CICILAN PERTAMA

(Bacaan Pertama Misa Kudus, Peringatan S. Ignatius dr Antiokhia, Uskup & Martir – Jumat, 17 Oktober 2014)

ST. PAULUS - 016Aku katakan “di dalam Kristus”, karena di dalam dialah kami diberi warisan – kita yang dari semula sudah dipilih-Nya sesuai dengan maksud Allah, yang mengerjakan segala sesuatu menurut keputusan kehendak-Nya – supaya kami, yang sebelumnya telah menaruh harapan pada Kristus, boleh menjadi puji-pujian bagi kemuliaan-Nya. Di dalam dia kamu juga – karena kamu telah mendengar firman kebenaran, yaitu Injil keselamatanmu – di dalam Dia kamu juga, ketika kamu percaya, dimeteraikan dengan Roh Kudus, yang dijanjikan-Nya itu. Roh Kudus itulah jaminan warisan kita sampai kita memperoleh penebusan yang menjadikan kita milik Allah, untuk memuji kemuliaan-Nya. (Ef 1:11-14)

Mazmur Tanggapan: Mzm 34:2-9; Bacaan Injil: Luk 12:1-7

Bayangkanlah peristiwa berikut ini. Anda baru saja mendapat surat dari sebuah kantor pengacara terkenal di Jakarta. Dalam surat itu diinformasikan bahwa paman anda dengan siapa anda sudah lama kehilangan kontak, baru saja meninggal dunia, dan dia mewariskan sesuatu yang luarbiasa besar nilainya kepada anda. Anda berpikir, apakah ini lelucon atau sekadar suatu hoax? Akan tetapi sampul itu berisikan sebuah cek yang dibayarkan kepada anda sejumlah Rp 100 juta, sebagai suatu “cicilan pertama yang kecil, dibayar dimuka sebelum jumlah keseluruhan warisan, yang akan dikirim kemudian.” Estimasi anda tentang otentisitas surat itu pasti meningkat ketika anda datang ke bank yang mengeluarkan cek tersebut, dan anda memperoleh konfirmasi dari bank itu, bahwa semuanya OK. Jadi, tidak ada yang main-main!

Kisah di atas adalah kisah berandai-andai saja, namun kiranya tidak berbeda jauh dengan pesan Santo Paulus ketika dia menulis: “Roh Kudus itulah jaminan warisan kita sampai kita memperoleh penebusan yang menjadikan kita milik Allah, untuk memuji kemuliaan-Nya” (Ef 1:14). Di sini Paulus menggunakan terminologi hukum guna membantu kita memahami bahwa Roh Kudus adalah “jaminan” atau semacam “uang muka” dalam kisah di atas dari warisan surgawi kita. Katakanlah, cicilan pertama dari hidup kekal bersama Allah. Seperti juga cicilan pertama yang dapat kita gunakan sementara kita menantikan sisa selebihnya, maka Roh Kudus juga tersedia bagi kita sekarang, dalam pengalaman kita setiap hari. Kita tidak perlu menunggu sampai kita mati untuk ikut ambil bagian dalam warisan yang dimenangkan Kristus untuk kita melalui kematian dan kebangkitan-Nya. Kita sudah dapat terlibat dalam hidup Roh sekarang juga.

ROH KUDUS MELAYANG-LAYANG - 2Setiap hari Roh Kudus mencari jalan untuk menarik kita lebih dalam lagi ke dalam kehidupan Tritunggal Mahakudus. Roh Kudus ingin membuka mata kita terhadap kasih Allah. Roh Kudus menolong kita untuk mengenali dan mengalami kehadiran Allah dalam kebaikan hati dan kemurahan hati orang-orang lain, untuk merasa terpesona oleh keagungan Allah yang diperagakan dalam keindahan alam ciptaan. Roh Kudus ini juga “menemani” kita selagi kita membaca Kitab Suci, memampukan kita menerima perwahyuan Allah tentang diri-Nya dan juga rencana-Nya.

Apabila kita sungguh mendengarkan, maka kita akan mendengar Roh Kudus berbicara dalam hati kita, memanggil kita untuk pergi meninggalkan dosa jauh-jauh. Dia akan membisikkan nasihat-nasihat di telinga kita tentang bagaimana dan mendidik anak-anak kita, dan bagaimana menghadapi berbagai kesulitan hidup ini dlsb. Roh Kudus ini akan membuat diri-Nya dikenal oleh kita ketika seseorang menyapa kita dengan hangat, atau ketika seseorang melakukan cipika-cipiki dengan tulus. Roh Kudus akan memberdayakan kita untuk mau dan mampu ke luar menemui seorang pribadi yang membutuhkan pertolongan, walaupun orang itu sering menjengkelkan karena tingkah lakunya. Manakala kita menderita, Roh Kudus akan menginspirasikan doa kita dan akan membawa penghiburan, kesembuhan dan rahmat.

DOA: Roh Kudus Allah, aku menyambut-Mu ke dalam hidupku sebagai down payment dari apa yang menanti-nantikan aku di dalam surga. Dengan rendah hati aku memohon kepada-Mu agar bekerja dengan penuh kuat-kuasa dalam diriku dan melalui diriku pada saat-saat aku melayani sesamaku.

Catatan: Untuk mendalami Bacaan Injil hari ini (Luk 12:1-7), bacalah tulisan yang berjudul “JANGANLAH KAMU TAKUT” (bacaan tanggal 17-10-14) dalam situs/blog PAX ET BONUM http://catatanseorangofs.wordpress.com; kategori: 14-10 PERMENUNGAN ALKITABIAH OKTOBER 2014.

Untuk mendalami Bacaan Pertama hari ini (Ef 1:11-14), bacalah tulisan yang berjudul “ROH KUDUS ITULAH JAMINAN WARISAN KITA” (bacaan tanggal 19-10-12) dalam situs/blog PAX ET BONUM.

Cilandak, 12 Oktober 2014 [HARI MINGGU BIASA XXVIII]

Sdr. F.X. Indrapradja, OFS