Posts tagged ‘ROH KUDUS’

KETERGANTUNGAN KITA PADA KASIH ALLAH

KETERGANTUNGAN KITA PADA KASIH ALLAH

(Bacaan Pertama Misa Kudus, Hari Biasa sesudah Penampakan Tuhan – Rabu, 8 Januari 2014)

LECTIO DIVINASaudara-saudaraku yang terkasih, jikalau Allah demikian mengasihi kita, maka kita juga harus saling mengasihi. Tidak ada seorang pun yang pernah melihat Allah. Jika kita saling mengasihi, Allah tetap di dalam kita, dan kasih-Nya sempurna di dalam kita.

Demikianlah kita ketahui bahwa kita tetap berada di dalam Allah dan dia di dalam kita, karena Ia telah mengaruniakan Roh-Nya kepada kita. Dan kami telah melihat dan bersaksi bahwa Bapa telah mengutus Anak-Nya menjadi Juruselamat dunia. Siapa yang mengaku bahwa Yesus adalah Anak Allah, Allah tetap berada di dalam dia dan dia di dalam Allah. Kita telah mengenal dan telah percaya akan kasih Allah kepada kita. Allah adalah kasih, dan siapa yang tetap berada di dalam kasih, ia tetap berada di dalam Allah dan Allah di dalam dia.

Dalam hal inilah kasih Allah sempurna di dalam kita, yaitu kalau kita mempunyai keberanian percaya pada hari penghakiman, karena sama seperti Dia, kita juga ada di dunia ini. Di dalam kasih tidak ada ketakutan: Kasih yang sempurna melenyapkan ketakutan; sebab ketakutan mengandung hukuman dan siapa yang takut, ia tidak sempurna di dalam kasih. (1Yoh 4:11-18)

Mazmur Tanggapan: Mzm 72:1-2,10-13; Bacaan Injil: Mrk 6:45-52

“Saudara-saudaraku yang terkasih, jikalau Allah demikian mengasihi kita, maka kita juga harus saling mengasihi” (1Yoh 4:11).

Marilah kita menyediakan waktu sejenak untuk merenungkan kasih Allah kepada kita, anak-anak-Nya. Allah menciptakan kita semua karena kasih-Nya, dan karena kasih-Nya pula Dia mengutus Putera-Nya yang tunggal ke tengah dunia, dan kemudian wafat untuk dosa-dosa kita. Kitab Suci melukiskan kasih Allah sebagai kasih yang hangat dan lemah lembut (lihat Hos 11:8-9), suatu kombinasi antara kasih sayang seorang bapak serta pemberian semangat (lihat Mzm 103:13) dan pelukan penuh penghiburan dari seorang ibu (Yes 66:13). Kasih Allah juga penuh gairah dan sukacita: Seperti seorang mempelai laki-laki bergirang hati karena mempelai perempuan, maka Allah juga bergirang hati karena keberadaan kita (Yes 62:5). Kasih Allah tidak didasarkan pada apa saja yang kita telah lakukan, melainkan karena kodrat-Nya sendiri, yang adalah KASIH. (1Yoh 4:16).

Marilah kita memperkenankan kebenaran-kebenaran ini meresap di dalam hati dan pikiran kita (anda dan saya). Kita juga memperkenankan kasih Allah memperlunak hati kita semua. Selagi kita melakukannya, maka kita pun akan mendapatkan suatu kemampuan baru untuk mengasihi orang-orang lain. Kasih Allah dalam diri kita akan mengalir kepada orang-orang lain, bahkan kepada mereka yang tidak mengasihi diri kita, bahkan juga kepada orang-orang yang telah menyakiti diri kita. Inilah sifat dari kasih ilahi – kasih yang ditunjukkan oleh Yesus, sang Tersalib.

DOA PRIBADISaudari-saudara sekalian, rasa percaya dan ketergantungan kita pada kasih Allah juga akan memberikan kepada kita suatu keyakinan bahwa kita aman dari penghakiman Allah (lihat 1Yoh 4:17-18). Apabila kita beriman kepada Yesus Kristus dan pengorbanan-Nya di kayu salib yang telah menebus kita, maka kita tidak perlu merasa takut akan hukuman dari Allah. Dengan mengesampingkan rasa takut kita, maka kita dapat bertumbuh dalam kasih kepada Allah dan memusatkan perhatian kita dalam tindakan-tindakan yang menyenangkan hati-Nya. Apa pun situasi dan kondisi yang kita hadapi, kita dapat menjalani kehidupan yang bebas dari rasa takut dan kecemasan yang tidak ada gunanya, karena kita senantiasa dihibur serta dikuatkan oleh firman-Nya: “Lihat, Aku telah melukiskan engkau di telapak tangan-Ku; tembok-tembokmu tetap di ruang mata-Ku” (Yes 49:16).

Saudari dan saudara, pada hari ini dan setiap hari, marilah kita berupaya untuk mengenal dengan lebih mendalam lagi kasih Allah serta mengalaminya. Allah mengasihi kita agar dapat membuat kehadiran-Nya nyata kepada kita semua selagi kita berdoa, membaca dan merenungkan sabda-Nya yang terdapat dalam Kitab Suci, juga selagi kita ikut ambil bagian dalam kehidupan gerejawi. Selagi kita melakukan semua hal ini, baiklah bagi kita untuk memperkenankan kasih Allah menyegarkan kembali diri kita supaya kita memperoleh kekuatan untuk memberikan kita sendiri kepada orang-orang lain. Marilah kita berseru kepada-Nya dengan segenap hati kita, dan kita pun akan mendengar Dia berbicara di batin kita yang terdalam, “Tenanglah! Inilah Aku, jangan takut!” (Mrk 6:50).

DOA: Roh Kudus Allah, terima kasih penuh syukur kami haturkan kepada-Mu karena
Engkau telah mencurahkan kasih Allah ke dalam hati kami masing-masing. Kami tahu bahwa kasih yang Kaucurahkan itu adalah kasih yang sama, dengan mana Bapa surgawi senantiasa mengasihi Putera-Nya, Yesus Kristus, yaitu Tuhan dan Juruselamat kami. Tolonglah kami agar dapat mengekspresikan kasih-Mu kepada orang-orang di sekeliling kami. Amin.

Catatan: Untuk mendalami Bacaan Injil hari ini (Mrk 6:45-52), bacalah tulisan yang berjudul “TENANGLAH! INILAH AKU, JANGAN TAKUT!” (bacaan tanggal 8-1-14) dalam situs/blog PAX ET BONUM http://catatanseorangofs.wordpress.com; kategori: 14-01 PERMENUNGAN ALKITABIAH JANUARI 2014.

Cilandak, 6 Januari 2014

Sdr. F.X. Indrapradja, OFS

PERCAYA KEPADA NAMA YESUS KRISTUS DAN SALING MENGASIHI SETURUT PERINTAH-NYA

PERCAYA KEPADA NAMA YESUS KRISTUS DAN SALING MENGASIHI SETURUT PERINTAH-NYA

(Bacaan Pertama Misa Kudus, Hari Biasa sesudah Penampakan Tuhan – Senin, 6 Januari 2014)

st-john-the-evangelist-1620 (1)Apa saja yang kita minta, kita memperolehnya dari Dia, karena kita menuruti segala perintah-Nya dan melakukan apa yang berkenan kepada-Nya. Dan inilah perintah-Nya: Supaya kita percaya kepada nama Yesus Kristus, Anak-Nya, dan saling mengasihi sesuai dengan perintah yang diberikan Kristus kepada kita. Siapa yang menuruti segala perintah-Nya, ia ada di dalam Allah dan Allah di dalam dia. Dengan inilah kita ketahui bahwa Allah ada di dalam kita, yaitu dengan Roh yang telah Ia karuniakan kepada kita.

Saudara-saudaraku yang terkasih, janganlah percaya kepada setiap roh, tetapi ujilah roh-roh itu, apakah mereka berasal dari Allah; sebab banyak nabi-nabi palsu yang telah muncul dan pergi ke seluruh dunia. Dengan inilah kita mengenal Roh Allah: Setiap roh yang mengaku bahwa Yesus Kristus telah datang sebagai manusia, berasal dari Allah, dan setiap roh yang tidak mengaku Yesus, tidak berasal dari Allah. Roh itu adalah roh antikristus dan tentang dia telah kamu dengar bahwa ia akan datang dan sekarang ia sudah di dalam dunia. Kamu berasal dari Allah, anak-anakku, dan kamu telah mengalahkan nabi-nabi palsu itu; sebab roh yang ada di dalam kamu, lebih besar daripada roh yang ada di dalam dunia. Mereka berasal dari dunia; sebab itu mereka berbicara tentang hal-hal duniawi dan dunia mendengarkan mereka. Kami berasal dari Allah: Siapa yang mengenal Allah, ia mendengarkan kami; siapa yang tidak berasal dari Allah, ia tidak mendengarkan kami. Itulah tandanya Roh kebenaran dan roh yang menyesatkan (1Yoh 3:22-4:6)

Mazmur Tanggapan: Mzm 2:7-8,10-11; Bacaan Injil: Mat 4:12-17,23-25

Di abad pertama era Kekristenan, muncul suatu ajaran sesat yang menyangkal kemanusiaan Yesus Kristus. Ada pendapat bahwa pengarang surat pertama Yohanes menuliskan suratnya dalam rangka melawan jenis pemikiran seperti ini. Pandangan seperti ini memecah belah komunitas Kristiani di mana dia menjadi penatuanya. Yohanes merasakan kepedihan yang mendalam dan merasa agak tersinggung disebabkan oleh perpecahan yang terjadi karena ajaran sesat tersebut. Suratnya yang pertama ini berupaya untuk menyingkap desepsi/tipuan/muslihat para guru palsu dan untuk membawa kembali umat kepada persatuan dan kasih – hakekat dari Kekritenan/Kristianitas.

CAIJSPMBPercaya kepada Nama Yesus Kristus, Anak-Nya, dan saling mengasihi sesuai dengan perintah yang diberikan Kristus (1Yoh 3:23). Apabila umat Allahj hidup bersama dalam kasih Yesus, maka mereka pun mengenal dan mengalami berkat-berkat dari kehadiran-Nya. Mereka mengalami damai-sejahtera dan keyakinan dalam Kristus; mereka tahu bahwa mereka dapat mengatasi tantangan apa saja yang ada di hadapan mereka, termasuk ancaman perpecahan. Yohanes berupaya untuk menyemangati mereka yang tetap setia berada dalam komunitas, dengan mengingatkan mereka tentang kebenaran-kebenaran sentral pesan Injil. Ia ingin menyakinkan mereka bahwa mereka akan tetap berada dalam Yesus jika mereka mentaati sabda-Nya dan tetap saling mengasihi.

Yohanes juga mengakuinya adanya kebutuhan untuk menolong para anggota komunitasnya untuk melakukan discernment, artinya membeda-bedakan roh: (1) apa yang datang dari Roh Kudus, (2) apa yang datang dari roh jahat yang diwakili oleh nabi-nabi/guru-guru palsu, atau (3) apa saja yang berasal dari ide-ide mereka sendiri. Tes-nya sebenaranya sederhana: Setiap sabda profetis (kenabian) yang meninggikan Yesus Kristus yang lahir sebagai seorang anak manusia dapat dipercaya. Segala bisikan atau ajaran yang menyangkal Yesus adalah palsu, artinya roh antikristus (1Yoh 4:1-3). Dengan menerapkan tes ini dan menjaga hati mereka agar tetap berakar dalam kasih Alah, maka merka tidak perlu merasa takut. Mereka akan mampu mengatasi halangan apa saja.

Surat ini, yang ditulis dan ditujukan kepada orang-orang Kristiani perdana, tetap dipenuhi kebenaran bagi siapa saja yang membacanya. Dengan begitu banyak isu yang beredar dan terbuka untuk perdebatan – bahkan di dalam Gereja sendiri – kita dapat merasa bingung. Namun dengan percaya kepada Yesus sebagai Allah dan manusia, dan mengasihi satu sama lain, tetap merupakan kebenaran-kebenaran iman-kepercayaan kita. Allah mengasihi kita dan tidak akan membuang atau meninggalkan kita. Allah akan melindungi Gereja-Nya dan membuat kita sebagai pemenang-pemenang selagi kita berupaya mencari kasih Yesus dan kuat-kuasa Roh Kudus.

DOA: Bapa surgawi, Engkau adalah Allah yang sungguh baik, satu-satunya kebaikan. Terima kasih penuh syukur kami haturkan kepada-Mu karena sabda-Mu yang mengajarkan kepada kami dan menyemangati kami. Lindungilah kami dari tipu-daya Iblis dan para pengikutnya, dan tolonglah kami agar senantiasa berada dalam Kristus dan saling mengasihi dengan saudara-saudara kami seturut perintah Yesus Kristus sendiri, Dia yang adalah Tuhan dan Juruselamat kami. Amin.

Catatan: Untuk mendalami Bacaan Injil hari ini (Mat 4:12-17,23-25), bacalah tulisan yang berjudul “YESUS MEWARTAKAN KERAJAAN SURGA DAN MENYERUKAN PERTOBATAN” (bacaan tanggal 6-1-14) dalam situs/blog PAX ET BONUM http://catatanseorangofs.wordpress.com; kategori: 14-01 PERMENUNGAN ALKITABIAH JANUARI 2014.

Cilandak, 4 Januari 2014 [Peringatan S. Angela dr Foligno, Perawan, Ordo III Sekular S. Fransiskus]

Sdr. F.X. Indrapradja, OFS

IMANUEL, YANG BERARTI ALLAH MENYERTAI KITA

IMANUEL, YANG BERARTI ALLAH MENYERTAI KITA

(Bacaan Injil Misa Kudus, HARI MINGGU ADVEN IV [Tahun A] – 22 Desember 2013)

YUSUF BERMIMPI BERTEMU DENGAN MALAIKAT TUHANKelahiran Yesus Kristus adalah seperti berikut: Pada waktu Maria, ibu-Nya, bertunangan dengan Yusuf, ternyata ia mengandung dari Roh Kudus sebelum mereka hidup sebagai suami istri. Karena Yusuf suaminya, seorang yang tulus hati dan tidak mau mencemarkan nama istrinya di depan umum, ia bermaksud menceraikannya dengan diam-diam. Tetapi ketika ia mempertimbangkan maksud itu, malaikat Tuhan tampak kepadanya dalam mimpi dan berkata, “Yusuf, anak Daud, janganlah engkau takut mengambil Maria sebagai istrimu, sebab anak yang di dalam kandungannya adalah dari Roh Kudus. Ia akan melahirkan anak laki-laki dan engkau akan menamakan Dia Yesus, karena Dialah yang akan menyelamatkan umat-Nya dari dosa-dosa mereka.” Hal itu terjadi supaya digenapi yang difirmankan Tuhan melalui nabi, “Sesungguhnya, anak dara itu akan mengandung dan melahirkan seorang anak laki-laki, dan mereka akan menamakan Dia Imanuel.” (Yang berarti: Allah menyertai kita.) Sesudah bangun dari tidurnya, Yusuf berbuat seperti yang diperintahkan malaikat Tuhan itu kepadanya. Ia mengambil Maria sebagai istrinya (Mat 1:18-24).

Bacaan Pertama: Yes 7:10-14; Mazmur Tanggapan: Mzm 24:1-6; Bacaan Kedua: Rm:1:1-7

“Sesungguhnya, anak dara itu akan mengandung dan melahirkan seorang anak laki-laki, dan mereka akan menamakan Dia Imanuel.” (Yang berarti: Allah menyertai kita.)” (Mat 1:23).

Sungguh suatu mukjizat – “Allah menyertai kita!” Hal ini berarti lebih daripada sekadar Yesus datang ke tengah-tengah kita dan mengajar kita suatu cara hidup yang lebih baik. Tentunya ini sudah hebat. Akan tetapi, dalam inkarnasi, Allah sendiri sesungguhnya menjadi seorang dari kita! Dia bersama kita, bukan hanya secara fisik, melainkan juga dalam pikiran dan roh juga. Dia mengetahui dengan tepat bagaimana rasanya hidup sebagai manusia. Dia sama dengan manusia lainnya, kecuali dalam hal dosa (Ibr 4:15).

Dengan penuh gairah Yesus meninggalkan takhta surgawi-Nya untuk dapat dilahirkan sebagai seorang manusia di tengah dunia. Tentunya Dia excited ketika datang ke tengah-tengah kita-manusia. Dia ingin menarik kita kembali secara penuh – roh, pikiran, dan tubuh – kepada Bapa surgawi. Karena Dia adalah Imanuel – Allah menyertai kita – maka Yesus memahami sepenuhnya segala perjuangan dan rasa takut kita. Dia bukanlah orang asing apabila kita berbicara mengenai kesulitan-kesulitan hidup kita. Dia menderita dan mengalami berbagai pencobaan dan mengetahui, mengenal dan juga mengalami rasa sakit dan takut kita. Dia menghadapi semuanya yang kita akan jumpai dalam kehidupan kita.

BETLEHEMSebelum Yesus datang, Allah menganugerahkan hikmat dan kekuatan kepada umat-Nya melalui para nabi. Namun karena kasih-Nya dan untuk menjamin kita kembali sepenuhnya kepada Dia, Allah mengutus Putera-Nya yang tunggal untuk menjadi salah seorang seperti kita-manusia. Oleh karena Yesus ada bersama kita, maka sekarang kita mempunyai pengharapan akan kehidupan kekal! Pada hari ini, oleh kuasa Roh Kudus yang dicurahkan ke dalam hati kita, maka Yesus masih merupakan Imanuel – Allah yang menyertai kita!

Saudari dan Saudara yang dikasihi Kristus, sekarang masalahnya apakah kita (anda dan saya) percaya bahwa Yesus adalah seorang pribadi? Ini adalah janji Injil! Selagi kita membuat persiapan-persiapan terakhir dalam rangka menyongsong hari Natal, Yesus mengundang kita semua untuk meluangkan waktu berada bersama dia dalam doa. Yesus ingin agar kita membuka hati kita dan menerima kasih-Nya dan kesembuhan dari-Nya. Dia ingin mencurahkan kepada kita dengan pengharapan dan kemerdekaan. Selagi kita mengheningkan diri kita di hadapan hadirat-Nya, maka kita dapat menerima sukacita mendalam karena boleh mengenal Yesus secara pribadi – suatu sukacita yang akan mentranformasikan diri kita menjadi semakin rupa dengan diri-Nya.

DOA: Tuhan Yesus, aku meletakkan hatiku di hadapan-Mu dan mohon kepada-Mu untuk memenuhi diriku dengan kehadiran-Mu. Aku ingin berjalan bersama Engkau dan mengenal Engkau sebagai Imanuel – Allah yang menyertai diriku. Oleh kuasa Roh Kudus-Mu, mampukanlah diriku agar dapat mengenal Engkau secara pribadi. Terpujilah nama-Mu yang kudus, ya Yesus, sekarang dan selama-lamanya. Amin.

Catatan: Untuk mendalam Bacaan Injil hari ini (Mat 1:18-24), bacalah tulisan yang berjudul “MARI KITA TELADANI SANTO YOSEF, SANG HAMBA TUHAN !!!” (bacaan tanggal 22-12-13) dalam situs/blog PAX ET BONUM http://catatanseorangofs.wordpress.com; kategori 13-12 PERMENUNGAN ALKITABIAH DESEMBER 2013.

Cilandak, 18 Desember 2013

Sdr. F.X. Indrapradja, OFS

MARIA MEMANG DIPILIH OLEH ALLAH SENDIRI

MARIA MEMANG DIPILIH OLEH ALLAH SENDIRI

(Bacaan Injil Misa Kudus, Hari Biasa Khusus Adven – Jumat, 20 Desember 2013)

the-annunciation

Dalam bulan yang keenam malaikat Gabriel disuruh Allah pergi ke sebuah kota yang bernama Nazaret,kepada seorang perawan yang bertunangan dengan seorang bernama Yusuf dari keluarga Daud; nama perawan itu Maria. Ketika malaikat itu datang kepada Maria, ia berkata, “Salam, hai engkau yang dikaruniai, Tuhan menyertai engkau.” Maria terkejut mendengar perkataan itu, lalu bertanya di dalam hatinya, apakah arti salam itu. Kata malaikat itu kepadanya, “Jangan takut, hai Maria, sebab engkau beroleh anugerah di hadapan Allah. Sesungguhnya engkau akan mengandung dan akan melahirkan seorang anak laki-laki dan hendaklah engkau menamai Dia Yesus. Ia akan menjadi besar dan akan disebut Anak Allah Yang Mahatinggi. Tuhan Allah akan mengaruniakan kepada-Nya takhta Daud, bapak leluhur-Nya, dan Ia akan memerintah atas kaum keturunan Yakub sampai selama-lamanya dan Kerajaan-nya tidak akan berkesudahan.” Kata Maria kepada malaikat itu, “Bagaimana hal itu mungkin terjadi, karena aku belum bersuami?” Jawab malaikat itu kepadanya, “Roh Kudus akan turun atasmu dan kuasa Allah Yang Mahatinggi akan menaungi engkau; sebab itu anak yang akan kaulahirkan itu akan disebut kudus, Anak Allah. Sesungguhnya, Elisabet, sanakmu itu, ia pun sedang mengandung seorang anak laki-laki pada hari tuanya dan inilah bulan yang keenam bagi dia yang disebut mandul itu. Sebab bagi Allah tidak ada yang mustahil.” Kata Maria, “Sesungguhnya aku ini hamba Tuhan; jadilah padaku menurut perkataanmu itu.” Lalu malaikat itu meninggalkan dia (Luk 1:26-38).

Bacaan Pertama: Yes 7:10-14; Mazmur Tanggapan: Mzm 24:1-6

Banyak dari kita berpikir bahwa kita mempunyai hak untuk dibuat bahagia, seakan-akan tugas-kewajiban setiap orang lainlah untuk membuat hari kita terang-benderang dan cerah sekali, dengan melakukan hal-hal yang tepat sama seperti dihasrati oleh perasaan kita.

Jikalau ada pesan yang sangat jelas di dalam Kitab Suci, maka beginilah bunyinya: mereka yang paling dikasihi Allah sebenarnya dikelilingi oleh berbagai kesedihan, kesulitan dan pencobaan hidup, bahkan tragedi-tragedi yang lebih hebat lagi. Namun mereka tetap berbahagia secara mendalam, dan mereka berbicara dan menyanyikan lagu pujian kepada Allah dengan penuh sukacita. Mereka memuji-muji Allah karena kebaikan hati-Nya, dan mereka berterima kasih penuh syukur kepada-Nya untuk hal-hal yang malah akan menyebabkan banyak dari kita melontarkan keluhan-keluhan yang penuh dengan kepahitan.

Maria, ibunda Yesus, hidup dalam kemiskinan yang jauh dari “wah-wahnya” gaya hidup orang-orang kalangan atas dalam masyarakat Yahudi. Allah – lewat malaikat agung Gabriel – telah menjanjikan rahmat-Nya kepada sang perawan, bahwa dia akan menjadi ibunda dari sang Penebus dunia, namun hal ini tidak akan membuatnya bertambah kaya dalam bentuk harta-benda pribadi atau penghargaan serta puji-pujian dari manusia di dunia ini, juga tidak ada jaminan bahwa dia akan menerima berbagai penghormatan dan perhatian dunia. Sesungguhnya, ketika dia membawa anaknya ke Bait Suci, seorang tua yang bernama Simeon bernubuat di hadapan Maria: “Sesungguhnya Anak ini ditentukan untuk menjatuhkan atau membangkitkan banyak orang di Israel dan untuk menjadi suatu tanda yang menimbulkan perbantahan – dan suatu pedang akan menembus jiwamu sendiri – supaya menjadi nyata pikiran hati banyak orang” (Luk 2:34-35).

Ketika kabar suka-cita dari sang malaikat sampai ke telinga Maria, “Sesungguhnya engkau akan mengandung dan akan melahirkan seorang anak laki-laki dan hendaklah engkau menamai Dia Yesus ……”; memang Maria sejenak merasa terkejut karena status keperawanannya, namun setelah dijelaskan oleh sang malaikat bahwa “bagi Allah tidak ada yang mustahil”, maka Maria berkata: “Sesungguhnya aku ini hamba Tuhan; jadilah padaku menurut perkataanmu itu” (Luk 1:38). Lalu Maria tidak membuang-buang waktu untuk memberi selamat kepada dirinya sendiri sambil menuntut sesuatu kepada Allah dan/atau berlari ke sana ke mari menceritakan status istimewa yang baru diterimanya dari Allah, kepada para tetangganya di Nazaret. Sebaliknya, Maria justru dipenuhi keprihatinan memikirkan orang-orang lain. Saudara sepupunya yang tinggal di Ain-Karem di pegunungan Yehuda – Elisabet, istri Zakharia – sedang mengandung tua pada usianya yang jauh dari muda. Oleh karena itu Maria melakukan perjalanan jauh dari Nazaret di Galilea menuju Ain-Karim di pegunungan Yehuda. Tiga bulan lamanya Maria dengan penuh sukacita melayani kedua anggota keluarganya yang sudah tua-tua itu dan yang baru mendapatkan seorang bayi laki-laki, Yohanes!

Sebagaimana Maria, siapa saja dari kita yang mau mengalami sukacita sejati harus menemukannya dalam diri kita sendiri. Tidak ada orang yang mampu memberikan sukacita sejati kepada kita! Namun apabila kita (anda dan saya) sungguh ingin memperolehnya, maka kita harus senantiasa mengingat bahwa sukacita sejati hanya dapat diberikan oleh Allah sendiri, yang menjanjikannya kepada siapa saja yang mencarinya:

DOA: Aku bersukaria di dalam TUHAN, jiwaku bersorak-sorai di dalam Allahku, sebab Ia mengenakan pakaian keselamatan kepadaku dan menyelubungi aku dengan jubah kebenaran, seperti pengantin laki-laki yang mengenakan perhiasan kepala dan seperti pengantian perempuan yang memakai perhiasannya. Sebab seperti bumi memancarkan tumbuh-tumbuhan, dan seperti kebun menumbuhkan benih yang ditaburkan, demikianlah Tuhan ALLAH akan menumbuhkan kebenaran dan puji-pujian di depan semua bangsa-bangsa (Mzm 61:10-11). Amin.

Catatan: Untuk mendalami bacaan Injil hari ini (Luk 1:26-38), bacalah tulisan yang berjudul “JADILAH PADAKU MENURUT PERKATAANMU ITU” (bacaan tanggal 20-12-13) dalam situs/blog PAX ET BONUM http://catatanseorangofs.wordpress.com; kategori: 13-12 PERMENUNGAN ALKITABIAH DESEMBER 2013.

Cilandak, 16 Desember 2013

Sdr. F.X. Indrapradja, OFS

BAGAIMANA ROH KUDUS BEKERJA DI DUNIA

BAGAIMANA ROH KUDUS BEKERJA DI DUNIA

(Bacaan Injil Misa Kudus, Hari Biasa Pekan Biasa XXIX – Jumat, 25 Oktober 2013)

Jesus_109Yesus berkata lagi kepada orang banyak, “Apabila kamu melihat awan naik di sebelah barat, segera kamu berkata: “Akan datang hujan, dan hal itu memang terjadi. Apabila kamu melihat angin selatan bertiup, kamu berkata: Hari akan panas terik, dan hal itu memang terjadi. Hai orang-orang munafik, rupa bumi dan langit kamu tahu menilainya, mengapakah kamu tidak dapat menilai zaman ini?

Mengapa engkau juga tidak memutuskan sendiri apa yang benar? Sebab, jikalau engkau dengan lawanmu pergi menghadap pemerintah, berusahalah berdamai dengan dia selama di tengah jalan, supaya jangan engkau diseretnya kepada hakim dan hakim menyerahkan engkau kepada pembantunya dan pembantu itu melemparkan engkau ke dalam penjara. Aku berkata kepadamu: Engkau tidak akan akan keluar dari sana, sebelum engkau membayar hutangmu sampai lunas.” (Luk 12:54-59)

Bacaan Pertama: Rm 7:18-25a; Mazmur Tanggapan: Mzm 119:66,68,76-77,93-94

“Hai orang-orang munafik, rupa bumi dan langit kamu tahu menilai, mengapakah kamu tidak dapat menilai zaman ini?” (Luk 12:56).

Allah senang sekali mengungkapkan pikiran dan isi hati-Nya kepada kita. Sepintas lalu bacaan di atas memang memberi kesan bahwa Yesus sekadar menegur para murid-Nya – dan kita tentunya – karena tidak menaruh perhatian pada tanda-tanda zaman. Akan tetapi, Dia sebenarnya mendorong kita untuk memandang ke sekeliling kita dan melihat sendiri bagaimana Roh Kudus-Nya bekerja di atas muka bumi. Sepanjang memandang, kita akan melihat bahwa “tuaian memang banyak” (Luk 10:2). Dunia dewasa ini sangat menderita kelaparan dan kehausan. Apa yang diderita umat manusia yang hidup dalam dunia yang materialistik ini – seringkali tanpa menyadarinya – adalah kelaparan dan kehausan berkaitan dengan pengenalan akan kasih Allah. Kita-manusia mencoba untuk mengisi kekosongan dalam hidup kita dengan pengganti-pengganti palsu dari cintakasih yang jujur, misalnya uang, sukses, kenikmatan seksual, hal-hal duniawi, narkoba dan alkohol. Sebagai akibatnya, kita luput melihat keberadaan satu-satunya kasih yang sungguh-sungguh dapat memuaskan rasa lapar dan haus kita: …… kasih Allah sendiri.

Dalam suratnya kepada jemaat di Roma, Santo Paulus menulis bahwa segenap ciptaan menantikan saat anak-anak Allah akan dinyatakan (Rm 8:19). Inilah yang dirindukan oleh Bapa surgawi. Inilah sebabnya mengapa kita diciptakan – adopsi kita sebagai anak-anak Allah. Inilah sebabnya mengapa tidak ada hal lain yang dapat memuaskan kita. Di kedalaman hati kita, sebenarnya kita merindukan untuk dipersatukan dengan Yesus.

ROH KUDUS MELAYANG-LAYANG - 2Banyak orang memandang akhir dunia dengan rasa takut sebab mereka tidak pernah mengenal dan mengalami sukacita karena menjalin relasi intim dengan Allah sebagai Bapa mereka. Semakin dekat kita dengan Tuhan, semakin jelas pula kita akan mampu untuk membaca tanda-tanda zaman karena kita tidak akan merasa takut akan apa yang kita akan lihat. Kita akan mulai memahami niat-niat Allah dan menaruh kepercayaan bahwa Dia senantiasa bekerja untuk kebaikan segenap ciptaan-Nya. Bersama sang pemazmur kita dapat berdoa: “Biarlah rahmat-Mu sampai kepadaku, supaya aku hidup” (Mzm 119:77).

Kepada kita semua telah diberikan Roh Kudus. Janganlah kita menantikan kedatangan kembali Yesus secara pasif. Sebaliknya, marilah kita berdoa dengan tekun: “Datanglah Kerajaan-Mu; jadilah kehendak-Mu, di atas bumi dan di dalam surga”. Selagi kita menantikan kedatangan kembali sang Kristus Raja, marilah kita memohon kepada Roh Kudus agar Dia memperbaharui pikiran kita dan memampukan kita memahami cara-cara-Nya. Dengan demikian kita akan lebih siap bagi kedatangan-Nya kembali dalam kemuliaan.

DOA: Roh Kudus Allah, perbaharuilah pikiran-pikiran kami. Ajarlah kami untuk menantikan kedatangan kembali Kristus dengan antisipasi yang penuh pengharapan. Siapkanlah diri kami untuk menanggapi – dalam iman dan ketaatan – apa saja yang diminta oleh Bapa surgawi dari diri kami masing-masing untuk kami kerjakan. Bentuklah kami – Gereja – menjadi mempelai perempuan yang murni dan tanpa noda yang dirindukan oleh Bapa untuk diberikan kepada Yesus, Putera Bapa. Amin.

Catatan: Untuk melihat uraian tentang Bacaan Pertama hari ini (Rm 7:18-25a), bacalah tulisan yang berjudul “SYUKUR KEPADA ALLAH MELALUI YESUS KRISTUS, TUHAN KITA” (bacaan tanggal 25-10-13) dalam situs/blog PAX ET BONUM http://catatanseorangofs.wordpress.com; kategori: 13-10 PERMENUNGAN ALKITABIAH OKTOBER 2013.

Untuk mendalami Bacaan Injil hari ini (Luk 12:54-59), bacalah tulisan-tulisan yang berjudul “MENILAI ZAMAN” (bacaan tanggal 20-10-11) dan “MENGAPAKAH KAMU TIDAK DAPAT MENILAI ZAMAN INI?” (bacaan tanggal 26-10-12), keduanya dalam situs/blog PAX ET BONUM.

Cilandak, 15 Oktober 2013 [Peringatan S. Teresia dr Avila, Perawan & Pujangga Gereja]

Sdr. F.X. Indrapradja, OFS

MURID-MURID KRISTUS DI TENGAH DUNIA

MURID-MURID KRISTUS DI TENGAH DUNIA

(Bacaan Pertama Misa Kudus, Hari Biasa Pekan Biasa XXVIII – Sabtu, 19 Oktober 2013)

Keluarga besar Fransiskan: Peringatan/Pesta S. Petrus dr Alkantara, Imam

jm_200_NT1.pd-P13.tiff

Aku berkata kepada-Mu: Setiap orang yang mengakui Aku di depan manusia, Anak Manusia juga akan mengakui di depan malaikat-malaikat Allah. Tetapi siapa saja yang menyangkal Aku di depan manusia, ia akan disangkal di depan malaikat-malaikat Allah. Setiap orang yang mengatakan sesuatu melawan Anak Manusia, ia akan diampuni; tetapi siapa saja yang menghujat Roh Kudus, ia tidak akan diampuni. Apabila orang menghadapkan kamu kepada majelis di rumah-rumah ibadat atau kepada pemerintah-pemerintah dan penguasa-penguasa, janganlah kamu khawatir bagaimana kamu harus membela diri dan apa yang harus kamu katakan. Sebab pada saat itu juga Roh Kudus akan mengajar kamu apa yang yang harus kamu katakan.” (Luk 12:8-12)

Bacaan Pertama: Rm 4:13,16-18; Mazmur Tanggapan: Mzm 105:6-9, 42-43

Yesus melanjutkan pengajaran singkatnya kepada para murid-Nya sebelum Ia mengajar kepada orang banyak. Ia mengatakan kepada para murid-Nya bahwa mereka harus kuat dalam menghadapi berbagai pencobaan. Biaya dari kemuridan yang sejati adalah penderitaan dan pengejaran serta penganiayaan, namun kemenangan vital adalah suatu keniscayaan. Dengan gamblang Yesus mengatakan bahwa apabila mereka mengakui-Nya di hadapan manusia, maka Dia akan mengakui mereka di hadapan Allah. Namun apabila mereka menyangkal-Nya di depan manusia, maka dia akan disangkal di depan malaikat-malaikat Allah (Luk 12:8-9).

Martir-martir dari Gereja awal mestinya sangat menyadari makna kata-kata Yesus ini. Mereka mengetahui dan percaya akan janji Yesus. Tidak ada siapapun atau apapun yang dapat memisahkan mereka dari Yesus. Santo Paulus menulis, “Siapakah yang akan memisahkan kita dari kasih Kristus? Penindasan atau kesengsaraan atau penganiayaan, atau kelaparan atau ketelanjangan, atau bahaya, atau pedang? ….. Sebab aku yakin bahwa baik maut, maupun hidup, baik malaikat-malaikat, maupun pemerintah-pemerintah, baik yang ada sekarang, maupun yang akan datang, atau kuasa-kuasa, baik yang di atas, maupun yang di bawah, atau sesuatu makhluk lain, tidak akan dapat memisahkan kita dari kasih Allah, yang ada dalam Kristus Yesus, Tuhan kita” (Rm 8:35,38-39).

Kita semua dipanggil untuk menjadi murid-murid Kristus. Tidak ada “orang banyak” dalam Kekristenan (Kristianitas) yang sejati (sebagai contoh, bacalah Yoh 6:60-71). Yang ada adalah murid-murid Kristus! Kita semua harus menjadi para murid Kristus, para pengikut Kristus, para pengikut jejak Kristus! Itulah makna sebenarnya jika kita hendak dinamakan umat Kristiani. Kata-kata Yesus ini juga dimaksudkan untuk kita semua yang hidup pada abad ke-21 ini. Barangkali kita tidak “bernasib” sama dengan begitu banyak murid Kristus di abad-abad pertama Gereja, yaitu mengalami kematian sebagai martir, namun kita harus kuat dalam upaya kita menolak semangat duniawi yang sangat kuat-berpengaruh dalam kehidupan kita, dan cara-cara jahat dan nilai-nilai buruk yang diturunkannya. Kita harus menjadi “tanda lawan” dalam masyarakat di mana “materialisme”, “konsumerisme”, “hedonisme”, “individualisme” dan sejenisnya merupakan nilai-nilai yang dianut banyak sekali orang. Kita harus menghayati/ menjalani hidup Kristiani sejati yang penuh dengan sukacita dan cintakasih, yang mengakui Yesus Kristus sebagai Tuhan dan Juruselamat kita di depan orang-orang lain, apakah kita seorang menteri kabinet, seorang anggota DPR-RI, seorang anggota Mahkamah Konstitusi, seorang jenderal, seorang guru sekolah, seorang dokter atau perawat, seorang eksekutif perusahaan, seorang petani, dlsb., apalagi sebagai pemuka Gereja.

Yesus mengatakan kepada para murid-Nya agar mereka siap menghadapi oposisi, pengejaran, penganiayaan serta penindasan dari pihak lawan. Yesus mengasumsikan bahwa para murid-Nya akan dihadapkan ke depan pengadilan karena iman mereka kepada-Nya. Namun Dia seakan-akan berkata, “Don’t worry, be happy! Aku akan menyertai Engkau di mana saja engkau berada atau ke mana saja engkau pergi. Roh Kudus-Ku akan mengajar engkau apa yang harus kaukatakan dan lakukan” (lihat Luk 12:11-12).

Barangkali kita tidak akan dihadapkan ke depan pengadilan karena iman kita kepada Yesus. Namun pasti ada saat-saat dalam kehidupan setiap orang dari kita umat Kristiani, di mana kita harus sungguh berkonfrontasi dengan kejahatan dunia. Inilah moments of truth yang tidak bisa kita hindari! Kita tidak pernah boleh merasa ragu karena Kristus telah berjanji untuk senantiasa menyertai kita [Dia adalah Imanuel (Mat 1:23; 28:20)], memberikan kepada kita Roh Kudus-Nya untuk mengarahkan dan membimbing kita dalam pertempuran melawan kuasa kejahatan (si Jahat)

DOA: Yesus Kristus, Tuhan dan Juruselamat kami. Bersama sang pemazmur kami ingin memanjatkan syukur kepada Allah Tritunggal Mahakudus: “Sesungguhnya ada pahala bagi orang benar, sesungguhnya ada Allah yang memberi keadilan di bumi” (Mzm 58:12). Amin.

Catatan: Untuk mendalami Bacaan Pertama hari ini (Rm 4:13,16-18), bacalah tulisan yang berjudul “IMAN YANG DIBERDAYAKAN OLEH ROH KUDUS” (bacaan tanggal 19-10-13) dalam situs/blog PAX ET BONUM http://catatanseorangofs.wordpress.com; kategori: 13-10 PERMENUNGAN ALKITABIAH OKTOBER 2013.

Bacalah juga tulisan yang berjudul “ROH KUDUS AKAN MENGAJAR KAMU!” (bacaan tanggal 15-10-11) dalam situs/blog PAX ET BONUM.

Cilandak, 12 Oktober 2013 [Peringatan S. Serafinus dr. Montegranaro, Biarawan]

Sdr. F.X. Indrapradja, OFS

TIDAK HANYA KESAKSIAN MUSA DAN PARA NABI

TIDAK HANYA KESAKSIAN MUSA DAN PARA NABI

(Bacaan Injil Misa Kudus, HARI MINGGU BIASA XXVI [Tahun C] – 29 September 2013)

LAZARUS DAN ORANG KAYA LUK 16“Ada seorang kaya yang selalu berpakaian jubah ungu dan kain halus, dan setiap hari ia bersukaria dalam kemewahan. Ada pula seorang pengemis bernama Lazarus, badannya penuh dengan borok, berbaring dekat pintu rumah orang kaya itu, dan ingin menghilangkan laparnya dengan apa yang jatuh dari meja orang kaya itu. Malahan anjing-anjing datang dan menjilat boroknya. Kemudian matilah orang miskin itu, lalu dibawa oleh malaikat-malaikat ke pangkuan Abraham. Orang kaya itu juga mati, lalu dikubur. Sementara ia menderita sengsara di alam maut ia memandang ke atas, dan dari jauh dilihatnya Abraham, dan Lazarus duduk di pangkuannya. Lalu ia berseru, Bapak Abraham, kasihanilah aku. Suruhlah Lazarus, supaya ia mencelupkan ujung jarinya ke dalam air dan menyejukkan lidahku, sebab aku sangat kesakitan dalam nyala api ini. Tetapi Abraham berkata: Anak, ingatlah bahwa engkau telah menerima segala yang baik sewaktu hidupmu, sedangkan Lazarus segala yang buruk. Sekarang di sini ia mendapat hiburan dan engkau sangat menderita. Selain itu, di antara kami dan engkau terbentang jurang yang tak terseberangi, supaya mereka yang mau pergi dari sini kepadamu ataupun mereka yang mau datang dari situ kepada kami tidak dapat menyeberang. Kata orang itu: Kalau demikian, aku minta kepadamu, Bapak, supaya engkau menyuruh dia ke rumah ayahku, sebab masih ada lima orang saudaraku, supaya ia memperingati mereka dengan sungguh-sungguh, agar mereka jangan masuk kelak ke dalam tempat penderitaan ini. Tetapi kata Abraham: Mereka memiliki kesaksian Musa dan para nabi; baiklah mereka mendengarkannya. Jawab orang itu: Tidak Bapak Abraham, tetapi jika ada seorang yang datang dari antara orang mati kepada mereka, mereka akan bertobat. Kata Abraham kepadanya: Jika mereka tidak mendengarkan kesaksian Musa dan para nabi, mereka tidak juga akan mau diyakinkan, sekalipun oleh seorang yang bangkit dari antara orang mati.” (Luk 16:19-31)

Bacaan Pertama: Am 6:1a,4-7; Mazmur Tanggapan: Mzm 146:1-10; Bacaan Kedua 1Tim 6:11-16

Abraham mengatakan kepada orang yang kaya itu bahwa mukjizat yang paling spektakuler sekali pun tidak akan mampu untuk mengubah hati atau pikiran orang. Hanya sabda Allah sajalah yang dapat melakukannya. “Jika mereka tidak mendengarkan kesaksian Musa dan para nabi, mereka tidak juga akan mau diyakinkan sekalipun oleh seorang yang bangkit dari antara orang mati” (Luk 16:31). Tujuan Yesus mengatakan ini adalah untuk menggaris-bawahi adanya suatu kuat-kuasa riil dalam sabda Allah. Apabila kita sungguh mendengarkan sabda Allah itu, jika kita mengesampingkan ide-ide dan hasrat-hasrat kita sendiri, maka Kitab Suci dapat mengubah diri kita secara mendalam.

LECTIO DIVINAMendengarkan sabda Allah dalam Kitab Suci dengan cara yang dapat mengubah hati kita menyangkut lebih daripada sekadar membaca dan/atau mendengar sabda Allah. Bagaimana pun juga orang kaya dalam perumpamaan ini mempunyai Kitab Taurat dan Kitab para Nabi, dan hal itu tidak membuat perubahan atas dirinya. Untuk mendengar sabda Allah, pertama-tama kita harus menenangkan hati dan pikiran kita. Kita harus membuat hening segala macam suara/kebisingan yang dapat dengan cepat menjadi distraksi/pelanturan: pikiran-pikiran tentang hal-hal lain apa saja yang harus kita lakukan, apa saja yang ingin kita lakukan, atau apa saja yang kita telah lupa lakukan. Yang diminta oleh Allah hanyalah bahwa kita memusatkan perhatian kita kepada-Nya untuk hanya beberapa menit lamanya.

Apabila kita telah menenangkan pikiran kita dengan cara begini, janganlah merasa terkejut untuk menemukan rasa bersalah, kemarahan, penolakan, atau dosa yang selama ini terhambat atau tertutupi oleh urusan-urusan lain sehari-hari dan tidak dapat muncul ke atas permukaan dengan segera. Sesungguhnya ada banyak sekali “jaringan laba-laba” yang harus dibersihkan terlebih dahulu melalui pertobatan. Pertobatan akan menghancurkan berbagai halangan yang berdiri antara kita dan Allah. Pertobatan membebaskan diri kita untuk mendengar dari Dia tanpa gangguan atau distorsi dan memampukan kita untuk membuka hati kita lebar-lebar guna menerima sabda-Nya.

Sekarang, kitapun siap untuk memohon kepada Roh Kudus untuk berbicara kepada kita selagi kita membaca Kitab Suci. Kita harus membacanya dengan tidak terburu-buru. Baiklah bagi kita untuk berhenti bilamana ada sepatah kata atau frase yang menarik perhatian kita, atau katakalah menyentuh hati kita. Sekali-kali kita harus berhenti dan memohon kepada Roh Kudus untuk membantu kita memahami apa yang dikatakan-Nya kepada kita. Kita harus menaruh kepercayaan bahwa Dia akan menjawab. Walaupun apa yang dikatakan Roh Kudus itu tidak menyenangkan, kita harus menyadari bahwa hal itu adalah demi kebaikan kita (lihat Yer 29:11). Apabila kita mencoba cara ini setiap hari sepanjang dua minggu, maka berkat Tuhan kita akan merasakan adanya perubahan dalam hati kita. Kita tidak hanya memiliki Musa dan para nabi, melainkan juga Yesus dan Roh Kudus. Biarlah kata-kata mereka merobek hati kita.

DOA: Roh Kudus Allah, berikanlah kepadaku telinga untuk mendengar Engkau, agar aku dapat mengenal Engkau dan mengasihi Engkau dan melayani Engkau hari ini dan selama-lamanya. Amin.

Catatan: Untuk mendalami Bacaan Injil hari ini (Luk 16:19-31), bacalah tulisan yang berjudul “ORANG KAYA DAN LAZARUS YANG MISKIN” (bacaan tanggal 29-9-13) dalam situs/blog PAX ET BONUM http://catatanseorangofs.wordpress.com; kategori: 13-09 PERMENUNGAN ALKITABIAH SEPTEMBER 2013.

(Tulisan ini adalah revisi dari tulisan dengan judul sama untuk bacaan tanggal 26-6-10) dalam situs/blog SANG SABDA)

Cilandak, 25 September 2013

Sdr. F.X. Indrapradja, OFS

ALLAH INGIN MEMBANGUN KEMBALI BAIT-NYA DALAM DIRI KITA

ALLAH INGIN MEMBANGUN KEMBALI BAIT-NYA DALAM DIRI KITA

(Bacaan Pertama Misa Kudus, Peringatan S. Vincentius a Paulo, Imam – Jumat, 27 September 2013)

Haggai-1

Pada hari yang kedua puluh empat dalam bulan yang keenam, pada tahun yang kedua zaman raja Darius, dalam bulan yang ketujuh, pada tanggal dua puluh satu bulan itu, datanglah firman TUHAN (YHWH) dengan perantaraan nabi Hagai, bunyinya: “Katakanlah kepada Zerubabel bin Sealtiel, bupati Yehuda, dan kepada Yosua bin Yozadak, imam besar, dan kepada selebihnya dari bangsa itu, demikian: Masih adakah di antara kamu yang telah melihat Rumah ini dalam kemegahannya semula? Dan bagaimanakah kamu lihat keadaannya sekarang? Bukankah keadaannya di matamu seperti tidak ada artinya? Tetapi sekarang, kuatkanlah hatimu, hai Zerubabel, demikianlah firman YHWH; kuatkanlah hatimu, hai Yosua bin Yozadak, imam besar; kuatkanlah hatimu, hai segala rakyat negeri, demikian firman YHWH; bekerjalah, sebab Aku ini menyertai kamu, demikianlah firman YHWH semesta alam, sesuai dengan janji yang telah Kuikat dengan kamu pada waktu kamu keluar dari Mesir. Dan Roh-Ku tetap tinggal di tengah-tengahmu. Janganlah takut! Sebab beginilah firman YHWH semesta alam: Sedikit waktu lagi maka Aku akan menggoncangkan langit dan bumi, laut dan darat; Aku akan menggoncangkan segala bangsa, sehingga barang yang indah-indah kepunyaan segala bangsa datang mengalir, maka Aku akan memenuhi Rumah ini dengan kemegahan, firman YHWH semesta alam. Kepunyaan-Kulah perak dan kepunyaan-Kulah emas, demikianlah firman YHWH semesta alam. (Hag 2:1-9)

Mazmur Tanggapan: Mzm 43:1-4; Bacaan Injil: Luk 9:18-22

Allah berjanji kepada orang-orang Yahudi yang kembali dari pembuangan bahwa kemegahan Bait Suci yang dibangun kembali akan jauh melampaui kemegahan Bait Suci yang dibangun oleh raja Salomo – sebuah keindahan arsitektur zaman kuno. Ironisnya adalah bahwa Bait Suci yang dibangun kembali oleh orang-orang itu hanyalah merupakan bayangan dari Bait Suci yang didirikan oleh raja Salomo, artinya tidak ada apa-apanya apabila dibandingkan dengan Bait Suci sebelumnya. Baru beberapa abad kemudian – beberapa dekade sebelum kelahiran Yesus – Herodus Agung menyuruh melakukan perbaikan di sana-sini untuk memulihkan kemegahan Bait Suci seperti sebelumnya (yang dibangun oleh raja Salomo). Struktur yang baru dan telah diperbaiki ini kemudian dinamakan “Bait Suci kedua” seakan-akan bangunan pada zaman Hagai tidak termasuk hitungan.

Mengapa Allah menjanjikan kemegahan sedemikian untuk sebuah Bait Suci yang jauh dari memadai ketimbang Bait Suci sebelumnya (Salomo) maupun setelahnya (Herodus Agung)? Karena Allah melihat dengan cara yang lain daripada cara kita. Allah tidak berbicara mengenai kemegahan sebuah bangunan fisik, melainkan mengenai hati manusia yang dengan penuh pengorbanan membangunnya. Allah berjanji bahwa apabila mereka tetap setia kepada-Nya, maka mereka akan mengalami masa damai dan penuh berkat. Bukannya bangunan fisik yang membuat Allah merasa bahagia, melainkan suatu umat yang bergembira dalam Dia sebagai kekuatan mereka.

Pada hari ini pun Allah ingin membangun kembali Bait-Nya dalam diri kita masing-masing. Ia tidak mencari bangunan-bangunan fisik yang indah, melainkan umat dengan hati yang berkobar-kobar dengan kasih-Nya. Apa yang megah di mata dunia mungkin saja tidak sedikit pun menarik perhatian Bapa di surga. Apakah sebenarnya yang dinilai berharga oleh Allah? Kerendahan hati …… kedinaan! Ketaatan! Allah sangat menghargai sikap-sikap yang membuat hati kita terbuka bagi sabda-Nya, terbuka bagi koreksi-koreksi-Nya, dan terbuka bagi penghiburan-Nya. Allah menghargai setiap hal yang kita lakukan yang membawa satu langkah lagi lebih dekat untuk menjadi Kristus di tengah dunia.

Untuk melihat kemuliaan Bait Suci atau Bait Allah – sebuah bait yang kemegahannya jauh melampaui bait-bait yang lain – kita harus memperkenankan Roh Kudus untuk melanjutkan menyentuh hati kita serta mengubah hidup kita. Dia ingin mentransformasikan diri kita menjadi pencerminan kehadiran-Nya. Marilah kita memperkenankan Yesus merobohkan struktur-struktur lama berupa kesombongan, kemandirian yang keliru, dan independensi dalam diri kita. Marilah kita memperkenankan Yesus membangun kembali diri kita masing di atas batu karang Kristus yang sungguh kokoh-kuat. Selagi Dia mengerjakan hal tersebut dalam diri kita, janganlah sampai kita pergi meninggalkan-Nya. Sebaliknya, kita sepatutnya mohon untuk diberikan lebih lagi.

DOA: Bapa surgawi, oleh kuasa Roh Kudus Engkaulah yang membangun kehidupanku. Ciptakanlah dalam diriku hati yang Engkau ingin aku miliki, sebuah hati yang sepenuhnya diperuntukkan bagimu. Biarlah orang-orang lain melihat karya-Mu dalam hatiku, dan jagalah diriku agar tidak sampai bermegah kecuali dalam kuat-kuasa penyelamatan Yesus, Tuhan dan Juruselamatku. Amin.

Catatan: Untuk mendalami Bacaan Injil hari ini (Luk 9:18-22), bacalah tulisan yang berjudul “YESUS, ENGKAU ADALAH SEGALANYA YANG BAIK BAGIKU” (bacaan tanggal 27-9-13) dalam situs/blog PAX ET BONUM http://catatanseorangofs.wordpress.com; kategori: 13-09 PERMENUNGAN ALKITABIAH SEPTEMBER 2013.

Bacalah juga tulisan-tulisan yang berjudul “MENURUT KAMU, SIAPAKAH AKU INI ???” (bacaan untuk tanggal 28-9-12) dan “YESUS ADALAH MESIAS DARI ALLAH” (bacaan tanggal 23-9-11), keduanya dalam situs/blog PAX ET BONUM.

Cilandak, 23 September 2013 [Peringatan S. Padre Pio dr Pietrelcina, Imam]

Sdr. F.X. Indrapradja, OFS

JEMAAT ALLAH, DASAR DAN PENOPANG KEBENARAN

JEMAAT ALLAH, DASAR DAN PENOPANG KEBENARAN

(Bacaan Pertama Misa Kudus, Hari Biasa Pekan Biasa XXIV – Rabu, 18 September 2013)

Keluarga Fransiskan: Peringatan S. Yosef dr Copertino, Imam Fransiskan Conventual

ST. PAUL - 020Semuanya itu kutuliskan kepadamu, walaupun kuharap segera dapat mengunjungi engkau. Jadi, jika aku terlambat, engkau sudah tahu bagaimana orang harus hidup sebagai keluarga Allah, yakni jemaat dari Allah yang hidup, tiang penopang dan dasar kebenaran. Sesungguhnya agunglah rahasia ibadah kita, “Dia, yang telah menyatakan diri-Nya dalam rupa manusia, dibenarkan dalam Roh; yang menampakkan diri-Nya kepada malaikat-malaikat, diberitakan di antara bangsa-bangsa; yang dipercayai di dalam dunia, diangkat dalam kemuliaan.” (1Tim 3:14-16)

Mazmur Tanggapan: Mzm 111:1-6; Bacaan Injil: Luk 7:31-35

“Sesungguhnya agunglah rahasia ibadah kita” (1Tim 3:16). Dengan demikian mulailah suatu pernyataan iman-kepercayaan dari Gereja awal. Dilihat apa adanya, kata-kata ini mencerminkan yang telah disaksikan oleh umat Kristiani awal, dialami oleh mereka dan dipahami sebagai inti dari relasi mereka dengan Yesus: realitas kebangkitan-Nya, pencurahan Roh Kudus-Nya dan hal-hal ajaib lainnya seperti penyembuhan-penyembuhan dan pertobatan dari banyak orang secara dramatis. “Kredo” ini dan lain-lainnya seperti itu adalah upaya-upaya pertama dari umat Kristiani untuk mengungkapkan dengan kata-kata segala “keajaiban” yang menakjubkan itu (1Kor 15:3-7; Rm 10:9-10).

Allah kita sungguh mahabesar dan teramat menakjubkan! Pada zaman ini dan dalam dalam kehidupan kita, Dia telah melakukan berbagai hal yang sama menakjubkannya. Dia menjawab doa-doa kita, walaupun begitu tidak pantasnya diri kita. Dia mencurahkan kebaikan dan belas kasih secara berkelimpahan, jauh melebihi segala kebaikan dan belas kasih yang telah kita telah tunjukkan. Ia menyembuhkan, melindungi, campur tangan, menerangi, dan menarik kita lebih dekat lagi kepada diri-Nya. Dia terus memenuhi janji-janji yang telah dibuat-Nya beberapa ribu tahun lalu kepada Abraham, Musa dan Daud. Ia tetap bekerja untuk membawa sebanyak mungkin orang ke dalam Kerajaan-Nya.

Pasti kita masing-masing dapat menceritakan tindakan Allah yang telah membuat kita terkesima penuh kekaguman dan menggerakkan kita untuk mendeklarasikan keagungan-Nya. Oleh karena itu, marilah pada hari ini kita menulis suatu pernyataan pribadi menyangkut misteri iman-kepercayaan kita masing-masing. Janganlah berpikir bahwa dengan melakukan hal itu kita telah menemukan kembali Kekristenan atau datang dengan kebenaran baru tentang Allah. Secara sederhana, marilah kita mendeklarasikan apa yang kita ketahui tentang siapa Allah itu, tentang apa yang telah dilakukan-Nya atas diri kita masing-masing. Marilah kita menjadi kreatif: kita dapat menulisnya sebagai sebuah lagu, sebuah doa, sebuah sajak, bahkan sebuah pernyataan iman-kepercayaan yang bersifat straight forward.

Jangan merasa susah apabila pernyataan iman-kepercayaan kita terasa terlalu singkat atau tidak memadai. Tujuannya bukanlah untuk datang dengan suatu pernyataan iman-kepercayaan yang sempurna. Gereja telah memiliki pernyataan iman-kepercayaan yang sempurna. Maksud praktek ini adalah terlebih-lebih untuk mengundang Roh Kudus menunjukkan kepada kita berapa banyak yang kita sungguh ketahui dan memperkenankan Roh Kudus untuk membawa kita kepada pemahaman yang lebih mendalam. Sungguh agung rahasia/misteri ibadah kita: Selagi kita memohon kepada Tuhan Yesus untuk mengajar lewat pikiran kita, hati kita pun akan mengikuti dalam cintakasih!

DOA: Bapa surgawi, Allah yang Mahaagung, Pencipta langit dan bumi. Terpujilah Engkau karena kasih-Mu kepada kami. Begitu besar belas kasih-Mu, kebaikan-Mu, pengertian-Mu, pengampunan-Mu – semua cara yang telah Kautunjukkan untuk menunjukkan kasih-Mu kepada kami semua. Kami memuji Engkau untuk pencurahan kasih-Mu yang menakjubkan dalam hidup kami. Amin.

Catatan: Untuk mendalami Bacaan Injil hari ini (Luk 7:31-35), bacalah tulisan yang berjudul “HIKMAT ALLAH DIBENARKAN OLEH SEMUA ORANG YANG MENERIMANYA” dalam situs/blog PAX ET BONUM http://catatanseorangofs.wordpress.com; kategori: 13-09 PERMENUNGAN ALKITABIAH SEPTEMBER 2013.
Bacalah juga tulisan yang berjudul “KAMI MENIUP SERULING BAGIMU” (bacaan tanggal 16-9-09) dalam situs/blog SANG SABDA.

Cilandak, 14 September 2013 [Pesta Salib Suci]

Sdr. F.X. Indrapradja, OFS

YESUS MASIH TETAP MELANJUTKAN KARYA-NYA

YESUS MASIH TETAP MELANJUTKAN KARYA-NYA

(Bacaan Injil Misa Kudus, Hari Biasa Pekan Biasa XXII – Rabu, 4 September 2013)

Ordo Franciscanus Saecularis: Santa Rosa dr Viterbo, Perawan Ordo III

JESUS HEALS THE SICKKemudian Yesus meninggalkan rumah ibadat itu dan pergi ke rumah Simon. Adapun ibu mertua Simon demam keras dan mereka meminta kepada Yesus supaya menolong dia. Lalu Ia berdiri di sisi perempuan itu dan mengusir demam itu, maka penyakit itu pun meninggalkan dia. Perempuan itu segera bangun dan melayani mereka.
Ketika matahari terbenam, semua orang membawa kepada-Nya orang-orang sakitnya, yang menderita bermacam-macam penyakit. Ia pun meletakkan tangan-Nya ke atas mereka masing-masing dan menyembuhkan mereka. Dari banyak orang keluar juga setan-setan sambil berteriak, “Engkaulah Anak Allah.” Lalu Ia dengan keras melarang mereka dan tidak memperbolehkan mereka berbicara, karena mereka tahu bahwa Dialah Mesias.
Ketika hari siang, Yesus berangkat dan pergi ke suatu tempat yang terpencil. Tetapi orang banyak mencari Dia, lalu menemukan-Nya dan berusaha menahan Dia supaya jangan meninggalkan mereka. Tetapi Ia berkata kepada mereka, “Di kota-kota lain juga Aku harus memberitakan Injil Kerajaan Allah, sebab untuk itulah Aku diutus.” Lalu Ia memberitakan Injil dalam rumah-rumah ibadat di Yudea. (Luk 4:38-44)

Bacaan Pertama: Kol 1:1-8; Mazmur Tanggapan: Mzm 52:10-11

Hari itu tentunya merupakan Hari Kemenangan bagi Yesus! Ia memulai hari sabat itu dengan menanamkan kesan mendalam di hati orang-orang Kapernaum, mengajar di sinagoga dengan penuh kuasa (Luk 4:31-32) dan mengusir roh jahat (Luk 4:33-37). Kemudian Yesus kembali ke rumah Simon Petrus di mana Dia menyembuhkan ibu mertua Simon dari demam keras (Luk 4:38-39). Pada malam harinya, banyak orang sakit dan orang yang kerasukan roh-roh jahat dibawa kepada-Nya. Yesus melayani mereka satu-persatu; sakit-penyakit disembuhkan dan roh-roh jahat diusir pergi (Luk 4:40-41). Inilah bukti nyata bahwa Yesus telah datang dan melakukan segala hal yang dinubuatkan oleh nabi Yesaya, yaitu “untuk menyampaikan kabar baik kepada orang-orang miskin, memberitakan pembebasan kepada orang orang-orang tawanan, dan penglihatan bagi orang-orang buta, untuk membebaskan orang-orang yang tertindas, untuk memberitakan tahun rahmat Tuhan telah datang” (Luk 4:18-19; bdk. Yes 61:1-2).

Dengan demikian, tidaklah mengejutkan apabila orang-orang Kapernaum berusaha menahan Dia supaya jangan meninggalkan mereka (Luk 4:42). Yesus memang lain: Di Kapernaum Ia diterima dan dapat melanjutkan karya pelayanan-Nya dengan penuh kenyamanan, namun Ia memilih untuk meninggalkan kota itu agar dapat melanjutkan pewartaan tentang Kerajaan Allah dan menyerukan pertobatan di tempat-tempat lain. Sebagai Dia yang diurapi Allah dengan Roh Kudus dan diutus untuk mewartakan Kabar Baik kepada semua orang, Yesus tidak mau berhenti hanya karena diakui sebagai seorang pembuat mukjizat. Ia didorong oleh Roh Kudus yang hidup dalam diri-Nya untuk melakukan sesuatu yang jauh lebih besar, yaitu mendirikan Kerajaan Allah di atas bumi ini.

YESUS DI GEREJA ORTODOX SIRIADengan menyajikan cerita-cerita penyembuhan orang-orang sakit dan pembebasan orang-orang yang dirasuki roh-roh jahat yang semakin banyak jumlahnya, Lukas menunjukkan bagaimana Yesus terus bekerja. Selama pelayanan-Nya, Yesus tidak pernah berhenti bekerja – tidak hanya membuat berbagai mukjizat dan tanda heran lainnya, melainkan juga mengampuni dosa orang-orang dan menyatakan Allah Bapa kepada mereka. Yesus senantiasa mencari semakin banyak orang, memanggil mereka untuk melakukan pertobatan batin dan menjalin relasi dengan Allah Bapa secara lebih mendalam.

Sekarang Yesus berada di surga dalam kemuliaan dan duduk di sebelah kanan Allah Bapa, namun Yesus tetap melanjutkan karya untuk memajukan Kerajaan-Nya di tengah dunia. Sebagai para anggota tubuh Kristus di dunia, kita terus menerima dari Yesus pelayanan-Nya untuk dalam hal penyembuhan, pembebasan dari ikatan/pengaruh roh-roh jahat, dan juga pengampunan dosa. Yesus tidak pernah berhenti memanggil kita untuk masuk ke dalam kehidupan dengan diri-Nya dan oleh kuasa Roh Kudus-Nya terus membentuk diri kita agar mengalami pertumbuhan progresif dalam hal kekudusan, kuat-kuasa untuk mengalahkan dosa, dan mengasihi sesama kita. Oleh karena itu marilah kita mengikuti Yesus Kristus dengan sepenuh hati. Marilah kita membuka hati kita bagi kuat-kuasa-Nya yang memberi kehidupan dan cintakasih.

DOA: Tuhan Yesus, bukalah diri kami agar dapat mengalami kepenuhan berkat-berkat Kerajaan Surga. Perkenankanlah sabda-Mu membawa kehidupan bagi kami dan menyatakan tujuan-tujuan-Mu bagi kami-manusia yang masih hidup di dunia. Kami ingin menanggapi rahmat-Mu secara mendalam. Amin.

Catatan: Untuk mendalami Bacaan Injil hari ini (Luk 4:38-44), bacalah tulisan yang berjudul “PADA HARI INI YESUS MASIH MENYEMBUHKAN” dalam situs/blog PAX ET BONUM http://catatanseorangofs.wordpress.com; kategori: 12-09 PERMENUNGAN ALKITABIAH SEPTEMBER 2013. Bacalah juga tulisan yang berjudul “HARUS MENYEDIAKAN WAKTU UNTUK BERDOA” (bacaan tanggal 31-8-11) dalam situs/blog PAX ET BONUM; kategori: 11-08 PERMENUNGAN ALKITABIAH AGUSTUS 2011.

Cilandak, 31 Agustus 2013

Sdr. F.X. Indrapradja, OFS

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

Join 126 other followers