Vector-Christmas-

Jakarta, 24 Desember 2014 

Saudari dan Saudara yang dikasihi Kristus, 

Hal: SELAMAT HARI NATAL 2014 & TAHUN BARU 2015

“…… Allah kita penuh rahmat dan belaskasihan; Ia mengunjungi kita laksana fajar cemerlang. Untuk menyinari orang yang meringkuk dalam kegelapan maut dan membimbing kita ke jalan damai sejahtera” (Luk 1:78-79; teks IBADAT HARIAN). 

Besok kita akan merayakan Natal: sebuah hari yang menggenapi janji-janji Allah  melalui para nabi-Nya untuk memuaskan kerinduan-kerinduan umat yang sudah terpendam berabad-abad lamanya, sejak zaman Abraham.  

Bacaan Injil untuk Misa hari ini (Luk 1:67-79) dinamakan “Kidung Zakharia”. Ini adalah sebuah nyanyian pujian dan syukur yang dipanjatkan oleh Zakharia kepada Allah untuk kasih setia-Nya. Dalam kidung ini Tuhan digambarkan sebagai “fajar cemerlang” atau “surya pagi dari tempat yang tinggi”; “terang” yang datang untuk menyinari orang yang meringkuk dalam kegelapan maut. 

Sesungguhnya, Natal adalah sebuah pesta “terang”. Pada bacaan pertama Misa Malam Natal, kita mendengar kata-kata yang diucapkan nabi Yesaya: “Bangsa yang berjalan di dalam kegelapan telah melihat terang yang besar; mereka yang diam di negeri kekelamanan, atasnya terang telah bersinar” (Yes 9:1). Berjalan dalam kegelapan membuat orang tersandung dan terjatuh, sedangkan berjalan dalam terang akan menjamin orang berjalan dalam jalan yang benar. Sebagai umat peziarah kita tahu bahwa kita berada dalam jalan yang benar menuju rumah Bapa, karena kita memiliki Kristus sebagai Terang yang membimbing kita.  

Kidung Zakharia yang dikenal dengan nama Latinnya, Benedictus, adalah kidung yang merupakan bagian dari Ibadat Pagi yang sepanjang tahun didoakan oleh Gereja. Apakah kita mendoakan Ofisi Ilahi (Ibadat Harian) atau pun tidak, kita harus menyadari, bahwa setiap pagi tidak ubahnya dengan hari Natal, bahwa fajar adalah lambang kedatangan  Kristus. Kita harus memanjatkan syukur dan puji-pujian kita kepada Allah untuk karunia-Nya yang paling agung bagi kita, yaitu Yesus, Putera-Nya yang tunggal; tidak hanya pada hari Natal, tetapi setiap hari sepanjang tahun.  

Raja Daud ingin mendirikan sebuah rumah bagi YHWH untuk mengungkapkan rasa syukur dan terima kasihnya atas apa saja yang dilakukan YHWH bagi dirinya. Nabi Natan menanggapi keinginan Daud itu, sampai YHWH mengatakan kepadanya bahwa Dia tidak memerlukan dan juga tidak menginginkan sebuah rumah untuk tinggal. Sebaliknya, YHWH berjanji untuk mendirikan sebuah “rumah Daud”, artinya sebuah dinasti dan kerajaan, yang akan berdiri selamanya. Janji ini menjadi dasar pengharapan-pengharapan bangsa Yahudi akan kedatangan seorang Raja Mesias, Putera Daud. 

Kita menjadi orang-orang Kristiani karena Allah telah menggenapi janji-Nya ini. Dari bacaan Injil Misa Malam Natal (Luk 2:1-14) kita mengetahui, bahwa Yusuf membawa Maria dari Nazaret ke Kota Daud, Betlehem. Di tempat ini Yesus lahir dan malaikat Tuhan memproklamasikan kepada para gembala: “Hari ini telah lahir bagimu Juruselamat, yaitu Kristus, Tuhan, di kota Daud” (Luk 2:11).  

“SELAMAT HARI NATAL 2014 & TAHUN BARU 2015” kepada Saudara sekalian. Semoga berkat Allah Tritunggal Mahakudus senantiasa menyertai anda semua. 

Salam persaudaraan, 

 

Sdr. F.X. Indrapradja, OFS