MENYAMBUT KEDATANGAN YESUS KE DALAM HATI KITA

 (Bacaan Pertama Misa Kudus, Hari Biasa Khusus Adven – Selasa, 23 Desember 2014) 

7540-1800

Lihat, Aku menyuruh utusan-Ku, supaya ia mempersiapkan jalan di hadapan-Ku! Dengan mendadak Tuhan yang kamu cari itu akan masuk ke bait-Nya! Malaikat Perjanjian yang kamu kehendaki itu, sesungguhnya, Ia datang, firman TUHAN (YHWH) semesta alam. Siapakah yang dapat tahan akan hari kedatangan-Nya? Dan siapakah yang dapat tetap berdiri, apabila Ia menampakkan diri? Sebab Ia seperti api tukang pemurni logam dan seperti sabun tukang penatu. Ia akan duduk seperti orang yang memurnikan dan mentahirkan perak; dan Ia nentahirkan orang Lewi, menyucikan mereka seperti emas dan seperti perak, supaya mereka menjadi orang-orang yang mempersembahkan korban yang benar kepada YHWH. Maka persembahan Yehuda dan Yerusalem akan menyenangkan hati YHWH seperti pada hari-hari dahulu kala dan seperti tahun-tahun yang sudah-sudah.

Sesungguhnya Aku akan mengutus nabi Elia kepadamu menjelang datangnya hari YHWH yang besar dan dahsyat itu. Maka ia akan membuat hati bapa-bapa berbalik kepada anak-anaknya dan hati anak-anak kepada bapa-bapanya supaya jangan Aku datang memukul bumi sehingga musnah. (Mal 3:1-4; 4:5-6) 

Mazmur Tanggapan: Mzm 25:4-5,8-10,14; Bacaan Injil: Luk 1:57-66 

“Tuhan yang kamu cari itu akan masuk ke bait-Nya” (Mal 3:1).

Sepanjang masa Adven, khususnya mulai tanggal 17 Desember, kita telah menyiapkan diri guna menyambut kelahiran Yesus dan awal dari penebusan kita. Selama masa ini kita telah bergabung para malaikat menyanyikan lagu-lagu pujian yang penuh sukacita. Kita telah mengirim dan menerima kartu-kartu Natal ke/dari para sahabat kita dengan pesan damai di atas bumi. Kita telah membeli hadiah-hadiah Natal untuk anggota keluarga sebagai suatu tanda kasih kita kepada mereka – kasih yang dimungkinkan dengan kedatangan Yesus Kristus ke tengah dunia.

Setiap Natal, kita mempermaklumkan bahwa Yesus, hasrat hati kita yang terdalam, telah datang ke tengah dunia. Akan tetapi kita juga diingatkan bahwa Penebus kita ingin datang dan masuk ke dalam hati kita dan memerintah sebagai Tuhan (Kyrios) atas diri kita. Dia ingin memurnikan kita dan membersihkan diri kita dari dosa. Dia ingin membawa terang ke dalam bagian-bagian dalam diri kita yang membutuhkan kesembuhan dan perubahan. Dan, agar hal ini dapat terjadi, maka kita yang mengelu-elukan Dia sebagai Raja dan Tuhan, haruslah menyambut-Nya ke dalam hati kita agar memerintah diri kita.

ROH KUDUS MELAYANG-LAYANG - 2Sekarang adalah waktu yang sempurna – tinggal beberapa hari saja sebelum Natal – untuk membuat komitmen hidup kita lagi kepada Yesus dan mohon kepada-Nya mendirikan pemerintahan-Nya dalam diri kita secara lebih mendalam lagi. Hari ini, marilah kita mengambil waktu yang cukup untuk melakukan pemeriksaan atas hidup kita selama ini. Apakah Yesus sungguh bertakhta sebagai Tuhan dalam hati kita (anda dan saya)? Apakah tanda-tanda dari ke-Tuhan-an-Nya – kasih-Nya, sukacita-Nya, damai-sejahtera-Nya, dan kebaikan hati-Nya – terbukti dalam kehidupan kita?

Selagi kita melakukan pemeriksaan atas kehidupan kita, marilah kita mohon kepada Roh Kudus untuk menunjukkan kepada kita pola-pola dosa yang menghalangi pemerintahan Yesus atas diri kita. Apakah ada situasi-situasi khusus yang mengakibatkan kemarahan, ketiadaan harapan, atau rasa takut? Jika ada, janganlah risau. Allah menunjukkan hal-hal ini karena justru Dia mengasihi kita, karena Dia ingin membuat kita bebas dari segala hal tersebut. Ia menjadi salah seorang dari kita-manusia dan memberikan hidup-Nya sendiri bagi kita sehingga dengan demikian kita dapat dibebaskan dari segala beban ini.

Apabila kita belum melakukannya, maka marilah kita menyediakan diri untuk Sakramen Rekonsiliasi sebelum Perayaan Natal. Marilah kita memperkenankan Yesus memurnikan hati kita sehingga kita dapat menjadi tempat kediaman-Nya yang lebih jernih, Raja dan Tuhan segala ciptaan (bdk. Flp 2:11).

DOA: Tuhan Yesus, datanglah dan masuklah ke dalam hatiku pada hari ini. Bawalah api-Mu yang memurnikan guna membersihkan dosa-dosaku. Pancarkanlah terang-Mu pada diriku guna menyatakan apa saja yang Engkau ingin bereskan dalam kehidupanku. Buatlah agar aku semakin serupa dengan diri-Mu hari ini, ya Yesus. Aku sungguh ingin menjadi terang bagi-Mu di tengah dunia. Amin.

Catatan: Untuk mendalami bacaan Injil hari ini (Luk 1:57-66),  bacalah tulisan berjudul  “DIA HARUS DINAMAI YOHANES [2]” (bacaan tanggal 23-12-14), dalam situs/blog PAX ET BONUM http://catatanseorangofs.wordpress.com; kategori 14-12 PERMENUNGAN ALKITABIAH DESEMBER 2014. 

(Tulisan ini adalah revisi dari tulisan dengan judul sama untuk bacaan tanggal 23-12-13 dalam situs/blog PAX ET BONUM) 

Cilandak, 19 Desember 2014  

Sdr. F.X. Indrapradja, OFS