DIBANGUN ATAS DASAR FONDASI YANG LUAR BIASA

(Bacaan Kedua Misa Kudus, Pesta Pemberkatan Gereja Basilik Lateran – Minggu, 9 November 2014)

san-giovanni

Kamu adalah ladang Allah, bangunan Allah.
Sesuai dengan anugerah Allah, yang diberikan kepadaku, aku sebagai seorang ahli bangunan yang terampil telah meletakkan dasar, dan orang lain membangun terus di atasnya. Tetapi tiap-tiap orang harus memperhatikan, bagaimana ia harus membangun diatasnya. Karena tidak ada seorang pun yang dapat meletakkan dasar lain daripada dasar yang telah diletakkan, yaitu Yesus Kristus.
Tidak tahukah kamu bahwa kamu sekalian adalah bait Allah dan bahwa Roh Allah diam di dalam kamu? Jika ada orang yang membinasakan bait Allah, maka Allah akan membinasakan dia. Sebab bait Allah adalah kudus dan bait Allah itu ialah kamu sekalian. (1Kor 3:9b-11,16-17)

Bacaan Pertama: Yeh 47:1-2,8-9,12; Mazmur Tanggapan: Mzm 46:2-3,5-6,8-9; Bacaan Injil: Yoh 2:13-22

Basilika Lateran menyandang gelar yang unik: “Ibu dan Kepala dari Segala Gereja di Roma dan di Dunia” karena di situlah tempat kedudukan Uskup Roma – Sri Paus – dan katedral dari keuskupan Roma. Basilika Lateran dibangun pada masa pemerintahan Kaisar Konstantinus di atas tanah yang dihibahkan oleh keluarga istrinya (permaisurinya) – keluarga Laterani – dan basilica kuno ini diberkati oleh Paus Silvester pada tanggal 9 November tahun 324.

Pada mulanya pesta ini bersifat lokal di Roma, namun sekarang peristiwa pemberkatan Basilika Lateran ini dirayakan di seluruh dunia sebagai suatu tanda bahwa Gereja universal dipersatukan di bawah bimbingan gembalanya di dunia, Sri Paus. Gereja termaksud terdiri dari orang-orang biasa seperti anda dan saya, yang dibangun atas dasar fondasi yang luar biasa, yaitu Yesus Kristus (lihat 1Kor 3:11) dan para rasul dan nabi (Ef 2:20), dan Gereja adalah “bangunan” Allah sendiri (1Kor 3:9). Gereja adalah jauh lebih dari sekadar sebuah struktur fisik. Gereja adalah berkumpulnya umat Allah, yang bersama-sama membentuk tempat kediaman Roh Kudus (1Kor 3:16).

Sekarang, sadarkah kita masing-masing bahwa sungguh merupakan suatu privilese untuk menjadi seorang warga Gereja yang hidup, Tubuh Kritus? Sebagai orang-orang Kristiani yang terbaptis, kita telah diangkat menjadi anggota keluarga Allah. Seperti Petrus dan Maria Magdalena, seperti Paulus dan Lidia, kita masing-masing telah diberi amanat oleh Tuhan Yesus untuk pergi dan memproklamasikan Injil Yesus Kristus. Dipenuhi dengan kuat-kuasa Roh Kudus, kita masing-masing telah diberdayakan untuk menemui orang-orang di sekeliling kita dan turut serta dalam pembangunan Kerajaan Allah di atas bumi ini.

Allah ingin mengatakan kepada kita bahwa para misionaris yang membangun sebuah sekolah bagi para penduduk desa yang miskin di Etiopia, anggota lingkungan kita yang bekerja sebagai katekis di paroki (walaupun dia bukan lulusan Unika Atma jaya), para kardinal yang melayani di Curia, jutaan perempuan dan laki-laki yang dengan khusyuk menghadap Allah dalam perayaan Ekaristi setiap hari Minggu dalam keuskupan-keuskupan di seluruh dunia – semua adalah anggota-anggota yang setara dalam Gereja Universal. Dari yang paling rendah tak dikenal sampai dengan yang paling tinggi dengan nama terkenal telah dipanggil untuk memainkan peran istimewa dalam misi Allah. Diberdayakan oleh Roh Kudus untuk menjadi saksi-saksi Kristus, marilah kita tetap setia kepada panggilan kita.

DOA: Bapa surgawi, terima kasih penuh syukur kami haturkan kepada-Mu karena Engkau telah membuat kami batu-batu hidup dalam Gereja-Mu, tempat kediaman Roh-Mu sendiri. Persatukanlah kami dalam Putera-Mu terkasih, Tuhan kami Yesus Kristus, sehingga dengan demikian kami dapat dengan efektif menjadi saksi-saksi kasi-Mu dan belas kasih-Mu di tengah dunia dewasa ini. Amin.

Catatan: Untuk mendalami Bacaan Pertama hari ini (Yeh 47:1-2,8-9,12), bacalah tulisan yang berjudul “MEMBENAMKAN DIRI KE DALAM SUMBER AIR KEHIDUPAN” (bacaan tanggal 9-11-14) dalam situs/blog PAX ET BONUM http://catatanseorangofs.wordpress.com; kategori: 14-11 NOVEMBER 2014.

Cilandak, 5 November 2014

Sdr. F.X. Indrapradja, OFS