KONFRONTASI DENGAN IBLIS

(Bacaan Injil Misa Kudus, HARI MINGGU PRAPASKAH I – 17 Februari 2013)

DIGODA IBLIS - 18Yesus, yang penuh dengan Roh Kudus, kembali dari Sungai Yordan, lalu dibawa oleh Roh Kudus ke padang gurun. Di situ empat puluh hari lamanya Ia dicobai Iblis. Selama hari-hari itu Ia tidak makan apa-apa dan setelah itu Ia lapar. Lalu berkatalah Iblis kepada-Nya, “Jika Engkau Anak Allah, suruhlah batu ini menjadi roti.” Jawab Yesus kepadanya, “Ada tertulis: Manusia hidup bukan dari roti saja.” Kemudian ia membawa Yesus ke suatu tempat yang tinggi dan dalam sekejap mata ia memperlihatkan kepada-Nya semua kerajaan dunia. Kata Iblis kepada-Nya, “Segala kuasa itu serta kemuliaannya akan kuberikan kepada-Mu, sebab semuanya itu telah diserahkan kepadaku dan aku memberikannya kepada siapa saja yang kukehendaki. Karena itu, jikalau Engkau menyembah aku, seluruhnya itu akan menjadi milik-Mu. Tetapi Yesus berkata kepadanya, “Ada tertulis: Engkau harus menyembah Tuhan, Allahmu, dan hanya kepada Dia sajalah engkau berbakti!” Kemudian ia membawa Yesus ke Yerusalem dan menempatkan Dia di puncak Bait Allah, lalu berkata kepada-Nya, “Jika Engkau Anak Allah, jatuhkanlah diri-Mu dari sini ke bawah, sebab ada tertulis: Mengenai Engkau, Ia akan memerintahkan malaikat-malaikat-Nya untuk melindungi Engkau, dan mereka akan menerima Engkau di atas tangannya, supaya kaki-Mu jangan terantuk kepada batu. Yesus menjawabnya, “Ada firman: Jangan engkau mencobai Tuhan, Allahmu!” Sesudah Iblis mengakhiri semua pencobaan itu, ia mundur dari hadapan-Nya dan menunggu saat yang baik. (Luk 4:1-13)

Bacaan Pertama: Ul 26:4-10; Mazmur Tanggapan: Mzm 91:1-2,10-15; Bacaan Kedua: Rm 10:8-13

Sebelum kedatangan Yesus ke dunia ini, tidak seorang pun – bahkan para nabi Allah yang paling dicintai – pernah berhasil dalam melawan semua godaan dan mengikuti perintah Tuhan dengan sempurna. Jadi, bagaimana Yesus berhasil sedangkan begitu banyak orang lain gagal? Memang mudah untuk berpikir tentang Yesus sebagai seorang yang istimewa karena Dia adalah Putera Allah, tetapi Kitab Suci mengatakan kepada kita bahwa Yesus sama seperti kita, hanya saja Ia tidak berbuat dosa (lihat Ibr 4:15).

Setelah Ia dibaptis oleh Yohanes di Sungai Yordan, Yesus dipimpin oleh Roh Kudus kepada suatu konfrontasi yang bersifat face-to-face dengan Iblis. Dalam ketaatan-Nya kepada Roh, Yesus sesungguhnya mengambil posisi ofensif melawan godaan, bukan menghindarinya. Di sini, di awal-awal pelayanan-Nya, Yesus menyerang kuasa Iblis dengan sabda Allah sendiri, “pedang Roh” (Ef 6:17). Selama empat puluh hari di padang gurun Yudea, Yesus tetap setia dan tabah, menggantungkan diri pada janji-janji Bapa semata.

Pikirkan sekarang bagaimana selama empat puluh hari puasa ini, Yesus menghidupkan kembali sejarah umat-Nya (Israel). Seperti para leluhur-Nya – yang berkelana selama empat puluh tahun di padang gurun – Yesus digoda untuk berelasi dengan Allah hanya dalam batas ukuran-ukuran kebutuhan manusia, atau samasekali membuang-Nya. Orang-orang Israel gagal, tetapi Yesus berhasil. Seperti ditulis sang pemazmur, Yesus “duduk dalam lindungan Yang Mahatinggi” dan Tuhan adalah “tempat perlindungan-Nya dan kubu pertahanan-Nya” (Mzm 91:1-2).

Syukur kepada Allah bahwa Yesus telah datang! Dia telah menjungkir-balikkan pola kemanusiaan yang penuh dosa, membebaskan kita dari ikatan dosa dan maut! Hari ini, karena Yesus, kita dapat mengetahui kemenangan yang sama, yang diketahui-Nya. Karena kita telah menerima Roh-Nya, kita dapat menghadapi masa-masa godaan dengan sabar, menggantungkan diri pada kuasa Allah dalam diri kita. Kalaupun kita gagal, kita memiliki anugerah pertobatan yang sangat berharga, yang langsung memperbaiki hubungan kita dengan Allah, serta kasih-Nya dan perlindungan-Nya. Dengan meneladan kerendahan hati Yesus dan kepercayaan-Nya pada Bapa, kita dapat belajar berdiri tegak pada saat-saat menghadapi godaan dan mengambil bagian dalam kemenangan-Nya.

DOA: Roh Kudus, penuhi diri kami dengan kuasa-Mu dan sabda-Mu sehingga kami dapat melawan godaan. Buatlah kami semakin seperti Yesus, anak-anak taat yang menyenangkan Bapa surgawi mereka. Amin.

Catatan: Untuk mendalami Bacaan Kedua (Rm 10:8-13), bacalah tulisan yang berjudul “MARILAH KITA BERSERU KEPADA NAMA YESUS” (bacaan tanggal 17-2-13) dalam situs/blog PAX ET BONUM http://catatanseorangofs.wordpress.com; kategori: 13-02 PERMENUNGAN ALKITABIAH FEBRUARI 2013.

Cilandak, 23 Januari 2013 [HARI KEENAM PEKAN DOA SEDUNIA]

Sdr. F.X. Indrapradja, OFS