BUNDA ALLAH [2]

(Bacaan Kedua Misa Kudus, HARI RAYA SP MARIA BUNDA ALLAH – Kamis, 1 Januari 2015)

HARI PERDAMAIAN SEDUNIA

mary-www-st-takla-org__saint-mary_theotokos-mother-of-god-001

Tetapi setelah genap waktunya, maka Allah mengutus Anak-Nya yang lahir dari seorang perempuan dan takluk kepada hukum Taurat. Ia diutus untuk menebus mereka yang takluk kepada hukum Taurat, supaya kita diterima menjadi anak. Karena kamu adalah anak, maka Allah menyuruh Roh Anak-Nya ke dalam hati kita, yang berseru, “Ya Abba, ya Bapa!” Jadi, kamu bukan lagi hamba, melainkan anak; jikalau kamu anak, maka kamu juga adalah ahli-ahli waris, oleh perbuatan Allah. (Gal 4:4-7) 

Bacaan Pertama:  Bil 6:22-27; Mazmur Tanggapan: Mzm 67:2-3, 5-6,8; Bacaan Injil: Luk 2:16-21

Pada hari pertama di tahun baru ini, Gereja (anda dan saya) menghormati Maria sebagai Bunda Allah. Gelar Maria sebagai “Bunda Allah” (Yunani: Theotokos – pembawa Allah) adalah gelar yang paling banyak mengundang pertentangan dalam Gereja awal, bukan karena kontroversi-kontroversinya berkaitan dengan Maria, melainkan karena pertanyaan tentang siapa Yesus itu sebenarnya, peran dan misi-Nya. Sekitar 3 (tiga) abad diperlukan oleh Gereja untuk sampai kepada pemahaman bahwa sejak dikandung-Nya, Yesus adalah Allah dan pada saat yang sama adalah sepenuhnya manusia.

Pada tahun 325 diselenggarakan Konsili Nikea I di mana a.l. dirumuskan Sebuah Pengakuan Iman. Konsili itu mengutuk Arianisme yang menyangkal keilahian Kristus. Pengakuan Iman Nikea yang disebutkan di atas dilengkapi dalam Konsili Konstantinopel I (tahun 381). Hasilnya kita kenal sebagai Pengakuan Iman Nikea-Konstantinopel (Puji Syukur 2). Pada tahun 431 diselenggarakan Konsili Efesus yang memutuskan pemberian gelar Theotokos (Bunda Allah; Pembawa Allah) kepada Maria. Para bapak Konsili Efesus mengakui bahwa dengan pemberian gelar ini kepada Maria, maka mereka memberikan kehormatan dan pujian tertinggi kepada Anak-nya, Yesus. Mereka memproklamasikan Yesus lebih dari sekadar seorang manusia yang kudus atau nabi. Dia adalah Allah kekal, Pribadi kedua dari Tritunggal Mahakudus. Kemudian, Konsili Kalsedon (tahun 451) yang dihadiri oleh sekitar 600 uskup mengajarkan tentang dua kodrat dalam kesatuan pribadi Kristus: Kristus itu: “sungguh Allah dan sungguh Manusia”.

Inilah mukjizat sesungguhnya yang kita rayakan pada hari ini, yaitu bahwa Allah yang kekal dan Mahakuasa masuk ke dalam dunia ciptaan-Nya melalui salah seorang dari anak-anak-Nya sendiri. Maria sungguh terberkati karena selamanya dikenang sebagai Pembawa Allah (Inggris: God’s Bearer), Bejana Rahmat, Tabut Perjanjian! Sungguh terberkati dan membahagiakanlah, ketika setiap kali kita menyembah Yesus, kita juga menghormati Maria untuk ketaatannya dan buah dari ketaatannya itu. Seperti kita ketahui, dalam Magnificat-nya Maria memproklamasikan: “Sesungguhnya, mulai dari sekarang segala keturunan akan menyebut aku berbahagia, karena Yang Mahakuasa telah melakukan perbuatan-perbuatan besar kepadaku dan kuduslah nama-Nya”  (Luk 2:48-49).

Allah ingin melakukan hal-hal besar bagi kita juga. Kita masing-masing mempunyai sebuah tempat dalam rencana Allah bagi dunia – sebuah misi yang hanya dapat dipenuhi oleh kita.  Selagi kita berjuang untuk mewujudkan misi itu, Allah ingin agar kita masing-masing menjadi pembawa Allah yang sama transparannya dengan Maria pada waktu itu. Misi kita adalah untuk menjadi para pembawa Allah kepada semua orang yang kita jumpai setiap hari, dan untuk “menyebarkan keharuman pengenalan akan Dia di mana-mana; sebab bagi Allah kita adalah bau yang harum dari Kristus” (2Kor 2:14-15).

Saudari dan Saudara yang dikasihi Kristus, seperti Maria, marilah kita memperkenankan diri kita untuk menjadi bejana-bejana rahmat. Hal ini hanya dapat terjadi jika kita bertekun dalam ketaatan kepada perintah-perintah Allah dan jika kita berupaya dengan serius untuk tetap patuh kepada Roh Kudus. Allah ingin melihat kita semua bekerja bersama-Nya selagi Dia mentransformasikan hidup kita. Selagi kita menundukkan diri kita di hadapan-Nya, baiklah kita ingat bahwa tujuan-Nya adalah agar setiap orang yang berjumpa dengan kita dapat melihat kehidupan Allah yang memancar dari diri kita!

DOA: Tuhan Yesus, terima kasih penuh syukur aku haturkan kepada-Mu karena Engkau sudi hadir dalam diriku. Tolonglah aku agar mau dan mampu membawa harta-kekayaan yang tak ternilai ini kepada orang-orang yang akan aku jumpai pada tahun 2015 ini. Tuhan, Engkau adalah pengharapanku akan kemuliaan hidup surgawi. Amin.

Catatan: Untuk mendalami Bacaan Injil hari ini (Luk 2:16-21), bacalah tulisan yang berjudul “MARIA BUNDA ALLAH” (bacaan untuk tanggal 1-1-15), dalam situs/blog PAX ET BONUM http://catatanseorangofs.wordpress.com; kategori: 15-01 PERMENUNGAN ALKITABIAH JANUARI 2015. 

Cilandak, 29 Desember 2014

Sdr. F.X. Indrapradja, OFS