SUATU PERSEMBAHAN YANG HARUM

(Bacaan Pertama Misa Kudus, Hari Biasa Pekan Biasa XXXI – Sabtu, 8 November 2014)

KFS: Peringatan Arwah Semua Anggota Tarekat

lush-garden-in-front-yard-in-Tonawanda-NY-at-night

Aku sangat bersukacita dalam Tuhan bahwa akhirnya pikiranmu dan perasaanmu bertumbuh kembali untuk aku. Memang selalu ada perhatianmu, tetapi tidak ada kesempatan bagimu. Kukatakan ini bukanlah karena kekurangan, sebab aku telah belajar mencukupkan diri dalam segala keadaan. Aku tahu apa itu kekurangan dan aku tahu apa itu kelimpahan. Dalam setiap keadaan dan dalam segala hal tidak ada sesuatu yang merupakan rahasia bagiku; baik dalam keadaan kenyang, maupun dalam keadaan lapar, baik dalam keadaan berkelimpahan maupun dalam keadaan berkekurangan. Segala hal dapat kutanggung di dalam dia yang memberi kekuatan kepadaku. Namun baik juga perbuatanmu bahwa kamu telah mengambil bagian dalam kesusahanku. Kamu sendiri tahu juga, hai orang-orang Filipi; pada waktu aku baru mulai mengabarkan Injil, ketika aku berangkat dari Makedonia, selain kamu tidak ada satu jemaat pun yang mendukung aku dalam hal pemberian dan penerimaan. Karena di Tesalonika pun kamu telah satu dua kali mengirimkan bantuan kepadaku. Tetapi bukan pemberian itu yang kucari, melainkan buahnya, yang makin memperbesar keuntunganmu. Kini aku telah menerima semua yang perlu dari kamu, malahan lebih daripada itu. Aku berkelimpahan, karena aku telah menerima kirimanmu dari Epafroditus, suatu persembahan yang harum, suatu kurban yang disukai dan berkenan kepada Allah. Allahku akan memenuhi segala keperluanmu menurut kekayaan dan kemuliaan-Nya dalam Kristus Yesus. (Flp 4:10-19)

Mazmur Tanggapan: Mzm 112:1-2,5-6,8,9; Bacaan Injil: Luk 16:9-15

Pernahkah pada suatu malam hari anda berjalan-jalan di sebuah taman yang penuh dengan bunga-bunga yang harum-mewangi? Aroma bunga-bunga memenuhi udara malam, dan anda (dan teman yang bersama anda) berjalan sambil tersenyum karena terasa beban hari itu terbang menghilang.

St Paul Icon 4Inilah kiranya yang dirasakan oleh Paulus ketika dia menerima pemberian dari umat Filipi. Tentunya Paulus juga tersenyum dan merasakan kehangatan dalam hatinya ketika dia mengingat kasih dan kemurahan-hati mereka. Pemberian praktis seperti ini dimulai sejak awal dalam relasi gereja Filipi yang masih muda ini dengan Paulus, dan ini hanyalah satu contoh dari sikap mereka yang sangat menghargai Paulus dan kemauan mereka untuk membantu sang Rasul mewartakan Injil dan mendirikan gereja-gereja (jemaat-jemaat) baru.

Paulus menggambarkan pemberian mereka sebagai suatu “persembahan yang harum” dan suatu “kurban yang disukai dan berkenan kepada Allah” (Flp 4:18). Ketika orang Yahudi secara ritual mempersembahkan kurban makanan dan hewan, mereka seringkali membakar dupa juga. Bau wangi dimaksudkan untuk membantu membuat kurban persembahan lebih dapat diterima oleh Tuhan, Dengan cara serupa, pemberian-pemberian dan persembahan orang-orang Filip untuk kepentingan Gereja diiringi oleh aroma yang harum dari kasih dan respek mereka bagi Paulus.

Kita semua yang mengikut Yesus Kristus juga dapat menjadi “persembahan yang harum” bagi Allah. Hal ini terjadi pada saat – seperti halnya dengan orang-orang Filipi – kita syering (berbagi) harta-kekayaan kita yang bersifat materiil guna mendukung Gereja dan memberi kepada orang miskin dan membutuhkan pertolongan. Namun ada cara lain yang dapat kita lakukan dan memperoleh efek yang serupa. Kita semua barangkali mengetahui seseorang yang selalu ada di sana bagi kita dengan kata-kata dukungan, dorongan dan yang menyemangati kita. Orang-orang akan merasa enak-nyaman kalau berada dekat dengan orang seperti itu. Orang seperti itu seperti bunga yang harum mewangi yang kita jumpai dalam “jalan-jalan” kita pada malam hari di taman yang saya sebutkan pada awal tulisan ini. Orang seperti itu pantas kita namakan sebagai seorang sahabat sejati.

Apa kiranya yang akan terjadi apabila kita masing-masing mencoba menjadi jenis orang seperti ini? Apa kiranya yang terjadi apabila kita memohon kepada Yesus agar membuat kita menjadi seseorang yang memanifestasikan kasih Allah – sebagai Kristus bagi orang lain –, seseorang yang tidak takut untuk memberikan waktu dan energinya karena memperkenankan Roh Kudus secara kontinu mengisi dirinya dengan kekuatan dan bela-rasa ilahi? Ya, kita dapat menjadi suatu kurban yang disukai dan berkenan kepada Allah dalam Kristus, sambil mengeluarkan bau yang harum mewangi.

DOA: Tuhan Yesus, aku memberikan kepada-Mu hidupku sendiri. Buatlah hidupku sebagai persembahan kurban yang harum mewangi bagi Allah. Tolonglah aku agar senantiasa waspada mengamati kesempatan untuk menjadi Kristus bagi orang-orang lain, agar dengan demikian setiap orang dapat mengenal dan mengalami kasih-Mu. Amin.

Catatan: Untuk mendalami Bacaan Injil hari ini (Luk 16:9-15), bacalah tulisan berjudul “SIAPA SEBENARNYA YANG KITA LAYANI?” (bacaan tanggal 8-11-14) dalam situs/blog PAX ET BONUM http://catatanseorangofs.wordpress.com; kategori: 14-11 PERMENUNGAN ALKITABIAH NOVEMBER 2014.

(Tulisan ini adalah revisi dari tulisan dengan judul sama untuk bacaan tanggal 10-11-12 dalam situs/blog PAX ET BONUM)

Cilandak, 5 November 2014

Sdr. F.X. Indrapradja, OFS