Posts tagged ‘YOHANES PEMBAPTIS’

MEMBUAT BANYAK ORANG ISRAEL BERBALIK KEPADA ALLAH

MEMBUAT BANYAK ORANG ISRAEL BERBALIK KEPADA ALLAH

(Bacaan Injil Misa Kudus, Hari Biasa Khusus Adven – Jumat, 19 Desember 2014)

stdas0276Pada zaman Herodes, raja Yudea, ada seorang imam yang bernama Zakharia dari rombongan Abia. Istrinya juga berasal dari keturunan Harun, namanya Elisabet. Keduanya hidup benar di hadapan Allah dan menuruti segala perintah dan ketetapan Tuhan dengan tidak bercacat. Tetapi mereka tidak mempunyai anak, sebab Elisabet mandul dan keduanya telah lanjut umurnya.

Pada suatu kali, waktu tiba giliran kelompoknya, Zakharia melakukan tugas keimaman di hadapan Tuhan. Sebab ketika diundi, sebagaimana lazimnya, untuk menentukan imam yang bertugas, dialah yang ditunjuk untuk masuk  ke dalam Bait Suci dan membakar dupa di situ. Pada waktu pembakaran dupa, seluruh umat berkumpul di luar dan sembahyang. Lalu tampaklah kepada Zakharia seorang malaikat Tuhan berdiri di sebelah kanan mezbah pembakaran dupa. Melihat hal itu ia terkejut dan menjadi takut. Tetapi malaikat itu berkata kepadanya, “Jangan takut, hai Zakharia, sebab doamu telah dikabulkan. Elisabet, istrimu, akan melahirkan seorang anak laki-laki bagimu dan haruslah engkau menamai dia Yohanes. Engkau akan bersukacita dan bergembira, bahkan banyak orang akan bersukacita atas kelahirannya itu. Sebab ia akan besar di hadapan Tuhan dan dia tidak akan minum anggur atau minuman keras dan ia akan penuh dengan Roh Kudus sejak dari rahim ibunya dan ia akan membuat banyak orang Israel berbalik kepada Tuhan, Allah mereka. Ia akan berjalan mendahului Tuhan dalam roh dan kuasa Elia untuk membuat hati para bapak berbalik kepada anak-anaknya dan hati orang-orang durhaka kepada pikiran orang-orang benar. Dengan demikian ia menyiapkan bagi Tuhan suatu umat yang layak bagi-Nya.” Lalu kata Zakharia kepada malaikat itu, “Bagaimanakah aku tahu bahwa hal ini akan terjadi? Sebab aku sudah tua dan istriku sudah lanjut umurnya.” Jawab malaikat itu kepadanya, “Akulah Gabriel yang melayani Allah dan aku telah diutus untuk berbicara kepadamu untuk menyampaikan kabar baik ini kepadamu. Sesungguhnya engkau akan menjadi bisu dan tidak dapat berkata-kata sampai hari ketika semuanya ini terjadi, karena engkau tidak percaya kepada perkataanku yang akan dipenuhi pada waktunya.” Sementara itu orang banyak menanti-nantikan Zakharia. Mereka menjadi heran bahwa ia begitu lama berada dalam Bait Suci. Ketika ia keluar, ia tidak dapat berkata-kata kepada mereka dan mengertilah mereka bahwa ia telah melihat suatu penglihatan di dalam Bait Suci. Lalu ia memberi isyarat kepada mereka, dan ia tetap bisu. Ketika selesai masa pelayanannya, ia pulang ke rumah.

Beberapa lama kemudian Elisabet, istrinya, mengandung dan selama lima bulan ia tidak menampakkan diri, katanya, “Inilah suatu perbuatan Tuhan bagiku, dan sekarang Ia berkenan menghapuskan aibku di depan orang.” (Luk 1:5-25)

Bacaan pertama: Hak 13:2-7.24-25; Mazmur Tanggapan: Mzm 71:5-6,16-17

“Ia akan membuat banyak orang Israel berbalik kepada Tuhan, Allah mereka” (Luk 1:16).

john-baptist-lds-art-parson-39541-printDari sejak kelahirannya, Yohanes Pembaptis sudah dipisahkan untuk menjadi seorang nabi dan bentara sang Mesias. Selagi dia bertumbuh dalam relasinya dengan Tuhan, Yohanes Pembaptis menjadi simbol hidup dari pengharapan bagi semua orang yang berjumpa dengan dirinya. Walaupun dia berbicara secara agresif tentang keadilan dan kekudusan Allah, panggilan Yohanes Pembaptis kepada orang-orang untuk bertobat secara spesifik memusatkan perhatian pada belas kasih Allah. Melalui pertobatan, Yohanes Pembaptis mengajak/mengundang mereka untuk melepaskan beban berat dosa-dosa mereka dan kembali dengan penuh sukacita kepada Tuhan Allah.

Selama pelayanan Yohanes Pembaptis, banyak orang masih belum sadar dan tidak memahami bahwa janji-janji Allah akan segera dipenuhi dan jalan satu-satunya bagi mereka untuk dapat menerima belas kasih Allah adalah melalui pertobatan. Itulah sebabnya mengapa Yohanes mempersiapkan jalan dengan memanggil Israel agar mengakui dosanya dan menerima pengampunan. Allah senantiasa siap untuk membebaskan umat-Nya dari beratnya beban-beban mereka. O betapa Dia rindu melihat kita melepaskan apa saja yang menghalangi kita untuk mendekat kepada-Nya dan menerima berkat-berkat-Nya.

Apakah aneh apabila kita melihat orang-orang menjadi penuh sukacita disebabkan oleh khotbah Yohanes Pembaptis tentang pertobatan? Seringkali tanggapan kita ketika melihat dosa dalam dunia atau dalam kehidupan kita sendiri adalah ketiadaan pengharapan. Namun, apabila diinspirasikan oleh Roh Kudus, maka panggilan untuk melakukan pertobatan menjadi suatu undangan untuk memulihkan relasi kita dengan Bapa surgawi. Kelekatan kita pada dosa-dosa dan kelemahan-kelemahan kita dapat memblokir penerimaan kita akan karunia yang paling berharga, yaitu pengampunan mutlak dari Bapa surgawi yang penuh belas kasih, yang sangat mengasihi kita. Dengan karunia indah ini, kesedihan kita dapat digantikan dengan pengharapan.

Pengakuan dosa lewat sakramen rekonsiliasi adalah suatu cara yang mempunyai kuat-kuasa guna mempersiapkan kedatangan Tuhan dalam masa Adven ini. Ketika kita mengambil keputusan untuk kembali kepada Allah, maka diri kita dibersihkan secara lengkap. Tidak ada sedikit pun noda yang tersisa. Belas kasih Allah hampir tidak berarti apa-apa bagi kita, jika kita tidak mengalaminya secara pribadi. Sekarang, apa lagi yang kita nantikan? Marilah kita mendatangi kamar pengakuan dan berjalan keluar dalam persekutuan dengan Allah. Kita dapat mengandalkan rahmat-Nya selagi kita mencari pengampunan-Nya. Allah dapat menyatakan kasih-Nya yang besar secara paling baik dalam hati yang bertobat.

DOA: Bapa surgawi, Engkau adalah Allah yang berbelas kasih. Aku telah meninggalkan kebaikan-Mu dan sekarang ingin kembali kepada-Mu dengan mengakui segala dosa-dosaku. Aku sungguh rindu agar dapat direkonsiliasikan secara penuh dengan Engkau, dan aku sadar bahwa inilah yang Kaukehendaki dari diriku. Ya Bapa, ampunilah aku orang berdosa. Amin.

Catatan: Untuk mendalami Bacaan Injil hari ini (Luk 1:5-25), bacalah tulisan yang berjudul “MENARUH KEPERCAYAAN SEPENUHNYA KEPADA ALLAH” (bacaan tanggal 19-12-14) dalam situs/blog  PAX ET BONUM http://catatanseorangofs.wordpress.com; kategori 14-12  PERMENUNGAN ALKITABIAH DESEMBER 2014. 

Cilandak, 16 Desember 2014

 

Sdr. F.X. Indrapradja, OFS

SIAPAKAH ENGKAU ??? [2]

SIAPAKAH ENGKAU ??? [2]

(Bacaan Injil Misa Kudus, HARI MINGGU ADVEN III [Tahun B], 14 Desember 2014)

images (15)Datanglah seorang yang diutus Allah, namanya Yohanes; ia datang sebagai saksi untuk bersaksi tentang terang itu, supaya merelalui dia semua orang menjadi percaya. Ia bukan terang itu, tetapi ia harus bersaksi tentang terang itu.

Inilah kesaksian Yohanes ketika orang Yahudi dari Yerusalem mengutus beberapa imam dan orang-orang Lewi kepadanya untuk menanyakan dia, “Siapakah engkau?” Ia mengaku dan tidak berdusta, katanya, “Aku bukan Mesias.” Lalu mereka bertanya kepadanya, “Kalau begitu, siapa? Apakah engkau Elia?” Ia menjawab, “Bukan!” “Engkaukah nabi yang akan datang?” Ia pun menjawab, “Bukan!” Karena itu kata mereka kepadanya, “Siapakah engkau? Sebab kami harus memberi jawab kepada mereka yang mengutus kami. Apakah katamu tentang dirimu sendiri?” Jawabnya, “Akulah suara orang yang berseru-seru di padang gurun, ‘Luruskanlah jalan Tuhan!’ seperti yang telah dikatakan Nabi Yesaya.”

Di antara orang-orang yang diutus itu ada beberapa orang Farisi. Mereka bertanya kepadanya, “Kalau demikian, mengapa engkau membaptis, jikalau engkau bukan Mesias, bukan Elia, dan bukan nabi yang akan datang?” Yohanes menjawab mereka, “Aku membaptis dengan air; tetapi di tengah-tengah kamu berdiri Dia yang tidak kamu kenal, yaitu Dia, yang datang kemudian daripada aku. Membuka tali kasut-Nya pun aku tidak layak.”

Hal itu terjadi di Betania yang di seberang Sungai Yordan, tempat Yohanes membaptis. (Yoh 1:6-8,19-28)

Bacaan Pertama: Yes 61:1-2a,10-11;Mazmur Tanggapan: Luk 1:46-50,53-54; Bacaan Kedua: 1Tes 5:16-24 

YOHANES PEMBAPTIS - 3Para petinggi agama Yahudi di Yerusalem kelihatannya risau memikirkan Yohanes Pembaptis. Apakah yang dikhotbahkan oleh “orang  aneh ini”? Apa yang dilakukannya sejak ia muncul di padang gurun? Menurut Yohanes siapakah dirinya sebenarnya? Pertanyaan besar yang ada dalam pikiran mereka adalah tentang sang Mesias, Kristus. Apakah zaman Mesianis sudah dimulai? Oleh karena itu mereka mengutus beberapa imam dan orang-orang Lewi kepada Yohanes Pembaptis untuk menanyakan dia, “Siapakah engkau?” Jawaban akhir Yohanes: “Akulah suara orang yang berseru-seru di padang gurun, ‘Luruskanlah jalan Tuhan!’ seperti yang telah dikatakan Nabi Yesaya” (Yoh 1:23).

Duabelas abad kemudian pertanyaan yang sama diajukan kepada Fransiskus dari Assisi. Dia baru saja memulai “petualangan” rohaninya, baru saja meninggalkan “dunia uang” dari ayahnya, Pietro Bernardone. Pada waktu itu Fransiskus sedang melakukan perjalanan seorang diri (sesuatu yang tidak pernah dilakukannya lagi begitu Tuhan Allah memberikan kepadanya saudara-saudara) melalui hutan, sambil melambungkan lagu-lagu pujian bagi Allah dalam bahasa Perancis, ketika tiba-tiba dia diserang oleh beberapa orang penyamun. Ternyata mereka salah hitung karena orang yang bersosok kecil korban perampokan itu benar-benar miskin – tak memiliki apa-apa yang pantas untuk dirampas dari dirinya. Mereka bertanya kepada si kecil-miskin itu, “Siapakah engkau?”  Ini adalah pertanyaan mengenai identitas! Diinspirasikan oleh Roh Kudus, Fransiskus menjawab: “Aku adalah bentara sang Raja Agung.”  Kemudian Fransiskus dipukuli para penyamun itu dan ia pun dilemparkan ke dalam lubang yang dalam penuh salju (lihat 1Cel 16).

Yohanes Pembaptis dan Fransiskus (nama permandiannya juga Yohanes Pembaptis) merasa berbahagia untuk mengidentifikasikan diri mereka dalam kaitannya dengan Yesus Kristus. Patut dicatat di sini bahwa semua orang yang telah dibaptis diidentifikasikan sebagai orang-orang Kristiani – pengikut Kristus, sang Terurapi, Mesias yang telah dijanjikan itu.

Yesus ada di tengah-tengah kita …… Dia ada di dalam diri kita …… akan tetapi Dia tetap tidak dikenal apabila kita tidak memandang diri kita sebagai bentara-Nya dan menjadi saksi-Nya lewat kehidupan kita. Sesungguhnya kita semua yang telah dibaptis dipanggil untuk menjadi saksi-saksi-Nya.

Bayangkanlah keberadaan orang-orang Yahudi zaman kita ini. Apakah kiranya yang ada dalam pikiran mereka tentang kita dan iman-kepercayaan yang kita hayati? Adalah adil jika kita berpikir bahwa setiap orang Yahudi berhak untuk melihat perikehidupan kita dan komunitas Kristiani kita dan bertanya kepada kita apakah tanda-tanda sang Mesias sungguh ada di tengah-tengah kita. Ingatlah selalu bahwa Yesus ada di tengah-tengah kita …… tak dikenal …… kalau kita tidak bersaksi tentang diri-Nya.

stf01010Oleh karena itu, selagi kita menyiapkan diri untuk Sakramen Rekonsiliasi dalam masa Adven ini, marilah kita bertanya kepada diri kita sendiri, “Siapakah engkau?” Apakah aku sungguh merupakan suara yang menyiapkan jalan Kristus bagi orang-orang lain? Apakah aku seorang saksi Kristus dalam keluargaku sendiri, di tempat aku bekerja, dalam kehidupan sosialku, dalam tutur-kataku ketika berkomunikasi dengan sesamaku, dalam sikap politikku, prasangka yang kumiliki? Apakah aku merasa malu akan identitas Kristianiku ketika menghadapi tantangan dari luar? Apakah aku bangga untuk diketahui orang lain bahwa aku sungguh berniat untuk menghayati nilai-nilai Injili? Apakah aku sungguh merasakan kehadiran Allah yang membuat Fransiskus dengan penuh sukacita melambungkan puji-pujiannya bagi-Nya? Kemudian, ketika kita melihat kualitas kehidupan kita sebagai umat Kristiani dalam masyarakat, dapatkah kita menunjukkan kepada para penanya Yahudi itu bahwa kita memiliki semua tanda kehadiran Mesias: (a) sebuah komunitas yang membawa terang ke tengah kehidupan yang penuh kegelapan ini; (b) yang membawakan suara Allah yang penuh sukacita bagi telinga-telinga yang tuli terhadap kebaikan; (c) yang membawa pengharapan bagi semua orang yang terpenjara atau diperbudak oleh salah satu bentuk kecanduan, apakah seks, narkoba dlsb.; (d) yang membawa kesembuhan bagi mereka yang menderita sakit dan luka, baik fisik maupun batin; (e) yang membawa kehidupan bagi mereka yang mengalami depresi dan hampir mati; (f) dan yang membawa kabar baik keadilan bagi orang-orang miskin?

Menurut Yesus, itulah tanda-tanda kehadiran dan kemenangan sang Mesias. Apakah tanda-tanda itu terlihat dalam hidup kita dan dalam komunitas kita? Yesus ada di tengah-tengah kita …… tidak dikenal …… kalau kita tidak bersaksi tentang diri-Nya!

DOA: Tuhan Yesus, dari zaman ke zaman Engkau telah mengurapi umat-Mu dengan Roh Kudus-Mu agar dapat menjadi saksi-saksi-Mu yang tangguh dalam memberitakan Kabar Baik-Mu ke tengah-tengah dunia. Biarlah lewat karya Roh Kudus dalam diriku pada hari ini,  aku dapat memuliakan nama-Mu, lewat kata-kata dan tindakanku. Amin. 

Catatan: Untuk mendalami bacaan Injil hari ini (Yoh 1:6-8,19-28), bacalah tulisan yang berjudul “SIAPAKAH ENGKAU ???” (bacaan untuk tanggal 14-12-14) dalam situs/blog PAX ET BONUM http://catatanseorangofs.wordpress.com; kategori: 14-12 PERMENUNGAN ALKITABIAH DESEMBER 2014. 

(Tulisan ini adalah revisi dari tulisan dengan judul sama untuk bacaan tanggal 11-12-11 dalam situs/blog PAX ET BONUM) 

Cilandak, 10 Desember 2014 

 

Sdr. F.X. Indrapradja, OFS

YOHANES PEMBAPTIS DAN ELIA

YOHANES PEMBAPTIS DAN ELIA

(Bacaan Injil Misa Kudus, Peringatan S. Lusia, Perawan-Martir – Sabtu, 13 Desember 2014) 

john-baptist-lds-art-parson-39541-print

Lalu murid-murid-Nya bertanya kepada-Nya, “Kalau demikian, mengapa ahli-ahli Taurat berkata bahwa Elia harus datang dahulu?” Jawab Yesus, “Memang Elia akan datang dan memulihkan segala sesuatu dan Aku berkata kepadamu: Elia sudah datang, tetapi orang tidak mengenal dia, dan memperlakukannya menurut kehendak mereka. Demikian juga Anak Manusia akan menderita oleh mereka.” Pada waktu itu mengertilah murid-murid Yesus bahwa Ia berbicara tentang Yohanes Pembaptis. (Mat 17:10-13) 

Bacaan pertama: Sir 48:1-4.9-11; Mazmur Tanggapan: Mzm 80:2-3,15-16,18-19 

Keadilan dan damai sejahtera; kebenaran dan kekudusan; rahmat dan pengampunan; cintakasih dan kebaikan: Bukankah hal-hal seperti ini yang sangat dibutuhkan oleh dunia? Masa Adven mengingatkan kita bahwa Allah telah berjanji untuk memulihkan segala sesuatu yang hilang disebabkan oleh dosa dan membuat semua hal menjadi baru lagi.

Para nabi diutus untuk menarik orang-orang kembali kepada Allah dan kepada jalan kekudusan-Nya dan keadilan-Nya. Elia adalah satu dari para nabi Perjanjian Lama yang paling besar. Dalam sebuah “kompetisi” dengan para nabi ilah Baal di gunung Karmel, Elia berdoa dan memohon kepada YHWH agar supaya menurunkan api guna membakar kurban bakaran yang dipersembahkannya. Permohonan yang ditujukan kepada ilah Baal dilakukan oleh para nabinya, namun tanpa hasil. Elia menunjukkan bahwa YHWH adalah Allah yang benar, Allah yang sejati. Karena itu banyak orang Israel berbalik kepada penyembahan sejati kepada-Nya. Para nabi ilah Baal yang berjumlah ratusan orang itu pun ditangkap dan dibunuh atas perintah sang nabi (1Raj 18:20-46).

Yohanes Pembaptis datang dengan “roh Elia” ini, dia menyulut hati orang-orang dengan suatu kegairahan untuk hidup kudus. Yohanes Pembaptis mewartakan pertobatan dan mempersiapkan Israel guna menyambut kedatangan sang Mesias, walaupun hal itu berarti berbicara melawan Raja Herodes Antipas dan menempatkan hidupnya sendiri dalam suatu situasi penuh risiko. Seperti juga Elia, Yohanes Pembaptis paling dikenal untuk keberanian dan kegairahannya dalam caranya mengikuti Tuhan.

Setiap orang Kristiani terbaptis dipanggil untuk ikut ambil bagian dalam misi kenabian Yesus. Melalui karunia-karunia  dan karya-karya Roh Kudus, kita masing-masing dapat menjadi orang-orang yang akan memulihkan kekudusan Alah dan keadilan-Nya di tengah dunia (lihat Konstitusi Dogmatis Lumen Gentium tentang Gereja, 34; Katekismus Gereja Katolik, 901). Kita dapat saja tidak dipanggil seperti halnya dengan Elia dan Yohanes Pembaptis. Namun demikian, Allah mempunyai sebuah peran bagi masing-masing kita dalam kehidupan kita sehari-hari. Di tengah keluarga, di tempat kerja kita, atau di sekolah, kita dapat menjadi terang di tengah kegelapan, membawa orang kepada Yesus dan memberi kesaksian tentang kuat-kuasa Injil melalui kata-kata yang kita ucapkan, tindakan-tindakan kita, dan sikap-sikap kita.

Allah senantiasa siap untuk mentransformir kita dan memenuhi diri kita dengan kasih-Nya bela rasa-Nya. Pada masa Adven ini, marilah kita terus mendekatkan diri kita kepada-Nya, sambil memohon kepada-Nya untuk mengajar kita bagaimana menjadi suara-suara kenabian kepada dunia kita ini.

DOA: Datanglah Roh Kudus, dan bakarlah hatiku dengan api cintakasih Kristus, sehingga dengan demikian aku dapat turut serta menguduskan dunia bagi Allah dan mewartakan Injil kepada semua orang yang berkeinginan untuk mendengarnya. Amin.

Catatan: Untuk mendalami Bacaan Injil hari ini (Mat 17:10-13), bacalah tulisan yang berjudul  “ELIA SUDAH DATANG” (bacaan tanggal 13-12-14) dalam situs/blog PAX ET BONUM http://catatanseorangofs.wordpress.com; kategori: 14-12 PERMENUNGAN ALKITABIAH DESEMBER 2014. 

Cilandak, 10 Desember 2014 

 

Sdr. F.X. Indrapradja, OFS

KITA DIPANGGIL UNTUK MENJADI SAKSI-SAKSI KRISTUS

KITA DIPANGGIL UNTUK MENJADI SAKSI-SAKSI KRISTUS

(Bacaan Injil Misa Kudus, Hari Biasa Pekan II Adven  – Jumat, 12 Desember 2014) 

Jesus_109Dengan apakah akan Kuumpamakan orang-orang zaman ini? Mereka seumpama anak-anak yang duduk di pasar dan berseru kepada teman-temannya: Kami meniup seruling bagimu, tetapi kamu tidak menari, kami menyanyikan kidung duka, tetapi kamu tidak berkabung. Karena Yohanes datang, ia tidak makan, tidak minum, dan mereka berkata: Ia kerasukan setan. Kemudian Anak Manusia datang, Ia makan dan minum, dan mereka berkata: Lihatlah, Ia seorang pelahap dan peminum, sahabat pemungut cukai dan orang berdosa. Tetapi hikmat Allah dibenarkan oleh perbuatannya.” (Mat 11:16-19) 

Bacaan Pertama: Yes 48:17-19; Mazmur Tanggapan: Mzm 1:1-6 

Ada “pepatah” Inggris yang dalam bahasa Indonesia-nya kira-kira berbunyi sebagai berikut: “Anda dapat menyenangkan sejumlah orang sekali-kali waktu, namun anda tidak dapat menyenangkan semua orang setiap waktu!” “Pepatah” ini memang mengandung kebenaran. Dalam sebuah dunia yang diselubungi oleh kegelapan, selalu akan ada orang-orang yang menentang kebahagiaan sejati. Resistensi mereka terkadang terasa begitu kuatnya, karena yang mereka percayai adalah kebahagiaan palsu dengan berbagai macam bentuknya. Namun kita adalah adalah anak-anak terang karena Yesus Kristus telah membebas-merdekakan kita.

Kita mengenal Yesus, namun hal itu tidak berarti kita dikecualikan dari cemoohan atau penolakan, seperti yang dialami oleh Yesus dan Yohanes Pembaptis. Sebagai umat Kristiani, kita dipanggil untuk menjadi saksi-saksi Kristus, dan hal ini seringkali menuntut kita untuk menjauhi apa yang malah dinilai dapat diterima secara sosial. Pada saat-saat seperti itu, kita harus tetap teguh bertahan pada apa yang kita yakini sebagai benar.

Ada seorang perempuan seperti itu, namanya Elizabeth Ann Bayley. Dia dilahirkan dalam sebuah keluarga kaya-terpandang di New York City pada tanggal 28 Agustus 1774 dan dibaptis dalam Gereja Episkopal (Anglikan). Ayahnya adalah Dr. Richard Bailey dan ibunya adalah Catherine Charlton, dua keluarga terkemuka dari keluarga-keluarga yang tinggal di kawasan New York. Kakek-neneknya dari pihak ayah adalah kaum Huegenot Perancis (Protestan). Elizabeth menikah dengan seorang pengusaha sukses bernama William Seton. Namun setelah mengalami kerugian besar pasca Revolusi Perancis, kondisi kesehatan William menjadi semakin buruk. Guna mencari iklim yang lebih baik, maka dia, Elizabeth dan puteri mereka yang tertua melakukan perjalanan ke Italia – namun dia meninggal dunia tidak lama setelah mendarat di Italia.

saint_elizabeth_ann_seton_by_jfkpaint-d3ca7tySementara berdiam di tengah keluarga-keluarga para sahabat William, Elizabeth mengalami untuk pertama kalinya suasana kekatolikan keluarga-keluarga tersebut, dan hatinya sungguh tergerak dengan mendalam karena pengalamannya tersebut. Sepulangnya ke Amerika Serikat – walaupun menghadapi tentangan dari keluarganya – Elizabeth menjadi seorang Katolik. Sebagai seorang janda yang harus menopang lima orang anaknya yang masih kecil-kecil, Elizabeth mengabaikan ekspektasi-ekspektasi dari kelas sosialnya dengan membuat sebuah sekolah. Belakangan dia mengucapkan kaul dan kemudian mendirikan sebuah komunitas religius. Akhirnya dia membuat sebuah sekolah swasta yang merupakan awal dari sistem sekolah Katolik di Amerika Serikat. Dalam setiap langkahnya, Elizabeth harus menghadapi oposisi, termasuk dari dalam Gereja sendiri. Namun Elizabeth maju terus dengan penuh ketekunan. Elizabeth meninggal dunia pada tanggal 4 Januari 1821. Elizabeth menjadi orang kudus pertama yang lahir di Amerika. Elisabeth dibeatifikasikan sebagai seorang Beata oleh Paus Yohanes XXIII pada tanggal 17 Maret 1963 dan Paus Paulus VI mengkanonisasikannya sebagai seorang Santa pada tanggal 14 September 1975. Pesta orang kudus pertama yang lahir di Amerika Serikat ini dirayakan dengan meriah di Amerika Serikat, teristimewa di New York City. Koran-koran memuat berita ini, termasuk New York Times. Walaupun hanya melalui televisi, kami menyaksikan pesta besar umat Katolik Amerika Serikat pada waktu itu. Dengan bangga kami dapat mengatakan: Yes, we were there! 

Seperti Yesus, baik Yohanes Pembaptis maupun Santa Elizabeth Seton merupakan tokoh-tokoh kontroversial, namun pada saat bersamaan mereka juga instrumental dalam memajukan rencana Allah.

Saudari dan Saudaraku yang dikasihi Kristus, apakah kita (anda dan saya) ingin membuat perubahan dalam dunia dan memimpin orang-orang kepada Allah? Janganlah kita takut ditolak. Marilah kita memperkenankan Yesus menjadi Pembimbing atau Penunjuk Jalan kita!

DOA: Tuhan Yesus, terima kasih penuh syukur kuhaturkan kepada-Mu karena Engkau memanggilku ke luar dari kegelapan untuk masuk ke dalam terang-Mu. Anugerahkanlah kepadaku keberanian dan ketekunan untuk menjadi seorang pribadi seturut rencana-Mu bagi diriku. Aku memuji Engkau, ya Tuhan Yesus, sukacita hidupku! Amin.

Catatan: Untuk mendalami Bacaan  Injil hari ini (Mat 11:16-19), bacalah tulisan yang berjudul “DALAM YESUS KITA MEMPUNYAI SEORANG PENGANTARA” (bacaan tanggal 12-12-14) dalam situs/blog PAX ET BONUM http://catatanseorangofs.wordpress.com; kategori: 14-12 PERMENUNGAN ALKITABIAH DESEMBER 2014. 

Untuk mendalami Bacaan Pertama hari ini (Yes 48:17-19), bacalah tulisan yang berjudul “SEKIRANYA ENGKAU MEMPERHATIKAN PERINTAH-PERINTAH-KU” untuk bacaan tanggal 9-12-11 dalam situs/blog PAX ET BONUM. 

Cilandak, 9 Desember 2014 

 

Sdr. F.X. Indrapradja, OFS

JIKA KITA PERCAYA KEPADA YESUS KRISTUS

JIKA KITA PERCAYA KEPADA YESUS KRISTUS

(Bacaan Injil Misa Kudus, Hari Biasa Pekan II Adven – Kamis, 11 Desember 2014) 

YESUS DI GEREJA ORTODOX SIRIASesungguhnya Aku berkata kepadamu: Di antara mereka yang dilahirkan oleh perempuan tidak pernah tampil seorang yang lebih besar daripada Yohanes Pembaptis, namun yang terkecil  dalam Kerajaan Surga lebih besar daripada dia. Sejak tampilnya Yohanes Pembaptis hingga sekarang, Kerajaan Surga diserbu dan orang yang menyerbunya mencoba merebutnya. Sebab semua nabi dan kitab Taurat bernubuat hingga tampilnya Yohanes dan – jika kamu mau menerimanya – dialah Elia yang akan datang itu, Siapa bertelinga, hendaklah ia mendengar! (Mat 11:11-15) 

Bacaan Pertama: Yes 41:13-20; Mazmur Tanggapan: Mzm 145:1,9-13 

Sekali-kali kita membaca sebuah pernyataan Yesus dalam Kitab Suci yang menyebabkan kita merasa heran dan bertanya-tanya kepada diri kita sendiri. Demikian pula dengan bacaan Injil hari ini. Yesus mengatakan bahwa siapa saja dalam Kerajaan Surga lebih besar daripada Yohanes Pembaptis! Lalu, apa yang dapat kita katakan tentang Yohanes Pembaptis ini? Putera tunggal Bu Elisabet dan Pak Zakharia ini adalah seorang pribadi yang kudus hidupnya. Hidupnya senantiasa dipenuhi dan dibimbing oleh Roh Kudus. Yohanes Pembaptis adalah seorang nabi. Dia berdoa sepanjang waktu. Dia mewartakan sabda Allah dengan penuh keberanian. Dia menghayati suatu kehidupan yang radikal; ia memakai jubah bulu unta dan ikat pinggang kulit Apabila dia sedang tidak berpuasa, maka makanannya hanyalah belalang dan madu hutan. Yohanes Pembaptis begitu mengasihi Allah sehingga pada akhirnya dia dibunuh mati dengan dipenggal kepalanya atas perintah Herodes Antipas. Ia adalah seorang martir sejati!

Pikir punya pikir, tentunya Yesus tidak memaksudkan bahwa kita semua lebih besar daripada Yohanes Pembaptis. Jangankan “lebih besar”, “hampir menyamainya” juga masih jauh, jauh, jauh! Namun marilah kita menyadari bahwa Yesus di sini tidak berbicara mengenai berapa besar capaian kita (atau kemungkinan capaian kita), melainkan tentang begitu besarnya warisan surgawi yang kita terima sebagai warga Kerajaan Allah. Adakah dari kita (anda dan saya) yang dapat sungguh-sungguh memahami betapa dalam kita masing-masing diberkati jika kita percaya kepada Yesus, sebagai Tuhan dan Juruselamat kita?

YOHANES PEMBAPTISAllah tidak menuntut kita masing-masing untuk menjadi seorang Yohanes Pembaptis. Ia hanya meminta kepada kita untuk mengambil langkah-langkah kecil setiap hari sebagai tanggapan kita terhadap segala karunia yang telah dianugerahkan-Nya kepada kita. Selagi kita melakukannya setiap hari, maka kita akan mencapai tujuan Allah, dan hidup kita pun akan mempunyai pengaruh yang tidak dapat disangkal atas Gereja dan di tengah dunia di sekitar kita. Tidak apa-apa, apabila kita tidak pernah dapat mencapai prestasi sehebat Yohanes Pembaptis. Ada kuat-kuasa yang besar dalam upaya kita mencapai hal-hal kecil karena didorong oleh cinta-kasih kita kepada Yesus. Ingatlah kehidupan Santa Teresia dari Lisieux [1873-1897]. Niat-niat Allah dapat dicapai apabila kita memberitakan sabda-Nya, apabila kita mengasihi seperti Dia meminta agar kita mengasihi. Kuat-kuasa-Nya – yang aktif melalui diri kita – dapat mengubah dunia!

Masa Adven ini dapat merupakan saat-saat pembaharuan dan kedekatan dengan kehadiran Allah bagi kita dan keluarga kita, juga bagi gereja-gereja kita. Marilah kita memohon kepada-Nya untuk memenuhi diri kita dengan Roh Kudus-Nya seperti Dia memenuhi diri Yohanes Pembaptis. Marilah kita membenamkan diri kita dalam Kristus dan dalam sabda-Nya. Marilah kita memohon kepada Roh Kudus untuk membentuk dalam diri kita masing-masing kasih yang sama, kerendahan hati yang sama, ketaatan yang sama, seperti yang dianugerahkan-Nya kepada Yohanes Pembaptis. Dengan demikian kita pun dapat mengubah dunia.

DOA: Tuhan Yesus, aku mengkomit diriku untuk mengasihi-Mu, melayani-Mu, taat kepada-Mu, dan mempersembahkan diriku sebagai saksi Injil-Mu. Oleh kuat-kuasa Roh Kudus-Mu, semoga aku memenuhi rencana-Mu bagi hidupku. Amin.

Catatan: Untuk mendalami Bacaan Pertama hari ini (Yes 41:13-20), bacalah tulisan yang berjudul “CARA KERJA ALLAH YANG MENGAGUMKAN” (bacaan tanggal 11 -12-14) dalam situs/blog PAX ET BONUM http://catatanseorangofs.wordpress.com; kategori: 14-12 PERMENUNGAN ALKITABIAH DESEMBER 2014. 

Untuk mendalami Bacaan Injil hari ini (Mat 11:11-15), bacalah juga tulisan yang berjudul “KERAJAAN SURGA DISERBU” (bacaan tanggal 12-12-13) dalam situs/blog PAX ET BONUM. 

Cilandak, 9 Desember 2014 

 

Sdr. F.X. Indrapradja, OFS

PADANG GURUN

PADANG GURUN

 (Bacaan Injil Misa Kudus, HARI MINGGU ADVEN II [Tahun B],  7 Desember 2014)  

750x500-ehow-images-a06-is-cr-ten-hot-deserts-1.1-800x800 (1)

Inilah permulaan Injil tentang Yesus Kristus, Anak Allah. Seperti ada tertulis dalam kitab Nabi Yesaya, “Lihatlah, Aku menyuruh utusan-Ku mendahului Engkau, Ia akan mempersiapkan jalan bagi-Mu; ada suara orang yang berseru-seru di padang gurun, Persiapkanlah jalan untuk Tuhan, luruskanlah jalan bagi-Nya”, demikianlah Yohanes Pembaptis tampil di padang gurun dan memberitakan baptisan tobat untuk pengampunan dosa. Maka berdatanganlah kepadanya orang-orang dari seluruh daerah Yudea dan semua penduduk Yerusalem, dan sambil mengaku dosanya mereka dibaptis olehnya di Sungai Yordan. Yohanes memakai jubah bulu unta dan ikat pinggang kulit, dan makanannya belalang dan madu hutan. Ia memberitakan demikian, “Sesudah aku akan datang Ia yang lebih berkuasa daripada aku; membungkuk dan membuka tali kasut-Nya pun aku tidak layak. Aku membaptis kamu dengan air, tetapi ia akan membaptis kamu dengan Roh Kudus.”  (Mrk 1:1-8)

Bacaan Pertama: Yes 40:1-5,9-11; Mazmur Tanggapan: Mzm 85:9-14; Bacaan Kedua 2Ptr 3:8-14 

Pernahkah anda memikirkan betapa pentingnya peran dari “padang gurun” dalam Kitab Suci? Dalam perjalanan mereka menuju tanah terjanji, anak-anak Abraham menempuh perjalanan melalui padang gurun untuk selama 40 tahun, sampai mereka benar-benar belajar untuk menaruh kepercayaan kepada YHWH. Nabi Yeremia bernubuat bahwa mereka yang terluput dari pedang penghakiman Allah akan menemukan rahmat yang tak henti-hentinya selama mereka berada di padang gurun (Yer 31:2). Bahkan Yesus sendiri pun dipimpin oleh Roh Kudus pergi ke padang gurun untuk berdoa dan berpuasa selama 40 hari guna mempersiapkan diri-Nya sebelum melakukan pelayanan publik. Di padang gurun itulah Yesus dicobai oleh Iblis, dan di sana Dia tinggal bersama binatang liar dan malaikat-malaikat melayani Dia (Mrk 1:12-13).

Kelihatannya apabila kita ingin berada dekat dengan Tuhan Allah, kita akan bertemu dengan padang gurun dan mengalaminya pada salah satu titik yang ada sepanjang jalan kehidupan kita. Apakah padang gurun kita? Padang gurun adalah “hidup lama” kita dalam kedosaan dan terpisahnya kita dari Allah. Padang gurun adalah bagian dari kita yang tetap liar dan belum jinak, yang belum diserahkan kepada Tuhan.

YOHANES PEMBAPTIS - 3Kabar baik bahwa kita sedang mempersiapkan perayaan Natal adalah bahwa kita perlu menunggu sampai kita telah menjinakkan padang gurun kita sebelum dapat datang kepada Yesus. Namun pada kenyataannya, sebaliknyalah yang terjadi. Kita perlu pertama-tama memperkenankan Yesus masuk ke dalam hati kita, dan padang gurun kita pun secara bertahap akan ditransformasikan.

Seperti Yohanes Pembaptis yang mengundang orang-orang ke padang gurun untuk menerima baptisan tobatnya, begitu pula Yesus mengundang kita ke padang gurun dalam kehidupan kita. Selagi kita memasuki tempat-tempat yang gelap dan liar itu, kita dapat dibuat terkejut melihat Yesus ada di sana sedang menunggu kita. Dia berada di tempat tempat di mana kita merasa sebagai tempat-tempat yang paling tandus dan tidak menarik. Di tempat-tempat seperti itulah Yesus menawarkan kepada kita kesembuhan dan pemulihan. Ia ada di sana, siap untuk membersihkan semak-semak dan mengubah pasir yang panas menjadi sebuah kebun yang subur, dan mengisi tanah lapang yang kosong dengan pohon-pohon yang penuh dengan buah lezat.

Dosa kita telah diampuni. Yesus telah membayar harganya. Yang kita butuhkan adalah berlari kepada-Nya melewati jalan yang berliku-liku dan mohon pengampunan serta kesembuhan dari-Nya. Dia akan membuat jalan kita yang berliku-liku menjadi jalan yang lurus. Dalam masa Adven yang penuh rahmat ini, marilah kita mengambil manfaat dari Sakramen Rekonsiliasi, di mana kita dapat mengalami pengampunan dengan cara yang konkret. Baiklah kita mengetahui bahwa selagi kita mengakui dosa-dosa kita dan yakin akan memperoleh pengampunan dari Allah, maka kita pun akan mengalami penyegaran dari Yesus dan mampu untuk mulai lagi.

DOA: Tuhan Yesus, terima kasih penuh syukur kuhaturkan kepada-Mu karena Engkau siap untuk melangkah masuk ke padang gurunku dan membersihkannya demi aku. Terima kasih untuk kasih-Mu dan belas kasih-Mu. Tolonglah aku untuk lebih sadar akan dosa-dosaku, sehingga dengan demikian aku dapat membawa semua itu kepada-Mu agar aku mengalami pengampunan dari-Mu. Amin.

Catatan: Untuk mendalami Bacaan Pertama hari ini (Yes 40:1-5,9-11), bacalah tulisan yang berjudul “SIAPKAN JALAN BAGI TUHAN !!!” (bacaan tanggal 7-12-14) dalam situs/blog PAX ET BONUM http://catatanseorangofs.wordpress.com; kategori: 14-12 PERMENUNGAN ALKITABIAH DESEMBER 2014.

Untuk mendalami Bacaan Injil hari ini (Mrk 1:1-8), bacalah tulisan yang berjudul “MELAKUKAN PERTOBATAN” (bacaan tanggal 4-12-11) dalam situs/blog SANG SABDA.

Cilandak, 2 Desember 2014 [Peringatan B. Maria Angela Astorch, Biarawati]  

Sdr. F.X. Indrapradja, OFS

YESUS, ENGKAU ADALAH SEGALANYA YANG BAIK BAGIKU

YESUS, ENGKAU ADALAH SEGALANYA YANG BAIK BAGIKU

(Bacaan Injil Misa Kudus, Hari Biasa Pekan Biasa XXV – Jumat, 26 September 2014)

Ordo Franciscanus Saecularis: Peringatan S. Elzear dan Delfina, Ordo III

JESUS PRAYINGPada suatu kali ketika Yesus berdoa seorang diri, datanglah murid-murid-Nya kepada-Nya. Lalu Ia bertanya kepada mereka, “Kata orang banyak, siapakah Aku ini? Jawab mereka, “Yohanes Pembaptis, yang lain mengatakan: Elia, yang lain lagi mengatakan bahwa seorang dari nabi-nabi dahulu telah bangkit.” Yesus bertanya kepada mereka, “Menurut kamu, siapakah Aku ini?” Jawab Petrus, “Mesias dari Allah.” Lalu Yesus melarang mereka dengan keras, supaya mereka jangan memberitahukan hal itu kepada siapa pun.

Kemudian Yesus berkata, “Anak Manusia harus menanggung banyak penderitaan dan ditolak oleh tua-tua, imam-imam kepala dan ahli-ahli Taurat, lalu dibunuh dan dibangkitkan pada hari ketiga.” (Luk 9:18-22)

Bacaan Pertama: Pkh 3:1-11; Mazmur Tanggapan: Mzm 90:3-612-14,17

“Menurut kamu, siapakah Aku ini?” (Luk 9:20). Dalam hidupku aku pernah berjalan kesana kemari tanpa arah-tujuan, mencari kepuasan dari pekerjaanku, karirku, harta milikku dan relasi-relasiku. Hatiku yang memberontak tidak peduli pada kerinduannya yang terdalam. Aku tidak dapat menangkap arti dari janji seorang Juruselamat – bahkan kebutuhanku akan keselamatan. Akan tetapi, kasih-Mu, ya Tuhan, telah mampu mengatasi keterpisahanku dengan Engkau. Diutus oleh Bapa-Mu yang bertakhta di dalam surga, Engkau membuka jalan bagi kesembuhan, pemulihan dan perlindungan bagi diriku. Engkau yang adalah pemenuhan janji Allah, yang sekarang adalah pemenuhan bagi diriku juga.

Yesus, Engkau adalah Putera Allah yang hidup! Pada waktu aku terjerat dalam kedosaanku, aku menaruh pengharapan pada banyak ilah, namun tidak satupun dari ilah-ilah itu yang dapat menyentuh hatiku atau menghasilkan kekuatan untuk memberdayakan tubuh dan pikiranku. Akan tetapi Engkau, belas kasih Allah sendiri, memancarkan cahaya sebagai gambaran Allah yang tidak kelihatan. Engkau hidup mulia dalam kuasa Roh Kudus dan membangkitkanku untuk duduk bersama-Mu. Engkau adalah air hidup yang memuaskan rasa dahaga jiwaku. Engkau telah memulihkan martabatku sebagai seorang anak Allah. Engkau telah membebaskan diriku dan memberikan hidup kepadaku.

GEMBALA YANG BAIK - 111Yesus, Engkau adalah sungguh sang Gembala Baik! Pada saat-saat aku gelisah dan berperilaku seenak aku sendiri, Engkau mencari aku dan membawa aku kembali – si domba yang hilang – kepada kawanan-Mu. Ketika aku mengalami distraksi yang disebabkan oleh hal-hal duniawi, dengan lemah-lembut Engkau memanggil namaku dan membimbing diriku kembali ke jalan yang benar. Manakala aku terpisah dari kawanan-Mu terlalu jauh, Engkau mencari dan menemukan diriku, mengangkatku dan menggendongku sampai aku berkumpul kembali dengan kawanan-Mu. Aku percaya Engkau akan menjadi tenda pelindungku setiap kali terjadi badai.

Yesus, Engkau adalah Raja Damai! Stres dan rasa susah sehari-hari dapat membanjiri hatiku dan menghabiskan energiku. Terkadang aku merasa begitu cemas sehingga aku hampir tak dapat bernapas. Aku mencari obat-pemulih, dari yang satu pindah ke yang lain, tanpa hasil. Kemudian aku menyediakan saat-saat hening dengan-Mu, dan Engkau mentransformasikan hidupku. Aku datang kepada-Mu dan berlindung pada-Mu, karena Engkau adalah sumber ketenanganku dan jaminanku.

DOA: Tuhan Yesus, Engkau telah menebusku dengan darah-Mu yang mulia, namun demikian Engkau tidak memperbudak diriku. Engkau telah memberikan kemerdekaan kepadaku, namun aku tidak ingin berada jauh dari-Mu. Di luar diri-Mu tidak ada hidup. Dengan-Mu ada kepenuhan hidup. Yesus, Engkau adalah Tuhanku dan Allahku. Amin.

Catatan: Untuk mendalami Bacaan Injil hari ini (Luk 9:18-22), bacalah tulisan yang berjudul “MATI BERSAMA KRISTUS” (bacaan untuk tanggal 26-9-14) dalam situs/blog PAX ET BONUM http://catatanseorangofs.wordpress.com; kategori: 14-09 PERMENUNGAN ALKITABIAH SEPTEMBER 2014.

(Tulisan ini adalah revisi dari tulisan dengan judul sama untuk bacaan tanggal 27-9-13 dalam situs/blog PAX ET BONUM)

Cilandak, 23 September 2014

Sdr. F.X. Indrapradja, OFS

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

Join 140 other followers