FIRMAN TELAH MENJADI MANUSIA

(Bacaan Injil Misa Kudus Siang, Hari Raya Natal – Kamis, 25 Desember 2014) 

4190338835_11ddd5b8e0

Pada mulanya ada Firman; Firman itu bersama-sama dengan Allah dan Firman itu adalah Allah. Ia pada mulanya bersama-sama dengan Allah. Segala sesuatu dijadikan oleh Dia dan tanpa Dia tidak ada suatu pun yang telah jadi dari segala yang telah dijadikan. Dalam Dia ada hidup dan hidup itu adalah terang manusia. Terang itu bercahaya di dalam kegelapan dan kegelapan itu tidak menguasainya. Datanglah seorang yang diutus Allah, namanya Yohanes; ia datang sebagai saksi untuk bersaksi tentang terang itu, supaya melalui dia semua orang menjadi percaya. Ia bukan terang itu, tetapi ia harus bersaksi tentang terang itu. Terang yang sesungguhnya, yang menerangi setiap orang, sedang datang ke dalam dunia. Ia telah ada di dalam dunia dan dunia dijadikan melalui Dia, tetapi dunia tidak mengenal-Nya. Ia datang kepada milik-Nya, tetapi orang-orang milik-Nya itu tidak menerima-Nya. Namun semua orang yang menerima-Nya diberi-Nya kuasa supaya menjadi anak-anak Allah, yaitu mereka yang percaya dalam nama-Nya; orang-orang yang dilahirkan bukan dari darah atau dari keinginan jasmani, bukan pula oleh keinginan seorang laki-laki, melainkan dari Allah. Firman itu telah menjadi manusia, dan tinggal di antara kita, dan kita telah melihat kemuliaan-Nya, yaitu kemuliaan yang diberikan kepada-Nya sebagai Anak Tunggal Bapa, penuh anugerah dan kebenaran. Yohanes bersaksi tentang Dia dan berseru, “Inilah Dia, yang kumaksudkan ketika aku berkata: Kemudian daripada aku akan datang Dia yang telah mendahului aku, sebab Dia telah ada sebelum aku.”  Karena dari kepenuhan-Nya kita semua telah menerima anugerah demi anugerah; sebab hukum Taurat diberikan melalui Musa, tetapi anugerah dan kebenaran datang melalui Yesus Kristus. Tidak seorang pun yang pernah melihat Allah; tetapi Anak Tunggal Allah yang ada di pangkuan Bapa, Dialah yang menyatakan-Nya. (Yoh 1:1-18)  

Bacaan Pertama: Yes 52:7-10; Mazmur Tanggapan: 98:1-6; Bacaan Kedua: Ibr 1:1-6

Screen shot 2010-12-21 at 10.56.28 AM“Firman itu telah menjadi manusia, dan tinggal di antara kita” (Yoh 1:14).

Putera Allah yang tunggal menjadi Anak Manusia, sehingga dengan demikian Ia dapat membuat kita-manusia menjadi anak-anak Allah. Ketika Allah Yang Mahatinggi mengasosiasikan diri-Nya dengan manusia ciptaan-Nya yang rendah, maka Dia mengangkat manusia ke tingkatan yang lebih tinggi. Allah tidak menghilangkan kodrat-Nya sendiri yang penuh dengan kemuliaan karena merendahkan diri-Nya menjadi seorang manusia, melainkan mengangkat kita-manusia yang selalu hidup dalam kegelapan ke dalam kemuliaan yang tidak dapat digambarkan dengan kata-kata.

Seorang raja yang berbicara kepada seorang miskin dengan penuh minat dan kebaikan hati, samasekali tidak mempermalukan dirinya sendiri, tetapi malah membuat orang miskin itu menjadi pusat perhatian semua orang. Apabila asosiasi dengan seorang yang lebih rendah sama sekali tidak merusak (citra) orang yang lebih terhormat, apalagi dengan sang Hakekat Ilahi. Jadi, jika mendengar bahwa “Sabda telah menjadi daging” atau “Firman telah menjadi manusia”, maka janganlah kita merasa terganggu atau menjadi ciut hati, karena tanpa membuang status-Nya sebagai Allah, Pribadi Kedua dari Tritunggal Mahakudus mengambil bagi diri-Nya rupa seorang hamba, dan menjadi sama dengan manusia (bdk. Flp 2:7).

Kalau begitu macam apakah tabernakel tempat Ia berdiam? Sebagai jubir Allah, nabi Amos bernubuat: “Aku akan mendirikan kembali pondok Daud yang telah roboh; Aku akan menutup pecahan dindingnya, dan akan mendirikan kembali pemerintahannya; Aku akan membangunnya kembali seperti di zaman dahulu kala” (Am 9:11). Memang pondok Daud telah roboh. Kodrat kita sebagai manusia telah menderita dan mengalami kejatuhan yang tidak dapat tertolong, dan hanya tangan kuat penuh kuasa dari Dia sajalah yang dapat menyelamatkan kita. Tidak ada kemungkinan untuk membangkitkan kodrat manusia dari kejatuhannya jika Dia – yang menciptakannya pada awal mula – tidak mengulurkan tangan-Nya dan memeteraikan kita secara baru agar serupa dengan citra-Nya, dengan regenerasi air dan Roh-Nya dalam pembaptisan.

Renungkanlah misteri ini yang tidak dapat dijelaskan dengan kata-kata. Dia akan mendiami tabernakel ini untuk selama-lamanya. Dia mengenakan diri-Nya dengan daging kita-manusia, tidak akan meninggalkannya kembali, melainkan untuk tetap dimiliki-Nya senantiasa. Kalau tidak begitu, maka Dia tidak akan melihat daging kita-manusia pantas untuk duduk di atas takhta kerajaan, atau Dia, selagi mengenakan daging kita-manusia, disembah oleh makhluk-makhluk surgawi.

entering bethlehemKata-kata yang manakah atau pemikiran yang bagaimanakah yang dapat menggambarkan kehormatan sedemikian besar bagi umat manusia, yang sedemikian indah dan menakjubkan? Malaikat atau malaikat agung yang mana? Tidak ada seorang pun dan di mana pun, baik di surga maupun di bumi. Karya-karya Allah begitu besar dan indah sehingga tidak ada lidah manusia atau kuasa malaikat yang dapat menggambarkan karya-karya tersebut. (Adaptasi dari sebuah homili S. Yohanes Krisostomos [c. 347- 407]).

DOA: Yesus, Tuhanku dan Juruselamatku, aku mengasihi Engkau! Terima kasih penuh syukur kuhaturkan kepada-Mu karena Engkau sudi datang ke tengah dunia dan masuk ke dalam hatiku. Aku sungguh bersukacita karena kenyataan bahwa aku telah diberkati sehingga dapat melihat Engkau dalam kemuliaan-Mu hadir dalam kehidupanku. Pada hari yang sungguh istimewa ini, perkenankanlah aku berbicara mengenai sukacita kedatangan-Mu bagi setiap orang yang kujumpai. Amin.

Catatan: Untuk mendalami Bacaan Injil Siang hari ini (Yoh 1:1-18), bacalah tulisan yang berjudul “KARENA KASIH-NYA, ALLAH MERENDAHKAN DIRI-NYA” (bacaan tanggal 25-12-14) dalam situs/blog PAX ET BONUM http://catatanseorangofs.wordpress.com; kategori: 14-12 PERMENUNGAN ALKITABIAH DESEMBER 2014. 

Untuk mendalami Bacaan Injil Misa Kudus Malam (Luk 2:1-14), bacalah tulisan yang berjudul “TIGA NAMA PENTING” (bacaan tanggal 25-12-12), dalam situs/blog PAX ET BONUM. 

Untuk mendalami Bacaan Kedua Misa Kudus Siang (Ibr 1:1-6), bacalah tulisan yang berjudul “YANG TERBARING DALAM PALUNGAN ADALAH SANG ROTI KEHIDUPAN” (bacaan tanggal 25-12-10) dalam situs/blog SANG SABDA. 

Cilandak, 21 Desember 2014 [HARI MINGGU ADVEN IV] 

Sdr. F.X. Indrapradja, OFS