ALLAH AKAN MENGABULKAN DOA KITA !!!  

(Bacaan Pertama Misa Kudus, hari biasa sesudah Penampakan Tuhan, Sabtu 8-1-11) 

st johnDan inilah keberanian percaya kita kepada-Nya, yaitu bahwa Ia mengabulkan doa kita, jikalau kita meminta sesuatu kepada-Nya menurut kehendak-Nya. Dan jikalau kita tahu bahwa Ia mengabulkan apa saja yang kita minta, maka kita juga tahu bahwa kita telah memperoleh segala sesuatu yang telah kita minta kepada-Nya.

Kalau seseorang melihat saudara seimannya berbuat dosa, yaitu dosa yang tidak mendatangkan maut, hendaklah ia berdoa kepada Allah dan Dia akan memberikan hidup kepadanya, yaitu mereka yang berbuat dosa yang tidak mendatangkan maut. Ada dosa yang mendatangkan maut: Tentang itu tidak kukatakan bahwa ia harus berdoa. Semua kejahatan adalah dosa, tetapi ada dosa yang tidak mendatangkan maut. Kita tahu bahwa setiap orang yang lahir dari Allah, tidak berbuat dosa; tetapi Dia yang lahir dari Allah melindunginya, dan si jahat tidak dapat menyentuhnya. Kita tahu bahwa kita berasal dari Allah dan seluruh dunia berada di bawah kuasa si jahat. Akan tetapi, kita tahu bahwaAnak  Allah telah datang dan telah mengaruniakan pengertian kepada kita mengenai Yang Benar, di dalam Anak-Nya Yesus Kristus. Dialah Allah yang benar dan hidup yang kekal.

Anak-anakku, waspadalah terhadap segala berhala (1Yoh 5:14-21).

Mazmur Tanggapan: Mzm 149:1-6,9; Bacaan Injil: Yoh 3:22-30

Allah akan mengabulkan doa kita! Inilah janji luarbiasa kepada semua orang yang percaya kepada Yesus: Ia mengabulkan doa kita, jikalau kita meminta sesuatu kepada-Nya menurut kehendak-Nya” (1Yoh 5:14). Bukankah sangat luarbiasa kenyataan ini, bahwa sang  Pencipta alam semesta, Dia yang dipatuhi oleh angin-badai yang dahsyat dan gulungan ombak yang mematikan, sungguh mau mendengarkan doa pribadi kita. Itulah kenyataan indah yang kita percayai! Bapa surgawi tidak hanya mendengarkan setiap doa yang dihaturkan oleh kita kepada-Nya, melainkan juga senang sekali untuk menjawab doa kita masing-masing.

Allah kita adalah satu-satunya Allah yang benar; Dialah kebaikan yang sempurna, segenap kebaikan, seluruhnya baik, kebaikan yang benar dan tertinggi; Dialah satu-satunya yang baik, penyayang, pemurah, manis dan lembut; Dialah satu-satunya yang kudus, adil, benar, suci dan tulus, satu-satunya yang pemurah, tak bersalah dan murni. Dan, Dia hanya menginginkan kebaikan yang kekal bagi kita. Apakah kita kadang-kadang  meragukan hal ini? Apakah kita merasa bahwa doa-doa kita seakan-akan tidak akan dijawab oleh-Nya dan kita merasa, koq Allah tidak bertindak secara lebih cepat?

Jikalau begitu halnya, maka kita harus mempertimbangkan dan merenungkan dengan serius apa yang dikatakan oleh Santo Yohanes Pembaptis: “Ia harus makin besar, tetapi aku harus makin kecil” (Yoh 3:30). Saat-saat ketika kita merasa sangat yakin tentang apa yang seharusnya dilakukan oleh Allah, sesungguhnya adalah saat-saat di mana kita harus menjadi semakin kecil. Mengapa demikian? Karena Allah tidak hanya secara tak terbatas lebih mengasihi daripada kita mengasihi, melainkan juga secara tak terbatas Dia jauh lebih bijaksana. Kita percaya kepada-Nya bukan karena Dia terus-menerus memberikan kepada kita apa yang kita inginkan, melainkan karena Dia telah menunjukkan Diri-Nya pantas untuk dipercaya secara mutlak. Oleh karena itu, biarlah Allah semakin besar dalam diri kita masing-masing; perkenankanlah Dia membentuk pikiran dan hati kita, sampai kepada titik di mana kita mendambakan kehendak-Nya lebih daripada kehendak kita sendiri.

Kita harus mengambil Yesus sebagai “model” kita! “Dalam hidup-Nya sebagai manusia, Ia mempersembahkan doa dan permohonan dengan ratap tangis dan air mata kepada Dia, yang sanggup menyelamatkan-Nya dari maut, dan karena kesalehan-Nya Ia telah didengarkan. Sekalipun Ia adalah Anak, Ia telah belajar taat dari apa yang telah diderita-Nya” (Ibr 5:7-8). Bagi kita, seperti juga bagi Yesus, rencana baik Allah kadang-kadang berbeda dengan keinginan kita yang diungkapkan dalam doa yang kita haturkan kepada-Nya. Bahkan rencana Allah itu dapat menyangkut sakit-penyakit atau penderitaan lain atas diri kita. Namun demikian, kita juga haruslah percaya bahwa rencana Allah selalu demi kebaikan kita,  kebaikan mereka yang dekat dengan kita dan kebaikan di dalam dunia. Selagi kita menjadi semakin kecil dan memperkenankan Yesus memenuhi diri kita, kita pun pada akhirnya akan melihat keindahan dan “kreativitas” dari rencana Allah itu.

Bagaimana kita dapat bertumbuh dalam rasa percaya kita bahwa Allah mendengarkan serta mengabulkan doa kita? Jawabannya: Apabila kita menaruh hidup kita dalam tangan-tangan Bapa surgawi, maka Dia akan memperkuat iman-kepercayaan kita. Allah sangat mengetahui hasrat-hasrat hati kita yang terdalam dan akan memperdalam rasa percaya kita bahwa Dia sedang bekerja untuk membawa segala sesuatu menjadi baik dalam kehidupan kita.

DOA: Bapa surgawi, aku menaruh kepercayaanku secara penuh di dalam Engkau dan rencana-Mu untuk hidupku. Terjadilah kehendak-Mu atas diriku, ya Allahku. Amin.

Cilandak, 4 Januari 2010 [Peringatan Beata Angela dari Foligno]

Sdr. F.X. Indrapradja, OFS