PERLENGKAPAN ROHANI

(Bacaan Pertama Misa Kudus, Hari Biasa Pekan Biasa XXX – Kamis, 30 Oktober 2014)

Keluarga Fransiskan Kapusin: Peringatan B. Angelus dr Acri, Imam Biarawan

Armor-1

Akhirnya, hendaklah kamu kuat di dalam Tuhan, di dalam kekuatan kuasa-Nya. Kenakanlah seluruh perlengkapan senjata Allah, supaya kamu dapat bertahan melawan tipu muslihat Iblis; karena perjuangan kita bukanlah melawan darah dan daging, tetapi melawan pemerintah-pemerintah, melawan penguasa-penguasa, melawan kuasa-kuasa dunia yang gelap ini, melawan roh-roh jahat di udara. Sebab itu ambillah seluruh perlengkapan senjata Allah, supaya kamu dapat mengadakan perlawanan pada hari yang jahat itu dan tetap berdiri, sesudah kamu menyelesaikan segala sesuatu. Jadi, berdirilah tegap, berikatpinggangkan kebenaran dan berbajuzirahkan keadilan, kakimu berkasutkan kerelaan untuk memberitakan Injil damai sejahtera, dalam segala keadaan pergunakanlah perisai iman, sebab dengan perisai itu kamu akan dapat memadamkan semua panah api dari si jahat, dan terimalah ketopong keselamatan dan pedang Roh, yaitu firman Allah. Dengan segala doa dan permohonan, berdoalah setiap waktu di dalam Roh dan berjaga-jagalah di dalam doamu itu dengan permohonan yang tak putus-putusnya untuk semua orang kudus, juga untuk aku, supaya kepadaku, jika aku membuka mulutku, dikaruniakan perkataan yang benar, agar dengan keberanian aku memberitakan rahasia Injil, yang kulayani sebagai utusan yang dipenjarakan. Berdoalah supaya dengan keberanian aku menyatakannya, sebagaimana seharusnya aku berbicara. (Ef 6:10-20)

Mazmur Tanggapan: Mzm 144:1-2,9-10; Bacaan Injil: Luk 13:31-35

Pada zaman modern ini kita tidak banyak mendengar mengenai Iblis dan segala kegiatannya. Apakah tipu daya dan kejahatannya sudah begitu menyusut sehingga kita tidak perlu lagi melawannya dengan mengenakan “seluruh perlengkapan senjata Allah” (Ef 6:11)? Sama sekali tidak! Walaupun Iblis dan begundal-begundalnya telah dikalahkan di bukit Kalvari, mereka tetap mempunyai pengaruh – meskipun terbatas – sampai saat kedatangan kembali Yesus pada akhir zaman. Kita dapat melihat bukti-bukti yang jelas dari campur tangan Iblis dan roh-roh jahatnya itu dalam kasus-kasus keluarga-keluarga yang pecah berantakan, peperangan antar-bangsa, dan ketidakadilan sosial yang begitu terasa di berbagai bidang kehidupan, bahkan berskala internasional.

Kecenderungan kita untuk berdosa membuat kita senang menyalahkan orang lain atau sesuatu yang lain atas dosa-dosa dan berbagai kesalahan kita yang lain, sehingga dengan demikian pentinglah bagi kita untuk bebas dari mentalitas bahwa “Iblis-lah yang menyebabkan aku melakukannya”. Pada saat yang sama, sungguh pentinglah untuk melihat bahwa perjuangan fundamental kita sebenarnya adalah untuk “melawan pemerintah-pemerintah, melawan penguasa-penguasa, melawan kuasa-kuasa dunia yang gelap ini, melawan roh-roh jahat di udara” (Ef 6:12). Walaupun seringkali kelihatannya bahwa lawan-lawan atau faktor-faktor manusiawi adalah lawan sesungguhnya, semua pertempuran kita memiliki suatu dimensi spiritual juga.

Manakala kita berdosa, maka kita memberikan si Iblis sebuah tempat berpijak dalam hidup kita. Dalam suatu momen yang lemah, kita mungkin mengatakan sesuatu yang kita sesalkan belakangan, suatu momen yang memberikan kesempatan kepada orang lain untuk membalas dengan ucapan kata-kata yang menyakitkan kita. Kita menjadi marah, mengingat-ingat kesalahan-kesalahan orang lain dan kegagalan-kegagalan mereka, jatuh ke dalam lingkaran setan gosip-gosipan, dan malah mungkin mulai menumpuk kebencian. Sementara hal ini kedengarannya cukup natural, Allah menginginkan agar kita menjadi sadar dan melihat kekuatan-kekuatan spiritual yang jahat itu bekerja juga untuk memecah belah dan mengisolasi kita. Iblis akan mendorong dan mengeksploitasi apa saja yang akan menjauhkan kita dari tindakan mengasihi dan menyembah Allah – dan dari hidup satu sama lain dalam damai sejahtera dan kasih.

Jika kita berdiri bersama dengan Yesus, kita dapat mengadakan perlawanan dan memenangkan pertempuran ini. Yesus telah memenangkan setiap kekuatan jahat dan melalui Dia kita dapat dibebaskan dari ikatan dosa. Apabila kita mengakui dosa-dosa kita, memohon pengampunan-Nya, dan berdoa, maka roh-roh jahat pun pergi melarikan diri dari kita. Allah telah memberikan kepada kita perlengkapan senjata-Nya dan kekuatan untuk syering dalam kemenangan-Nya. Perlengkapan senjata yang disediakan-Nya bagi kita adalah pertahanan kita yang pasti. Diperlengkapi oleh-Nya, kita dapat menjadi prajurit-prajurit doa yang giat berdoa tidak hanya bagi perlindungan diri kita sendiri, melainkan juga untuk kebutuhan-kebutuhan yang lebih besar dari Gereja dan dunia.

DOA: Yesus, Engkau adalah Raja Pemenang. Setiap hari aku akan mengenakan seluruh perlengkapan senjata Allah. Aku akan bergabung dengan Engkau dalam pertempuran melawan pekerjaan-pekerjaan Iblis dan roh-roh jahatnya dalam hidupku. Aku juga berjanji untuk bergabung dengan Engkau dalam doa-doa bagi segenap umat-Mu. Amin.

Catatan: Untuk mendalami Bacaan Injil hari ini (Luk 13:31-35), bacalah tulisan yang berjudul “YERUSALEM, YERUSALEM” (bacaan tanggal 30-10-14) dalam situs/blog PAX ET BONUM http://catatanseorangofs.wordpress.com; kategori: 14-10 PERMENUNGAN ALKITABIAH OKTOBER 2014.

Cilandak, 27 Oktober 2014

Sdr. F.X. Indrapradja, OFS