KARENA KEHENDAK-MU, SEMUANYA ITU ADA DAN DICIPTAKAN

(Bacaan Pertama Misa Kudus, Hari Biasa Pekan Biasa XXXIII – Rabu, 19 November 2014)

Keluarga Fransiskan: Peringatan S. Agnes dari Assisi, Perawan

STJ_440_653

Setelah itu aku melihat: Sesungguhnya, sebuah pintu terbuka di surga dan suara yang dahulu kudengar, berkata kepadaku seperti bunyi sangkakala, “Naiklah kemari dan aku akan menunjukkan kepadamu apa yang harus terjadi sesudah ini.” Segera aku dikuasai oleh Roh dan lihatlah, ada sebuah takhta di surga, dan di takhta itu duduk Seorang. Dia yang duduk di takhta itu tampaknya bagaikan permata yaspis dan permata sardis, dan suatu pelangi melingkungi takhta itu gilang-gemilang bagaikan zamrud. Di sekeliling takhta itu ada dua puluh empat takhta, dan di takhta-takhta itu duduk dua puluh empat tua-tua yang memakai pakaian putih dan mahkota emas di kepala mereka. Dari takhta itu keluar kilat dan bunyi guruh yang menderu, dan tujuh obor menyala-nyala di hadapan takhta itu: Itulah ketujuh Roh Allah. Di hadapan takhta itu ada lautan kaca bagaimana kristal; di tengah-tengah takhta itu di sekelilingnya ada empat makhluk penuh dengan mata, di sebelah muka dan di sebelah belakang. Adapun makhluk yang pertama sama seperti singa, dan makhluk yang kedua sama seperti anak lembu, dan makluk yang ketiga mempunyai muka seperti muka manusia, dan mahluk yang keempat sama seperti burung nasar yang sedang terbang. Keempat makluk itu masing-masing bersayap enam, sekelilingnya dan disebelah dalamnya penuh dengan mata, dan tanpa berhenti-hentinya mereka berseru siang dan malam, “Kudus, kudus, kuduslah Tuhan Allah, Yang Mahakuasa, yang sudah ada dan yang ada dan yang akan datang.” Setiap kali makhluk-makhluk itu mempersembahkan puji-pujian, dan hormat dan ucapan syukur kepada Dia, yang duduk di atas takhta itu dan hidup selama-lamanya, maka sujudlah kedua puluh empat tua-tua itu di hadapan Dia yang duduk di atas takhta itu, dan mereka menyembah Dia yang hidup sampai selama-lamanya. Mereka melemparkan mahkotanya di hadapan takhta itu, sambil berkata, “Ya Tuhan dan Allah kami, Engkau layak menerima puji-pujian dan hormat dan kuasa; sebab engkau telah menciptakan segala sesuatu; dan karena kehendak-Mu, semuanya itu ada dan diciptakan.” (Why 4:1-11)

Mazmur Tanggapan: Mzm 150:1-6; Bacaan Injil: Luk 19:11-28

Umat Kristiani yang hidup pada masa penulisan Kitab Wahyu sedang mengalami penderitaan karena pengejaran dan penganiayaan oleh lawan-lawan Gereja Kristus, dan mereka perlu untuk diingatkan bahwa Allah memegang kekuasaan atas segenap alam ciptaan – bahkan atas pencobaan-pencobaan dan kesulitan-kesulitan yang sedang mereka alami. Allah mengasihi umat-Nya dan tidak akan melupakan serta membuang mereka. Seluruh Kitab Wahyu sungguh kaya dalam gambaran-gambaran yang menunjukkan kebenaran-kebenaran ini.

Banyak visi/penglihatan tentang surga yang digambarkan dalam Kitab Suci berisikan gambaran-gambaran tentang “pintu” yang terbuka, mengungkapkan kemuliaan surga atau kehadiran Allah (lihat Yeh 1:1; Mat 3:16; Kis 7:56). Yohanes menggambarkan “Dia” yang duduk di takhta itu tampaknya bagaikan permata yaspis dan permata sardis” (lihat Why 4:3), dua jenis permata yang sang bernilai tinggi dalam dunia kuno. Selanjutnya, Yohanes menggambarkan ada 24 takhta, dan di takhta-takhta itu duduk 24 tua-tua yang memakai pakaian putih dan mahkota emas di kepala mereka (lihat Why 4:4). Dari takhta itu keluar kilat dan bunyi guruh yang menderu, dan tujuh obor menyala-nyala di hadapan takhta itu: itulah ketujuh Roh Allah (Why 4:5), suatu gambaran yang dramatis dari kuat-kuasa Allah.

Yohanes juga menggambarkan lautan kaca bagaikan Kristal dan keberadaan 4 makhluk luarbiasa (lihat Why 4:6), serupa dengan apa yang digambarkan dalam Yeh 1:5-26. Imaji-imaji seperti seekor singa, anak lembu dan burung nasar yang sedang terbang, semua menunjukkan keberanian, kekuatan dan kemuliaan Allah, sedangkan makhluk yang berwajah manusia mengingatkan kita akan Yesus yang sungguh Allah dan sungguh manusia (ingat: Konsili Kalsedon) – yang berempati dengan kita-manusia dan secara akrab/intim bersatu dengan kita. Makhluk-makhluk ini penuh dengan mata, di sebelah muka dan di sebelah belakang (Why 4:6), hal mana menunjukkan bahwa tidak ada yang dapat luput dari perhatian Allah.

Dengan beberapa ayat singkat, kepada kita telah dihadirkan sejumlah imaji yang bersifat dramatis, semuanya mengungkapkan kemulian Allah dan jaminan bahwa kita ada dalam hati-Nya. Kita senantiasa berada di bahwa pemeliharaan-Nya yang selalu waspada dan lemah lembut, dan Ia pun sangat mengetahui segala kebutuhan kita, segala pengharapan kita, dan segala impian kita. O betapa besar sukacita yang dapat memenuhi hati kita selagi kita belajar percaya dan hidup sesuai dengan kebenaran-kebenaran ini! Berbagai kesulitan dan hal-hal kecil mengganggu yang kita hadapi – barangkali karena iman kita – hampir tidak ada artinya ketimbang kasih Bapa surgawi bagi kita dan kuasa-Nya untuk menguatkan kita pada saat-saat sulit.

Dalam salah satu imaji yang paling menyentuh, 4 makhluk hidup melambungkan madah puji-pujian kepada Tuhan selagi 24 tua-tua melemparkan mahkota mereka dalam tindakan penyembahan mereka. Visi atau penglihatan ini saja dapat membawa kehadiran Tuhan selagi kita bernyanyi dengan segenap makhluk surgawi: “Kudus, kudus, kuduslah Tuhan Allah, Yang Mahakuasa, yang sudah ada dan yang akan datang”…… “Ya Tuhan dan Allah kami, Engkau layak menerima puji-pujian dan hormat dan kuasa; sebab Engkau telah menciptakan segala sesuatu; dan karena kehendak-Mu, semuanya itu ada dan diciptakan” (Why 4:8-11).

DOA: Tuhan Yesus, kami mempersembahkan segala pujian, kehormatan dan kemuliaan bagi-Mu. Engkau telah mencurahkan rahmat yang mengagumkan atas diri kami dan menunjukkan hati-Mu yang Mahakudus kepada kami. Kami bergembira dan penuh sukacita dalam bela rasa dan kerahiman-Mu yang tak putus-putusnya. Amin.

Catatan: Untuk mendalami Bacaan Injil hari ini (Luk 19:11-28), bacalah tulisan yang berjudul “SETIAP ORANG YANG MEMPUNYAI, KEPADANYA AKAN DIBERI” (bacaan tanggal 19-11-14) dalam situs/blog SANG SABDA https://sangsabda.wordpress.com; kategori: 14-11 BACAAN HARIAN NOVEMBER 2014.

Cilandak, 16 November 2014 [HARI MINGGU BIASA XXXIII]

Sdr. F.X. Indrapradja, OFS