YESUS SUNGGUH DAPAT MENGUBAH KITA

(Bacaan Injil Misa Kudus, Hari Biasa sesudah Penampakan Tuhan – Jumat, 9 Januari 2015) 

Jesus_heals_leper_1140-152
Pada suatu kali Yesus berada dalam sebuah kota. Di situ ada seorang yang penuh kusta. Ketika ia melihat Yesus, tersungkurlah ia dan memohon, “Tuan, jika Tuan mau, Tuan dapat mentahirkan aku.” Lalu Yesus mengulurkan tangan-Nya, menyentuh orang itu, dan berkata, “Aku mau, jadilah engkau tahir.” Seketika itu juga lenyaplah penyakit kustanya. Yesus melarang orang itu memberitahukannya kepada siapa pun juga dan berkata, “Pergilah, perlihatkanlah dirimu kepada imam dan persembahkanlah untuk penyucianmu persembahan seperti yang diperintahkan Musa, sebagai bukti bagi mereka.” Tetapi kabar tentang Yesus makin jauh tersebar dan datanglah orang banyak berbondong-bondong kepada-Nya untuk mendengar Dia dan untuk disembuhkan dari penyakit mereka. Akan tetapi, Ia mengundurkan diri ke tempat-tempat yang terpencil dan berdoa. (Luk 5:12-16)
 

Bacaan Pertama: 1Yoh 5:5-13; Mazmur Tanggapan: Mzm 147:12-15,19-20 

Karena mereka membawa stigma “kotor” (najis) dari sudut rituale keagamaan dan penyakit mereka dipandang sangat menular, maka orang-orang kusta dan para penderita penyakit kulit lainnya pada zaman Yesus dikucilkan dari hidup bermasyarakat. Kita hanya dapat membayangkan betapa berat beban-beban psikologis dan emosional yang harus ditanggung oleh orang-orang ini. Dan kita juga dapat membayangkan betapa terkejutnya orang banyak ketika menyaksikan dan/atau mendengar bahwa Yesus sungguh menyentuh orang-orang kusta tersebut untuk membuat mereka menjadi bersih /tahir (lihat Luk 5:12).

Dosa adalah suatu penyakit spiritual yang berakibat pada jenis “karantina”-nya sendiri. Dosa memisahkan kita dari sesama manusia dan mengalienasi/mengasingkan kita dari Allah. Seperti penyakit fisik, dosa tidak hanya mempengaruhi tubuh kita, melainkan juga pikiran kita. Dosa juga dapat menimbulkan “infeksi” pada diri para anggota lainnya dari tubuh Kristus. Akhirnya, jika tidak diperhatikan dan diperbaiki, maka kondisi ini akan berakibat fatal.

jesus heals the sickDengan bela rasa dan kasih yang besar, Yesus datang ke tengah dunia untuk menawarkan sentuhan penyembuhan-Nya. Yesus datang kepada orang-orang sakit, orang-orang yang dipandang sebagai sampah masyarakat, dan Dia membersihkan mereka. Setiap kali Yesus menyentuh seseorang dan membuang beban orang itu, hal tersebut merupakan gambaran awal dari saat-saat Dia tergantung di kayu salib guna menanggung segala kepedihan dan kesusahan hati kita serta segala dosa kita, lalu memenangkan penebusan kita.

Dalam kesempatan ini, marilah kita merenungkan nubuatan nabi Yesaya berikut ini: “… sesungguhnya, penyakit kitalah yang ditanggungnya, dan kesengsaraan kita yang dipikulnya. Tetapi TUHAN (YHWH) berkehendak meremukkan dia dengan kesakitan. Apabila ia menyerahkan dirinya sebagai korban penebus salah, ia akan melihat keturunannya, umurnya akan lanjut, dan kehendak YHWH akan terlaksana olehnya. Sesudah kesusahan jiwanya ia akan melihat terang dan menjadi puas; dan hamba-Ku itu, sebagai orang yang benar, akan membenarkan banyak orang oleh hikmatnya, dan kejahatan mereka dia pikul. Sebab itu Aku akan membagikan kepadanya orang-orang besar sebagai rampasan, dan ia akan memperoleh orang-orang kuat sebagai jarahan, yaitu sebagai ganti karena ia telah menyerahkan nyawanya ke dalam maut dan karena ia terhitung di antara pemberontak-pemberontak, sekalipun ia menanggung dosa banyak orang dan berdoa untuk pemberontak-pemberontak” (lihat Yes 53:4,10-12).

Saudari dan Saudaraku, Yesus dapat mengubah kita dari “tidak bersih” menjadi “bersih” (tahir), dari sakit menjadi sehat kembali, dari mati menjadi hidup, dari kegelapan dosa menjadi pancaran kehadiran Allah. Ia datang untuk menyembuhkan kita “melalui  permandian kelahiran kembali dan melalui pembaruan yang dikerjakan oleh Roh Kudus” (Tit 3:5). Darah yang dicurahkan dari lambung Yesus memiliki kuat-kuasa untuk menyembuhkan kita bahkan pada hari ini selagi kita berseru seperti si orang kusta itu: “Tuhan, jika Tuhan mau, Tuhan dapat mentahirkan aku” (bdk. Luk 5:12).

Kita tidak perlu menderita karena luka-luka kebencian, amarah dan kecemburuan dalam hidup kita. Kita dapat disembuhkan dari dosa-dosa yang menular seperti kedengkian dan fitnah. Rasa takut dan rasa bersalah tidak perlu mengendalikan diri kita. Yesus telah mengampuni kita dan menawarkan damai-sejahtera dan hidup baru dalam diri-Nya. Dengan mengenakan pakaian kebenaran, kita pun dapat berjalan di dalam terang-Nya, bahkan bersama mereka yang yang sebelumnya kita pernah terasingkan. Ini adalah pesan pengharapan yang sejati bagi kita semua yang telah dipilih Yesus sebagai para pengikut atau murid-Nya.

DOA: Tuhan Yesus, Engkau telah berjanji untuk memerciki air jernih atas diri kami dan mentahirkan kami dari segala noda-dosa kami. Engkau telah berjanji untuk memberikan kepada kami hati yang baru dan roh yang baru juga, sebersih dan semurni seperti diri-Mu sendiri (Yeh 36:25-26). Kami datang menghadap Engkau pada hari ini, ya Tuhan, dan memohon kepada-Mu agar Engkau membuat kami bersih. Amin.

Catatan: Untuk mendalami Bacaan Injil hari ini (Luk 5:12-16), bacalah tulisan yang berjudul “YESUS KRISTUS: SANG DOKTER AGUNG” (bacaan tanggal 9-1-15) dalam situs/blog PAX ET BONUM http://catatanseorangofs.wordpress.com; kategori: 15-01 PERMENUNGAN ALKITABIAH JANUARI 2015. 

Cilandak, 4 Januari 2015 [HARI RAYA PENAMPAKAN TUHAN] 

Sdr. F.X. Indrapradja, OFS