MENGAPA KAMU MENCOBAI AKU, HAI ORANG-ORANG MUNAFIK?

(Bacaan Injil Misa Kudus, HARI MINGGU BIASA XXIX [Tahun A], 19 Oktober 2014)

BERIKAN KEPADA KAISARKemudian pergilah orang-orang Farisi dan membuat rencana bagaimana mereka dapat menjerat Yesus dengan suatu pertanyaan. Mereka menyuruh murid-murid mereka bersama-sama para pendukung Herodes bertanya kepada-Nya, “Guru, kami tahu, Engkau seorang yang jujur dan dengan jujur mengajar jalan Allah dan Engkau tidak takut kepada siapa pun juga, sebab Engkau tidak mencari muka. Katakanlah kepada kami pendapat-Mu: Apakah diperbolehkan membayar pajak kepada Kaisar atau tidak?” Tetapi Yesus mengetahui kejahatan hati mereka itu lalu berkata, “Mengapa kamu mencobai Aku, hai orang-orang munafik? Tunjukkanlah kepada-Ku mata uang untuk pajak itu.” Mereka membawa satu dinar kepada-Nya. Lalu Ia bertanya kepada mereka, “Gambar dan tulisan siapakah ini?” Jawab mereka, “Gambar dan tulisan Kaisar.” Lalu kata Yesus kepada mereka, “Berikanlah kepada Kaisar apa yang wajib kamu berikan kepada Kaisar dan kepada Allah apa yang wajib kamu berikan kepada Allah.” (Mat 22:15-21)

Bacaan Pertama: Yes 45:1,4-6; Mazmur Tanggapan: Mzm 96:1,3-5,7-10; Bacaan Kedua: 1Tes 1:1-5b

Sekarang kita memulai serangkaian debat (dialog) Yesus dengan para lawan-Nya: (1) dengan orang-orang Farisi (Mat 22:15-22); (2) dengan orang-orang Saduki (Mat 22:23-33); (3) dengan seorang ahli Taurat (dia seorang Farisi juga; Mat 22:34-40); (4) dengan orang-orang Farisi lagi, namun di sini yang mengambil inisiatif adalah Yesus sendiri (Mat 22:41-46).

Orang-orang Farisi mengirim beberapa orang murid mereka untuk menjerat Yesus lewat kata-kata yang diucapkan-Nya ketika mengajar. Orang-orang munafik itu bekerja sama dengan para pendukung Herodes, yang politik kolaborasinya dengan penguasa Roma mereka benci, namun bantuan mereka diterima dengan segala senang hati dalam kasus ini. Orang-orang Farisi menentang pembayaran pajak kepada pemerintah Roma, di lain pihak para pendukung Herodus mendukungnya.

Ketidaktulusan orang-orang Farisi terasa sekali ketika mereka menyapa Yesus sebagai “Guru”, karena gelar “guru” dalam Injil Matius biasanya diucapkan oleh mereka yang sedikit saja memiliki iman atau samasekali tidak mempunyai iman kepada Yesus. Mereka “memuji” kejujuran Yesus dalam mengajar. Kehadiran orang banyak tidak disebut, namun kita dapat mengasumsikan debat atau dialog ini terjadi secara publik, dengan demikian membuat mereka berada di atas angin dengan mempermalukan Yesus, seandainya mereka menang dalam debat itu.

ROMAN COIN - 001Dilema yang diajukan oleh mereka cukup cerdik dan sederhana. Jika Yesus mendukung pembayaran pajak kepada pihak Roma, maka Dia akan tidak disenangi oleh orang-orang Yahudi yang memang anti pajak Roma. Akan tetapi, jika Yesus mengambil posisi menolak pajak kepada pihak Roma, maka dengan mudah Dia dapat dituduh oleh para pendukung Herodus sebagai gara-gara atau biang keladi dari perlawanan terhadap Kaisar Roma, bahkan bisa dicap sebagai orang Zeloti, orang-orang militan yang melakukan gerakan perlawanan terhadap kekaisaran Roma.

Namun sebuah pertanyaan yang keluar dari hati yang tidak tulus tidak harus ditanggapi dengan jawaban yang tulus. Oleh karena itu Yesus menamakan mereka sebagai orang-orang munafik, dan dengan gaya bicara para Rabi, Dia melempar bola ke lapangan mereka sendiri. Yesus minta untuk ditunjukkan uang logam Romawi yang tidak dapat disangkal telah digunakan oleh mereka selama ini; padahal mereka menentang otoritas yang mengeluarkan uang logam itu. Dengan mengatakan “Berikanlah kepada Kaisar apa yang wajib kamu berikan kepada Kaisar dan kepada Allah apa yang wajib kamu berikan kepada Allah” (Mat 22:21), Yesus tidak menyatakan yang mana adalah milik siapa, tetapi Dia mengakui hak-hak yang legitim dari masing-masing. Lebih penting lagi bagi orang-orang Farisi yang hadir, Yesus menantang mereka untuk memberikan kepada Allah yang selama ini mereka belum berikan.

DOA: Bapa surgawi, Allah yang Mahakuasa, dikuduskanlah nama-Mu! Aku berjanji, ya Bapa, untuk memberikan kepada-Mu segala sesuatu yang wajib kuberikan kepada-Mu. Aku mengakui dan tunduk kepada kekuasaan-Mu yang mutlak atas segala bidang kehidupanku dan kehidupan manusia pada umumnya. Amin.

Catatan: Untuk mendalami Bacaan Injil hari ini (Mat 22:15-21), bacalah tulisan yang berjudul “MEMBERIKAN SELURUH KEBERADAAN KITA KEPADA-NYA” (bacaan Injil tanggal 19-10-14) dalam situs/blog PAX ET BONUM http://catatanseorangofs.wordpress.com; kategori: 14-10 PERMENUNGAN ALKITABIAH OKTOBER 2014.

Cilandak, 14 Oktober 2014

Sdr. F.X. Indrapradja, OFS