SANTO SIMON DAN SANTO YUDAS, RASUL-RASUL KRISTUS [2]

(Bacaan Injil Misa Kudus, Pesta Santo Simon dan Yudas, Rasul – Selasa, 28 Oktober 2014)

530

Pada hari-hari itu pergilah Yesus ke bukit untuk berdoa dan semalam-malaman Ia berdoa kepada Allah. Ketika hari siang, Ia memanggil murid-murid-Nya kepada-Nya, lalu memilih dari antara mereka dua belas orang, yang disebut-Nya rasul: Simon yang juga diberi-Nya nama Petrus, dan Andreas saudaranya, Yakobus dan Yohanes, Filipus dan Bartolomeus, Matius dan Tomas, Yakobus anak Alfeus, dan Simon yang disebut orang Zelot, Yudas anak Yakobus, dan Yudas Iskariot yang kemudian menjadi pengkhianat.

Lalu Ia turun dengan mereka dan berhenti pada suatu tempat yang datar: Di situ berkumpul sejumlah besar dari murid-murid-Nya dan banyak orang lain yang datang dari seluruh Yudea dan dari Yerusalem dan dari daerah pantai Tirus dan Sidon. Mereka datang untuk mendengarkan Dia dan untuk disembuhkan dari penyakit mereka; juga mereka yang dirasuk oleh roh-roh jahat disembuhkan. Semua orang banyak itu berusaha menyentuh Dia, karena ada kuasa yang keluar dari Dia dan menyembuhkan semua orang itu. (Luk 6: 12-19)

Bacaan Pertama: Ef 2:19-22; Mazmur Tanggapan: Mzm 19:2-5

Betapa bahagia kiranya Simon dan Yudas ketika mereka dipilih menjadi bagian dari kelompok dua belas orang rasul Yesus. Bayangkanlah, dari sedemikian banyak murid yang ada, Yesus memilih mereka. Memang kita tidak tahu banyak tentang dua orang rasul yang kita rayakan pestanya hari ini, namun kita dapat membayangkan bagaimana kiranya perasaan mereka dalam mengantisipasi apa artinya hidup akrab dengan Yesus dari hari ke hari, menjadi murid dan sekaligus mitra evangelisasi Yesus sendiri, berjalan dari satu tempat ke tempat yang lain.

Namun Simon dan Yudas tidaklah sendiri. Pada hari ini, Yesus mengundang kita masing-masing untuk masuk ke dalam relasi persahabatan yang akrab dengan diri-Nya. Dia memanggil kita masing-masing untuk menjadi saudari-saudara-Nya, dan Ia mempunyai misi khusus untuk kita masing-masing. Bagi sejumlah orang, misi itu adalah untuk berkhotbah dan mengajar; bagi sejumlah orang lainnya, misi itu adalah untuk mengungkapkan kasih-Nya melalui upaya mendengarkan dengan penuh bela rasa, teristimewa suara-suara, keluhan-keluhan orang-orang kecil. Seperti yang dilakukan Yesus dalam doa-Nya bagi dua belas orang rasul (Luk 6:12), Ia berdoa untuk kita masing-masing, bahwa Allah akan menarik kita semakin dekat kepada-Nya sehingga dengan demikian kita dapat mengenal dan mengalami kasih-Nya dan melayani Dia dengan kehidupan kita. Kita dapat berpikir bahwa terkadang sangatlah sulit untuk percaya, namun Yesus menarik kita kepada diri-Nya bukan karena kedalaman devosi kita, melainkan karena kasih-Nya kepada kita.

Sebagian dari kita mungkin merasa ragu-ragu untuk menanggapi panggilan Yesus justru karena kita menyadari keterbatasan-keterbatasan kita. “Saya hanyalah seorang ibu rumah tangga.” “Saya hanyalah seorang buruh bangunan.” “Saya sudah terlalu tua untuk membuat perubahan sesungguhnya dalam dunia ini.” Dalam hal ini semua, baiklah kita mengingat bahwa – seperti juga pada zaman Simon dan Yudas – Yesus tidak meminta para pahlawan untuk menjadi murid-murid-Nya. Beberapa dari dua belas rasul itu adalah para nelayan biasa, dan tidak ada seorang pun dari mereka yang sangat berani pada awalnya (Luk 5:1-11; Mat 26:56,69-75). Yang dicari oleh-Nya adalah orang-orang yang akan membuka hati mereka bagi-Nya. Dalam hati manusia yang terbuka dengan ekspektasi, Yesus dapat bertindak. Yesus bertindak dalam hati dua belas rasul, walaupun ketika mereka salah, karena mereka mengakui kebutuhan dan hasrat mereka akan diri-Nya.

Di mata Yesus, kita adalah harta yang sangat berharga. Ia merasa sangat senang terhadap diri kita masing-masing. Ia berdoa untuk kita masing-masing secara individual dan intens seperti ketika Dia berdoa untuk para murid-Nya dulu (lihat Ibr 7:24). Semoga kita semua mendengar suara-Nya dan menanggapi panggilan-Nya.

DOA: Tuhan Yesus, terima kasih penuh syukur kuhaturkan kepada-Mu karena Engkau telah memanggil aku keluar dari kegelapan untuk masuk ke dalam terang-Mu. Aku memberikan hatiku kepada-Mu, ya Yesus. Datanglah, dan diamlah dalam hatiku. Penuhilah diriku dengan kasih-Mu. Biarlah hatiku dikobarkan dengan antisipasi terhadap apa yang akan Kaulakukan. Gunakanlah diriku dalam pelayanan kepada sesama seturut kehendak-Mu. Amin.

Catatan: Untuk mendalami Bacaan Pertama hari ini (Ef 2:19-22), bacalah tulisan yang berjudul “DUA ORANG RASUL KRISTUS YANG KURANG DIKENAL” (bacaan tanggal 28-10-14) dalam situs/blog PAX ET BONUM http://catatanseorangofs.wordpress.com; kategori: 14-10 PERMENUNGAN ALKITABIAH OKTOBER 2014.

Cilandak, 23 Oktober 2014 [Peringatan/Pesta S. Yohanes Capestrano]

Sdr. F.X. Indrapradja, OFS