HIDUP OLEH IMAN, BUKAN OLEH LEGALISME

(Bacaan Pertama Misa Kudus, Hari Biasa Pekan Biasa XXVII – Jumat, 10 Oktober 2014)

Ordo Fratrum Minorum [OFM]: Peringatan S. Daniel dkk. Martir

St-Paul-iconJadi, kamu lihat bahwa mereka yang hidup berdasarkan iman, mereka itulah anak-anak Abraham. Dan Kitab Suci, yang sebelumnya mengetahui bahwa Allah membenarkan orang-orang bukan Yahudi berdasarkan iman, telah terlebih dahulu memberitakan Injil kepada Abraham: “Olehmu segala bangsa akan diberkati.” Jadi, mereka yang hidup dari iman, merekalah yang diberkati bersama-sama dengan Abraham yang beriman itu. Karena semua orang, yang hidup dari pekerjaan hukum Taurat, berada di bawah kutuk. Sebab ada tertulis: “Terkutuklah orang yang tidak setia melakukan segala sesuatu yang tertulis dalam kitab hukum Taurat.” Lagi pula, jelaslah, tidak ada orang yang dibenarkan di hadapan Allah karena melakukan hukum Taurat, karena: “Orang yang benar akan hidup oleh iman.” Tetapi dasar hukum Taurat bukanlah iman, melainkan siapa yang melakukannya, akan hidup karenanya. Kristus telah menebus kita dari kutuk hukum Taurat dengan jalan menjadi kutuk karena kita, sebab ada tertulis: “Terkutuklah orang yang digantung pada kayu salib!” Yesus Kristus telah melakukan hal ini, supaya di dalam Dia berkat Abraham sampai kepada bangsa-bangsa lain, sehingga melalui iman kita menerima Roh yang telah dijanjikan itu.” (Gal 3:7-14)

Mazmur Tanggapan: Mzm 111:1-6; Bacaan Injil: Luk 11:15-26

Paulus menasihati para pendengarnya untuk hidup oleh iman, bukan oleh legalisme demi pembenaran diri sendiri. Sang Rasul menyangkal sekelompok orang Kristiani ex Yahudi, yang telah mencoba agar orang-orang Kristiani yang baru juga merangkul segala peraturan Yudaisme, singkatnya me-Yahudikan mereka. Walaupun dewasa ini kita tidak mempunyai hal yang sama, kita tetap dapat bertanya kepada diri kita sendiri, apakah kita sedang hidup dalam kebebasan iman kepada Yesus, atau dalam keterikatan kepada seperangkat peraturan tentang apa yang harus dilakukan dan tidak boleh dilakukan, dengan pengharapan bahwa kita akan memperoleh “tanda masuk” ke dalam surga.

Paulus memakai gaya debat para rabi yang biasa digunakan oleh orang Yahudi pada masa itu. Sang Rasul membuat empat petikan dari Perjanjian Lama yang menunjukkan bahwa bahwa kita harus hidup oleh iman, bukan legalisme (lihat Ul 27:26 dan Im 18:5). Pada masa Paulus, taat kepada hukum berarti mematuhi semua dari 613 aturan yang ditemukan oleh tradisi kaum Farisi di dalam Taurat – yaitu lima kitab pertama dalam Kitab Suci Ibrani (Perjanjian Lama). Namun isi pokok dari posisi Paulus bersumber pada Kitab nabi Habakuk, bukan dari Taurat: “… orang yang benar itu akan hidup oleh percayanya” (Hab 2:4). Paulus merasa begitu yakin bahwa keselamatan datang dari iman yang benar kepada Yesus dan bukan dari ketaatan kepada hukum, sehingga dia bersedia tetap berbicara dengan gaya para rabi, namun dengan menggunakan petikan dari Kitab nabi Habakuk, jadi di luar Taurat.

Paulus menulis bahwa semua orang yang memiliki iman adalah turunan Abraham (Gal 3:7). Abraham adalah seorang insan-iman yang besar, dan dikatakan bahwa melalui dirinyalah “semua kaum di muka bumi akan mendapat berkat” (Kej 12:3; Gal 3:8). Posisi Abraham di hadapan Allah tidak didasarkan pada pekerjaan-pekerjaan hukum, karena Taurat tertulis baru diberikan kepada Musa berabad-abad kemudian. Paulus mencoba untuk menjelaskan bahwa karena hukum tidak/belum ada pada zaman Abraham, maka ada sesuatu yang lain yang membuat dirinya benar di hadapan Allah, dan sesuatu itu adalah iman.

Panggilan untuk hidup oleh iman memberi tantangan kepada para anggota jemaat di Galatia, seperti juga sekarang memberi tantangan kepada kita. Kita dapat memeriksa hidup kita sendiri untuk melihat apakah kita sungguh menaruh kepercayaan kita pada Yesus atau pada hal-hal yang kita coba agar mendapat persetujuan-Nya.

DOA: Tuhan Yesus, Engkau menghapus dosa-dosa dunia sehingga dengan demikian kami dapat hidup dalam kebebasan iman. Oleh kuat-kuasa salib-Mu, ajarlah kami agar mau dan mampu menghayati hidup kebebasan ini dan untuk memberikan hidup kami sepenuhnya kepada-Mu, sebagaimana Engkau telah memberikan hidup-Mu kepada kami. Amin.

Catatan: Untuk mendalami bacaan Injil hari ini (Luk 11:15-26), bacalah tulisan yang berjudul “HIDUP DENGAN BEBAS DALAM KRISTUS” (bacaan tanggal 10-10-14) dalam situs/blog PAX ET BONUM http://catatanseorangofs.wordpress.com; kategori: 14-10 PERMENUNGAN ALKITABIAH OKTOBER 2014.

Untuk mendalami Bacaan Pertama hari ini (Gal 3:1-14), bacalah tulisan yang berjudul “ORANG YANG BENAR AKAN HIDUP OLEH IMAN” (bacaan tanggal 12-10-12) dalam situs/blog PAX ET BONUM.

Cilandak, 6 Oktober 2014

Sdr. F.X. Indrapradja, OFS