ALLAH INGIN MEMBERIKAN KEPADA KITA HATI YANG BERBELA RASA

(Bacaan Injil Misa Kudus, Hari Biasa Pekan Biasa XXXIII – Senin, 17 November 2014)

Keluarga Besar Fransiskan: Pesta S. Elisabet dr Hungaria, OFS

Jesus_hlng_blind_C-218Waktu Yesus hampir tiba di Yerikho, ada seorang buta yang duduk di pinggir jalan dan mengemis. Mendengar orang banyak lewat, ia bertanya, “Apa itu?” Kata orang kepadanya, “Yesus orang Nazaret lewat.” Lalu ia berseru, “Yesus, Anak Daud, kasihanilah aku!” Mereka yang berjalan di depan menegur dia supaya ia diam. Namun semakin keras ia berseru, “Anak Daud, kasihanilah aku!” Lalu Yesus berhenti dan menyuruh membawa orang itu kepada-Nya. Ketika ia telah berada di dekat-Nya, Yesus bertanya kepadanya, “Apa yang kaukehendaki supaya Aku perbuat bagimu?” Jawab orang itu, “Tuhan, supaya aku dapat melihat!” Lalu kata Yesus kepadanya, “Melihatlah sekarang, imanmu telah menyelamatkan engkau!” Seketika itu juga ia dapat melihat, lalu mengikuti Dia sambil memuliakan Allah, Melihat hal itu, seluruh rakyat memuji-muji Allah. (Luk 18:35-43)

Bacaan Pertama: Why 1:1-4;2:1-5a; Mazmur Tanggapan: Mzm 1:1-6

Ada begitu banyak penderitaan di dalam dunia! Orang-orang buta ingin dapat melihat, orang-orang sakit ingin disembuhkan, keluarga-keluarga yang terpecah ingin agar dipulihkan , orang-orang miskin ingin agar keadilan ditegakkan. Namun lebih dari apa pun juga, setiap orang merindukan kasih Allah. Kita semua mengetahui – pada kedalaman hati kita – bahwa hanya Dia-lah yang dapat memuaskan kita dan menyembuhkan luka-luka kita. Santa Bunda Teresa dari Kalkuta dengan indah meringkas semua ini ketika dia berkata: “Bagiku, penderitaan paling besar/berat adalah merasa sendirian, tidak diinginkan, tidak dikasihi.”

Karena dunia tidak ditanamkan dengan kasih tanpa syarat, maka banyak orang mengalami penderitaan yang menyakitkan karena ditolak atau dilupakan sepenuhnya. Dunia mengajar kita bahwa jika kita tidak menarik, tidak cocok secara fisik, tidak pintar, tidak kaya, maka kita akan dipandang tidak berharga. Bayangkanlah bagaimana orang-orang seperti itu merasa diasingkan dari masyarakat. Mereka mempunyai begitu banyak hal untuk ditawarkan, namun tidak ada orang yang kelihatannya menaruh minat atau tertarik kepada mereka.

Pada zaman Yesus pun kita dapat melihat bagaimana para murid-Nya mencoba untuk mencegah seorang buta yang “tidak penting” mengganggu Guru mereka. Tentu mereka tidak menilai orang buta itu pantas mendapatkan perhatian Yesus. Namun orang buta itu semakin keras berseru, dan Yesus pun menerimanya. Marilah kita sekarang berpikir sejenak tentang semua orang di dunia – yang seperti orang buta itu – berseru-seru memohon belas kasih Allah, bela rasa-Nya, kasih-Nya. Tidak setiap orang membutuhkan penyembuhan fisik, namun kita semua menderita luka-luka mendalam yang disebabkan oleh dosa-dosa di dalam hati kita. Kita semua memang membutuhkan seorang Juruselamat!

Allah ingin memberikan kepada kita hati yang berbela rasa. Allah ingin menggerakkan kita agar pergi menjumpai orang-orang yang membutuhkan bantuan dan melayani orang-orang itu dengan kasih Bapa. Apa yang menahan-nahan kita? Tidakkah kita mengakui bahwa orang-orang yang tanpa Allah akan tetap “melarat, dan malang, miskin, buta dan telanjang”? (lihat Why 3:17). Orang buta dalam bacaan Injil hari ini mengetahui kondisinya dan ia tidak akan berhenti berseru sebelum didengar oleh Yesus. Sekarang bayangkanlah berapa banyak jiwa yang membutuhkan pertolongan, namun mereka merasa takut atau terintimidasi untuk berseru minta tolong. Allah menjadi “patah hati” melihat siapa saja dari anak-anak-Nya yang “sunyi sepi sendiri”, mengalami penderitaan, atau dalam keadaan tertindas. Sebagai murid-murid-Nya, marilah kita mohon kepada Yesus untuk menjadikan hati kita seperti Hati-Nya yang penuh bela rasa, sehingga kita akan penuh semangat untuk syering sentuhan yang menyembuhkan dari Bapa surgawi kepada orang-orang yang menderita tersebut.

DOA: Bapa surgawi, kami tidak berarti apa-apa tanpa Engkau. Kami membutuhkan rahmat-Mu dan belas kasih-Mu. Secara istimewa kami berdoa untuk semua orang yang menderita dan dilupakan oleh masyarakat. Penuhilah diri mereka dengan Roh Kudus-Mu dan nyalakanlah hati mereka dengan api kasih-Mu. Amin.

Catatan: Untuk mendalami Bacaan Injil hari ini (Luk 18:35-43), bacalah tulisan yang berjudul “IMANMU TELAH MENYELAMATKAN ENGKAU!” (bacaan tanggal 17-11-14) dalam situs/blog PAX ET BONUM http://catatanseorangofs.wordpress.com; kategori: 14-11 PERMENUNGAN ALKITABIAH NOVEMBER 2014.

Cilandak, 13 November 2014 [Peringatan S. Didakus dr Alkala, Biarawan]

Sdr. F.X. Indrapradja, OFS