MASA ADVEN 2014

Tahun B/Harian Tahun I 

maxresdefault

Dengan tibanya masa Adven, mulailah kita menjalani tahun liturgi yang baru. Secara sepintas lalu, masa Adven kelihatan seperti suatu musim yang mengalami krisis identitas, karena memberi kesan seakan-akan terdapat ketidak-pastian mengenai tema utama dari masa ini. Apakah masa Adven ini merupakan suatu masa persiapan Hari Raya Natal, seperti masa Prapaskah bagi Hari Raya Paskah? Ataukah masa yang menekankan aspek eskatologis, yaitu memfokuskan perhatian umat pada hal-hal yang terakhir, yaitu kematian, penghakiman terakhir, akhir dunia, kebangkitan terakhir? Dalam tulisan ini akan sedikit diuraikan mengenai masa Adven yang perlu kita ketahui. Dengan demikian kita dapat menjalani masa Adven ini dengan benar. Sedikit bahan untuk permenungan pribadi atas bacaan-bacaan Kitab Suci juga diberikan.

MASA ADVEN 

Masa Adven adalah kesempatan bagi kita semua untuk mengintensifkan penghayatan misteri sejarah keselamatan, khususnya sebagai persiapan perayaan Natal yang bermutu dengan mementaskan Adven dan Natal sebagai suatu kesatuan. Namun masa khusus seringkali diganggu oleh Saudara-saudari Kristen yang bukan Katolik, yang mengundang kita merayakan Natal di masa Adven, artinya perayaan tanpa persiapan yang intensif. Sehubungan dengan hal ini, baiklah kita mencamkan apa yang diuraikan oleh seorang ahli liturgi, Pater Bosco Da Cunha, O.Carm berikut ini:

“Perayaan Natal di masa Adven berarti tergesa-gesa menghendaki pestanya tanpa persiapan yang memadai dan mengakibatkan perayaan Adven menyerupai sandiwara. Bila orang merayakan Natal dalam masa Adven, lalu kembali lagi ke masa Adven untuk mempersiapkan diri bagi perayaan Natal, maka orang menjungkirbalikkan urutan logis dan kronologis tahap-tahap sejarah keselamatan yang dipentaskan dalam tahun liturgi. Perayaan demikian itu tak lebih daripada upacara yang dijadwalkan dan harus diselesaikan. Adven dan Natal terlalu sarat makna untuk diperlakukan bagaikan rentetan upacara manasuka. Patut dipertimbangkan apakah kecenderungan untuk menyelenggarakan perayaan Natal di masa Adven tak lebih baik diatasi dengan perayaan Adven yang indah dan bermakna” (Masa Adventus – Siap Menanti Kedatangan Yesus, Almasih, hal. 1-2). 

ARTI MASA ADVEN 

Kata “Adven” berasal dari kata dalam bahasa Latin Adventus yang berarti “kedatangan dengan semarak”. Merayakan masa Adven berarti mengalami sungguh kerinduan akan kedatangan Allah dengan bertobat dan terlibat dalam tindakan nyata, memperhatikan sesama yang membutuhkan pertolongan. “Kedatangan” yang dimaksud dalam masa Adven adalah kedatangan Yesus:

  1. Kedatangan Yesus di masa lampau

Dalam arti ini kita umat Kristiani menyiapkan diri untuk memperingati kedatangan Kristus secara historis pada Hari Raya Natal, ketika Tuhan memasuki dunia ini dengan lahir menjadi manusia. Firman telah menjadi manusia (Yoh 1:14). Hal ini mengingatkan kita semua, bahwa Kekristenan atau Kristianitas adalah agama yang memiliki nilai historis: seperti juga Allah berbicara dalam Sabda dan karya Yesus, maka Allah yang sama juga berbicara dalam sejarah pribadi kita masing-masing dan pengalaman komunal kita. Namun demikian, agama kita bukanlah sekedar agama masa lampau (historis) dan senantiasa diaktualisasikan, melainkan juga agama masa depan. Oleh karena itu “kedatangan” dalam Masa Adven juga berarti kedatangan-Nya di masa depan.

  1. Kedatangan Yesus di masa depan

Dalam arti ini umat Kristiani mengarahkan pandangan penuh harapan ke masa depan: dimensi eskatologis, yang meresapi misteri iman kita. Di sini kita berbicara mengenai kedatangan Kristus untuk ke dua kalinya (artinya Hari Kiamat). Fokusnya di sini adalah harapan yang mengkontekstualisasikan dan memberikan arti bagi semua kehidupan Kristiani. Pada hakekatnya, seorang Kristiani adalah seseorang yang memiliki pengharapan. Harapan ini dibangun atas dasar kepercayaan bahwa Allah akan melengkapi segala sesuatu, bahwa kehidupan manusia bukanlah tanpa makna dan bahwa pada akhirnya Allah akan membangun “surga dan bumi yang baru” (lihat Why 21:1) di mana segala realita kosmik akan diisi dengan kepenuhan Allah. Dimensi pengharapan ini penting sebab ada bahaya bahwa dimensi ini (yang memang sudah terpenuhi sebagian, tetapi belum tuntas) kurang disadari. Dengan demikian masa Adven dapat menghidupkan harapan yang membuka perspektif ke masa depan sebagai salah satu unsur pokok iman Kristiani.

  1. Kedatangan Yesus di masa kini

Dalam arti ini umat Kristiani melihat dan merasakan kedatangan Kristus masa kini ke dalam masyarakat, khususnya kedatangan-Nya dalam diri kaum miskin dan papa, mereka yang menderita dan tersisihkan. Kristus datang sekarang ke dalam seluruh kehidupan. Keberadaan Kristiani berarti memanfaatkan sebaik-baiknya setiap saat, setiap kesempatan serta peluang yang ada dan apa saja yang terjadi pada diri kita. Iman-kepercayaan Kristiani yang sejati tidak akan membawa kita keluar dari kehidupan nyata sehari-hari. Iman-kepercayaan itu akan melebur kita dengan segalanya yang terjadi dan segala sesuatu yang berlangsung di sekeliling kita. Allah selalu berbicara, kalau saja kita mau mendengarkan! Dengan demikian masa Adven menghadapkan kita dengan Kristus yang datang sekarang, hari ini, teristimewa dalam diri saudara-saudari kita yang dina dan kecil (lihat Mat 25:31-46).

BACAAN KITAB SUCI SELAMA MASA ADVEN 

Masa Adven terdiri dari 4 (empat) minggu yang dijalin sebagai satu kesatuan Masa Persiapan melalui berbagai rumusan doa dan terutama lewat struktur bacaan Kitab Suci yang hampir setiap hari diambil dari kita Nabi Yesaya. Masa persiapan ini dibagi ke dalam dua periode yang tidak secara ekstrim terpisah. Periode Pertama, dari Hari Minggu Adven I sampai dengan tanggal 16 Desember; dan Periode Kedua, dari tanggal 17 Desember sampai dengan tanggal 24 Desember. Periode pertama lebih menekankan aspek eskatologis, maksudnya untuk mengajak kita semua mempersiapkan diri dalam rangka menantikan kedatangan Kristus mulia pada akhir zaman. Periode kedua, baik dalam bacaan Misa maupun Ibadat Harian (Ofisi Ilahi), semua teks lebih langsung diarahkan sebagai persiapan Perayaan Natal.  Marilah kita soroti bacaan-bacaan Kitab Suci pada Misa pada Hari Minggu Adven I, II, III dan IV tahun B, demikian pula dengan bacaan-bacaan Kitab Suci pada Misa harian pekan masing-masing.

  1. Hari Minggu Adven I (30 November 2014)

Bacaan: Yes 63:16b-17; 64:1.3b-8; 1Kor 1:3-9 dan Mrk 13:33-37.

“Berjagalah, sebab kamu tidak tahu bilamana tuan rumah itu pulang.” Yesaya dalam bacaan pertama menunjukkan, bahwa tuan rumah itu ialah “Bapa kita”; Ia datang ke milik kepunyaan-Nya karena kasih. Kita memang harus mempersiapkan diri kita bagi berbagai kejutan. Yesus masuk ke dalam kehidupan kita dengan cara-cara yang tidak dapat kita ramalkan. Oleh karena itu bangunlah! Demikianlah Injil hari ini. Santo Paulus dalam 1 Kor 1:3-9 menyatakan bahwa kita menantikan pernyataan dari Tuhan kita Yesus Kristus. Apakah Yesus akan datang kepada kita di rumah kita, di dalam diri orang-orang yang kita cintai atau dalam diri kenalan-kenalan kita atau dalam diri orang asing yang kita tidak kenal? Semuanya! Dalam Pekan I Adven ini perhatikanlah secara khusus mereka yang biasanya terabaikan atau luput dari perhatian anda. Mungkin dia adalah pembantu rumah tangga anda, mungkin dia si bapak pengantar koran, mungkin saja dia itu mertua anda sendiri, dan seterusnya.

  1. Hari-hari biasa dalam Pekan I AdvenBerdoalah agar Allah membuka mata kita. Dalam pekan ini (Hari Jumat,  5 Desember) kita akan mendengar kisah-kisah tentang orang buta yang dicelikkan matanya, yaitu dalam Yes 29:17-24 dan Mat 9:27-31.
  1. Hari Minggu Adven II (7 Desember 2014)

Bacaan: Yes 40:1-5,9-11; 2Ptr 3:8-14 dan Mrk 1:1-8.

“Persiapkanlah jalan untuk Tuhan, luruskanlah jalan bagi-Nya.”  Bacaan Injil untuk hari Minggu mengajak kita untuk mendengarkan para nabi. Pesan yang penuh tantangan dari Yohanes Pembaptis yang mengatakan bahwa Allah itu menyediakan, bahkan memberikan diri-Nya bagi setiap orang, seperti air dalam sungai. Orang-orang yang mapan, yang memiliki privilese dalam masyarakat pasti tidak merasa enak atau merasa risih dalam menghadapi para nabi. Dari bacaan pertama kita mendengar bahwa lewat nabi Yesaya Allah berfirman bahwa pembuangan di Babel adalah siksaan berat atas dosa-dosa bangsa Israel, dan kembalinya umat Israel dari pembuangan dimungkinkan karena pengampunan penuh belaskasih dari pihak Allah. Dengan demikian Allah melunasi janji-Nya. Bacaan kedua mengaitkan masa eskatologis dengan pengampunan dosa yang akan terlaksana apabila orang-orang bertobat.

  1. Hari-hari biasa dalam Pekan II Adven

Pekan ini dapat digunakan untuk menguji hati nurani kita masing-masing. Kita hidup dalam masyarakat dan zaman di mana “rasa bersalah” atau “rasa berdosa” sudah agak memudar. Namun kita memang tidak dapat memasuki kepenuhan perayaan tanpa secara jujur dan terbuka mengakui dan menerima segala kekurangan kita dan mohon kepada Allah yang sungguh baik untuk mengubah hati kita. Baiklah kita mengakhiri setiap hari kita dengan merenungkan dalam suasana doa segala peristiwa, percakapan dan kegiatan kita pada hari itu.

  1. Hari Minggu Adven III (14 Desember 2014)

Bacaan: Yes 61:1-2a, 10-11; 1Tes 5:16-24 dan Yoh 1:6-8,19-28.

Bacaan Injil hari Minggu bercerita mengenai Yohanes Pembaptis yang datang sebagai seseorang yang memberi kesaksian tentang Yesus. Bacaan kedua menasihatkan kita agar supaya roh, jiwa dan tubuh kita hendaknya tak bercela demi menyambut kedatangan Tuhan Yesus. Bacaan kedua ini kaya akan tema khas masa Adven:

  1. Kegembiraan, doa, ucapan syukur karena keselamatan yang dikerjakan Tuhan (bdk bacaan pertama). Tuhan melaksanakan semuanya dalam Kristus.
  2. Desakan supaya tetap bertahan tanpa cacat demi Tuhan kita Yesus Kristus yang akan datang.
  3. Inisiatif ilahi: “Allah damai sejahtera menguduskan kamu seluruhnya (ayat 23a); Ia yang memanggil kamu adalah setia dan Ia juga akan menggenapinya (ayat 24).”
  4. Kesetiaan ilahi (ayat 24).

Bergembiralah dalam Tuhan selalu! Tuhan sudah dekat! Pemerintahan Allah sudah dekat, kita tidak sendiri! Ambillah waktu pada hari ini untuk bergembira dan merayakan kedatangan Tuhan!

  1. Hari-hari biasa dalam Pekan III Adven

Bacaan-bacaan Injil untuk hari-hari biasa Pekan III Adven semakin membawa kita ke dalam suasana persiapan Hari Raya Natal. Baiklah kita mempraktekkan bagaimana mempercayai Allah. Semua orang Kristiani dipanggil untuk berpartisipasi dalam pemerintahan Yesus sebagai penyembah dan pewarta kabar baik keselamatan. Namun kadang-kadang kita lupa siapa yang Tuhan! Kita menggantungkan diri kepada bela rasa kita sendiri, kemampuan-kemampuan kita sendiri, program ini atau obat itu. Bukan pergi menghadap Tuhan Yesus, kita malah pergi ke “orang pintar” untuk memperoleh “solusi” atas masalah-masalah yang kita hadapi. “Yesus Kristus adalah Kyrios, bagi kemuliaan Allah, Bapa!” (Flp 2:11). Yohanes Pembaptis tahu benar, bahwa dia hanya dapat menunjuk kepada seseorang yang lebih besar daripada dirinya sendiri. Yohanes Pembaptis berkata: “Aku bukan Mesias …… Aku membaptis dengan air; tapi di tengah-tengah kamu berdiri Dia yang tidak kamu kenal, yaitu Dia yang datang kemudian dari padaku. Membuka tali kasut-Nyapun aku tidak layak.” (Yoh 1:20,26-27). Ulang-ulangilah pernyataan ini dalam pekan ini: “Engkaulah andalanku, ya Tuhan Yesus. Selamatkanlah aku.”

  1. Hari Minggu Adven IV (21 Desember 2014)

Bacaan: 2Sam 7:1:1-5,8b-12,14a-16; Rm 16:25-27 dan Luk 1:26-28.

Pekan ini penuh dengan kegembiraan dalam menyambut kedatangan Tuhan Yesus di Betlehem. Gereja memusatkan perhatiannya pada peringatan kedatangan Yesus Putera Allah dalam daging. YESUS berarti ALLAH YANG MENYELAMATKAN. Bacaan hari Minggu mengingatkan kepada kita, bahwa Allah itu setia dan Dia memenuhi sendiri segala janji-Nya. Janji yang disampaikan kepada Daud (bacaan pertama) direalisasikan dalam Yesus (bacaan Injil). Pewahyuan diri dari atas nampak dalam ketaatan iman (lihat bacaan kedua dan Injil). Bacaan Injil menegaskan, bahwa pemberitaan tentang pemenuhan janji Allah dinyatakan secara langsung kepada Maria. Maria sebagai perawan kita lihat dalam Yes 7:14 dan juga asal-usul Pak Yusuf dari keluarga Daud secara langsung ditemukan di dalam bacaan pertama. Penulis Injil Lukas lebih menekankan inisiatif Allah yang mengaktualisasikan kuat-kuasa Roh Kudus, suatu pernyataan kekuatan ilahi ke dalam sejarah seperti diungkapkan dengan indah dalam bacaan Injil. Jadi, menurut penulis Injil Lukas, inisiatif penyelamatan adalah dari pihak Bapa, yang oleh kuat-kuasa Roh Kudus menjadi nyata dalam Inkarnasi Sang Putera dan kemuliaan-Nya, demi keselamatan manusia sehingga manusia pun membuka diri dalam iman kepada tingkat kehidupan ilahi. Bacaan pertama mengungkapkan bahwa kerajaan Daud akan selama selama-lamanya di hadapan Allah. Teks ini, bersama-sama dengan teks Yes 7 merupakan dua nubuat terpenting mengenai Mesias yang tergolong keturunan Daud, dari mana termuat janji-janji Allah kepada para bapa bangsa. Di lain pihak, bacaan kedua merupakan suatu ungkapan “doksologi”. Di sini dipakai kata “rahasia” (misteri): yang lama tersembunyi namun kini diwahyukan kepada manusia melalui nubuat para nabi demi keselamatan manusia; yang terpenuhi dalam Kristus.

  1. Hari-hari biasa Pekan IV Adven

Hari Raya Natal tinggal beberapa hari lagi saja. Pada hari yang agung itu kita merayakan Sang Firman, Hikmat Kebijaksanaan Allah, menjadi manusia yang dilahirkan dalam keadaan hina di Betlehem. Kelahiran-Nya sebagai seorang bayi manusia adalah “perendahan diri Allah” yang pertama; sedangkan “perendahan diri Allah” yang kedua adalah pada waktu Dia mati di salib demi umat manusia dan “perendahan diri Allah” yang ketiga adalah pada waktu Dia –  melalui tangan seorang imam – sudi dan rela mengambil bentuk roti dan anggur untuk menjadi santapan kita semua. Kadang-kadang Tuhan membuat suatu “move”, suatu gerakan dalam hidup kita, entah kita berada dalam keadaan siap atau tidak. Dia juga ada di tempat dan pada waktu yang kita tidak sangka-sangka. Dengan demikian kita dipanggil untuk senantiasa membuka hati kita dan kehidupan kita. Barangkali pada musim sibuk liburan atau sibuk kegiatan akhir tahun di tempat kerja kita masing-masing, Yesus sampai tak terlihat atau kelewatan. Semoga jangan sampai begitu!

BEBERAPA CONTOH KEGIATAN MASA ADVEN UNTUK KELUARGA 

  1. Membuat Korona (karangan) Adven (Advent Wreath)

Menyalakan lilin pada karangan Adven merupakan salah satu tradisi Adven yang paling populer. Karangan Adven adalah rangkaian daun cemara (atau daun hijau lainnya) yang dibuat dalam bentuk lingkaran. Rangkaian daun ini melambangkan hidup yang berjalinan. Kita sebagai umat Kristiani hidup dalam suatu persekutuan jemaat yang saling berhubungan, tolong-menolong, saling membutuhkan, bahu-membahu. Lilin yang bernyala melambangkan jalan terang yang mengusir segala bentuk kegelapan (resah, gelisah, cemas, dosa dan lain sebagainya). Lilin melambangkan Kristus sendiri, Sang Terang Sejati yang bercahaya dalam kegelapan dan kegelapan itu tidak menguasainya (Yoh 1:5). Dari pekan ke pekan dalam masa Adven lilin yang dinyalakan semakin bertambah. Janji akan kedatangan Yesus terasa semakin terpenuhi. Kita turut berharap akan kedatangan Yesus bersama Yesaya, Yohanes Pembaptis dan Bunda Maria. Pengikutsertaan anggota keluarga dapat dimulai sejak pembuatan Karangan Adven itu. Penyalaan lilin Adven dilakukan dalam rangka doa bersama keluarga.

  1. Pembuatan Kandang Natal

Menurut tradisi, Santo Fransiskus dari Assisi adalah yang pertama-tama menciptakan kandang Natal (di Greccio, tahun 1223) dan mempopulerkannya. Dianjurkan untuk mulai menyusun bersama-sama kandang Natal di rumah sejak Pekan I Adven, namun patung bayi Yesus jangan diletakkan dulu sampai malam Natal. Juga patung-patung orang Majus harus menunggu sampai Hari Raya Epifani di hari-hari pertama Januari 2015. Kalau masih ada anak-anak kecil dalam keluarga anda, mereka masing-masing dapat didorong untuk membayangkan bagaimana kalau memainkan peran sebagai Pak Yusuf, sebagai gembala, sebagai Bunda Maria, sebagai orang Majus dan lain-lain. Buatlah mereka menjadi bagian dari kisah Natal dengan menceritakan bagaimana jadinya seorang gembala, seorang Maria atau seorang Pak Yusuf pada waktu peristiwa itu terjadi sekitar 2.000 tahun lalu. 

CATATAN PENUTUP 

Semoga tulisan ini dapat membuat masa Adven 2014 menjadi lebih bermakna bagi anda sekalian, dengan demikian anda menjadi lebih dekat lagi dengan Dia! Allah memberkati anda sekalian!

(Tulisan ini adalah revisi dari tulisan untuk Adven tahun 2008)

Cilandak, 1 Desember 2014 

 

Sdr. F.X. Indrapradja, OFS

[Anggota Dewan Inti Komisi Liturgi KWI untuk masa bakti 2001-2003]