HANYA DENGAN SATU KEPUTUSAN

(Bacaan Injil Misa Kudus, Hari Biasa Pekan Biasa I – Senin, 12 Januari 2015)

Keluarga Besar Fransiskan: Peringatan S. Bernardus dr Corleone, Biarawan Kapusin 

KEMURIDAN - YESUS MEMILIH KAKAK-BERADIK ANAK ZEBEDEUSSesudah Yohanes ditangkap datanglah Yesus ke Galilea memberitakan Injil Allah, kata-Nya, “Saatnya telah genap; Kerajaan Allah sudah dekat. Bertobatlah dan percayalah kepada Injil!”

Ketika Yesus sedang berjalan menyusur Danau Galilea, Ia melihat Simon dan Andreas, saudara Simon. Mereka sedang menebarkan jala di danau, sebab mereka penjala ikan. Yesus berkata kepada mereka, “Mari, ikutlah Aku dan kamu akan Kujadikan penjala manusia.” Lalu mereka pun segera meninggalkan jalanya dan mengikuti Dia. Setelah Yesus meneruskan perjalanan-Nya sedikit lagi, Ia melihat Yakobus, anak Zebedeus, dan Yohanes, saudaranya, sedang membereskan jala di dalam perahu. Yesus segera memanggil mereka dan mereka meninggalkan ayahnya, Zebedeus, di dalam perahu bersama orang-orang upahannya lalu mengikuti Dia. (Mrk 1:14-20) 

Bacaan Pertama: Ibr 1:1-6; Mazmur Tanggapan: Mzm 97:1-2,6-7,9

Simon dan Andreas, orang-orang biasa, pekerja-pekerja keras, yang mencari nafkah mereka dengan melakukan pekerjaan yang mereka ketahui dari hari ke hari, sebagai nelayan di danau Galilea. Yakobus dan Yohanes: anak-anak lelaki dari Pak Zebedeus bekerja dengan ayah mereka dan para pekerja yang lain dalam bisnis keluarga mereka (juga dalam bidang penangkapan ikan). Mereka ini sama saja seperti kita yang pergi ke kantor setiap hari kerja, atau membantu orangtua kita bekerja di warung setiap hari. Semua sibuk dengan rutinitas – sampai suatu saat Yesus datang dan bertemu dengan mereka. Lalu, peristiwa yang luarbiasa terjadilah.

Renungkanlah undangan luarbiasa dari Yesus kepada orang-orang ini: “Mari, ikutlah Aku dan kamu akan Kujadikan penjala manusia” (Mrk 1:17). Luarbiasa juga kiranya tanggapan mereka yang diundang oleh Yesus itu. Markus mencatat: “Lalu mereka pun segera meninggalkan jalanya dan mengikut Dia” (Mrk 1:18). Ada dua momen yang menentukan dalam hal ini – momen undangan dan momen pengambilan keputusan oleh mereka yang diundang; dua-duanya ada dalam gambaran Injil hari ini. Pertama-tama kita melihat Yesus mengundang empat orang itu untuk meninggalkan kehidupan lama mereka, kehidupan yang familiar dan “aman” dan “nyaman”, dan memulai kehidupan baru dalam persekutuan dengan diri-Nya. Lalu kita melihat keempat-empatnya menanggapi panggilan-Nya dengan sangat cepat. Pokoknya mereka bersedia meninggalkan comfort zone mereka, demi mengikut Yesus. Hanya dengan satu keputusan, hidup mereka tidak akan sama lagi. Mereka meninggalkan perahu mereka, lalu mereka pun menjadi murid-murid Yesus, orang-orang pertama dari tak terbilang banyaknya orang yang sejak saat itu menerima undangan yang sama dan kemudian mengikut Dia.

KEMURIDAN - YESUS MEMANGGIL MURID-MURIDNYA YANG PERTAMAUntuk menanggapi undangan Yesus, dituntut iman dari orang yang diundang. Para murid yang pertama tentunya telah melihat sesuatu tentang Yesus yang secara unik mendesak, sesuatu yang sepenuhnya dapat dipercaya, sehingga mereka pun berani mengambil risiko. Dalam mempertimbangkan usulan financing sebuah proyek (misalnya pendirian sebuah pabrik) yang mengandung berbagai macam risiko, biasanya pihak bank akan menganalisis feasibility study yang diajukan pemohon, menimbang-nimbang kemungkinan keberhasilan proyek tersebut dlsb., kemudian menetapkan syarat-syarat pinjaman. Namun Simon Petrus dan Andreas, Yakobus dan Yohanes memutuskan untuk mengikut Yesus tanpa sedikit pun rasa ragu, apalagi menetapkan syarat-syarat. Kepercayaan mereka pada Yesus memampukan mereka untuk menjadi “dapat diajar” oleh Yesus. Iman mereka kepada-Nya memperkenankan Yesus mentransformasikan hidup mereka.

Sekarang, apakah kita (anda dan saya) percaya bahwa Yesus dapat bekerja dalam diri kita masing-masing sama kuatnya seperti Dia telah bekerja dalam murid-murid-Nya yang pertama? Yesus juga mempunyai undangan bagi anda dan saya. Dia ingin mentransformasikan kita dan menggunakan kita, hanya apabila kita memberikan kesempatan kepada-Nya. Maka, pada hari ini, marilah kita memperkenankan Yesus menyatakan diri-Nya kepada kita masing-masing, berbicara kepada kita masing-masing, dan mengubah hati kita masing-masing. Demi Yesus, kita pantas mengambil risiko. Dengan menerima Yesus ke dalam hati kita masing-masing, maka hidup kita – anda dan saya – tidak akan sama lagi.

DOA: Di sini aku, ya Tuhan Yesus. Aku ingin menjadi murid-Mu yang sejati. Cabut dan buanglah rasa takut dan rasa ragu yang masih ada dalam diriku, dan berikan aku iman agar mampu mengikuti panggilan-Mu dengan sepenuh hati. Amin.

Catatan: Untuk mendalami Bacaan Injil hari ini (Mrk 1:14-20), bacalah tulisan yang  berjudul “DARI PENJALA IKAN MENJADI PENJALA MANUSIA” (bacaan tanggal 12-1-15), dalam situs/blog PAX ET BONUM http://catatanseorangofs.wordpress.com; 15-01 PERMENUNGAN ALKITABIAH JANUARI 2015. 

Untuk mendalami Bacaan Pertama ini (Ibr 1:1-6), bacalah tulisan yang berjudul “AWAL DARI SEPUCUK SURAT” (bacaan tanggal 14-1-13) dalam situs/blog PAX ET BONUM. 

Cilandak, 6 Januari 2015 [Peringatan B. Didakus Yosef dr Sadiz, Imam] 

Sdr. F.X. Indrapradja, OFS

Advertisements