HARI RAYA SEMUA ORANG KUDUS (6)

(Bacaan Injil Misa Kudus, HARI RAYA SEMUA ORANG KUDUS – Sabtu, 1 November 2014)

All-Saints

Ketika Yesus melihat orang banyak itu, naiklah Ia ke atas bukit dan setelah Ia duduk, datanglah murid-murid-Nya kepada-Nya. Yesus pun mulai berbicara dan mengajar mereka, kata-Nya, “Berbahagialah orang yang miskin di hadapan Allah, karena merekalah yang punya Kerajaan Surga. Berbahagialah orang yang berdukacita, karena mereka akan dihibur. Berbahagialah orang yang lemah-lembut, karena mereka akan memiliki bumi. Berbahagialah orang yang lapar dan haus akan kehendak Allah, karena akan dipuaskan. Berbahagialah orang yang berbelaskasihan, karena mereka akan beroleh belas-kasihan. Berbahagialah orang yang suci hatinya, karena mereka akan melihat Allah. Berbahagialah orang yang membawa damai, karena mereka akan disebut anak-anak Allah. Berbahagialah orang yang dianiaya karena melakukan kehendak Allah, karena merekalah yang punya Kerajaan Surga. Berbahagialah kamu, jika karena Aku kamu dicela dan dianiaya dan kepadamu difitnahkan segala yang jahat. Bersukacita dan bergembiralah, karena upahmu besar di surga. (Mat 5:1-12a)

Bacaan Pertama: Why 7:2-34, 9-14; Mazmur Tanggapan: Mzm 24:1-6; Bacaan Kedua: 1Yoh 3:1-3

“Hari Raya Semua Orang Kudus” mengingatkan kita akan semua orang, baik perempuan maupun laki-laki, yang sekarang menyembah dan memuji-muji Tuhan di dalam surga dan berdoa (syafaat) untuk kita yang masih hidup di dunia. Mereka adalah pribadi-pribadi yang hidupnya mencerminkan kesempurnaan dan kerendahan hati menurut apa yang dimaksudkan oleh “Sabda-sabda Bahagia” yang diucapkan oleh Yesus pada waktu khotbah di bukit. Mereka adalah pribadi-pribadi yang merangkul panggilan Yesus untuk menjadi serupa Dia dan memperkenankan Roh-Nya untuk membebaskan diri mereka dari kedosaan. Mereka memberi kesaksian bahwa sebenarnya siapa saja dapat menjadi orang kudus – siapa saja dapat menjadi warga surga.

Hari ini adalah hari yang istimewa bukan hanya untuk mengakui para martir dan orang-orang kudus yang dikanonisasikan dalam lingkungan iman/gereja Kristiani yang Katolik, melainkan juga begitu banyak saksi Kristus tak dikenal, yang juga menjalani hidup kudus dan mereka telah menerima ganjaran hidup kekal di surga. Beberapa dari orang-orang kudus ini bahkan termasuk orang-orang yang kita kenal pada waktu mereka hidup di dunia – para anggota keluarga kita, para sahabat kita, para rekan kerja kita, dlsb., pokoknya siapa saja “yang bersih tangannya dan murni hatinya” (Mzm 24:4).

Dalam Kitab Wahyu, Yohanes menggambarkan suatu penglihatan tentang makhluk-mahkluk surgawi yang menakjubkan; dan salah seorang dari antara tua-tua yang ada dalam penglihatannya bertanya kepada Yohanes: “Siapakah mereka yang memakai jubah putih itu dan dari manakah mereka datang?” (Why 7:13). Yohanes berkata kepadanya, “Tuanku, Tuan mengetahuinya.” Lalu dia berkata kepada Yohanes: “Mereka ini orang-orang yang keluar dari kesusahan yang besar; dan mereka telah mencuci jubah mereka dan membuatnya putih di dalam darah Anak Domba” (Why 7:14-15). Apa yang diminta oleh Allah adalah agar kita senantiasa menjaga hati kita bersih di hadapan-Nya. Apa yang diminta-Nya adalah agar kita mencari Dia untuk hikmat dan kuat-kuasa yang kita butuhkan agar dapat hidup sebagai anak-anak-Nya. Allah akan melakukan selebihnya.

Yesus tetap berpegang pada syarat-syarat tersebut dan menjadikan martabat “orang kudus” bagi setiap orang. Marilah kita memanfaatkan penghiburan dan keberanian yang bersumber pada kuat-kuasa Roh Kudus di dalam diri kita. Marilah kita juga menemukan dorongan untuk bertindak dalam doa-doa syafaat para kudus yang telah pergi menghadap Bapa di surga.

Pada hari ini, ketika kita merayakan persekutuan kita dengan semua orang kudus di surga, marilah kita bersukacita dalam janji-janji Yesus bahwa kita akan menerima “upah” karena mengikuti Dia, …… karena menjadi murid-murid-Nya yang setia – sekarang dan dalam kehidupan yang akan datang.

DOA: Tuhan Yesus, para kudus di dalam surga melihat kemuliaan-Mu dan mengenal ganjaran atau “upah” yang mereka terima karena mengikuti jejak-Mu. Penuhilah diriku dengan pengharapan dalam janji-Mu akan kehidupan kekal. Semoga aku pun dapat ikut ambil bagian dalam sukacita para kudus-Mu di surga. Terpujilah nama-Mu, ya Tuhan Yesus, sekarang dan selama-lamanya. Amin.

Catatan: Untuk mendalami Bacaan Kedua hari ini (1Yoh 3:1-3), bacalah tulisan yang berjudul “HARI RAYA SEMUA ORANG KUDUS [5]” (bacaan tanggal 1-11-14) dalam situs/blog PAX ET BONUM http://catatanseorangofs.wordpress.com; kategori: 14-11 PERMENUNGAN ALKITABIAH NOVEMBER 2014.

Cilandak, 30 Oktober 2014

Sdr. F.X. Indrapradja, OFS