KARENA KRISTUS BERDIAM DALAM DIRI KITA

(Bacaan Pertama Misa Kudus, Pesta Santo Yakobus, Rasul – Kamis, 25 Juli 2013)

YAKOBUS ANAK ZEBEDEUS - 1Tetapi harta ini kami miliki dalam bejana tanah liat, supaya nyata bahwa kekuatan yang melimpah-limpah itu berasal dari Allah, bukan dari diri kami. Dalam segala hal kami ditindas, namun tidak hancur terjepit; kami habis akal, namun tidak putus asa; kami dianiaya, namun tidak ditinggalkan sendirian, kami dihempaskan, namun tidak binasa. Kami senantiasa membawa kematian Yesus di dalam tubuh kami, supaya kehidupan Yesus juga menjadi nyata di dalam tubuh kami. Sebab kami, yang masih hidup ini, terus-menerus diserahkan kepada maut karena Yesus, supaya juga hidup Yesus menjadi nyata di dalam tubuh kami yang fana ini. Dengan demikian, maut giat di dalam diri kami dan hidup giat di dalam kamu.

Namun demikian karena kami memiliki roh iman yang sama, seperti ada tertulis: “Aku percaya, sebab itu aku berkata-kata”, maka kami juga percaya dan sebab itu kami juga berkata-kata. Karena kami tahu bahwa Ia, yang telah membangkitkan Tuhan Yesus, akan membangkitkan kami juga bersama-sama dengan Yesus, Ia juga akan menghadapkan kami bersama-sama dengan kamu kepada diri-Nya. Sebab semuanya itu terjadi karena kamu, supaya anugerah yang semakin besar berhubungan dengan semakin banyaknya orang yang menjadi perccaya, menyebabkan semakin melimpahnya ucapan syukur bagi kemuliaan Allah. (2Kor 4:7-15)

Mazmur Tanggapan: Mzm 126:1-6; Bacaan Injil: Mat 20:20-28

Pada hari ini kita merayakan pesta Santo Yakobus, saudara dari Yohanes dan anak dari Zebedeus, dan merupakan salah seorang murid Yesus pertama yang mati sebagai seorang martir Kristus (Kis 12:2). Memang cocok bagi kita pada hari ini untuk membaca bagaimana mungkin bagi seseorang untuk mengikut Kristus walaupun orang itu mempunyai kelemahan-kelemahan manusiawi.

Menurut Santo Paulus – seseorang yang sungguh mengetahui melalui pengalaman pribadinya sendiri – para murid Yesus ditindas, namun tidak hancur terjepit; habis akal, namun tidak putus asa; dianiaya namun tidak ditinggalkan sendirian; dihempaskan namun tidak binasa (23: 4:8-9). Alasan mengapa kita tidak dibiarkan hancur atau putus asa adalah karena Kristus berdiam dalam diri kita oleh/melalui kuasa Roh Kudus. Bahkan ketika kita hidup, bekerja dan menciptakan kembali, kita dapat mengenal hidup Kristus dalam diri kita.

james-son-of-zebedeeUmat Kristiani percaya bahwa seperti kita telah mati bersama Kristus, maka kita pun hidup bersama-Nya (Rm 6:6-8). Sementara kita mengetahui bahwa kematian daging dan kebangkitan kepada kehidupan baru telah terjadi dalam diri kita sekali dan selamanya melalui iman kita dan pembaptisan ke dalam Kristus, kita pun mengetahui bahwa hal itu harus terjadi secara baru dalam diri kita setiap hari selagi kita menjalani hidup baru bersama Kristus. Paulus mengungkapkan hal ini dengan baik: “Sebab kami, yang masih hidup ini, terus-menerus diserahkan kepada maut karena Yesus, supaya juga hidup Yesus menjadi nyata di dalam tubuh kami yang fana ini” (2Kor 4:11).

Hidup Kristus dalam diri kita memungkinkan kita untuk mengasihi dan melayani dalam Yesus. Hanya dengan hidup ini kita dapat membawa kehadiran Yesus kepada keluarga-keluarga, rumah-rumah, gereja-gereja, dan lingkungan-lingkungan kerja. Untuk sungguh mengasihi serta melayani orang-orang miskin dan menderita – apakah kemiskinan mereka itu bersifat materiil atau spiritual – hati kita harus “penuh kehidupan” dalam Yesus.

Paulus menekankan bahwa misteri Kristus dalam diri kita itu adalah seperti harta-kekayaan yang disimpan dalam bejana-bejana tanah liat. Ketika Allah memanggil kita untuk membangun tubuh Kristus, maka Dia memanggil orang-orang yang mempunyai berbagai kelemahan dan ketidaksempurnaan. Hal ini membuktikan kepada kita dan dunia bahwa kita dapat melayani Allah bukan dengan talenta atau kemampuan, melainkan dengan kuasa Roh Kudus yang ada di dalam diri kita (1Kor 4:7).

DOA: Tuhan Yesus, aku percaya bahwa melalui pembaptisan aku telah mati dan bangkit bersama Engkau. Bukan lagi aku sendiri yang hidup, melainkan Engkau yang hidup di dalam aku (Gal 2:20). Buatlah ini suatu realitas harian dalam hidupku sehingga dengan demikian aku yang sekadar merupakah bejana dari tanah liat dapat diberdayakan untuk mengasihi dan melayani dalam nama-Mu yang terkudus. Amin.

Catatan: Untuk mendalami Bacaan Injil hari ini (Mat 20:20-28), bacalah tulisan-tulisan yang berjudul “YAKOBUS MEMINUM CAWAN YANG DIMINUM YESUS” (bacaan tanggal 25-7-12) dan “YAKOBUS JUGA MEMINUM CAWAN YANG TELAH DIMINUM OLEH YESUS” (bacaan tanggal 25-7-11), keduanya dalam situs/blog SANG SABDA.

Cilandak, 14 Juli 2013 [HARI MINGGU BIASA XVI]

Sdr. F.X. Indrapradja, OFS

Advertisements