DALAM KRISTUS YESUS

(Bacaan Pertama Misa Kudus, Hari Biasa Pekan Biasa XXIX – Rabu, 22 Oktober 2014)

mosaic-of-st-paul-in-veria-greece2Memang kamu telah mendengar tentang penyelenggaraan anugerah Allah, yang dipercayakan kepadaku karena kamu, yaitu bagaimana rahasia itu diberitahukan kepadaku melalui wahyu, seperti yang telah kutulis di atas dengan singkat. Apabila kamu membacanya, kamu dapat mengetahui pengertianku tentang rahasia Kristus, yang pada zaman orang-orang dahulu tidak diberitahukan kepada anak-anak manusia, tetapi sekarang dinyatakan di dalam Roh kepada rasul-rasul dan nabi-nabi-Nya yang kudus, yaitu bahwa orang-orang bukan Yahudi, karena Injil, turut menjadi ahli-ahli waris dan anggota-anggota tubuh dan peserta dalam janji yang diberikan dalam Kristus Yesus. Dari Injil itu aku telah menjadi pelayannya menurut pemberian anugerah Allah, yang diberikan kepadaku sesuai dengan pengerjaan kuasa-Nya. Kepadaku, yang paling hina di antara segala orang kudus, telah diberikan anugerah ini, untuk memberitakan kepada orang-orang bukan Yahudi kekayaan Kristus, yang tidak terduga itu, dan untuk membuat semua orang melihat rencana rahasia yang telah berabad-abad tersembunyi dalam Allah yang menciptakan segala sesuatu, supaya sekarang melalui jemaat diberitahukan berbagai ragam hikmat Allah kepada pemerintah-pemerintah dan penguasa-penguasa di surga, sesuai dengan maksud abadi, yang telah dilaksanakan-Nya dalam Kristus Yesus, Tuhan kita. Di dalam Dia kita beroleh keberanian dan jalan masuk kepada Allah dengan penuh kepercayaan melalui iman kita kepada-Nya. (Ef 3:2-12)

Mazmur Tanggapan: Mzm Yes 12:2-6; Bacaan Injil: Luk 12:39-48

Siapa yang mengenal belas kasih Allah lebih baik daripada Santo Paulus? Sang Rasul adalah seorang Farisi yang sebelum pertobatannya memburu umat Kristiani dengan niat untuk menghancurkannya, bahkan membunuh para pengikut/murid Kristus tanpa ampun. Namun dilihat dari sudut belas kasih dan rahmat Allah tanpa batas yang diberikan oleh-Nya dengan bebas kepada siapa saja seturut kehendak-Nya, maka Paulus bukanlah seorang pribadi istimewa ketimbang kita semua. Roh Kudus bergerak dengan penuh kuat-kuasa dalam dan melalui diri Paulus, demikian pula Dia sekarang ingin bekerja dalam diri kita masing-masing. Adalah kenyataan tak terbantahkan bahwa kita adalah pendosa-pendosa juga yang diselamatkan oleh rahmat – artinya keselamatan kita adalah suatu pemberian bebas/gratis dari Allah!

Tidak seperti banyak tekanan dunia yang membebani kita guna “membuktikan” diri kita atau untuk mengambil jalan kita sendiri di dunia ini, Allah dengan bebas menganugerahkan kepada kita keselamatan. Ia memanggil kita masing-masing – seperti apa adanya kita – untuk menjadi anak-anak-Nya terkasih, anggota-anggota Tubuh-Nya di atas bumi ini. Kita dahulu sudah mati karena pelanggaran-pelanggaran dan dosa-dosa kita (Ef 2:1) dan tanpa pengharapan dan tanpa Allah (Ef 2:12). Di dalam Yesus kita beroleh keberanian dan jalan masuk kepada Allah dengan penuh kepercayaan melalui iman kita kepada-Nya (Ef 3:12). Dosa-dosa kita bukanlah tidak signifikan. Penebusan kita “dibeli” dengan harga yang sangat tinggi – darah dari Putera Allah yang tanpa dosa – karena kedalaman kebutuhan kita. Sekarang, kita dibangkitkan dan duduk dengan Dia di surga dalam Kristus Yesus, “supaya pada masa yang akan datang Ia menunjukkan kepada kita kekayaan anugerah-Nya yang melimpah-limpah sesuai dengan kebaikan-Nya terhadap kita dalam Kristus Yesus” (Ef 2:6-7).

Sejak sediakala Allah telah memiliki hasrat untuk mengumpulkan sebuah umat yang akan memanifestasikan kemuliaan Putera-Nya kepada segenap ciptaan, baik di bumi maupun di surga. Inilah “misteri” (Ef 3:3) dari tujuan Allah menciptakan kita. Ini adalah sebuah rencana yang dibentuk dalam “pikiran” Allah Tritunggal Mahakudus pada awal ciptaan, sebuah rencana yang menyangkut setiap aspek ciptaan-Nya untuk mana setiap hal yang terjadi diarahkan. Dalam terang rencana-Nya yang penuh misteri itulah kita tidak perlu kaget untuk menyadari bahwa Gereja – Tubuh Kristus di atas bumi – dipanggil untuk menunjukkan mukjizat-mukjizat dan tanda-tanda heran lainnya di atas bumi. Itulah luas dan dalamnya kuat-kuasa Allah yang bekerja di dalam diri semua orang yang percaya kepada/dalam Kristus.

Marilah sekarang kita membuat resolusi untuk berjalan sebagai anak-anak terang dan menegaskan lagi iman kita dalam karya Kristus yang telah dimulai dalam diri kita masing-masing. Marilah kita bersukacita karena seluruh ciptaan memberikan kesaksian tentang kemuliaan Tuhan yang bersinar melalui hidup kita.

DOA: Bapa surgawi, melalui kuat-kuasa Roh Kudus-Mu, bentuklah kami menjadi anak-anak terang yang senantiasa membawa Yesus, sang Terang Dunia ke tengah dunia di sekeliling kami. Amin.

Catatan: Untuk mendalami Bacaan Injil hari ini (Luk 12:39-48), bacalah tulisan yang berjudul “DIBERI BANYAK, DITUNTUT BANYAK PULA” (bacaan tanggal 22-10-14) dalam situs/blog PAX ET BONUM http://catatanseorangofs.wordpress.com; kategori: 14-10 PERMENUNGAN ALKITABIAH OKTOBER 2014.

Untuk mendalami Bacaan Pertama hari ini (Ef 3:2-12), bacalah tulisan yang berjudul “RAHASIA PANGGILAN ORANG-ORANG BUKAN YAHUDI” (bacaan tanggal 24-10-12) dalam situs/blog PAX ET BONUM.

Cilandak, 20 Oktober 2014

Sdr. F.X. Indrapradja, OFS