Posts tagged ‘MUKJIZAT & PENYEMBUHAN’

BERSERULAH KEPADA-NYA !!!

BERSERULAH KEPADA-NYA !!!

(Bacaan Injil Misa Kudus, Hari Biasa Pekan Biasa III – Sabtu, 1 Februari 2014)

CHRIST STILLS THE TEMPESTPada hari itu, menjelang malam, Yesus berkata kepada mereka, “Marilah kita bertolak ke seberang.” Mereka meninggalkan orang banyak itu lalu bertolak dan membawa Yesus beserta dengan mereka dalam perahu di mana Yesus telah duduk dan perahu-perahu lain juga menyertai Dia. Lalu mengamuklah topan yang sangat dahsyat dan ombak menyembur masuk ke dalam perahu, sehingga perahu itu mulai penuh dengan air. Pada waktu itu Yesus sedang tidur di buritan memakai bantal. Lalu murid-murid-Nya membangunkan Dia dan berkata kepada-Nya, “Guru, tidak pedulikah Engkau kalau kita binasa? Ia pun bangun, membentak angin itu dan berkata kepada danau itu, “Diam! Tenanglah!” Lalu angin itu reda dan danau itu menjadi teduh sekali. Lalu Ia berkata kepada mereka, “Mengapa kamu begitu takut? Mengapa kamu tidak percaya?” Mereka menjadi sangat takut dan berkata seorang kepada yang lain, “Siapa sebenarnya orang ini, sehingga angin dan danau pun taat kepada-Nya?” (Mrk 4:35-41)

Bacaan Pertama: 2Sam 12:1-7a,11-17l Mazmur Tanggapan: Mzm 51:12-17

“Guru, tidak pedulikah Engkau kalau kita binasa?” (Mrk 4:38).

Teriakan para murid karena ketakutan dan frustrasi sebenarnya menggemakan teriakan kita kepada Tuhan Yesus manakala situasi-situasi dalam kehidupan kita menggoncang iman kita. Namun sekarang, seperti juga pada saat terjadinya peristiwa yang diceritakan dalam Injil di atas, berbagai krisis sebenarnya memberikan kesempatan bagi kita untuk bertumbuh dalam rasa percaya kita kepada Tuhan Yesus selagi kita menyaksikan Dia bekerja dalam kehidupan kita. Memang kita sekali-kali dapat merasakan kesedihan mendalam, namun kita tidak pernah boleh melupakan fakta bahwa Yesus adalah Imanuel, Allah yang senantiasa menyertai kita.

Pengalaman-pengalaman para murid di tengah danau menunjukkan kepada kita bahwa Yesus menjunjung tinggi komitmen-Nya sebagai Tuhan (Kyrios) dan Juruselamat kita. Barangkali kita baru saja kehilangan seseorang yang sangat kita kasihi. Barangkali impian kita yang begitu lama tiba-tiba menjadi berantakan. Kita semua mengalami sakitnya patah hati dan setiap hari menghadapi berbagai tantangan hidup dalam dunia yang penuh kedosaan ini. Kadang-kadang rasa sakit kita begitu intens sehingga menutupi kasih besar dari Allah bagi kita. Kita dapat merasa ditinggalkan oleh-Nya dan merasa heran mengapa Yesus meninggalkan kita justru pada saat-saat kita sangat membutuhkan pertolongan-Nya.

Namun ini bukanlah apa yang dimaksudkan oleh Allah bagi kita. Bapa surgawi ingin menunjukkan kepada kita bahwa Dia ada bersama kita setiap saat, bahkan ketika angin topan dan ombak kehidupan sedang mengamuk dengan dahsyat dan sangat mengancam keberadaan kita. Melalui sakit kita, kelemahan kita, kekhawatiran dan keputus-asaan kita, Yesus ingin mengajar kita untuk mengandalkan diri kepada-Nya secara lebih total-lengkap lagi. Saat-saat penderitaan dan sakit adalah saat-saat di mana Allah menunjukkan kepada kita kasih-Nya kepada kita yang sejati dan bersifat mengikat.

Apabila anda merasakan kesepian, putus-asa, maka berserulah kepada Allah. Percayalah bahwa Dia akan menghibur anda dan menolong anda mengatasi kesulitan-kesulitan anda. Mohonlah kepada Roh Kudus untuk menghibur dan menyemangati anda setiap hari. Dia akan mengangkat diri anda dengan cara-cara yang tidak pernah anda harapkan. Kesampingkanlah masalah-masalah anda untuk waktu yang cukup lama agar anda dapat sepenuhnya memusatkan perhatian pada Tuhan selagi anda membawa berbagai masalah dan kebutuhan anda kepada-Nya. Dia adalah Tuhan yang berdaulat atas segenap ciptaan dan satu-satunya Allah bagi hidup anda. Apabila terjadi sesuatu yang menyakitkan hati, janganlah hal itu sampai memenjarakan kita sehingga kita tidak dapat berbuat apa-apa. Selagi anda menaruh rasa percaya anda kepada Yesus, maka kita pun akan dihibur menyaksikan bahwa Dia tidak pernah memungkiri janji-Nya kepada siapa pun dan Ia tidak pernah meninggalkan seorang pun.

DOA: Tuhan Yesus, Engkaulah andalanku. Aku menaruh segala sesuatu ke dalam tangan-tangan kasih-Mu. Berdirilah di sampingku, ya Yesus, selagi aku menghadapi kesulitan-kesulitan dan mengalami kepedihan. Aku sepenuhnya menaruh pengharapanku dalam diri-Mu, ya Yesus, karena aku mengetahui bahwa kasih-Mu kepadaku cukuplah untuk menolong aku keluar dari badai kehidupanku. Amin.

Catatan: Untuk mendalami Bacaan Injil hari ini (Mrk 4:35-41), bacalah tulisan dengan judul “GURU, TIDAK PEDULIKAH ENGKAU?” (bacaan tanggal 1-1-14), dalam situs/blog SANG SABDA http://sangsabda.wordpress.com; 14-02 BACAAN HARIAN JANUARI 2014.

Cilandak, 29 Januari 2014

Sdr. F.X. Indrapradja, OFS

APAKAH KITA SEPERTI ORANG BANYAK ITU?

APAKAH KITA SEPERTI ORANG BANYAK ITU?

(Bacaan Injil Misa Kudus, Hari Biasa Pekan Biasa II – Kamis, 23 Januari 2014)

HARI KEENAM PEKAN DOA SEDUNIA UNTUK PERSATUAN UMAT KRISTIANI

YESUS MENYEMBUHKANKemudian Yesus dengan murid-murid-Nya menyingkir ke danau, dan banyak orang dari Galilea mengikuti-Nya, juga dari Yudea, dari Yerusalem, dari Idumea, dari seberang Yordan, dan dari daerah Tirus dan Sidon. Mereka semua datang kepada-Nya, karena mendengar segala hal yang dilakukan-Nya. Ia menyuruh murid-murid-Nya menyediakan sebuah perahu bagi-Nya karena orang banyak itu, supaya mereka jangan sampai menghimpit-Nya. Sebab Ia menyembuhkan banyak orang, sehingga semua penderita penyakit berdesak-desakan kepada-Nya hendak menyentuh-Nya. Setiap kali roh-roh jahat melihat Dia, mereka sujud di hadapan-Nya dan berteriak, “Engkaulah Anak Allah.” Tetapi Ia dengan keras melarang mereka memberitahukan siapa Dia. (Mrk 3:7-12)

Bacaan Pertama: 1Sam 18:6-9;19:1-7; Mazmur Tanggapan: Mzm 56:2-3,9-13

Di tengah cerita-cerita yang dipenuhi dengan tindakan-tindakan nyata yang menunjukkan siapa Yesus itu sebenarnya dan juga apa arti menjadi murid-Nya, Markus berhenti sejenak untuk memberikan waktu bagi para pembacanya untuk melakukan permenungan. Ia menggunakan kesempatan ini untuk meringkas apa yang telah dikatakannya sampai saat itu tentang Yesus, kedaulatan-Nya, kuasa-Nya atas roh-roh jahat, dan identitas-Nya sebagai Putera Allah. Ia ingin menunjukkan bahwa Yesus itu Pribadi yang menarik dan tetap begitu menarik, sehingga sampai menarik banyak orang dari segala penjuru untuk mengikuti-Nya.

Yesus tidak dapat pergi ke mana pun tanpa diikuti orang banyak. Apa yang dapat dilakukan Yesus adalah meninggalkan rumah ibadat (sinagoga) dan pergi menuju danau bersama para murid-Nya, dan benar saja …… orang banyak datang berkumpul di sekeliling diri-Nya, dan mereka datang dari mana-mana, malah dari beberapa tempat yang tempat yang letaknya jauh. Mereka melakukan perjalanan sekian ratus kilometer jauhnya karena mereka telah mendengar tentang segala mukjizat dan penyembuhan yang dilakukan oleh Yesus. Mereka semua ingin agar Yesus menyentuh mereka. Mereka tidak dapat berlama-lama menunggu agar dapat berada dekat dengan Yesus. Rasa haus dan lapar mereka akan kasih Allah begitu intens sehingga bagaimana pun juga mereka harus berada bersama-Nya.

YESUS MENGAJAR DARI ATAS PERAHUSekarang marilah kita bertanya kepada diri kita masing-masing. Apakah kita memiliki rasa haus dan lapar akan Allah seperti orang banyak pada zaman Yesus itu? Apakah kita merasa rindu untuk mengenal kasih-Nya dan kehadiran-Nya sedemikian sehingga kita tidak akan memperkenankan apa dan siapa pun menghalang-halangi diri kita untuk datang kepada Yesus? Marilah kita bertekad bulat untuk tidak memperkenankan berbagai penghalang seperti rasa tak pantas atau gagal yang merintangi kita untuk dapat datang kepada-Nya. Marilah kita mengambil orang banyak dalam bacaan Injil sebagai contoh dan terus berupaya agar kita dapat semakin dekat dengan Yesus. Santo Paulus menulis, “… aku yakin bahwa baik maut, maupun hidup, baik malaikat-malaikat, maupun pemerintah-pemerintah, baik yang ada sekarang, maupun yang akan datang, atau kuasa-kuasa, baik yang di atas, maupun yang di bawah, ataupun sesuatu makhluk lain, tidak akan dapat memisahkan kita dari kasih Allah, yang ada dalam Kiristus Yesus, Tuhan kita” (Rm 8:38-39).

Karena kita mempunyai “seorang” Allah yang sangat mengasihi kita, yang tidak akan pernah meninggalkan atau membuang kita, marilah kita pergi kepada-Nya dengan hati yang terbuka lebar-lebar untuk menerima apa saja yang diberikan oleh-Nya. Allah rindu untuk memberikan kepada kita masing-masing setiap berkat dan rahmat-Nya. Dia rindu untuk menarik orang-orang dari keempat penjuru dunia, untuk membawa mereka menghadap hadirat-Nya dan memberkati mereka dengan kasih-Nya yang tanpa batas.

DOA: Tuhan Yesus, kami tidak menginginkan apa pun kecuali Engkau sendiri. Tidak ada sesuatu pun lainnya yang dapat memuaskan hasrat hati kami. Tuhan, ajarlah kami agar dapat semakin dekat dengan diri-Mu, supaya dapat menerima kasih-Mu dan kuat-kuasa penyembuhan-Mu dalam hidup kami. Tuhan, peganglah kami erat-erat agar kami dapat terus berada di dekat hati-Mu. Amin.

Catatan: Untuk mendalami Bacaan Pertama hari ini (1Sam 18:6-9;19:1-7), bacalah tulisan yang berjudul “KECEMBURUAN ADALAH SUATU PENCERMINAN KETIDAKPERCAYAAN KEPADA ALLAH” (bacaan untuk tanggal 23-1-14), dalam situs/blog PAX ET BONUM http://catatanseorangofs.wordpress.com; 14-01 PERMENUNGAN ALKITABIAH JANUARI 2014.

Cilandak, 21 Januari 2014[Peringatan S. Agnes, Perawan-Martir]

Sdr. F.X. Indrapradja, OFS

JANGANLAH KITA MEMATUHI PERATURAN AGAMA TANPA KASIH

JANGANLAH KITA MEMATUHI PERATURAN AGAMA TANPA KASIH

(Bacaan Injil Misa Kudus, Hari Biasa Pekan Biasa II – Rabu, 22 Januari 2014)

HARI KELIMA PEKAN DOA SEDUNIA UNTUK PERSATUAN UMAT KRISTIANI

YESUS -1MENYEMBUHKAN ORANG YANG MATI TANGAN KANANNYAKemudian Yesus masuk lagi ke rumah ibadat. Di situ ada seorang yang tangannya mati sebelah. Mereka mengamat-amati Yesus, kalau-kalau Ia menyembuhkan orang itu pada hari Sabat, supaya mereka dapat mempersalahkan Dia. Kata Yesus kepada orang yang tangannya mati sebelah itu, “Mari, berdirilah di tengah!” Kemudian kata-Nya kepada mereka, “Manakah yang diperbolehkan pada hari Sabat, berbuat baik atau berbuat jahat, menyelamatkan nyawa orang atau membunuhnya?” Tetapi mereka diam saja. Ia sangat berduka karena kekerasan hati mereka dan dengan marah Ia memandang orang-orang di sekeliling-Nya lalu Ia berkata kepada orang itu, “Ulurkanlah tanganmu!” Orang itu mengulurkannya, maka sembuhlah tangannya itu. Lalu keluarlah orang-orang Farisi dan segera membuat rencana bersama para pendukung Herodes untuk membunuh Dia. (Mrk 3:1-6)

Bacaan Pertama: 1Sam 17:32-33,37,40-51; Mazmur Tanggapan: Mzm 144:1-2,9-10

Allah memerintahkan orang-orang Yahudi untuk mengingat dan menguduskan hari
Sabat (Kel 20:8). Untuk menguduskan hari Sabat sesuai perintah Allah itu, orang-orang Yahudi menyusun suatu sistem hukum guna melindungi kesuciannya. Melakukan peraturan tentang hari Sabat penting karena hal itu membedakan mereka dengan bangsa-bangsa lain di dunia.

Yesus menguatkan klaim-Nya sebagai Tuhan (Kyrios) atas hari Sabat (Mrk 2:28) pada saat Ia menyembuhkan seorang yang mati satu tangannya. Yesus mengetahui bahwa orang-orang Farisi berharap akan menjebak diri-Nya sebagai seseorang yang melanggar hukum Sabat jikalau Ia menyembuhkan orang itu. Oleh karena itu Yesus mengkonfrontir orang-orang Farisi itu dengan bertanya: “Manakah yang diperbolehkan pada hari Sabat, berbuat baik atau berbuat jahat, menyelamatkan nyawa orang atau membunuhnya?” (Mrk 3:4). Ketika Yesus menyembuhkan orang itu, orang-orang Farisi secara murni legalistis memandang tindakan-Nya sebagai “kejahatan” karena Yesus telah membuat “profan” hari Sabat yang yang semestinya “sakral”, dengan melanggar hukum yang melarang penyembuhan pada hari Sabat, kecuali untuk menyelamatkan nyawa seseorang. Di sisi lain, orang-orang Farisi itu memandang tindakan-tindakan mereka untuk menghancurkan Yesus sebagai hal yang “baik”, karena Yesus merupakan ancaman terhadap pemahaman mereka akan Allah.

Yesus adalah pemenuhan janji-janji Allah, yang menghantar kita ke dalam Kerajaan Allah. Bapa surgawi memberikan kuasa kepada Yesus untuk menyembuhkan, mengajar, dan mengampuni dosa-dosa. Karena Yesus itu memiliki belarasa dan belas kasih (Mrk 3:4-5), Yesus menempatkan martabat dan nilai manusia di atas hukum Sabat. Dalam menyembuhkan orang itu, Yesus menyatakan diri-Nya sendiri sebagai pemberi kehidupan yang sejati – sang Mesias, Putera Allah. Cerita penyembuhan orang lumpuh yang diturunkan dari atas atap rumah (Mrk 2:1-12), panggilan Lewi (Mrk 2:13-17), pertanyaan mengenai puasa (Mrk 2:18-22), dan isu mengenai bekerja di hari Sabat (Mrk 2:23-28), semua menunjuk kepada Yesus sebagai Mesias dari Allah yang menghantar kita menuju Kerajaan Allah.

Karena Yesus memiliki hasrat mendalam agar semua orang mengalami penyelamatan-Nya, maka penolakan orang-orang Farisi atas dirinya sungguh membuat diri-Nya sedih. Jika kita memilih untuk percaya kepada ide-ide kita sendiri dan bukannya percaya kepada kebenaran tentang siapa Yesus ini, maka kita pun membuat hati Yesus sedih. Sebagai seorang gembala yang baik, Yesus sungguh sedih apabila ada domba-Nya yang mengabaikan panggilan-Nya dan berjalan semaunya sendiri. Yesus sungguh menyadari bahwa si Jahat – layaknya seekor serigala – senantiasa menunggu kesempatan untuk menerkam dan mencerai-beraikan domba-domba gembalaan. Dengan wafat di kayu salib dan bangkit dari antara orang mati, Yesus memberikan hidup-Nya agar kita “mempunyai hidup, dan mempunyainya dengan berlimpah-limpah” (Yoh 10:10).

DOA: Yesus, Engkau adalah Tuhan dan Juruselamat kami. Lewat bimbingan Roh Kudus-Mu, buatlah agar kami senantiasa mematuhi hukum kasih-Mu sepanjang hidup kami. Terpujilah nama-Mu yang kudus, sekarang dan selama-lamanya. Amin.

Catatan: Untuk mendalami Bacaan Pertama hari ini (1Sam 17:32-33,37,40-51), bacalah tulisan dengan judul “BELAJAR DARI CERITA ‘DAUD VS GOLIAT’” (bacaan untuk tanggal 22-1-14), dalam situs/blog PAX ET BONUM http://catatanseorangofs.wordpress.com; 14-01 PERMENUNGAN ALKITABIAH JANUARI 2014.

Cilandak, 20 Januari 2014 [Peringatan S. Yohanes Pembaptis dr Triquerie, Imam-Martir]

Sdr. F.X. Indrapradja, OFS

YESUS MEMANG MEMPUNYAI KUASA UNTUK MENGAMPUNI DOSA

YESUS MEMANG MEMPUNYAI KUASA UNTUK MENGAMPUNI DOSA

(Bacaan Pertama Misa Kudus, Peringatan S. Antonius, Abas – Jumat, 17 Januari 2014)

YESUS MENYEMBUHKAN - ORANG LUMPUH YANG DI TURUNKAN DARI LOTENGKemudian, sesudah lewat beberapa hari, waktu Yesus datang lagi ke Kapernaum, tersebarlah kabar bahwa Ia ada di rumah. Lalu datanglah orang-orang berkerumun sehingga tidak ada lagi tempat, bahkan di depan pintu pun tidak. Sementara Ia memberitakan firman kepada mereka, ada orang-orang datang membawa kepada-Nya seorang lumpuh, digotong oleh empat orang. Tetapi mereka tidak dapat membawanya kepada-Nya karena orang banyak itu, lalu mereka membuka atap di atas Yesus; sesudah terbuka mereka menurunkan tikar, tempat orang lumpuh itu terbaring. Ketika Yesus melihat iman mereka berkatalah Ia kepada orang lumpuh itu, “Hai anak-Ku, dosa-dosamu sudah diampuni!” Tetapi beberapa ahli Taurat sedang duduk di situ, dan mereka berpikir dalam hatinya, “Mengapa orang ini berkata begitu? Ia menghujat Allah. Siapa yang dapat mengampuni dosa selain Allah sendiri?” Tetapi Yesus segera mengetahui dalam hati-Nya bahwa mereka berpikir demikian, lalu Ia berkata kepada mereka, “Mengapa kamu berpikir begitu dalam hatimu? Manakah yang lebih mudah, mengatakan kepada orang lumpuh ini: Dosa-dosamu sudah diampuni, atau mengatakan: Bangunlah, angkatlah tikarmu dan berjalanlah? Tetapi supaya kamu tahu bahwa Anak Manusia berkuasa mengampuni dosa di bumi ini” – berkatalah Ia kepada orang lumpuh itu –, “Kepadamu Kukatakan, bangunlah, angkatlah tikarmu dan pulanglah ke rumahmu!” Orang itu pun bangun, segera mengangkat tikarnya dan pergi ke luar dari hadapan orang-orang itu, sehingga mereka semua takjub lalu memuliakan Allah, katanya, “Yang begini belum pernah kita lihat.” (Mrk 2:1-12)

Bacaan pertama: 1Sam 8:4-7,10-22a; Mazmur Tanggapan: Mzm 89:16-19<a

Narasi Injil yang cukup dramatis ini adalah mengenai bagaimana Yesus menyembuhkan seorang lumpuh yang diturunkan dari atap rumah oleh empat orang yang membawanya ke tempat itu. Cerita tentang penyembuhan orang lumpuh ini adalah yang pertama dari lima cerita konflik dalam Injil Markus (2:1-3:6), yang menyoroti perlawanan para pemuka agama Yahudi terhadap pernyataan siapa diri Yesus itu. Dengan berpegang teguh pada ide-ide kuno mereka sendiri, para ahli Taurat dan orang Farisi gagal mengalami bela rasa dan kasih Allah yang dimanifestasikan dalam diri Yesus.

Ada beberapa pokok konflik yang muncul antara Yesus dan para pemimpin agama Yahudi selama berlangsungnya proses penyembuhan. Yang pertama terjadi ketika Yesus mendeklarasikan bahwa dosa-dosa orang itu diampuni (Mrk 2:5). Dalam Perjanjian Lama, kuasa untuk mengampuni dosa hanya milik Allah saja (Kel 34:6-7; Yes 43:25). Lalu Yesus menyebut diri-Nya sebagai “Anak Manusia” yang memiliki kuasa untuk mengampuni dosa (Mrk 2:10). Tradisi Yahudi pada waktu itu memahami bahwa yang dimaksudkan dengan “anak manusia” (Dan 7:13-14) mengacu kepada sang Mesias yang akan membawa umat ke dalam Kerajaan Allah. Yesus mengidentifikasikan diri-Nya dengan tokoh mesianis ini untuk mulai menyatakan diri-Nya dan mempersiapkan umat bagi pekerjaan yang akan dilaksanakan-Nya melalui sengsara, wafat dan kebangkitan-Nya.

Tanggapan umat yang hadir terhadap peristiwa penyembuhan orang lumpuh ini merupakan sebuah kontras yang tajam terhadap ketakutan yang melumpuhkan dari para ahli Taurat (Mrk 2:7). Orang banyak takjub dan memuliakan Allah, sambil berkata: “Yang begini belum pernah kita lihat” (Mrk 2:12). Mereka memberi tanggapan positif terhadap kebaikan dan belas kasih Allah. Kiranya tidak sedikit dari orang banyak itu kemudian menjadi murid-murid Yesus.

Sekarang pertanyaannya adalah, mengapa orang banyak dapat mengenali siapa Yesus itu, sementara para pemimpin agama Yahudi buta sehingga tidak mampu melihat siapa sebenarnya Yesus? Jawabnya terletak pada iman mereka. Yesus melihat iman dari mereka yang membawa orang lumpuh dan juga iman si lumpuh sendiri (Mrk 2:5). Walaupun kuat-kuasa dan belas kasih Yesus begitu terlihat oleh mereka yang percaya (beriman), ketidak-percayaan telah membutakan mata (terutama mata hati) para pemuka agama Yahudi tersebut. Para pemuka agama Yahudi itu tidak mau mengubah mindset mereka, juga tidak mempunyai keberanian untuk keluar dari comfort zone mereka. Bukankah implisit dalam pengertian apa iman itu, terdapat unsur-unsur keberanian dan perubahan diri?

DOA: Tuhan Yesus, oleh kuasa Roh Kudus-Mu, bukalah mata kami agar mampu melihat karya-Mu dengan lebih jelas dalam hidup kami. Sembuhkanlah kami dari berbagai cara berpikir kami yang membatasi – bahkan menghalangi – pemahaman kami tentang rencana penyelamatan Bapa surgawi atas segenap umat manusia. Amin.

Catatan: Untuk mendalami Bacaan Pertama hari ini (1Sam 8:4-7,10-22a), bacalah tulisan yang berjudul “JANGANLAH ‘NGOTOT’ DENGAN IDE-IDE KITA SENDIRI” (bacaan tanggal 17-1-14) dalam situs/blog PAX ET BONUM http://catatanseorangofs.wordpress.com; kategori: 14-01 PERMENUNGAN ALKITABIAH JANUARI 2014.

Cilandak, 16 Januari 2014 [Peringatan S. Berardus, Imam dkk., Protomartir Fransiskan]

Sdr. F.X. Indrapradja, OFS

YESUS MENYEMBUHKAN SEORANG KUSTA

YESUS MENYEMBUHKAN SEORANG KUSTA

(Bacaan Pertama Misa Kudus, Hari Biasa Pekan Biasa I – Kamis, 16 Januari 2014)

Keluarga Fransiskan: Peringatan S. Berardus, Imam dkk., Protomartir Fransiskan

Jesus_heals_leper_1140-152Seseorang yang sakit kusta datang kepada Yesus, dan sambil berlutut di hadapan-Nya ia memohon bantuan-Nya, katanya, “Kalau Engkau mau, Engkau dapat menyembuhkan aku.” Lalu tergeraklah hati-Nya oleh belas kasihan. Ia mengulurkan tangan-Nya, menyentuh orang itu dan berkata kepadanya, “Aku mau, jadilah engkau tahir.” Seketika itu juga lenyaplah penyakit kusta orang itu dan ia sembuh. Segera Ia menyuruh orang ini pergi dengan peringatan keras, “Ingat, jangan katakan sesuatu kepada siapa pun juga, tetapi pergilah, perlihatkanlah dirimu kepada imam dan persembahkanlah untuk upacara penyucianmu persembahan, yang diperintahkan oleh Musa, sebagai bukti bagi mereka.” Tetapi orang itu pergi memberitakan peristiwa itu serta menyebarkannya ke mana-mana, sehingga Yesus tidak dapat lagi terang-terangan masuk ke dalam kota. Ia tinggal di luar di tempat-tempat yang terpencil; namun orang terus juga datang kepada-Nya dari segala penjuru. (Mrk 1:40-45)

Bacaan Pertama: 1Sam 4:1-11; Mazmur Tanggapan: Mzm 44:10-11,14-15,24-25

Kapernaum adalah sebuah kota kecil yang terletak di pantai Laut (Danau) Galilea. Seperti diceritakan dalam Injil Markus, di sana Yesus mengajar pada hari Sabat, mengusir roh-roh jahat dari seorang laki-laki di sinagoga (rumah ibadat), bahkan Ia juga menyembuhkan begitu banyak orang sakit yang mencari Dia di rumah Petrus (Mrk 1:21-34). Hari itu adalah satu hari yang tidak akan terlupakan oleh penduduk Kapernaum, karena pada hari itu kota kecil Kapernaum dapat dicari dalam peta.

Pada waktu Yesus melayani di depan publik, Kapernaum hanyak sebuah kampung nelayan yang tidak ramai. Apa yang akan terjadi jika Yesus ke luar dari “kandang”-Nya di Nazaret dan kemudian berkiprah di tempat-tempat lain? Sama saja – itulah yang terjadi. Sejak awal Injil Markus, kita membaca tentang otoritas Yesus untuk menyembuhkan segala sakit penyakit, dan betapa banyak orang yang menjadi percaya kepada misi-Nya. Pada kenyataannya, begitu banyak orang datang mencari Yesus, sehingga Yesus tidak mampu untuk bergerak dengan bebas dari kota ke kota (Mrk 1:45).

Nah, peristiwa yang menandai permulaan dari pelayanan Yesus yang lebih luas adalah penyembuhan seorang kusta (Mrk 1:40 dsj.). Aspek pertama dari peristiwa ini adalah bahwa kita harus mengenali belarasa Yesus terhadap orang kusta ini. Seorang yang menderita penyakit kusta mempunyai kondisi kulit yang melarang kehadirannya di area-area publik. Ketika orang kusta yang satu ini melanggar peraturan yang berlaku dan muncul di depan Yesus, sang “Dokter Agung” malah menanggapi hal tersebut dengan menyentuh kulit orang itu, artinya Yesus membuat diri-Nya menjadi tidak bersih/tahir di mata hukum yang berlaku. Penyembuhan ini memberi tanda kepada orang banyak tentang kuat-kuasa ilahi yang dimiliki Yesus, namun kemauan-Nya untuk menyentuh orang ini merupakan suatu tanda tentang cintakasih dan belarasa-Nya yang demikian besar.

Akhir kejadian itu terasa sedikit aneh. Atas dasar alasan tertentu, Yesus mengatakan kepada orang itu untuk tidak menceritakan kepada siapa-siapa tentang kesembuhannya, jadi sebagai suatu kerahasiaan, namun orang itu tidak mematuhinya (Mrk 1:43-44). Para pakar Kitab Suci paling sedikit mengemukakan tiga penjelasan yang berbeda-beda untuk hal ini. Yang pertama adalah tafsir yang mengatakan bahwa orang kusta yang telah disembuhkan itu langsung saja tidak mematuhi sabda Yesus. Yang kedua adalah tafsir yang mengatakan bahwa yang dimaksudkan dengan “dia” (dalam teks bahasa Indonesia dikatakan “orang itu”) yang pergi memberitakan peristiwa itu serta menyebarkannya ke mana-mana, adalah Yesus sendiri, bukan si kusta (Mrk 1:45). Skenario ketiga adalah bahwa Yesus meminta agar orang kusta itu tidak mengungkapkan sarana yang digunakan untuk menyembuhkan dirinya, karena Yesus mengetahui benar bahwa mukjizat itu dengan sendirinya akan menjadi pengetahuan publik.

Bagaimana pun kita mau membaca cerita penyembuhan orang kusta ini atau apa pun tafsir kita, mukjizat-mukjizat Yesus menuntut kita untuk mematuhi kata-kata-Nya secara serius. Kerajaan Allah menerobos masuk ke dalam dunia dalam diri Yesus. Oleh karena itu, marilah kita senantiasa menanggapi perintah Yesus dengan kesetiaan, apakah kata-kata itu berbunyi “Pergilah, perlihatkanlah dirimu ……” (Mrk 1:44) atau “Pergilah ke seluruh dunia, beritakanlah Injil kepada segala makhluk” (Mrk 16:15).

DOA: Bapa surgawi, ajarlah aku melakukan kehendak-Mu, sebab Engkaulah Allahku! Kiranya Roh-Mu yang baik itu menuntun aku (Mam 143:10). Terpujilah nama-Mu selalu! Anin.

Catatan: Untuk mendalami Bacaan Injil hari ini (Mrk 1:40-45), bacalah tulisan yang berjudul “RAHASIA MESIANIS DAN KETEGANGAN-KETEGANGAN” (bacaan tanggal 16-1-14) dalam situs/blog PAX ET BONUM http://catatanseorangofs.wordpress.com; kategori: 14-01 PERMENUNGAN ALKITABIAH JANUARI 2014.

Cilandak, 14 Januari 2014 [Peringatan B. Odorikus dr Pordenone, Imam]

Sdr. F.X. Indrapradja, OFS

YESUS DATANG UNTUK MEMBAWA KESELAMATAN

YESUS DATANG UNTUK MEMBAWA KESELAMATAN

(Bacaan Injil Misa Kudus, Hari Biasa Pekan Biasa I – Rabu, 15 Januari 2014

JESUS HEALS THE SICK - 001Sekeluarnya dari rumah ibadat itu Yesus bersama Yakobus dan Yohanes pergi ke rumah Simon dan Andreas. Ibu mertua Simon terbaring karena sakit demam. Mereka segera memberitahukan keadaannya kepada Yesus. Ia pergi ke tempat perempuan itu, dan sambil memegang tangannya Ia membangunkan dia, lalu lenyaplah demamnya. Kemudian perempuan itu melayani mereka. Menjelang malam, sesudah matahari terbenam, dibawalah kepada Yesus semua orang yang menderita sakit dan yang kerasukan setan. Seluruh penduduk kota itu pun berkerumun di depan pintu. Ia menyembuhkan banyak orang yang menderita bermacam-macam penyakit dan mengusir banyak setan; Ia tidak memperbolehkan setan-setan itu berbicara, sebab mereka mengenal Dia.
Pagi-pagi benar, waktu hari masih gelap, Ia bangun dan pergi ke luar. Ia pergi ke tempat yang terpencil dan berdoa di sana. Tetapi Simon dan kawan-kawannya mencari-cari Dia. Ketika mereka menemukan-Nya, mereka berkata kepada-Nya, “Semua orang mencari Engkau.” Jawab-Nya, “Marilah kita pergi ke tempat lain, ke kota-kota sekitar ini, supaya di sana juga Aku memberitakan Injil, karena untuk itu Aku telah datang.” Lalu pergilah Ia ke seluruh Galilea memberitakan Injil dalam rumah-rumah ibadat mereka dan mengusir setan-setan. (Mrk 1:29-39)

Bacaan Pertama: 1Sam 3:1-10,19-20; Mazmur Tanggapan: Mzm 40:2,5,7-10

Kapernaum yang terletak di pinggir danau mempunyai banyak pengalaman yang berkaitan dengan sakit-penyakit dan ketiadaan pengharapan yang menghimpit umat manusia. Pada suatu hari, Yesus sampai di kota pantai itu dan memproklamasikan kedatangan Kerajaan Allah. Lewat tindakan-tindakan-Nya dan kata-kata yang diucapkan-Nya, Yesus membuat kehadiran Kerajaan Allah (=Allah yang meraja) menjadi kelihatan dan kuasa-Nya menyadi nyata. Otoritas menentukan yang dipakai oleh Yesus untuk menyembuhkan orang sakit dan mengusir roh-roh jahat memperagakan belas kasihan Allah yang tak terhingga besarnya. Inilah saat-saat yang menandai terbitnya suatu era baru menyangkut penyelamatan dan keselamatan umat manusia. Pernyataan ilahi yang menyangkut keselamatan ini mengambil tempat dalam konteks kebutuhan umat manusia. Bagi anak manusia yang menanggapi semua ini dengan iman, maka Kerajaan Allah menjadi suatu pengalaman pribadi yang secara sekilas memberi gambaran dari transformasi mulia dari segala ciptaan dalam kepenuhan waktu.

THE MOTHER IN LAW OF PETER WAS HEALEDPemahaman para murid tentang kodrat Yesus yang sesungguhnya sangatlah terbatas. Walaupun dengan segala keterbatasan yang ada, hati para murid digerakkan untuk mempercayakan kepada Yesus keprihatinan mereka atas ibu mertua Petrus yang sedang menderita sakit demam. Yesus menanggapi keprihatinan para murid-Nya itu tanpa menunda-nunda, dan sakit demam ibu mertua Petrus pun disembuhkan, malah dia langsung melayani Yesus dan para murid-Nya (Mrk 1:29-31). Luar biasa! Frase “Ia ‘membangunkan’ dia” yang digunakan oleh Markus (Mrk 1:31), ditulis dalam bahasa Yunani: egeiro, yang juga dapat diartikan “membangkitkan dari mati”. Yesus datang sebagai Tuhan (Kyrios) untuk membawa keselamatan dan membangkitkan semua orang yang terbaring karena penyakit dosa. Diangkat kepada hidup baru, kita dipanggil untuk melayani dalam pembangunan Kerajaan-Nya.

Pada akhir hari yang dipenuhi dengan penyembuhan-penyembuhan dan pengusiran-pengusiran roh-roh jahat, Yesus tidak memperbolehkan roh-roh jahat itu berbicara, sebab mereka mengenal Dia (Mrk 1:34). Pagi-pagi benar Yesus mengundurkan diri dari orang banyak dan para murid-Nya yang belum memahami peranan-Nya sebagai Mesias. dan pergi ke tempat terpencil dan berdoa di sana. Ini adalah awal dari “rahasia Mesianis”. Banyak orang takjub dan terkagum-kagum menyaksikan perbuatan-perbuatan baik Yesus dan memandang diri-Nya sebagai seorang pembuat mukjizat (wonder worker), namun mereka belum mampu melihat sifat misi-Nya yang sesungguhnya. Ketika berdoa dalam keheningan di tempat terpencil tadi, Yesus dikuatkan untuk melakukan kehendak Bapa-Nya, bukan menuruti tuntutan orang banyak akan seorang Mesias seturut hasrat hati dan pandangan mereka sendiri (Mrk 1:35-39).

Mereka yang telah belajar untuk menerima Dia sebagai Anak Manusia yang menderita, disalibkan dan kemudian bangkit dalam kemuliaan mengalahkan dosa, dapat memproklamasikan Dia sebagai sang Mesias. Yang ditutupi oleh Yesus pada awalnya dinyatakan secara penuh dalam terang kebangkitan-Nya (Luk 24:26).

Bilamana kita mengundurkan diri ke tempat sunyi dan mencari keakraban dengan Bapa surgawi dalam doa, Roh Kudus akan menyatakan kepada kita siapa Yesus itu dan apakah misi-Nya. Yesus sungguh rindu untuk menyembuhkan kita semua dan dosa-dosa kita.

DOA: Tuhan Yesus, sentuhlah diriku yang sudah “berantakan” ini. Tolonglah aku agar mau menyerahkan diriku kepada kuat-kuasa penyembuhan-Mu. Terpujilah nama-Mu, sekarang dan selama-lamanya. Amin.

Catatan: Untuk mendalami Bacaan Injil hari ini (Mrk 1:29-39), bacalah tulisan yang berjudul “PADA HARI INI PUN YESUS MASIH MENYEMBUHKAN” (bacaan tanggal 15-1-14), dalam situs/blog PAX ET BONUM http://catatanseorangofs.wordpress.com; 14-01 PERMENUNGAN ALKITABIAH JANUARI 2014.

Cilandak, 13 Januari 2014

Sdr. F.X. Indrapradja, OFS

KEBERADAAN RIIL DARI IBLIS DAN ROH-ROH JAHAT

KEBERADAAN RIIL DARI IBLIS DAN ROH-ROH JAHAT

(Bacaan Injil Misa Kudus, Hari Biasa Pekan Biasa I – Selasa, 14 Januari 2014)

Keluarga Fransiskan: Peringatan B. Odorikus dr Pordenone, Imam

YESUS DI GEREJA ORTODOX SIRIAYesus dan murid-murid-Nya tiba di Kapernaum. Setelah hari Sabat mulai, Yesus segera masuk ke dalam rumah ibadat dan mengajar. Mereka takjub mendengar pengajaran-Nya, sebab Ia mengajar mereka sebagai orang yang berkuasa, tidak seperti ahli-ahli Taurat. Pada waktu itu di dalam rumah ibadat mereka, ada seorang yang kerasukan roh jahat. Orang itu berteriak, “Apa urusan-Mu dengan kami, hai Yesus orang Nazaret? Apakah Engkau datang untuk membinasakan kami? Aku tahu siapa Engkau: Yang Kudus dari Allah.” Tetapi Yesus membentaknya, “Diam, keluarlah dari dia!” Roh jahat itu mengguncang-guncang orang itu, dan sambil menjerit dengan suara nyaring roh itu keluar dari dia. Mereka semua takjub, sehingga mereka memperbincangkannya, katanya, “Apa ini? Suatu ajaran baru disertai dengan kuasa! Ia memberi perintah kepada roh-roh jahat dan mereka taat kepada-Nya!” Lalu segera tersebarlah kabar tentang Dia ke segala penjuru di seluruh Galilea. (Mrk 1:21-28)

Bacaan Pertama: 1Sam 1:9-20; Mazmur Tanggapan: 1Sam 2:1,4-5,6-8

Bayangkan di tengah-tengah keheningan Misa secara tiba-tiba terdengar teriakan seorang perempuan dan ia terlihat bergoyang-goyang sambil terus menangis dan berteriak-teriak. “Kesurupan”, kata orang. Misa sempat terhenti untuk beberapa menit. Umat di dekat perempuan itu banyak yang bingung, terheran-heran tidak mengerti, karena tidak tahu apa yang harus dilakukan…… sungguh keheningan yang mencekam. Namun tidak sedikit umat yang langsung berdoa. Kemudian datanglah beberapa umat anggota PDKK. Mereka membawa perempuan itu ke aula paroki. Dari kejauhan sayup-sayup terdengar lagu puji-pujian, kiranya sedang dilakukan doa pelepasan. Pada akhir Misa umat mendengar bahwa perempuan itu sudah kembali normal. Bagaimana dengan umat dalam sinagoga di Kapernaum pada waktu Yesus mengusir roh jahat yang merasuki orang itu? Umat di sana memang merasa takjub mendengar pengajaran Yesus (Mrk 1:21) dan mereka juga takjub melihat bagaimana dengan kuat-kuasa ilahi-Nya Yesus mengalahkan kuasa roh jahat (Mrk 1:27), tetapi kelihatannya orang-orang itu tidak menunjukkan rasa heran atau terkejut. jika seseorang dirasuki oleh roh jahat.

Sepanjang Perjanjian Baru memang hampir selalu diasumsikan bahwa orang-orang – dewasa maupun anak-anak – dapat “didiami” oleh roh-roh jahat (Mrk 7:25; Luk 8:2,27; Kis 8:7). Dalam perkembangan sejarah manusia, roh-roh jahat itu sempat dianggap sebagai bikinan manusia saja.

Namun adalah suatu kebenaran iman kita bahwa makhluk-makhluk spiritual, non-badani yang dinamakan malaikat, memang ada. Marilah kita baca Katekismus Gereja Katolik (KGK): “Bahwa ada makluk rohani tanpa badan, yang oleh Kitab Suci biasanya dinamakan ‘malaikat’, adalah satu kebenaran iman. Kesaksian Kitab Suci dan kesepakatan tradisi tentang itu bersifat sama jelas” (KGK 328). Kita tahu bahwa sebagian dari malaikat-malaikat itu memberontak melawan Allah, menolak Dia dan pemerintahan-Nya (KGK 391, 392). Yang paling tinggi dari para malaikat pemberontak itu adalah Iblis atau Setan. Iblis dan roh-roh jahat pengikutnya melampiaskan kebencian mereka kepada Allah di tengah-tengah umat manusia di dunia. Mereka membisikkan kebohongan-kebohongan dan kebenaran-kebenaran yang setengah-setengah guna menjerat kita dalam ketakutan atau ketidakpedulian terhadap kasih Allah. Mereka menggoda kita-manusia dengan pikiran-pikiran kotor, mengganggu perasaaan hati kita dengan rasa tidak puas terhadap hidup kita dan orang-orang yang kita kasihi, bahkan mendatangkan penyakit atas diri kita.

Kumpulan kebenaran ini dapat menghilangkan semangat. Iblis kelihatan begitu penuh kuasa dan menakutkan. Namun demikian, kita harus senantiasa mengingat bahwa Iblis tetap merupakan makhluk ciptaan, terbatas dalam kuasa-Nya dan terbatas dalam kemampuan-kemampuannya. Akhirnya, Iblis tidak mampu mengalahkan kasih Allah atau rencana-Nya untuk Kerajaan-Nya (KGK 395). Iblis dan roh-roh jahat pengikutnya sungguh riil. Jadi, kita jangan salah, mereka sungguh ada! Kita harus percaya bahwa mereka memang ada, bahkan selagi kita menaruh kepercayaan, bahwa Allah, dalam belas kasih-Nya akan dengan lemah lembut dan penuh kuasa membimbing kita – dan semua umat beriman sepanjang sejarah – sampai Yesus datang kembali dalam kemuliaan.

DOA: Tuhan Yesus, bebaskanlah setiap orang yang berada di bawah tekanan kuasa Iblis. Firmankanlah kebenaran-Mu kepada mereka yang percaya kepada kebohongan-kebohongan yang berasal dari Iblis si pendusta itu. Sembuhkanlah mereka yang menderita sakit penyakit karena pengaruh buruk yang disebabkan oleh roh-roh jahat. Lindungilah mereka yang digoda Iblis melalui nafsu seksual, kecanduan atau ketamakan. Amin.

Catatan: Untuk mendalami Bacaan Injil hari ini (Mrk 1:21-28), bacalah tulisan yang berjudul “AJARAN BARU DISERTAI DENGAN KUASA” (bacaan tanggal 14-1-14) dalam situs/blog PAX ET BONUM http://catatanseorangofs.wordpress.com; kategori: 14-01 PERMENUNGAN ALKITABIAH JANUARI 2014.

Cilandak, 10 Januari 2014

Sdr. F.X. Indrapradja, OFS

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

Join 131 other followers