PERBUATAN DAGING DAN BUAH ROH

(Bacaan Pertama Misa Kudus, Peringatan S. Teresia dr Avila Perawan & Pujangga Gereja – Rabu, 15 Oktober 2014)

Suster Fransiskanes S. Lusia (KSFL): PESTA TAREKAT-HARI JADI PERSAUDARAAN

St Paul Icon 4Akan tetapi, jikalau kamu memberi dirimu dipimpin oleh Roh, maka kamu tidak hidup di bawah hukum Taurat. Perbuatan daging telah nyata, yaitu: percabulan, kecemaran, hawa nafsu, penyembahan berhala, sihir, perseteruan, perselisihan, iri hati, kemarahan, kepentingan diri sendiri, percekcokan, perpecahan, kedengkian, bermabuk-mabukan, pesta pora dan sebagainya. Terhadap semuanya itu kuperingatkan kamu – seperti yang telah kulakukan dahulu – bahwa siapa saja yang melakukan hal-hal demikian tidak akan mendapat bagian dalam Kerajaan Allah. Tetapi buah Roh ialah: kasih, sukacita, damai sejahtera, kesabaran, kemurahan, kebaikan, kesetiaan, kelemahlembutan, penguasaan diri. Tidak ada hukum yang menentang hal-hal itu. Siapa saja yang menjadi milik Kristus Yesus, ia telah menyalibkan daging dengan segala hawa nafsu dan keinginannya. Jikalau kita hidup oleh Roh, baiklah hidup kita juga dipimpin oleh Roh, dan janganlah kita gila hormat, janganlah kita saling menantang dan saling mendengki. (Gal 5:18-25)

Mazmur Tanggapan: Mzm 1:1-4,6; Bacaan Injil: Luk 11:42-46

Selagi kita membaca tentang buah Roh dan perbuatan daging (Gal 5:19-23), mudahlah bagi kita untuk berpikir tentang semua itu sebagai sebuah daftar yang berisikan apa saja yang harus dilakukan dan apa saja yang tidak boleh dilakukan (do’s and don’ts) untuk menjalani kehidupan Kristiani. Namun Paulus tidak menggunakan ungkapan “kamu harus” dan “kamu tidak boleh”. Ada sesuatu yang lebih mendalam di sini daripada serangkaian hal untuk dihindari dan hal untuk dilakukan. Cara Paulus adalah dengan mengkontraskan dua perangkat pola perilaku yang merupakan hasil dari cara-cara kita memilih hidup kita. Dia menamakan hal-hal buruk sebagai “perbuatan daging”, sedangkan keutamaan-keutamaan disebutnya sebagai buah Roh (dipenuhi dan dipimpin oleh Roh Kudus).

Kata “daging” sebagaimana digunakan oleh Paulus menggambarkan bagian dari diri kita yang berkecenderungan berdosa disebabkan oleh isolasi kita dari Allah. Apabila kita percaya bahwa berbagai sumber daya yang kita miliki sudah mencukupi, walaupun terpisah dari Allah, maka hal ini berarti bahwa kita memilih untuk hidup independen dari Allah. Hal ini akan membawa kita kepada suatu kehidupan yang terfokus pada diri kita sendiri – pemusatan pada diri sendiri, kepentingan sendiri, cinta-diri, kenikmatan diri sendiri. Paulus mengingatkan para pembaca suratnya bahwa “siapa saja yang melakukan hal-hal demikian tidak akan mendapat bagian dalam Kerajaan Allah” (Gal 5:21). Orientasi mereka adalah pada diri sendiri dan tanpa Allah; artinya mereka telah menutup diri mereka sendiri dari sentuhan kasih-Nya.

Akan tetapi, mereka yang “milik Kristus” adalah anak-anak Allah; mereka mempunyai orientasi yang seluruhnya baru. Orientasi baru ini diberikan pada waktu kita dibaptis dan tersedia bagi kita selagi kita berpaling kepada Allah setiap hari dan memperkenankan Dia untuk menyatakan kasih-Nya dan kuat-kuasa-Nya dalam diri kita. Selagi kita memperkenankan Roh Kudus yang berdiam dalam diri kita untuk menyatakan kebenaran tentang siapa kita sebenarnya dalam Kristus, maka Yesus akan menjadi realitas yang lebih mendalam dalam hidup kita. Hidup kita akan semakin mencerminkan kasih Allah yang tanpa pamrih dan senantiasa mengalir ke luar. Kita pun akan mulai mengalami damai-sejahtera Allah, kasih-Nya dan sukacita sejati yang bersumber pada-Nya, juga segala “buah” Roh. Inilah warisan kita sebagai anak-anak Allah.

DOA: Bapa surgawi, tolonglah kami untuk melihat betapa tergantungnya kami pada rahmat-Mu. Kami secara istimewa memohon rahmat untuk senantiasa berpaling kepada-Mu dan mencari pertolongan-Mu setiap hari, sehingga dengan demikian kami dapat menjalani suatu kehidupan yang dipenuhi oleh Roh Kudus-Mu dan senantiasa dipimpin oleh-Nya, bukan dipimpin oleh “daging”. Amin.

Catatan: Untuk mendalami Bacaan Injil hari ini (Luk 11:42-46), bacalah tulisan yang berjudul “BEDA ANTARA YESUS DAN PARA PEMIMPIN AGAMA YANG MUNAFIK” (bacaan tanggal 15-10-14) dalam situs/blog PAX ET BONUM http://catatanseorangofs.wordpress.com; kategori: 14-10 PERMENUNGAN ALKITABIAH OKTOBER 2014.

Untuk mendalami Bacaan Pertama hari ini (Gal 5:18-25), bacalah tulisan yang berjudul “BUAH ROH” (bacaan tanggal 13-10-10) dalam situs/blog SANG SABDA.

Cilandak, 11 Oktober 2014

Sdr. F.X. Indrapradja, OFS