ANAK DOMBA YANG BERDIRI DI BUKIT SION

(Bacaan Injil Misa Kudus, Peringatan S. Andreas Dung Lac, Imam dkk. Martir – Senin, 24 November 2014)

wedding-feast-of-the-lamb

Lalu aku melihat: Sesungguhnya, Anak Domba berdiri di bukit Sion dan bersama-sama dengan dia seratus empat puluh empat ribu orang dan di dahi mereka tertulis nama-Nya dan nama Bapa-Nya. Aku mendengar suatu suara dari langit bagaikan desau air bah dan bagaikan deru guruh yang dahsyat. Suara yang kudengar itu seperti bunyi pemain-pemain kecapi yang memetik kecapinya. Mereka menyanyikan suatu nyanyian baru di hadapan takhta dan di depan keempat makhluk dan tua-tua itu, dan tidak seorang pun yang dapat mempelajari nyanyian itu selain seratus empat puluh empat ribu orang yang telah ditebus dari bumi itu. Mereka adalah orang-orang yang tidak mencemarkan dirinya dengan perempuan-perempuan, karena mereka murni sama seperti perawan. Mereka adalah orang-orang yang mengikuti Anak Domba itu ke mana saja Ia pergi. Mereka ditebus dari antara manusia sebagai kurban-kurban sulung bagi Allah dan bagi Anak Domba itu. Di dalam mulut mereka tidak terdapat dusta; mereka tidak bercela. (Why 14:1-5)

Mazmur Tanggapan: Mzm 24:1-6; Bacaan Injil: Luk 21:1-4

“Lalu aku melihat: Sesungguhnya, Anak Domba berdiri di bukit Sion dan bersama-sama dengan Dia seratus empat puluh empat ribu orang dan di dahi mereka tertulis nama-Nya dan nama Bapa-Nya. …… Mereka adalah orang-orang yang mengikuti Anak Domba itu ke mana saja Ia pergi” (Why 14:1,4).

Visi Yohanes tentang suatu sisa Israel yang tak ternodai oleh penyembahan berhala (seringkali digambarkan sebagai imoralitas seksual) menggemakan dan menggenapi visi-visi kenabian Perjanjian Lama dari Yesaya dan Zefanya. Yesaya mempunyai visi tentang sisa-sisa Israel yang akan pergi dari Yerusalem dan gunung Sion (Yes 37:31-32). Zefanya memproklamasikan bahwa Allah akan membiarkan hidup suatu umat yang rendah hati dan lemah, dan mereka akan mencari perlindungan pada nama YHWH, yakni sisa Israel. Meteka tidak akan melakukan kelaliman atau berbicara bohong; dalam mulut mereka tidak akan terdapat lidah penipu (Zef 3:12-13).

the-holy-lamb-of-god-with-the-seven-rivers-tempera-on-wood-42-x-30cm-salesians-church-turin-italy-2002Gambaran Anak Domba yang berdiri di Bukit Sion yang dikelilingi oleh sisa milik-Nya memiliki signifikansi besar bagi Gereja karena hal itu memberikan pesan akan kemenangan akhir dari Yesus. Gambaran itu juga menyemangati umat Kristiani untuk tetap setia pada Injil dalam situasi-situasi yang seringkali sangat penuh dengan kekerasan. Tritunggal itu hidup dan aktif! Melalui kematian dan kebangkitan-Nya, Yesus telah mengalahkan si Jahat. Dalam Dia, kita menjadi para pemenang ketika kita menempatkan kepercayaan dalam kemenangan-Nya atas dosa, Iblis dan maut.

Tuhan, yang mengetahui hasrat hati kita yang terdalam, akan memasukkan semua orang yang mengasihi-Nya dalam “sisa” milik-Nya. Dia menginginkan semua orang, kaya dan miskin, bujangan dan menikah, tua dan muda, awam dan religious, untuk termasuk di dalam “buah-buah pertama untuk Allah”. Undangan terbuka dari Tuhan untuk menjadi bagian dari “sisa” yang setia ditemukan dalam angka 144.000, yang menunjukkan angka kepenuhan (12 x 12 x 1.000).

Selagi kita sampai pada akhir tahun liturgi dan akan mulai dengan tahun liturgi yang baru, marilah kita berdoa agar banyak orang akan mengabdikan diri mereka sepenuh hati kepada Tuhan Yesus, mengikuti ke mana saja Dia pergi. Marilah kita berdoa juga agar Gereja tetap kuat dan tidak ternodai walaupun dalam keadaan dunia yang banyak memberikan pengaruh buruk. Tidak ada seorang pun dari kita perlu tunduk pada godaan-godaan untuk memiliki harta yang bersifat materiil, kenikmatan-kenikmatan yang bersifat kedagingan atau prestise. Kristus yang berdiam dalam diri kita akan melindungi siapa saja yang merindukan diri-Nya dan tetap berada dekat dengan diri-Nya melalui doa-doa harian dan pembacaan sabda-Nya dalam Kitab Suci. Roh Kudus akan menerangi pikiran anak-anak Allah agar dapat melihat kebenaran-Nya dalam segala situasi yang dihadapi. Allah kita sungguh dapat dipercaya!

DOA: Tuhan, kami menerima undangan-Mu untuk menjadi bagian dari “sisa” milik-Mu. Lindungilah kami dari pengaruh-pengaruh dosa, Iblis dan dunia, sehingga dengan demikian kami pun dapat menyanyikan lagu baru-Mu. Amin.

Catatan: Untuk mendalami Bacaan Injil hari ini (Luk 21:1-4), bacalah tulisan yang berjudul “PERSEMBAHAN YANG MENYENANGKAN HATI ALLAH” (bacaan tanggal 24-11-14) dalam situs/blog PAX ET BONUM http://catatanseorangofs.wordpress.com; kategori: 14-11 PERMENUNGAN ALKITABIAH NOVEMBER 2014.

Untuk mendalami Bacaan Pertama hari ini (Why 14:1-5), bacalah tulisan yang berjudul “SEBAGAI ANAK-ANAK DOMBA YANG LEMBUT KITA MELAYANI YESUS KRISTUS” (bacaan tanggal 26-11-12) dalam situs/blog PAX ET BONUM.

Bandung, 21 November 2014

Sdr. F.X. Indrapradja, OFS