PADANG GURUN

 (Bacaan Injil Misa Kudus, HARI MINGGU ADVEN II [Tahun B],  7 Desember 2014)  

750x500-ehow-images-a06-is-cr-ten-hot-deserts-1.1-800x800 (1)

Inilah permulaan Injil tentang Yesus Kristus, Anak Allah. Seperti ada tertulis dalam kitab Nabi Yesaya, “Lihatlah, Aku menyuruh utusan-Ku mendahului Engkau, Ia akan mempersiapkan jalan bagi-Mu; ada suara orang yang berseru-seru di padang gurun, Persiapkanlah jalan untuk Tuhan, luruskanlah jalan bagi-Nya”, demikianlah Yohanes Pembaptis tampil di padang gurun dan memberitakan baptisan tobat untuk pengampunan dosa. Maka berdatanganlah kepadanya orang-orang dari seluruh daerah Yudea dan semua penduduk Yerusalem, dan sambil mengaku dosanya mereka dibaptis olehnya di Sungai Yordan. Yohanes memakai jubah bulu unta dan ikat pinggang kulit, dan makanannya belalang dan madu hutan. Ia memberitakan demikian, “Sesudah aku akan datang Ia yang lebih berkuasa daripada aku; membungkuk dan membuka tali kasut-Nya pun aku tidak layak. Aku membaptis kamu dengan air, tetapi ia akan membaptis kamu dengan Roh Kudus.”  (Mrk 1:1-8)

Bacaan Pertama: Yes 40:1-5,9-11; Mazmur Tanggapan: Mzm 85:9-14; Bacaan Kedua 2Ptr 3:8-14 

Pernahkah anda memikirkan betapa pentingnya peran dari “padang gurun” dalam Kitab Suci? Dalam perjalanan mereka menuju tanah terjanji, anak-anak Abraham menempuh perjalanan melalui padang gurun untuk selama 40 tahun, sampai mereka benar-benar belajar untuk menaruh kepercayaan kepada YHWH. Nabi Yeremia bernubuat bahwa mereka yang terluput dari pedang penghakiman Allah akan menemukan rahmat yang tak henti-hentinya selama mereka berada di padang gurun (Yer 31:2). Bahkan Yesus sendiri pun dipimpin oleh Roh Kudus pergi ke padang gurun untuk berdoa dan berpuasa selama 40 hari guna mempersiapkan diri-Nya sebelum melakukan pelayanan publik. Di padang gurun itulah Yesus dicobai oleh Iblis, dan di sana Dia tinggal bersama binatang liar dan malaikat-malaikat melayani Dia (Mrk 1:12-13).

Kelihatannya apabila kita ingin berada dekat dengan Tuhan Allah, kita akan bertemu dengan padang gurun dan mengalaminya pada salah satu titik yang ada sepanjang jalan kehidupan kita. Apakah padang gurun kita? Padang gurun adalah “hidup lama” kita dalam kedosaan dan terpisahnya kita dari Allah. Padang gurun adalah bagian dari kita yang tetap liar dan belum jinak, yang belum diserahkan kepada Tuhan.

YOHANES PEMBAPTIS - 3Kabar baik bahwa kita sedang mempersiapkan perayaan Natal adalah bahwa kita perlu menunggu sampai kita telah menjinakkan padang gurun kita sebelum dapat datang kepada Yesus. Namun pada kenyataannya, sebaliknyalah yang terjadi. Kita perlu pertama-tama memperkenankan Yesus masuk ke dalam hati kita, dan padang gurun kita pun secara bertahap akan ditransformasikan.

Seperti Yohanes Pembaptis yang mengundang orang-orang ke padang gurun untuk menerima baptisan tobatnya, begitu pula Yesus mengundang kita ke padang gurun dalam kehidupan kita. Selagi kita memasuki tempat-tempat yang gelap dan liar itu, kita dapat dibuat terkejut melihat Yesus ada di sana sedang menunggu kita. Dia berada di tempat tempat di mana kita merasa sebagai tempat-tempat yang paling tandus dan tidak menarik. Di tempat-tempat seperti itulah Yesus menawarkan kepada kita kesembuhan dan pemulihan. Ia ada di sana, siap untuk membersihkan semak-semak dan mengubah pasir yang panas menjadi sebuah kebun yang subur, dan mengisi tanah lapang yang kosong dengan pohon-pohon yang penuh dengan buah lezat.

Dosa kita telah diampuni. Yesus telah membayar harganya. Yang kita butuhkan adalah berlari kepada-Nya melewati jalan yang berliku-liku dan mohon pengampunan serta kesembuhan dari-Nya. Dia akan membuat jalan kita yang berliku-liku menjadi jalan yang lurus. Dalam masa Adven yang penuh rahmat ini, marilah kita mengambil manfaat dari Sakramen Rekonsiliasi, di mana kita dapat mengalami pengampunan dengan cara yang konkret. Baiklah kita mengetahui bahwa selagi kita mengakui dosa-dosa kita dan yakin akan memperoleh pengampunan dari Allah, maka kita pun akan mengalami penyegaran dari Yesus dan mampu untuk mulai lagi.

DOA: Tuhan Yesus, terima kasih penuh syukur kuhaturkan kepada-Mu karena Engkau siap untuk melangkah masuk ke padang gurunku dan membersihkannya demi aku. Terima kasih untuk kasih-Mu dan belas kasih-Mu. Tolonglah aku untuk lebih sadar akan dosa-dosaku, sehingga dengan demikian aku dapat membawa semua itu kepada-Mu agar aku mengalami pengampunan dari-Mu. Amin.

Catatan: Untuk mendalami Bacaan Pertama hari ini (Yes 40:1-5,9-11), bacalah tulisan yang berjudul “SIAPKAN JALAN BAGI TUHAN !!!” (bacaan tanggal 7-12-14) dalam situs/blog PAX ET BONUM http://catatanseorangofs.wordpress.com; kategori: 14-12 PERMENUNGAN ALKITABIAH DESEMBER 2014.

Untuk mendalami Bacaan Injil hari ini (Mrk 1:1-8), bacalah tulisan yang berjudul “MELAKUKAN PERTOBATAN” (bacaan tanggal 4-12-11) dalam situs/blog SANG SABDA.

Cilandak, 2 Desember 2014 [Peringatan B. Maria Angela Astorch, Biarawati]  

Sdr. F.X. Indrapradja, OFS