KESELAMATAN BAGI UMAT TUHAN

(Bacaan Pertama Misa Kudus, Hari Biasa Pekan II Adven, Senin 6-12-10) 

A-desert-oasis-in-Libya

Padang gurun dan padang kering akan bergirang, padang belantara akan bersorak-sorak dan berbunga; seperti bunga mawar ia akan berbunga lebat, akan bersorak-sorak, ya bersorak-sorak dan bersorak-sorai. Kemuliaan Libanon akan diberikan kepadanya, semarak Karmel dan Saron; mereka itu akan melihat kemuliaan TUHAN (YHWH), semarak Allah kita. 

Kuatkanlah tangan yang lemah lesu dan teguhkanlah lutut yang goyah. Katakanlah kepada orang-orang yang tawar hati: “Kuatkanlah hati, janganlah takut! Lihatlah, Allahmu akan datang dengan pembalasan dan dengan ganjaran Allah. Ia sendiri datang menyelamatkan kamu!”

Pada waktu itu mata orang-orang buta akan dicelikkan, dan telinga orang-orang tuli akan dibuka. Pada waktu itu orang lumpuh akan melompat seperti rusa, dan mulut orang bisu akan bersorak-sorai; sebab mata air memancar di padang gurun, dan sungai di padang belantara; tanah pasir yang hangat akan menjadi kolam, dan tanah kersang menjadi sumber-sumber air; di tempat serigala berbaring akan tumbuh tebu dan pandan. Di situ akan ada jalan raya yang akan disebutkan Jalan Kudus; orang yang tidak tahir tidak akan melintasinya, dan orang-orang pandir tidak akan mengembara di atasnya. Di situ tidak akan ada singa, binatang buas tidak akan menjalaninya dan tidak akan terdapat di sana; orang-orang yang diselamatkan akan berjalan di situ, dan orang-orang yang dibebaskan YHWH akan pulang dan masuk ke Sion dengan bersorak-sorai, sedang sukacita abadi meliputi mereka; kegirangan dan sukacita akan memenuhi mereka, kedukaan dan keluh kesah akan menjauh (Yes 35:1-10).

Bacaan Injil: Luk 5:17-26

Di mana YHWH – Allah – menyatakan kuasa-Nya? Di mana tangan-tangan-Nya yang kuat itu nyata kelihatan? Di mana Dia menebus umat-Nya? Di padang gurun, di padang yang kering, di padang belantara, … tempat-tempat yang hampir tidak pernah terjamah oleh manusia, … tempat-tempat di mana orang dengan kehendaknya sendiri tidak akan melintasi atau menjelajahinya. Di sanalah Allah memurnikan umat-Nya, memperdalam ketergantungan mereka kepada diri-Nya. Di situlah “tanah pasir yang hangat akan menjadi kolam, dan tanah kersang menjadi sumber-sumber air” (Yes 35:7).

Ini adalah janji Allah kepada Israel melalui nabi-Nya. Banyak dari pesan-pesan Yesaya disampaikan pada waktu negeri itu sedang dilanda krisis-krisis yang besar, pada waktu mana eksistensi Israel seperti ‘telur di ujung tanduk’. Namun demikian – dalam saat-saat krisis seperti itu – sabda Allah selalu menjanjikan penebusan. Allah selalu berada bersama umat-Nya pada saat dan di tempat umat-Nya sedang berjuang. Walaupun bangsa Israel mengalami kekalahan dan pengasingan, YHWH menyemangati umat-Nya: “Kuatkanlah tangan yang lemah lesu dan teguhkanlah lutut yang goyah…… Kuatkanlah hati, janganlah takut! Lihatlah, Allahmu akan datang dengan pembalasan …… Ia sendiri datang menyelamatkan kamu!” (Yes 35:3-4).

Apakah Allah telah menjauh dari diri anda? (Lebih tepatnya: Apakah anda telah menjauhkan dirimu dari Allah?). Apakah anda berjalan ke sana ke mari tanpa tujuan, sambil merindukan pengalaman disentuh oleh-Nya dalam hidupmu di masa lalu? Oleh karena itu, indahkanlah panggilan-Nya, jangan lagi mengabaikan-Nya seakan Dia tidak eksis, dan tataplah masa depan yang baru. Buatlah Masa Adven ini sebagai masa perdamaian – suatu masa rekonsiliasi – dengan menerima rahmat-Nya dan membuat segala rintangan yang menghalangi relasimu dengan Dia dan sesama. “ Di situ akan ada jalan raya” (Yes 35:8), di tengah padang gurun di mana tidak ada orang yang mau melintasinya, namun menjadi tempat di mana Allah dapat bekerja. Di padang gurun itulah Allah akan membangun sebuah “jalan raya yang akan disebut JALAN KUDUS …… dan orang-orang yang diselamatkan akan berjalan di situ” (lihat Yes 35:8-9).

Apabila ada ketidakbersihan, ada dosa di dalam diri kita, maka tinggalkanlah semua itu di sana. Marilah kita membereskan semua yang negatif dalam diri kita lewat doa-doa tobat serta penyesalan kita, dan juga sakramen rekonsiliasi/pengakuan-dosa. Melintasi padang gurun bukanlah sesuatu hal yang mudah, namun berdiam di sana terus-terusan adalah sesuatu yang lebih buruk lagi. Oleh karena itu, janganlah takut. Apabila kita masih merasa buta akan kehadiran-Nya, tuli terhadap sabda-Nya, lumpuh dalam kemampuan kita untuk menyembah-Nya, maka mohonlah agar Roh Kudus-Nya  menyentuh hati kita sedemikian rupa sehingga kita dapat mendengar apa yang dikatakan lewat nabi Yesaya berikut ini, sebagai pesan bagi kita juga: “Pada waktu itu mata orang-orang buta akan dicelikkan, dan telinga orang-orang tuli akan dibuka. Pada waktu itu orang lumpuh akan melompat seperti rusa, dan mulut orang bisu akan bersorak-sorai” (Yes 35:5-6). Oleh karena itu jangan pernahlah kita memandang rendah nubuat-nubuat seperti itu. Marilah kita memilih jalan Tuhan dalam Masa Adven ini.

DOA: Bapa surgawi, Allah yang baik, sumber segala kebaikan, satu-satunya yang baik. Dikuduskanlah nama-Mu. Bapa, aku mempersembahkan hatiku kepada-Mu, meski pun aku sedang mengalami kelumpuhan. Melalui Roh Kudus-Mu, buatlah hatiku agar menjadi sebuah sumber air hidup yang dipersatukan dengan Putera-Mu terkasih, Yesus Kristus, Tuhan dan Juruselamatku. Amin.

Cilandak, 29 November 2010  

Sdr. F.X. Indrapradja, OFS