PESTA TIGA MALAIKAT AGUNG (5)

(Bacaan Pertama Misa Kudus, Pesta S. Mikael, Gabriel, dan Rafael, Malaikat Agung – Senin, 29 September 2014)

angels-60

Sementara aku terus melihat, takhta-takhta diletakkan, lalu duduklah Yang Lanjut Usianya; pakaian-Nya putih seperti salju dan rambut-Nya bersih seperti bulu domba; kursi-Nya dari nyala api dengan roda-rodanya dari api yang berkobar-kobar; suatu sungai api timbul dan mengalir dari hadapan-Nya; seribu kali beribu-ribu melayani Dia, dan selaksa kali berlaksa-laksa berdiri di hadapan-Nya. Lalu duduklah Majelis Pengadilan dan dibukalah Kitab-Kitab.
Aku terus melihat dalam penglihatan malam itu, tampak datang dengan awan-awan dari langit seorang seperti anak manusia; datanglah ia kepada Yang Lanjut Usianya itu, dan ia dibawa ke hadapan-Nya. Lalu diberikan kepadanya kekuasaan dan kemuliaan dan kekuasaan sebagai raja, maka orang-orang dari segala bangsa, suku bangsa dan bahasa mengabdi kepadanya. Kekuasaannya ialah kekuasaan yang kekal, yang tidak akan lenyap, dan kerajaannya ialah kerajaan yang tidak akan musnah. (Dan 7:9-10,13-14)

Bacaan Pertama alternatif: Why 12:7-12; Mazmur Tanggapan: Mzm 138:1-5; Bacaan Injil: Yoh 1:47-51

Pada hari ini Gereja merayakan pesta tiga malaikat agung: Mikael, Gabriel dan Rafael. Mikael berarti “Siapa yang seperti Allah?”, kita ingat dia sehubungan dengan pertempurannya dengan Lucifer, si Iblis, ‘seorang’ malaikat Tuhan yang memimpin pemberontakan melawan Allah (Why 12:7-9). Gabriel berarti “Manusia Allah”, yang kita ingat namanya dalam kisah pemberitahuan tentang perkandungan Yohanes Pembaptis dalam rahim Elisabet dan Yesus dalam rahim Maria (Luk 1:11-22,26-28). Rafael berarti “Allah menyembuhkan”; dia kita ingat pada waktu menolong Tobit dan Sara (Tobit 3:16-17).

Para malaikat adalah sepenuhnya makhluk-makhluk spiritual yang memiliki intelek dan kehendak. Mereka adalah pribadi-pribadi yang memiliki hidup kekal-abadi, dan dalam hal kesempurnaan mereka melebihi segala makhluk yang berwujud. Seperti kita (manusia), mereka juga diciptakan melalui Kristus dan untuk Kristus (lihat Kol 1:16), untuk mencapai tujuan-tujuan-Nya dalam alam/”dunia” spiritual. Dari Kitab Suci kita mengetahui bahwa malaikat-malaikat adalah “roh-roh yang melayani, yang diutus untuk melayani mereka yang akan mewarisi keselamatan” (Ibr 1:14).

Dari Kitab Suci kita melihat bahwa malaikatlah yang melindungi Lot (Kej 19); menyelamatkan Hagar dan anaknya, Ismail (Kej 16); mengunjungi para nabi (2Raj 1:3), menahan tangan Abraham ketika siap untuk menyembelih anaknya, Ishak sebagai kurban persembahan (Kej 22); menggulingkan batu penutup kubur Yesus (Mat 28:2); mengumumkan kebangkitan Yesus (Mat 28:6); dan menolong memimpin para rasul dan Gereja perdana (Kis 5:18-20; 8:26-29; 10:3-8; 12:6-11; 27:23-25) (lihat Katekismus Gereja Katolik, 328-336).

Kehidupan kita di atas bumi tidak dibatasi oleh realitas-realitas materiil yang dapat kita lihat, sentuh dan rasakan. Ada satu lagi alam/”dunia” yang mempunyai pengaruh atas diri kita, alam/”dunia” spiritual. Kedua alam/”dunia” ini – “dunia” fisik dan “dunia” spiritual – datang bersama ke dalam kehidupan kita. Sementara para malaikat adalah makhluk spiritual dan bukan makhluk badani, kita-manusia adalah keduanya, baik makhluk fisik maupun spiritual. Itulah sebabnya mengapa kita-manusia dipandang sebagai “mahkota ciptaan”. Itulah juga sebabnya mengapa misi para malaikat adalah untuk melayani dan melindungi kita.

Di bumi ini posisi kita dapat saja lebih rendah daripada para malaikat dan kita sangat tergantung kepada mereka. Namun pada suatu hari kelak kita akan masuk ke surga, dimuliakan dan diangkat ke posisi yang bahkan lebih tinggi daripada posisi para malaikat yang kita hormati dan muliakan pada hari ini. Kita “ditakdirkan” untuk menikmati kemuliaan abadi bersama Yesus selama-lamanya, dimasukkan ke dalam hidup Tritunggal Mahakudus sendiri. Semoga kita tidak pernah melupakan martabat dari panggilan kita!

DOA: Bapa surgawi, Allah yang baik, Khalik langit dan bumi. Kuduslah nama-Mu. Engkau telah menciptakan segala sesuatu yang ada. Oleh Roh Kudus-Mu, bukalah mataku agar dapat melihat alam/dunia spiritual. Dengan pertolongan para malaikat-Mu, penuhilah diriku dengan hasrat mendalam untuk membawa orang-orang agar mengenal Putera-Mu, Yesus Kristus, dan menjadi murid-murid-Nya yang setia. Bapa, semoga surga dipenuhi dengan semua anak-anak-Mu terkasih. Amin.

Catatan: Untuk mendalami Bacaan Pertama (alternatif) untuk hari ini (Why 12:7-12), bacalah tulisan yang berjudul “PESTA TIGA MALAIKAT AGUNG [4]” (bacaan tanggal 29-9-14) dalam situs/blog PAX ET BONUM http://catatanseorangofs.wordpress.com; kategori: 14-09 PERMENUNGAN ALKITABIAH SEPTEMBER 2014.

Cilandak, 24 September 2014

Sdr. F.X. Indrapradja, OFS