SATU EKOR DOMBA DAN UANG LOGAM SENILAI SATU DIRHAM

(Bacaan Injil Misa Kudus, Hari Biasa Pekan Biasa XXXI – Kamis, 6 November 2014)

Lost_Sheep_1158-39Para pemungut cukai dan orang-orang berdosa, semuanya datang kepada Yesus untuk mendengarkan Dia. Lalu bersungut-sungutlah orang-orang Farisi dan ahli-ahli Taurat, katanya, “Orang ini menerima orang-orang berdosa dan makan bersama-sama dengan mereka.” Lalu Ia menyampaikan perumpamaan ini kepada mereka, “Siapakah di antara kamu yang mempunyai seratus ekor domba, dan jikalau ia kehilangan seekor di antaranya, tidak meninggalkan yang sembilan puluh sembilan ekor di padang gurun dan pergi mencari yang sesat itu sampai ia menemukannya? Kalau ia telah menemukannya, ia meletakkannya di atas bahunya dengan gembira, dan setibanya di rumah ia memanggil sahabat-sahabat dan tetangga-tetangganya serta berkata kepada mereka: Bersukacitalah bersama-sama dengan aku, sebab aku telah menemukan dombaku yang hilang itu. Aku berkata kepadamu: Demikian juga akan ada sukacita di surga karena satu orang bertobat, lebih daripada sukacita karena sembilan puluh sembilan orang benar yang tidak memerlukan pertobatan.”
“Atau perempuan manakah yang mempunyai sepuluh dirham, dan jika ia kehilangan satu dirham, tidak menyalakan pelita dan menyapu rumah serta mencarinya dengan cermat sampai ia menemukannya? Kalau ia telah menemukannya, ia memanggil sahabat-sahabat dan tetangga-tetangganya serta berkata: Bersukacitalah bersama-sama dengan aku, sebab aku telah menemukan dirhamku yang hilang itu. Aku berkata kepadamu: Demikian juga akan ada sukacita pada malaikat-malaikat Allah karena satu orang berdosa yang bertobat.” (Luk 15:1-10)

Bacaan Pertama: Flp 3:3-8a; Mazmur Tanggapan: Mzm 105:2-7

Menanggapi keluhan dan sungut-sungut orang-orang Farisi dan ahli-ahli Taurat, Yesus membandingkan diri-Nya dengan seorang gembala yang meninggalkan 99 ekor domba peliharaannya dan mencari seekor domba yang hilang. Kemudian Yesus mengumpamakan diri-Nya sebagai seorang perempuan yang dengan cermat mencari satu dirham yang hilang, walaupun ia masih memiliki 9 dirham. Tidak sedikit orang menyalahkan Yesus karena “membuang” terlalu banyak waktu yang berharga, hanya karena mencari “orang-orang yang hilang” pada masa hidupnya di dunia. Namun Yesus membuat jelas bahwa inilah jalan Allah. Tidak ada sesuatu pun yang dapat membuat diri-Nya lebih bergembira penuh sukacita daripada “menemukan” seseorang yang telah kehilangan jalan, dan membawa orang itu kembali ke pelukan penuh kasih Bapa surgawi.

DIRHAM YANG HILANG - 01Kita cenderung memandang cerita-cerita pertobatan dalam term-term apa yang dilakukan oleh orang yang “ditemukan kembali” itu. Keputusan-keputusan apa saja yang telah dibuat orang itu? Bagaimana dia berbalik dari dosa dan kembali kepada Yesus? Namun jika mendalami dua perumpamaan Yesus ini, kita dapat melihat bahwa suatu dimensi yang sama pentingnya dari pertobatan adalah kegiatan independen dari Yesus dalam mencari kita yang sedang bergelimang dalam dosa, dan kemudian memenangkan jiwa kita.

Marilah kita renungkan dua perumpamaan Yesus ini dalam suasana doa yang hening. Kita tanyakan kepada diri kita masing-masing, “Sampai seberapa seringkah aku membiarkan diriku ‘ditemukan’ oleh Yesus?” Walaupun kita telah mempunyai pengalaman pertobatan yang dramatis sebelumnya – barangkali pada masa remaja kita atau pada waktu kita menjadi orang dewasa muda – sampai hari ini pun Yesus masih mencari kita. Yesus ingin mempertobatkan kita agar menjadi semakin dekat dengan Dia. Kepercayaan ini berada pada jantung ajaran Gereja tentang “panggilan universal kepada kekudusan”, dan hal itu ditunjukkan dengan berbagai macam cara. Misalnya ketika seorang Benediktin memprofesikan kaul kekal, maka dia membuat ikrar yang dinamakan conversatio morum – yaitu hidup pertobatan/conversio secara berkelanjutan. Kita masing-masing dipanggil kepada proses “mencari” dan “ditemukan” secara berkesinambungan ini sementara kita bertumbuh dalam hidup yang Yesus sediakan bagi kita.

Ini adalah suatu usulan yang bersifat konkret untuk menolong kita merangkul proses pertobatan secara lebih penuh. Sekarang ambillah waktu sejenak, kita pejamkan mata kita, dan mencoba untuk membayangkan Yesus yang sedang mendatangi kita. Dia memang sedang mencari kita. Lihatlah bagaimana Yesus merentangkan kedua tangan-Nya dan tersenyum dengan hangat ketika Dia menemukan diri kita. Kita memperkenankan Dia merangkul kita. Dengan sepenuh hati, kita mencoba untuk menanggapi Yesus dengan menceritakan kepada-Nya apa saja yang ada dalam hati dan pikiran kita. Kita juga mendengarkan apa saja yang ingin dikatakan-Nya kepada kita.

Marilah kita memperkenankan Yesus menemukan diri kita, dengan demikian kita pun akan menemukan diri kita sendiri.

DOA: Yesus, Tuhan dan Juruselamatku. Terima kasih penuh syukur kuhaturkan kepada-Mu karena Engkau senantiasa mencariku dan membawa diriku kembali kepada-Mu. Aku mengasihi Engkau, ya Tuhanku dan Allahku. Engkau sungguh adalah Juruselamatku dan Gembalaku. Amin.

Catatan: Untuk mendalami Bacaan Injil hari ini (Luk 15:1-10), bacalah tulisan yang berjudul “KARENA SATU ORANG BERDOSA YANG BERTOBAT” (bacaan tanggal 6-11-14) dalam situs PAX ET BONUM http://catatanseorangofs.wordpress.com; kategori: 14-11 PERMENUNGAN ALKITABIAH NOVEMBER 2014.

Cilandak, 4 November 2014 [Peringatan S. Carolus Borromeus, Uskup]

Sdr. F.X. Indrapradja, OFS