ROH KUDUS-LAH YANG MELAKUKAN HAL-HAL YANG MENANTANG DAN MENGEJUTKAN

(Bacaan Injil Misa Kudus,  Hari Biasa sesudah Penampakan Tuhan – Kamis, 8 Januari 2015) 

YESUS MENGAJAR DI SINAGOGADalam kuasa Roh kembalilah Yesus ke Galilea. Lalu tersebarlah kabar tentang Dia di seluruh daerah itu. Sementaraa itu Ia mengajar di rumah-rumah ibadat di situ dan semua orang memuji Dia.

Ia datang ke Nazaret tempat Ia dibesarkan, dan menurut kebiasaan-Nya pada hari Sabat Ia masuk ke rumah ibadat, lalu berdiri hendak membaca dari Kitab Suci. Kepada-Nya diberikan kitab Nabi Yesaya dan setelah membuka kitab itu, Ia menemukan nas, di mana ada tertulis: “Roh Tuhan ada pada-Ku, oleh sebab Ia telah mengurapi Aku, untuk menyampaikan kabar baik kepada orang-orang miskin; dan Ia telah mengutus Aku untuk memberitakan pembebasan kepada orang-orang tawanan, dan penglihatan bagi orang-orang buta, untuk membebaskan orang-orang yang tertindas, untuk memberitakan tahun rahmat Tuhan telah datang.”

Kemudian Ia menutup kitab itu, memberikannya kembali kepada pejabat, lalu duduk; dan mata semua orang dalam rumah ibadat itu tertuju kepada-Nya. Lalu Ia memulai mengajar mereka, kata-Nya, “Pada hari ini genaplah nas ini sewaktu kamu mendengarnya.” Semua orang itu membenarkan dia dan mereka heran akan kata-kata yang indah yang diucapkan-Nya. (Luk 4:14-22a) 

Bacaan Pertama: 1Yoh 4:19-5:4; Mazmur Tanggapan: Mzm 72:1-2,14-15,17 

“Pada hari ini genaplah nas ini sewaktu kamu mendengarnya” (Luk 4:21).

Orang-orang Nazaret sudah merasa familiar dengan Yesus, cukup familiar sehingga mereka dapat mempertanyakan klaim-klaim-Nya yang terasa “liar”! Bagaimana orang ini, seorang anak tukang kayu, merupakan pemenuhan nubuatan nabi Yesaya tentang kebebasan dari penindasan, padahal Israel masih tetap berada di bawah penjajahan Roma? Namun, pada kenyataannya Yesus memang sungguh datang untuk membebaskan orang-orang yang tertindas, walaupun tidak dengan cara sebagaimana mereka harap-harapkan. Kiranya, inilah yang merupakah inti masalahnya.

Salah satu pelajaran dari bacaan Injil hari ini adalah, bahwa walaupun kita telah melihat Yesus yang bertumbuh dari anak kecil sampai menjadi seorang laki-laki dewasa, kita belum juga sungguh-sungguh mengenal diri-Nya – jika kita tidak mendapatkan pertolongan dari Roh Kudus. Membaca tentang Yesus dan belajar tentang hal-hal yang dikatakan-Nya dan dilakukan-Nya hanya mampu menggaruk atau menggores lapisan permukaan dari segala sesuatu yang diperlukan untuk sungguh mengenal Dia. Bahkan para murid Yesus – yang sehari-hari berjalan bersama Dia dari satu tempat ke tempat yang lain – selalu saja dikagetkan oleh ucapan kata-kata-Nya dan tindakan-tindakan-Nya. Tentunya merupakan suatu tantangan yang sungguh tidak main-main untuk mengikuti Yesus ketika mereka melihat bagaimana Dia mengasihi dan begitu dekat berelasi dengan “wong cilik” dalam masyarakat; Dia mengampuni dosa-dosa, mendeklarasikan diri-Nya sebagai “Roti Kehidupan” dan …… memproklamasikan kesatuan diri-Nya dengan Allah yang disapa-Nya sebagai Abba, Bapa.

ROHHULKUDUSPada zaman sekarang, Roh Kudus-lah yang melakukan hal-hal yang menantang dan mengejutkan. Roh Kudus ini menerangi kegelapan pikiran dan hati kita serta meluaskan pemahaman kita tentang Yesus melalui pengalaman pribadi, melalui ajaran-ajaran Gereja, dan melalui pembacaan serta permenungan sabda Allah dalam Kitab Suci. Namun demikian, kita tidak akan pernah mengenal Tuhan secara lengkap-mendalam. Mengapa? Karena misteri-Nya sungguh tanpa batas.

Inilah sebabnya mengapa kita harus senantiasa memperkenankan Roh Kudus untuk mengejutkan kita. Pada waktu Yesus lebih berbelas kasih daripada yang dapat kita bayangkan, atau lebih penuh kuat-kuasa daripada yang kita harapkan, kita seharusnya bertanya kepada Roh Kudus guna menunjukkan perspektif-Nya. Semakin sering kita melakukan hal seperti ini, maka kita pun semakin diperkaya, sampai pada satu titik di mana Kristianitas menjadi suatu pengalaman yang sungguh indah dan membahagiakan. Juga, semakin kita menjadi serupa dengan Yesus, maka kita pun menjadi semakin mengejutkan dan tidak dapat diprediksi,  di mata orang lain maupun di mata kita sendiri.

Bagaimana kita dapat menjadi efektif sebagai saksi Kristus, jika kita tidak menjadi tantangan terhadap pengharapan orang-orang lain? Semoga semua umat Kristiani membuka diri mereka secara lebih mendalam lagi terhadap kejutan-kejutan dari Roh Kudus.

DOA: Roh Kudus Allah, ajarlah aku lebih lagi tentang Yesus. Aku tidak ingin menjadi terlalu nyaman dalam pengetahuanku dan pengenalanku tentang Dia. Tolonglah aku agar dapat memahami lebih lagi tentang Allah yang menciptakan diriku, Dia yang penuh kuat-kuasa dan sungguh tidak dapat diprediksi. Terpujilah Allah Tritunggal Mahakudus, Bapa, Putera dan Roh Kudus. Amin.

Catatan: Untuk mendalami Bacaan Pertama hari ini (1Yoh 4:19-5:4), bacalah tulisan yang berjudul “KEMENANGAN YANG MENGALAHKAN DUNIA” (bacaan tanggal 8-1-15) dalam situs/blog PAX  ET BONUM http://catatanseorangofs.wordpress.com; kategori 15-01 PERMENUNGAN ALKITABIAH JANUARI 2015. 

Cilandak, 3 Januari 2014 [Peringatan Nama Yesus Yang Tersuci] 

Sdr. F.X. Indrapradja, OFS