KERAJAAN ALLAH SUDAH DEKAT

(Bacaan Injil Misa Kudus, Hari Biasa Pekan Biasa XXXIV – Jumat, 28 November 2014)

Keluarga OFM & OFM Coventual: Peringatan S. Yakobus dr Marka, Imam

RABI DARI NAZARET - 1Lalu Yesus mengatakan perumpamaan ini kepada mereka, “Perhatikanlah pohon ara atau pohon apa saja. Apabila kamu melihat pohon-pohon itu sudah bertunas, kamu tahu dengan sendirinya bahwa musim panas sudah dekat. Demikian juga, jika kamu melihat hal-hal itu terjadi, ketahuilah bahwa Kerajaan Allah sudah dekat. Sesungguhnya Aku berkata kepadamu: Orang-orang zaman ini tidak akan berlalu, sebelum semuanya terjadi. Langit dan bumi akan berlalu, tetapi perkataan-Ku tidak akan berlalu.” (Luk 21:29-33)

Bacaan Pertama: Why 20:1-4,11 – 21:2; Mazmur Tanggapan: Mzm 84:3-6,8

Ketika Yesus mengajar perumpamaan ini, dalam waktu yang relatif tidak lama lagi Dia akan mempersembahkan hidup-Nya demi keselamatan dunia. Yesus hampir sampai ke titik akhir dari pelayanan-Nya di muka bumi, dan kematian-Nya serta kebangkitan-Nya akan menjadi tanda inaugurasi dari Kerajaan Allah dan kelahiran Gereja. Walaupun menghadapi penolakan dan oposisi, Yesus dengan penuh keyakinan memproklamirkan bahwa keselamatan kita sudah mendekat. Selagi kita menantikan kedatangan kembali Yesus, kita – sebagai Gereja – harus bertumbuh dan semakin matang dalam kuasa Roh Kudus.

Yesus menginginkan agar kita menantikan kedatangan-Nya untuk kedua kalinya dengan penuh keyakinan. Kita akan mengalami oposisi, pengejaran dan penganiayaan, namun sebagaimana Yesus berkemenangan, kita pun akan meraih kemenangan, selagi kita menaruh kepercayaan pada sabda-Nya. Kita tidak boleh merasa susah dan ciut hati pada masa-masa penderitaan. Sebaliknya, selagi kesulitan-kesulitan semakin bertumbuh dalam intensitas, semua itu harus dilihat sebagai indikasi-indikasi positif bahwa manifestasi final dan penuh kemuliaan dari keselamatan kita sudah semakin dekat. Yesus mengumpamakan semua itu dengan pohon ara yang bertunas di musim semi, yang memberi jaminan kepada kita bahwa musim panas sudah dekat.

Kita menghadapi pilihan setiap hari. Kita dapat mempertimbangkan apa yang telah dilakukan oleh Yesus untuk menebus dan menyembuhkan kita serta menaruh kepercayaan pada kata-kata-Nya sehubungan dengan manifestasi kemuliaan-Nya secara penuh pada saat kedatangan-Nya untuk kedua kali pada akhir zaman. Atau, kita dapat melihat berbagai penderitaan di bumi yang terasa tidak habis-habisnya, sehingga kita dengan cepat jatuh ke dalam jurang penuh rasa takut dan cemas. Manakala kita menghadap Tuhan dalam doa dan memperkenankan sabda-Nya yang penuh pengharapan dan memberi semangat untuk menyentuh hati kita dan mengarahkan pemikiran kita, maka diri kita akan diangkat, dipenuhi dengan sukacita dan damai-sejahtera, dan dimampukan untuk melihat melampaui sikon yang kita hadapi. Sabda-Nya menggerakkan kita secara batiniah dan kita pun dapat percaya bahwa dalam Dia semua hal menjadi mungkin.

Pada zaman modern ini banyak umat Kristiani menderita di bawah rezim-rezim totaliter, anti-Kristiani, korup dlsb. Sekilas lintas memang kelihatan bahwa kegelapan telah menang. Namun dari pengalaman di Eropa Timur beberapa dasawarsa lalu, kita diyakinkan bahwa tangan-tangan Allah selalu bekerja, dan Ia senantiasa melindungi Gereja-Nya. Pada hari ini umat Kristiani adalah saksi-saksi hidup dari sabda Yesus: “Langit dan bumi akan berlalu, tetapi perkataan-Ku tidak akan berlalu” (Luk 21:33).

DOA: Tuhan Yesus, ajarlah kami agar mau dan mampu mengenal kuat-kuasa dan kebenaran sabda-Mu. Biarlah sabda-Mu menjadi batu karang dan benteng pelindung di tengah-tengah hiruk-pikuk kehidupan ini. Biarlah sabda-Mu menjadi pelita yang menerangi jalan kami, sehingga dengan demikian kami dapat menantikan kedatangan-Mu pada akhir zaman dengan ekspektasi penuh hasrat dan pengharapan penuh sukacita. Amin.

Catatan: Untuk mendalami Bacaan Injil hari ini (Luk 21:29-33), bacalah tulisan yang berjudul “MENYAMBUT KEDATANGAN YESUS UNTUK KEDUA KALINYA” (bacaan tanggal 28-11-14) dalam situs/blog PAX ET BONUM http://catatanseorangofs.wordpress.com; kategori: 14-11 PERMENUNGAN ALKITABIAH NOVEMBER 2014.

Cilandak, 25 November 2014 [Peringatan B. Elisabet dr Reute, Biarawati]

Sdr. F.X. Indrapradja, OFS