KARUNIA YANG BERBEDA-BEDA NAMUN SATU

(Bacaan Pertama Misa Kudus, Hari Biasa Pekan Biasa XXIX – Sabtu, 25 Oktober 2014)

St Paul Icon 4

Tetapi kepada kita masing-masing telah diberikan anugerah menurut ukuran pemberian Kristus. Itulah sebabnya dikatakan, “Tatkala Ia naik ke tempat tinggi, Ia membawa tawanan-tawanan; Ia memberikan pemberian-pemberian kepada manusia” [lihat Mzm 68:19]. Bukankah “Ia telah naik” berarti bahwa Ia juga telah turun ke bagian bumi yang paling bawah? Ia yang telah turun, Ia juga yang telah naik jauh lebih tinggi daripada semua langit, untuk memenuhi segala sesuatu. Dialah yang memberikan baik rasul-rasul maupun nabi-nabi, baik pemberita-pemberita Injil maupun gembala-gembala dan pengajar-pengajar, untuk memperlengkapi orang-orang kudus bagi pekerjaan pelayanan, bagi pembangunan tubuh Kristus, sampai kita semua telah mencapai kesatuan iman dan pengetahuan yang benar tentang Anak Allah, kedewasaan penuh, dan tingkat pertumbuhan yang sesuai dengan kepenuhan Kristus, sehingga kita bukan lagi anak-anak, yang diombang-ambingkan oleh berbagai angin pengajaran, oleh permainan palsu manusia dalam kelicikan mereka yang menyesatkan. Sebaliknya, dengan teguh berpegang kepada kebenaran di dalam kasih, kita bertumbuh di dalam segala hal ke arah Dia, Kristus, yang adalah Kepala. Dari Dialah seluruh tubuh – yang rapi tersusun dan diikat menjadi satu oleh pelayanan semua bagiannya, sesuai dengan kadar pekerjaan tiap-tiap anggota – menerima pertumbuhannya dan membangun dirinya dalam kasih. (Ef 4:7-16)

Mazmur Tanggapan: Mzm 122:1-5; Bacaan Injil: Luk 13:1-9

Bayangkanlah banyaknya hadiah yang diterima seorang pengantin perempuan pada hari pernikahannya. Dengan membayangkannya kita dapat merasakan posisi kita seperti digambarkan oleh Paulus dalam suratnya kepada jemaat di Efesus. Paulus memahami hadiah berlimpah dari Allah tersebut ketika dia menyatakan: “… kepada kita masing-masing telah diberikan anugerah menurut ukuran pemberian Kristus” (Ef 4:7).

Bapa surgawi dengan segala kemurahan hati telah melimpah-limpahkan setiap berkat spiritual atas umat-Nya. Termasuk dalam anugerah-anugerah atau karunia-karunia ini adalah beberapa tugas pelayanan khusus: “Dialah yang memberikan baik rasul-rasul maupun nabi-nabi, baik pemberita-pemberita Injil maupun gembala-gembala dan pengajar-pengajar” (Ef 4:11). Karunia-karunia istimewa ini diibaratkan sebagai “tulang-tulang sendi” yang menyebabkan seluruh tubuh menjadi rapi tersusun dan diikat menjadi satu oleh pelayanan semua bagiannya, sesuai dengan kadar pekerjaan tiap-tiap anggota (Ef 4:16).

Apapun karunia-karunia dan panggilan kita, kita semua ikut ambil bagian dalam martabat untuk bertumbuh ke dalam “pengetahuan yang benar tentang Anak Allah” (Ef 4:13). Melalui Roh Kudus, Allah telah menyediakan rahmat – yang bermacam-macam dan tak dapat dihitung – kepada kita masing-masing, bukan untuk mempromosikan seorang pribadi atau peranan tertentu menjadi lebih tinggi ketimbang yang lain, melainkan untuk menetapkan “kesatuan iman”. Setiap anggota yang diberikan karunia secara unik merupakan unsur yang diperlukan untuk memajukan Kerajaan Allah.

Ketika mereka merefleksikan peranan kaum awam dalam hubungannya dengan para pelayan Gerejawi tertahbis (diakon, imam dan uskup), para bapa Konsili Vatikan II menekankan tentang kebutuhan akan semua karunia/anugerah yang berbeda-beda: “Kendati dalam Gereja tidak semua menempuh jalan yang sama, namun semua dipanggil kepada kesucian, dan menerima iman yang sama dalam kebenaran Allah (lihat 2Ptr 1:1). Meskipun ada yang atas kehendak Kristus diangkat menjadi guru, pembagi misteri-misteri dan gembala bagi sesama, namun semua toh sungguh-sungguh sederajat martabatnya, sederajat pula kegiatan yang umum bagi semua orang beriman dalam membangun Tubuh Kristus” (Konstitusi Dogmatis Lumen Gentium tentang Gereja, 32).

Sumber sekaligus tujuan akhir dari semua karunia kita adalah Yesus Kristus. Walaupun Ia telah berdiam dalam diri kita – teristimewa dalam sakramen-sakramen – Ia memanggil kita untuk berfungsi sebagai perantara kehadiran-Nya secara lebih penuh dalam dunia sampai saat kedatangan-Nya kembali pada akhir zaman. Oleh karena itu, kita masing-masing dipanggil untuk mempraktekkan kuasa dari karunia kita yang berbeda-beda dalam kesatuan, selagi kita mencapai kedewasaan penuh …… untuk bertumbuh di dalam segala ke arah Dia, Kristus, yang adalah Kepala” (Ef 4:13,15).

DOA: Tuhan Yesus, kami berterima kasih penuh syukur untuk kemurahan hati-Mu yang indah, yang diberikan kepada kami secara berlimpah melalui Roh Kudus. Tolonglah kami agar dapat menerima segala karunia spiritual yang Kaurencanakan untuk kami. Satukanlah kami, ya Yesus, seperti Engkau adalah satu dengan Bapa dan Roh Kudus. Amin.

Catatan: Untuk mendalami Bacaan Injil hari ini (Luk 13:1-9), bacalah tulisan yang berjudul “ASALKAN KITA MAU BERTOBAT” (bacaan tanggal 25-10-14) dalam situs/blog PAX ET BONUM http://catatanseorangofs.wordpress.com; kategori: 14-10 BACAAN HARIAN OKTOBER 2014.

Untuk mendalami Bacaan Pertama hari ini (Ef 4:7-16), bacalah tulisan yang berjudul “KESATUAN DAN PERSATUAN BUKANLAH KESERAGAMAN” (bacaan tanggal 27-10-12) dalam situs/blog PAX ET BONUM.

Cilandak, 22 Oktober 2014

Sdr. F.X. Indrapradja, OFS