KARUNIA PERTOBATAN

(Bacaan Pertama Misa Kudus, Hari Biasa Pekan Biasa XXXIII – Selasa, 18 November 2014)

OSCCap.: Peringatan B. Salomea, Perawan

john“Tuliskanlah kepada malaikat jemaat di Sardis: Inilah firman Dia, yang memiliki ketujuh Roh Allah dan ketujuh bintang itu: Aku tahu segala pekerjaanmu: Engkau dikatakan hidup, padahal engkau mati! Bangunlah, dan kuatkanlah apa yang masih tinggal yang sudah hampir mati, sebab tidak satu pun dari pekerjaanmu Aku dapati sempurna di hadapan Allah-Ku. Karena itu, ingatlah apa engkau telah menerima dan mendengarnya; turutilah itu dan bertobatlah! Karena jikalau engkau tidak berjaga-jaga, Aku akan datang seperti pencuri dan engkau tidak tahu kapan saatnya Aku tiba-tiba datang kepadamu. Tetapi di Sardis ada beberapa orang yang tidak mencemarkan pakaiannya; mereka akan berjalan dengan Aku dalam pakaian putih, karena mereka layak untuk itu.
Siapa yang menang, kepadanya akan dikenakan pakaian putih yang demikian; Aku tidak akan menghapus namanya dari kitab kehidupan, melainkan Aku akan mengaku namanya di hadapan Bapa-Ku dan di hadapan para malaikatnya.
Siapa bertelinga, hendaklah ia mendengarkan apa yang dikatakan Roh kepada jemaat-jemaat.”

“Tuliskanlah kepada malaikat jemaat di Laodikia: Inilah firman dari Amin, Saksi yang setia dan benar, sumber dari ciptaan Allah: Aku tahu segala pekerjaanmu: Engkau tidak dingin dan tidak panas. Alangkah baiknya jika engkau dingin atau panas! Jadi karena engkau suam-suam suku, dan tidak dingin atau panas, aku akan memuntahkan engkau dari mulut-Ku. Karena engkau berkata: Aku kaya dan aku telah memperkayakan diriku dan aku tidak kekurangan apa-apa, dan karena engkau tidak tahu bahwa engkau melarat, dan malang, miskin, buta dan telanjang, maka Aku menasihatkan engkau, supaya engkau membeli dari aku emas yang telah dimurnikan dalam api, agar engkau menjadi kaya, dan juga pakaian putih, supaya engkau memakainya, agar jangan kelihatan ketelanjanganmu yang memalukan; dan lagi minyak untuk melumas matamu, supaya engkau dapat melihat. Siapa yang Kukasihi, ia Kutegur dan Kuhajar; sebab itu, bersungguh-sungguhlah dan bertobatlah!
Lihat, aku berdiri di depan pintu dan mengetuk; jikalau ada orang yang mendengar suara-Ku dan membukakan pintu, Aku akan masuk menemui dia dan makan bersama-sama dengan dia, dan ia bersama-sama dengan Aku.
Siapa yang menang, ia akan Kududukkan bersama-sama dengan Aku di atas takhta-Ku, sebagaimana aku pun telah menang dan duduk bersama-sama dengan Bapa-Ku di atas takhta-Nya. Siapa bertelinga, hendaklah ia mendengarkan apa yang dikatakan Roh kepada jemaat-jemaat.” (Why 3:1-6,14-22)

Mazmur Tanggapan: Mzm 15:2-5; Bacaan Injil: Luk 19:1-10

Dalam setiap suratnya kepada ketujuh gereja di Asia Kecil, Yohanes berusaha menyemangati dan mendorong umat Kristiani untuk bertekun dalam kemenangan Yesus atas dosa, Iblis, dan maut – bahkan di tengah pengejaran terhadap Gereja. Yohanes mendesak mereka untuk bertobat dan berpegang teguh pada Injil Yesus Kristus, dengan demikian menerima warisan mereka sehubungan dengan kehidupan bersama Bapa surgawi seperti yang sudah dijanjikan.

Sardis adalah kota pelabuhan yang terkenal sebagai tempat pendistribusian produk kain terbuat dari wol di kekaisaran Roma. Melalui gambaran pakaian (Why 3:4). Yohanes mengingatkan kaum beriman bahwa mengkompromikan Injil guna menghindar dari pengejaran para lawan Gereja Kristus telah membuat mereka mati secara spiritual, walaupun mereka telah mati sebenarnya (Why 3:1)

Laodikia adalah sebuah kota makmur yang terkenal dengan industri pakaian, perbankan, dan riset dalam pengobatan penyakit-penyakit mata, menerima aliran air hangat dari sumber-sumber air panas di luar kota. Yohanes mengingatkan umat Kristiani di sana bahwa pengabdian mereka pada kekayaan materiil membuat mereka “suam-suam kuku” dan berada dalam bahaya kehilangan keselamatan mereka (Why 3:15-16). Dengan mencampur-adukkan Injil, maka dua jemaat/gereja ini – Sardis dan Laodikia – menyangkal kenyataan bahwa Injil memiliki kuat-kuasa untuk mentransformasikan kehidupan manusia, dengan demikian menyerukan agar mereka bertobat.

Seperti gereja-gereja di Sardis dan Laodikia, maka kita pun hidup dalam sebuah masyarakat yang tidak mengakui kebenaran Injil. Dengan demikian, kita pun dapat merasa terpaksa untuk berkompromi guna menghindari konflik. Seperti gereja-gereja perdana ini, maka jawaban bagi kita terletak pada karunia pertobatan. Dalam kasih-Nya, Allah memarahi dan mendisiplinkan kita sehingga dengan demikian hidup kita lebih penuh mencerminkan kuat-kuasa Injil-Nya kepada dunia (Why 3:19). Yesus Kristus telah mengalahkan dosa, Iblis dan maut. Dan selagi kita membuka hati kita bagi kuasa penyembuhan-Nya melalui pertobatan, kita memperkenankan Dia memulihkan kita kepada kehormatan dan martabat kita sebagai anak-anak Allah.

Kita harus senantiasa mengingat bahwa tujuan pertobatan sebenarnya jauh melampaui keadaan diampuni karena dosa-dosa kita – walaupun hal ini menjadi bagiannya juga. Pertobatan yang menyenangkan hati Bapa surgawi membawa kita lebih dekat kepada-Nya dan mentranformasikan diri kita menjadi gambar dan rupa Putera-Nya terkasih melalui kuat-kuasa Roh Kudus.

Dengan memperdalam relasi kita dengan Tuhan secara begini, maka kita membuka diri kita sendiri bagi penyembuhan yang mendalam serta pemulihan. Roh Kudus akan menolong kita mengakui dosa-dosa kita dan akan melayani kita dengan kasih yang menyembuhkan dan mentransformir, juga pengampunan dari Allah, sehingga dengan demikian kita dapat tetap setia. Selagi orang-orang lain melihat karya Allah dalam diri kita (melalui hidup pertobatan kita), maka mereka akan merasa rindu untuk mengalami kasih Allah, pengampunan-Nya dan pembaharuan bagi mereka sendiri.

DOA: Datanglah Roh Kudus, nyalakanlah secara baru dalam diri kami api dari kasih ilahi-Mu, agar kami dapat memperbaharui muka bumi. Amin.

Catatan: Untuk mendalami Bacaan Injil hari ini (Luk 19:1-10), bacalah tulisan yang berjudul “YESUS SENANTIASA MENCARI KITA” (bacaan tanggal 18-11-14) dalam situs/blog PAX ET BONUM http://catatanseorangofs.wordpress.com; kategori: 14-11 PERMENUNGAN ALKITABIAH NOVEMBER 2014.

Cilandak, 14 November 2014 [Peringatan S. Nikolaus Tavelic, Imam dkk., Martir]

Sdr. F.X. Indrapradja, OFS