitab Suci mewakili bangsa-bangsa non-Yahudi yang pada akhirnya akan datang kepada terang Allah (Yes 60:3).

Pada hari ini, nubuatan ini terus mewujudkan kepenuhannya selagi Gereja dipanggil untuk “bangkit dan menjadi terang”  (Yes 60:1), agar dapat menarik setiap orang dari segala bangsa kepada Kristus. Sayangnya, bahkan hari ini pun Gereja hanyalah semacam “bayangan” saja dari apa yang Allah telah rencanakan baginya! Bahkan aspek-aspek yang paling indah sekalipun dari Gereja masih terasa gelap ketimbang terang yang akan bercahaya diatasnya pada saat Kristus kembali kelak untuk menjemput mempelai-Nya (Gereja-Nya) – artinya umat-Nya – ke dalam kemuliaan Kerajaan-Nya.

Oleh karena itu, marilah kita berdoa untuk Gereja pada hari ini, mohon kepada Roh Kudus agar terang kemuliaan Allah bercahaya melalui umat Allah dan mencerminkan Kristus ke segala penjuru bumi. Marilah kita berdoa untuk menyambut Kristus ke dalam hati kita masing-masing setiap hari, artinya memperkenankan terang-Nya meresap ke dalam diri kita dan mengalahkan kegelapan apa pun yang ada dalam diri kita. Baik sebagai pribadi-pribadi dan sebagai anggota Gereja, kita dapat mencerminkan kemuliaan Allah dalam kehidupan kita. Bukankah seharusnya begitu?

DOA: Tuhan Yesus, biarlah benih rahmat-Mu dalam diri kami bertumbuh-mekar ke dalam rencana-Mu yang sempurna bagi Gereja-Mu. Semoga kami masing-masing dapat mencerminkan rencana ini dengan lebih penuh setiap hari, sehingga kemuliaan-Mu akan bercahaya ke atas semua bangsa. Amin. 

Catatan: Untuk mendalami Bacaan Injil hari ini (Mat 12:1-12), bacalah tulisan yang berjudul “HARI PENAMPAKAN TUHAN ” (bacaan untuk tanggal 8-1-12) dalam situ/blog PAX ET BONUM http://catatanseorangofs.wordpress.com; kategori: 12-01 PERMENUNGAN ALKITABIAH JANUARI 2012. 

Cilandak, 28 Desember 2011 [Pesta Kanak-kanak Suci, Martir] 

Sdr. F.X. Indrapradja, OFS

YANG PERTAMA DARI TANDA-TANDA-NYA

YANG PERTAMA DARI TANDA-TANDA-NYA

(Bacaan Injil Misa Kudus, Hari Biasa Masa Natal, Sabtu 7-1-12) 

Pada hari ketiga ada perkawinan di Kana yang di Galilea, dan ibu Yesus ada di situ; Yesus dan murid-murid-Nya diundang juga ke perkawinan itu. Ketika mereka kekurangan anggur, ibu Yesus berkata kepada-Nya, “Mereka kehabisan anggur.”  Kata Yesus kepadanya, “Mau apakah engkau dari Aku, ibu? Saat-Ku belum tiba.” Tetapi ibu Yesus berkata kepada pelayan-pelayan, “Apa yang dikatakan-Nya kepadamu, lakukanlah itu!” Di situ ada enam tempayan yang disediakan untuk pembasuhan menurut adat orang Yahudi, masing-masing isinya kira-kira seratus liter. Yesus berkata kepada pelayan-pelayan itu, “Isilah tempayan-tempayan itu penuh dengan air.” Mereka pun mengisinya sampai penuh. Sesudah itu, kata Yesus kepada mereka, “Sekarang cedoklah dan bawalah kepada pemimpin pesta.” Lalu mereka pun membawanya. Setelah pemimpin pesta itu mencicipi air yang telah menjadi anggur itu – dan ia tidak tahu dari mana datangnya, tetapi pelayan-pelayan, yang mencedok air itu, mengetahuinya – ia memanggil mempelai laki-laki, dan berkata kepadanya, “Setiap orang menghidangkan anggur yang baik dahulu dan sesudah orang puas minum, barulah yang kurang baik; akan tetapi engkau menyimpan anggur yang baik sampai sekarang.” Hal itu dilakukan Yesus di Kana yang di Galilea, sebagai yang pertama dari tanda-tanda-Nya dan dengan itu Ia telah menyatakan kemuliaan-Nya, dan murid-murid-Nya percaya kepada-Nya. (Yoh 2:1-11)

Bacaan pertama: 1Yoh 5:14-21; Mazmur Tanggapan: Mzm 149:1-6,9 

“Tanda pertama” Yesus ini mengawali karya perutusan-Nya di depan publik. Ini adalah suatu tanda masuknya kerajaan Allah dan menyatakan kemuliaan dan kehadiran Allah di dunia dalam diri Putera-Nya, Yesus. Apa yang dinyatakan Yesus di Kana tidak sekadar menunjuk pada pesta perkawinan itu, akan tetapi menunjuk pada karya yang akan dimulai dan dicapai Allah melalui Yesus, dalam kematian, kebangkitan sampai kedatangan-Nya kembali nanti apabila semua sudah digenapi.

Yesaya 62 memberikan konteks bagi pandangan yang lebih luas perihal mukjizat di Kana ini.  Yesaya mengharapkan akan kedatangan masa Mesias, di mana perjanjian antara Allah dan umat-Nya akan dirayakan sebagai suatu perkawinan. Umat Allah, mempelai-Nya tidak lagi akan disia-siakan atau menderita kesusahan karena efek dosa, tetapi akan berkenan kepada Allah karena efek penyelamatan. Kebaharuan ini dirayakan sebagai suatu pesta perkawinan, di mana pengantin perempuan disiapkan untuk menyambut pengantin laki-laki dan sukacita merekapun akan dirasakan oleh semua orang.

Perjamuan mesianis, di mana semua hal akan dipenuhi dalam Kristus dan umat Allah yang setia akan berpartisipasi dalam kepenuhannya, seringkali digambarkan sebagai suatu pesta perkawinan. Kita mulai ikut ambil bagian dalam perjamuan ini (yang dibuka resmi dengan inkarnasi, kematian dan kebangkitan Yesus) bahkan sekarang juga, tetapi hanya akan tahu kepenuhannya pada saat Yesus mengumpulkan semua orang bersama-sama pada kedatangan-Nya untuk kedua kalinya kelak. Kepenuhan ini digambarkan dalam Kitab Wahyu, di mana pada perkawinan Anak Domba, Yerusalem baru diibaratkan sebagai mempelai perempuan yang diserahkan kepada suaminya (Why 19:7; 21:2).

Yesus menyatakan kemuliaan Allah melalui mukjizat di Kana karena hal itu menunjuk kepada Perjanjian Baru di mana Allah – melalui Yesus – akan mengerjakan sesuatu hal baru yang indah sekali. Yesus menggunakan tempayan-tempayan air yang biasa dipakai orang Yahudi untuk upacara pembersihan (suatu tanda Perjanjian Lama) dan mengubahnya menjadi bejana-bejana “anggur terbaik” (suatu tanda Perjanjian Baru). Mukjizat ini, yang dilakukan Yesus “pada hari ketiga” (Yoh 2:1), menunjuk pada transformasi yang akan terjadi ketika saat-Nya memuliakan Allah telah tiba.

Sebagai orang-orang yang telah diperkenankan ikut ambil bagian dalam hidup baru lewat pembaptisan, marilah kita terus mengusahakan perubahan batiniah yang membawa kita ke dalam hidup Allah.

DOA: Allah yang Mahamurah, bentuklah kami agar senantiasa menjadi murid-murid Kristus yang baik, sehingga pada saat kedatangan-Nya kembali kelak, kami – Gereja-Nya dan Umat-Mu – diperkenankan untuk ikut ambil bagian dalam pesta perjamuan surgawi. Amin.

Catatan: Untuk mendalami Bacaan Pertama hari ini (1Yoh 5:14-21), bacalah tulisan yang berjudul “PENGETAHUAN AKAN HIDUP YANG KEKAL ” (bacaan untuk tanggal 7-1-12) dalam situ/blog PAX ET BONUM http://catatanseorangofs.wordpress.com; kategori: 12-01 PERMENUNGAN ALKITABIAH JANUARI 2012. 

(Tulisan ini adalah revisi dari tulisan dengan judul sama untuk bacaan tanggal 17-1-10) 

Cilandak, 28 Desember 2011 [Pesta Kanak-kanak Suci, Martir] 

Sdr. F.X. Indrapradja, OFS

LIHATLAH ANAK DOMBA ALLAH, YANG MENGHAPUS DOSA DUNIA

LIHATLAH ANAK DOMBA ALLAH, YANG MENGHAPUS DOSA DUNIA

(Bacaan Injil Misa Kudus,Hari Biasa Masa Natal, Selasa 3-1-12)

 Keluarga Fransiskan: Peringatan Nama Yesus Yang Tersuci 

Keesokan harinya Yohanes melihat Yesus datang kepadanya dan ia berkata, “Lihatlah Anak Domba Allah, yang menghapus dosa dunia. Dialah yang kumaksudkan ketika kukatakan: Kemudian daripada aku akan datang seorang yang telah mendahului aku, sebab Dia telah ada sebelum aku. Aku sendiri pun dulu tidak mengenal Dia, tetapi untuk itulah aku datang dan membaptis dengan air, supaya Ia dinyatakan kepada Israel.”

Selanjutnya Yohanes bersaksi, katanya, “Aku telah melihat Roh turun dari langit seperti merpati, dan Ia tinggal di atas-Nya. Dan aku pun dulu tidak mengenal-Nya, tetapi dia, yang mengutus aku untuk membaptis dengan air, telah berfirman kepadaku. Jikalau engkau melihat Roh itu turun ke atas seseorang dan tinggal di atas-Nya, Dialah yang akan membaptis dengan Roh Kudus. Aku telah melihat-Nya dan memberi kesaksian: Ia inilah Anak Allah.” (Yoh 1:29-34)

Bacaan Pertama: 1Yoh 2:29—3:6; Mazmur Tanggapan: Mzm 98:1,3-6 

Saat yang sudah sekian lama dinanti-nantikan akhirnya tiba bagi Yohanes Pembaptis. Ia telah berseru-seru di padang gurun, “Luruskanlah jalan Tuhan”. Akhirnya sekarang ia dapat membuat deklarasi: “Lihatlah Anak Domba Allah, yang menghapus dosa dunia” (Yoh 1:29).  Kita dapat membayangkan betapa hati Yohanes dipenuhi sukacita dan rasa syukur. Misinya telah selesai ketika dia memberi kesaksian bahwa Yesus adalah Anak Domba Allah – Seseorang yang sebelumnya tidak dikenalinya, yang Allah telah nyatakan kepada-Nya pada akhirnya: “Aku telah melihat Roh turun dari langit seperti merpati, dan Ia tinggal di atas-Nya” (Yoh 1:32).

Dengan menyebut Yesus sebagai “Anak Domba Allah”, Yohanes sebenarnya memenuhi sabda Allah dalam Kitab Suci yang berbicara mengenai sang Mesias sebagai seekor anak domba – lemah lembut dan rendah hati, namun pada saat yang sama kuat dan agung. Yesus adalah “anak domba yang dibawa yang dibawa ke pembantaian” (Yes 53:7), namun Ia juga “ditakdirkan” untuk memimpin umat Allah, membebaskan mereka dari para lawan mereka dan memerintah mereka. Kita dapat melihat imaji-ganda ini secara paling jelas dalam Kitab Wahyu di mana Yesus digambarkan sebagai “Singa dari suku Yehuda” yang telah berkemenangan, dan sebagai Anak Domba, hanya Dialah yang dapat membuka gulungan kitab penghakiman Allah (Why 5:5-14).

Dalam saat penuh berkat, Yohanes Pembaptis dimampukan untuk melihat Yesus tidak seperti sebelum-sebelumnya. Barangkali dalam masa Natal ini kita pun dapat mempunyai saat-saat penuh berkat seperti Yohanes Pembaptis. Seperti Yohanes Pembaptis, kita pun dapat menerima pernyataanj/perwahyuan ilahi yang akan menggetarkan hatri kita. Roh Kudus yang sama, yang telah memberdayakan Yesus dan membuka pikiran Yohanes Pembaptis berdiam dalam diri kita. Kita menerima Roh Kudus pada saat kita dibaptis. Nah, sekarang Roh Kudus ini menantikan kita untuk memanggil-Nya sebagai Guru dan Penghibur kita. Dalam doa kita hari ini, marilah kita mohon kepada Roh Kudus untuk menyatakan kepada kita lebih lagi tentang sang Anak Domba Allah yang memenuhi janji-janji Allah itu.

DOA: Bapa surgawi, terima kasih penuh syukur kami haturkan kepada-Mu karena Engkau telah mengutus Putera-Mu yang tunggal untuk menyerahkan hidup-Nya agar kami dapat mengenal dan mengalami kasih-Mu. Oleh Roh Kudus-Mu, terangilah kami agar dapat melihat kuat-kuasa dan keindahan Yesus sebagai Anak Domba Allah yang perkasa – dibantai namun memerintah dengan jaya sebagai Raja segala raja.

Catatan: Untuk mendalami Bacaan Pertama hari ini (1Yoh 2:29-3:6), bacalah tulisan yang berjudul “MENYUCIKAN DIRI SAMA SEPERTI DIA ADALAH SUCI” (bacaan untuk tanggal 3-1-12) dalam situs/blog PAX ET BONUM http://catatanseorangofs.wordpress.com; kategori: 12-01 PERMENUNGAN ALKITABIAH JANUARI 2012. 

Cilandak, 24 Desember 2011 

Sdr. F.X. Indrapradja, OFS

LURUSKANLAH JALAN TUHAN !!!

LURUSKANLAH JALAN TUHAN !!!

(Bacaan Injil Misa Kudus, Peringatan S. Basilius Agung & S. Gregrorius dr Nazianze, Uskup-Pujangga Gereja, Senin 2-1-12) 


Inilah kesaksian Yohanes ketika orang Yahudi dari Yerusalem mengutus beberapa imam dan orang-orang Lewi kepadanya untuk menanyakan dia, “Siapakah engkau?” Ia mengaku dan tidak berdusta, katanya, “Aku bukan Mesias.” Lalu mereka bertanya kepadanya, “Kalau begitu, siapa? Apakah engkau Elia?” Ia menjawab, “Bukan!” “Engkaukah nabi yang akan datang?” Ia pun menjawab, “Bukan!” Karena itu kata mereka kepadanya, “Siapakah engkau? Sebab kami harus memberi jawab kepada mereka yang mengutus kami. Apakah katamu tentang dirimu sendiri?” Jawabnya, “Akulah suara orang yang berseru-seru di padang gurun, ‘Luruskanlah jalan Tuhan!’ seperti yang telah dikatakan Nabi Yesaya.”

Di antara orang-orang yang diutus itu ada beberapa orang Farisi. Mereka bertanya kepadanya, “Kalau demikian, mengapa engkau membaptis, jikalau engkau bukan Mesias, bukan Elia, dan bukan nabi yang akan datang?” Yohanes menjawab mereka, “Aku membaptis dengan air; tetapi di tengah-tengah kamu berdiri Dia yang tidak kamu kenal, yaitu Dia, yang datang kemudian daripada aku. Membuka tali kasut-Nya pun aku tidak layak.”

Hal itu terjadi di Betania yang di seberang Sungai Yordan, tempat Yohanes membaptis. (Yoh 1:19-28)

Bacaan Pertama: 1Yoh 2:22-28; Mazmur Tanggapan: Mzm 98:1-4

Yohanes Pembaptis bukanlah orang biasa karena orang kudus ini memang sungguh luarbiasa. Dia menghayati hidup asketis di padang gurun, memakai jubah bulu unta dan ikat pinggang kulit, dan makanannya belalang dan madu hutan (lihat Mat 3:4). Isi pewartaannya melawan ketidakadilan dalam masyarakat yang ada pada waktu itu dan dia menyerukan pertobatan. Praktis bekerja seorang diri (tentunya dengan bantuan rahmat Allah), Yohanes Pembaptis menyebabkan timbulnya suatu kebangunan rohani yang menyentuh hati banyak orang, termasuk Raja Herodus Antipas sendiri, meskipun berlainan di ujung ceritanya (Mrk 6:17-20). Sementara orang-orang sederhana memuji-muji Yohanes sebagai seorang nabi, para pemuka agama di Yerusalem masih dihinggapi keraguan.

Siapakah sebenarnya sosok yang bernama Yohanes ini? Apakah dia Elia, yang dibawa ke surga dalam kereta khusus, yang akan datang kembali ke dunia untuk mempermaklumkan kedatangan sang Mesias (2Raj 2:11; Mal 4:5-6)? Ataukah dia nabi yang telah dinubuatkan dalam Ul 18:18, yang akan datang untuk menyampaikan segala perintah YHWH-Allah? Jangan-jangan ia ini memang Mesias itu sendiri! Ketika ditanyakan kepadanya, Yohanes memberi tanggapan, bahwa dirinya bukanlah semua itu, melainkan hanyalah “suara orang yang berseru-seru di padang gurun, ‘Luruskanlah jalan Tuhan!’” (Yoh 1:23).

Yohanes berkata kepada orang-orang itu bahwa dia hanya membaptis dengan air, sedangkan Dia yang akan memberikan Roh Kudus ada di tengah-tengah mereka, walaupun mereka tidak mengenali Dia (Yoh 1:26,33). Banyak orang pada masa itu sungguh merindukan Mesias dan menanti-nantikan penuh pengharapan akan hari pada waktu mana Dia akan dinyatakan. Akan tetapi, sayangnya ekspektasi mereka itu sudah terbentuk menurut pola pemikiran tertentu tentang “macam apa” Mesias itu, maka hanya sedikit orang saja yang dapat mengenali-Nya ketika sang Mesias benar-benar muncul di depan publik. Banyak orang Yahudi itu mengharapkan Mesias yang adalah seorang Raja perkasa yang akan mengakhiri penjajahan kekaisaran Romawi dan merestorasi Israel kepada kemuliaannya pada masa-masa sebelumnya. Akan tetapi, Yesus, berdiri di tengah-tengah mereka sebagai sang “Anak Domba Allah” yang dengan rendah hati akan menyerahkan diri-Nya kepada salib demi keselamatan umat manusia.

Bilamana kita berupaya untuk mengetahui tindakan Allah dalam kehidupan kita, sebenarnya apa yang sedang kita cari? Apakah kita membatasi cara-cara Allah untuk dapat bekerja, misalnya dengan berpikir bahwa dosa kita sudah terlalu besar atau iman kita terlalu lemah? Apakah kita “mengirim” orang lain – seperti yang dilakukan oleh Yohanes Pembaptis – untuk mengajukan pertanyaan-pertanyaan dan menimbang-nimbang gerakan Allah, berdasarkan asumsi bahwa Allah tidak akan menjawab pertanyaan-pertanyaan kita? Ingatlah, bahwa Allah telah merestorasikan kita kepada suatu hubungan peribadi dengan Allah. Sebagai Sang Pencipta, Allah ingin menyatakan diri-Nya kepada kita dalam keheningan doa, dalam kata-kata yang terdapat dalam Kitab Suci, dan dalam perayaan Ekaristi Kudus. Ia ingin berbicara kepada kita melalui orang-orang di sekeliling kita dan situasi-situasi kehidupan kita sehari-hari. Yesus tidak pernah berada jauh dari kita, karena Dia adalah Imanuel (Mat 1:23; 28:20). Yang kita perlukan adalah menyediakan waktu yang cukup setiap harinya untuk membuka hati kita bagi-Nya dan menantikan-Nya. Apabila kita melakukannya, maka Dia pun akan berbicara.

DOA: Tuhan Yesus, dengan ini aku menyerahkan kehidupanku ke dalam tangan-tangan-Mu. Tolonglah aku agar mampu memandang diriku sebagaimana Engkau memandang diriku.  Semoga Engkau semakin besar dalam diriku sehinga aku dapat menarik orang-orang lain kepada-Mu. Amin. 

Catatan: Untuk mendalami Bacaan Injil hari ini (Yoh 1:19-28), bacalah tulisan yang berjudul “TINGGALLAH DI DALAM KRISTUS” (bacaan untuk tanggal 1-1-12), dalam situs/blog PAX ET BONUM http://catatanseorangofs.wordpress.com; kategori: 12-01 PERMENUNGAN ALKITABIAH JANUARI 2012. 

Cilandak, 23 Desember 2011 

Sdr. F.X. Indrapradja, OFS

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

Join 122 other followers