KETAATAN PENUH KERENDAHAN HATI

(Bacaan Injil Misa Kudus, Peringatan S. Yohanes Krisostomos, Uskup & Pujangga Gereja – Sabtu, 13 September 2014)

YESUS KRISTUS - 11“Karena tidak ada pohon yang baik yang menghasilkan buah yang tidak baik, dan juga tidak ada pohon yang tidak baik yang menghasilkan buah yang baik. Sebab setiap pohon dikenal dari buahnya. Karena dari semak duri orang tidak memetik buah ara dan dari duri-duri tidak memetik buah anggur. Orang yang baik mengeluarkan apa yang baik dari perbendaharaan hatinya yang baik dan orang yang jahat mengeluarkan apa yang jahat dari perbendaharaan yang jahat. Karena yang diucapkan mulutnya, meluap dari hatinya.”

“Mengapa kamu berseru kepada-Ku: Tuhan, Tuhan, padahal kamu tidak melakukan apa yang Aku katakan? Setiap orang yang datang kepada-Ku dan mendengarkan perkataan-Ku serta melakukannya – Aku akan menyatakan kepadamu dengan siapa ia dapat disamakan – ia sama dengan seorang yang mendirikan rumah: Orang itu menggali dalam-dalam dan meletakkan dasarnya di atas batu. Ketika datang air bah dan banjir melanda rumah itu, rumah itu tidak dapat digoyahkan, karena rumah itu kokoh dibangun. Akan tetapi, siapa saja yang mendengar perkataan-Ku, tetapi tidak melakukannya, ia sama dengan seorang yang mendirikan rumah di atas tanah tanpa dasar. Ketika banjir melandanya, rumah itu segera rubuh dan hebatlah kerusakannya.” (Luk 6:43-49)

Bacaan Pertama: 1Kor 10:14-22; Mazmur Tanggapan: Mzm 116:12-13,17-18

“Mengapa kamu berseru kepada-Ku: Tuhan, Tuhan, padahal kamu tidak melakukan apa yang Aku katakan?” (Luk 6:46).

Karena alasan praktis, marilah kita hanya menyoroti bagian kedua dari bacaan Injil di atas (Luk 6:46-49). Yesus mempunyai beberapa patah kata yang sangat keras untuk diucapkan-Nya berkaitan dengan apa yang akan terjadi pada diri orang-orang yang tidak mentaati apa yang dikatakan-Nya. Ketaatan penuh kerendahan hati terhadap perintah-perintah Allah, kepercayaan kita bahwa Dia memegang kendali atas hidup kita dan memiliki niat yang baik-baik saja bagi kita, merupakan titik sentral untuk kita menerima berkat-berkat-Nya dan menjadi bejana-bejana rahmat-Nya. Sejarah Kekristenan (Kristianitas) penuh dengan contoh-contoh dari orang-orang yang taat kepada Allah dengan hati sederhana, yang menghasilkan mukjizat-mukjizat serta berbagai tanda heran lainnya, pertobatan-pertobatan dan juga restorasi bagi Gereja. Kiranya tidak ada yang dapat menghalangi semua itu.

ROHHULKUDUSDi sisi lain, sejarah – global maupun personal – juga penuh dengan contoh-contoh apa yang terjadi apabila orang-orang mengabaikan perintah-perintah Allah dan melakukan apa saja menurut keinginan mereka masing-masing. Bukankah banyak dari penderitaan yang kita lihat terjadi di dunia disebabkan oleh karena banyak orang memiliki pengetahuan yang sedikit sekali tentang apa yang menyenangkan hati Allah atau tidak menyenangkan-Nya? Betapa banyak hidup manusia telah dilukai oleh ketidaksetiaan, ketiadaan doa, pengkhianatan dan nafsu-nafsu yang tak terkendali! Jelas, jika kita tidak mewujudkan sabda Yesus menjadi praktek hidup kita sendiri, maka kita akan menuai segala konsekuensi dari ketidaktaatan kita (Luk 6:49).

Yesus sama sekali tidak menginginkan kita menjadi robot-robot! Ketaatan bukanlah terutama masalah menentukan berdasarkan kekuatan diri kita sendiri untuk melakukan hal yang benar. Kita tidak dapat mereduksi perintah-perintah-Nya menjadi sebuah daftar yang berisi prinsip-prinsip “do or die”. Kita mebutuhkan kuat-kuasa Allah guna membebaskan kita dari cara-cara hidup kita yang lama, d an untuk memberikan kekuatan kepada kita untuk mewujudkan sabda-Nya dalam praktek kehidupan kita. Kerajaan Surga akan datang kepada orang-orang yang mendengarkan sabda Allah dengan hati, mereka yang bertobat dan percaya. Kita membutuhkan kasih-Nya dalam setiap langkah yang kita ambil, dan kita juga membutuhkan pengampunan-Nya pada saat kita jatuh.

Saudari dan Saudaraku yang dikasihi Kristus, marilah kita memohon kepada Roh Kudus untuk membuka telinga dan hati kita agar kita dapat merangkul perintah-perintah Yesus. Dengan ketaatan karena iman-kepercayaan kita kepada Yesus, maka kita pun dapat menggali dalam-dalam dan meletakkan fondasi bagi hidup kita di atas batu, sehingga tak tergoyahkan (lihat Luk 6:48). Dengan melakukannya seperti itu, kita pun akan memperoleh berkat dan perlindungan bagi diri kita serta orang-orang yang kita kasihi, Gereja dan dunia.

DOA: Tuhan Yesus, aku bersembah sujud di kaki salib-Mu. Aku sangat berterima kasih penuh syukur untuk hidup baru yang Kaumenangkan untuk para murid-Mu dari masa ke masa. Berikanlah kepadaku, ya Tuhan, hasrat dan kekuatan untuk membangun hidupku di atas fondasi yang sejati, yaitu sabda-Mu. Amin.

Catatan: Untuk mendalami bacaan Injil hari ini (Luk 6:43-49), bacalah juga tulisan berjudul “RUMAH YANG DIDIRIKAN DI ATAS DASAR KOKOH” (bacaan tanggal 13-9-14) dalam situs/blog PAX ET BONUM http://catatanseorangofs.wordpress.com; kategori: PERMENUNGAN ALKITABIAH SEPTEMBER 2014.

Cilandak, 11 September 2014

Sdr. F.X. Indrapradja, OFS