BELAJAR UNTUK MENERIMA DARI YESUS

(Bacaan Pertama Misa Kudus, Peringatan B. Dionisius dan Redemptus, Biarawan-Martir Indonesia – Sabtu, 29 November 2014)

Keluarga Besar Fransiskan: Pesta Semua Orang Kudus Tarekat

the-holy-lamb-of-god-with-the-seven-rivers-tempera-on-wood-42-x-30cm-salesians-church-turin-italy-2002Lalu ia menunjukkan kepadaku sungai air kehidupan, yang jernih bagaikan kristal, dan mengalir keluar dari takhta Allah dan takhta Anak Domba itu. Di tengah-tengah jalan kota itu, yaitu di seberang-menyeberang sungai itu, ada pohon-pohon kehidupan yang berbuah dua belas kali, tiap-tiap bulan sekali; dan daun pohon-pohon itu dipakai untuk menyembuhkan bangsa-bangsa. Tidak akan ada lagi yang terkutuk. Takhta Allah dan takhta Anak Domba akan ada di dalamnya dan hamba-hamba-Nya akan beribadah kepada-Nya, dan mereka akan melihat wajah-Nya, dan nama-Nya akan tertulis di dahi mereka. Malam pun tidak akan ada lagi di sana, dan mereka tidak memerlukan cahaya lampu dan cahaya matahari, sebab Tuhan Allah akan menerangi mereka, dan mereka akan memerintah sebagai raja sampai selama-lamanya.
Lalu Ia berkata kepadaku, “Perkataan-perkataan ini dapat dipercaya dan benar, dan Tuhan, Allah yang memberi roh kepada para nabi, telah mengutus malaikat-Nya untuk menunjukkan kepada hamba-hamba-Nya apa yang harus segera terjadi.” “Sesungguhnya Aku datang segera. Berbahagialah orang yang menuruti perkataan-perkataan nubuat kitab ini!” (Why 22:1-7).

Mazmur Antar-bacaan: Mzm 95:1-7; Bacaan Injil: Luk 21:34-36

Mengapa begitu sulit bagi kita untuk menerima karunia-karunia dari Allah ataupun hadiah-hadiah dari orang lain? Seringkali kita merasa bahwa apabila seseorang bermurah hati kepada kita, maka kita berutang kepadanya. Kita harus membayar kembali kepadanya. Memang sulit untuk menerima suatu pemberian dengan lapang dada dan percaya bahwa sang pemberi hanya ingin mengungkapkan kasihnya kepada kita. Semua imaji yang digunakan oleh Yohanes dari pulau Patmos pada akhir Kitab Wahyu berbicara – satu dan lainnya – tentang Allah yang melayani umat-Nya, dan umat-Nya tersebut menerima pelayanan-Nya dengan penuh kegairahan dan syukur.

Inilah inti pokok dari Injil, yaitu tentang Allah Yang Mahamurah dan yang berbelas kasih, yang memberi kepada orang-orang yang membutuhkan. Injil bukanlah tentang orang-orang baik yang melakukan pekerjaan baik dan kemudian memperoleh ganjaran. Injil bukanlah sebuah daftar peraturan dan perintah yang akan membuat kita dapat diterima oleh Allah pada saat kita meninggal dunia. Injil adalah mengenai siapa saja yang dibuat benar di hadapan Allah, diampuni oleh-Nya, dikasihi oleh-Nya …… tanpa syarat, tanpa pamrih. Karunia-karunia dari Allah yang diberikan kepada kita secara bebas inilah yang harus kita terima, sambil berkata “Terima kasih, Bapa,” selagi Dia membebaskan kita dari kuasa dosa.

John's_vision_14-607Semakin banyak kita belajar untuk menerima dari Yesus, semakin dekat pula kita dengan diri-Nya, dan semakin penuh kita didesak untuk mengasihi orang-orang lain dan taat kepada perintah-perintah-Nya. Kelihatannya begitu sulit untuk menerima dari Yesus. Kita dapat merasa tak pantas dan berdosa. Kita dapat merasa tidak ada cara apapun yang dapat membuat Dia mengasihi kita dengan begitu mendalam. Namun Yesus mengasihi kita semua, bahkan yang paling buruk dari para pendosa. Yesus senantiasa berdiri dengan sikap siap untuk memberikan kasih-Nya dalam kepenuhan, tanpa peduli siapa kita atau apa yang telah kita lakukan.

Pada saat yang bersamaan, bacaan Injil hari ini memperingatkan kita tentang hal-hal yang menghalangi kita menerima sesuatu pemberian dari Yesus: “Jagalah dirimu, supaya hatimu jangan dibebani oleh pesta pora dan dan kemabukan serta kekhawatiran hidup sehari-hari …” (Luk 21:34). Jika kita tidak waspada, kita dapat saja luput melihat dan mengalami kehadiran Yesus. Tidak adanya kewaspadaan dapat menghalangi aliran rahmat dan menyebabkan kita menjadi tidak peka terhadap suara Roh Kudus. Hari Minggu besok kita memasuki Masa Adven, masa pengharapan dan antisipasi penuh sukacita. Marilah kita mengkomit diri kita masing-masing untuk menerima dari Yesus setiap hari.

DOA: Yesus, Engkau adalah Tuhan dan Juruselamatku. Aku memberikan diriku kepada-Mu. Aku datang kepada-Mu untuk menerima segala sesuatu yang Engkau ingin berikan kepadaku. Aku tidak ingin fokus pada apa yang dapat kubawa kepada-Mu hari ini, melainkan aku akan fokus pada penerimaan kasih-Mu dan bimbingan-Mu. Amin.

Catatan: Untuk mendalam Bacaan Injil hari ini (Luk 21:34-36), bacalah tulisan yang berjudul “NASIHAT-NASIHAT YESUS SEHUBUNGAN DENGAN AKHIR ZAMAN” (bacaan tanggal 29-11-14) dalam situs/blog PAX ET BONUM http://catatanseorangofs.wordpress.com; kategori: 14-11 PERMENUNGAN ALKITABIAH DESEMBER 2014.

Untuk mendalami Bacaan Pertama hari ini (Why 22:1-7), bacalah tulisan yang berjudul “BERBAHAGIALAH ORANG YANG MENURUTI PERKATAAN-PERKATAAN NUBUAT KITAB INI !!!” dalam situs/blog PAX ET BONUM.

Cilandak, 26 November 2014 [Peringatan S. Leonardus dr Porto Mauritio, Imam]

Sdr. F.X. Indrapradja, OFS